Logo PWM Sulbar

Hadiri Musywil VIII IPM Sulbar di Mamuju, PP IPM: Sulbar Punya Posisi Strategis, Lahirkan Pemimpin Mampu Baca Perubahan Zaman

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
Hadiri Musywil VIII IPM Sulbar di Mamuju, PP IPM: Sulbar Punya Posisi Strategis, Lahirkan Pemimpin Mampu Baca Perubahan Zaman

PWMSULBAR.ID, Mamuju— Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mamuju (19/9/2026) mendapat perhatian langsung dari Pimpinan Pusat (PP) IPM.

Dalam sambutannya, Tasbita Ikrima Al Arify Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat IPM menegaskan bahwa forum Musywil memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar agenda pemilihan.

"Musyawarah Wilayah bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi ruang konsolidasi ide, gagasan, dan arah gerakan IPM Sulbar ke depan," tegasnya di hadapan peserta Musywil.

Ia juga menegaskan posisi strategis Sulawesi Barat dalam peta gerakan IPM nasional.

"Saya ingin menegaskan bahwa kehadiran teman-teman Pimpinan Wilayah Sulbar memiliki posisi yang sangat strategis dalam tubuh gerakan IPM secara nasional," ujarnya.

Sekjend PP IPM berharap kontributor aktif dari Sulbar untuk gerakan nasional.

"Kami berharap teman-teman Sulbar dapat berkontribusi dalam konsolidasi ide, gagasan, dan gerakan IPM nasional. Harapannya ke depan akan semakin banyak praktik baik dan inovasi dari Sulbar yang dapat menjadi inspirasi teman-teman pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia," harapnya.

Lebih lanjut, Tasbita Ikrima Al Arify menekankan bahwa Musywil harus melahirkan tipologi pemimpin baru yang relevan dengan zaman.

"Musywil ini harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, membangun kolaborasi, dan menghadirkan gerakan yang berdampak," katanya.

Hal tersebut sejalan dengan arah gerak PP IPM saat ini, yaitu kepemimpinan berdampak, yang bertujuan membentuk algoritma pelajar berdampak berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan Islam Berkemajuan.

PP IPM juga menyoroti tantangan pelajar yang kian kompleks hari ini, mulai dari transformasi digital, krisis literasi, isu kesehatan mental, hingga penguatan karakter di akar rumput.

"Dibutuhkan kader-kader yang punya kompetensi dan militansi ideologi yang kuat. Kami berharap proses dan program perkaderan IPM Sulbar menjadi langkah prioritas dan berkelanjutan, untuk menjadi kader yang punya kompetensi tinggi dan kuat dalam ideologi Muhammadiyah," pesannya.

Di akhir sambutan, Sekjend PP IPM mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Musywil sebagai forum yang demokratis namun tetap penuh persaudaraan.

“Mari jadikan Musywil ini sebagai forum yang penuh gagasan, kaya argumentasi, namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam musyawarah, tetapi persatuan adalah tujuan yang harus kita jaga bersama.”

"Selamat bermusyawarah. Semoga forum ini melahirkan keputusan terbaik, pemimpin terbaik, dan memperkuat kontribusi IPM Sulbar bagi kemajuan pelajar, umat, bangsa, dan persyarikatan," pungkasnya.

Musywil VIII IPM Sulbar di Mamuju ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah yang lebih berdampak dan berkemajuan di Bumi Manakarra.

Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp