Sejarah PWM Sulawesi Barat
Jejak langkah perjalanan dan perkembangan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat dari masa ke masa dalam melebarkan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.
1928
1928 - Masuknya Muhammadiyah di Sulawesi Barat
Muhammadiyah pertama kali masuk ke wilayah Sulawesi Barat (yang secara historis dikenal sebagai tanah Mandar) pada tahun 1928, dengan kota Majene sebagai titik awal pergerakannya. Kehadiran organisasi ini dibawa oleh para saudagar dan mubaligh tak lama setelah Muhammadiyah resmi mendirikan cabang pertamanya di luar Jawa, yaitu di Makassar pada tahun 1926.
Kronologi & Perkembangan Awal Tahun 1928 (Awal Mula): Muhammadiyah resmi melebar ke daerah Mandar dan membentuk Cabang Majene. Gerakan pembaharuan (tajdid) ini berfokus pada pemurnian akidah dan pemberantasan TBC (Tahayul, Bid'ah, Khurafat). Tahun 1930 (Konferensi Daerah): Wilayah Majene tumbuh sangat pesat hingga dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan yang ketiga.Tahun 1932 (Ekspansi ke Tinambung): Gelombang dakwah meluas dari Majene ke wilayah selatan Mandar, ditandai dengan berdirinya Cabang Muhammadiyah di Tinambung (sekarang bagian dari Polewali Mandar).
Fokus Gerakan Dakwah.
Pertama, Pembaharuan Pendidikan Para cendekiawan Muslim modernis Muhammadiyah mulai mendirikan lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Tsanawiyah dan sekolah umum (modern) di wilayah Majene, Polewali, dan Wonomulyo. Kehadiran sekolah modern ini memicu persaingan positif dengan kaum ulama tradisional yang kala itu berbasis pada sistem mangngaji kitta (pengajian kitab kuning).
Kedua, Kegiatan Kemasyarakatan Selain membangun sekolah, kader-kader awal Muhammadiyah aktif menghidupkan tabligh, mendirikan musala, serta mempelopori gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) untuk merangkul generasi muda Mandar.
Kronologi & Perkembangan Awal Tahun 1928 (Awal Mula): Muhammadiyah resmi melebar ke daerah Mandar dan membentuk Cabang Majene. Gerakan pembaharuan (tajdid) ini berfokus pada pemurnian akidah dan pemberantasan TBC (Tahayul, Bid'ah, Khurafat). Tahun 1930 (Konferensi Daerah): Wilayah Majene tumbuh sangat pesat hingga dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan yang ketiga.Tahun 1932 (Ekspansi ke Tinambung): Gelombang dakwah meluas dari Majene ke wilayah selatan Mandar, ditandai dengan berdirinya Cabang Muhammadiyah di Tinambung (sekarang bagian dari Polewali Mandar).
Fokus Gerakan Dakwah.
Pertama, Pembaharuan Pendidikan Para cendekiawan Muslim modernis Muhammadiyah mulai mendirikan lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Tsanawiyah dan sekolah umum (modern) di wilayah Majene, Polewali, dan Wonomulyo. Kehadiran sekolah modern ini memicu persaingan positif dengan kaum ulama tradisional yang kala itu berbasis pada sistem mangngaji kitta (pengajian kitab kuning).
Kedua, Kegiatan Kemasyarakatan Selain membangun sekolah, kader-kader awal Muhammadiyah aktif menghidupkan tabligh, mendirikan musala, serta mempelopori gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) untuk merangkul generasi muda Mandar.
2007
2007 - Pelantikan PWM Sulawesi Barat Periode Pertama
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat resmi berdiri berdasarkan SK PP Muhammadiyah Nomor 114/KEP/I.0/B/2006 pasca-pemekaran wilayah . Pelantikan pengurus perdana Dipimpin oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin, MA, dengan Drs. H.Muh. Yusuf Tuali ditetapkan sebagai ketua wilayah pertama yang berkedudukan di Polewali Mandar. Sejarah Singkat Pemenuhan Rekomendasi Musywil: Lahir dari keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-37. Pengesahan SK: Terbit tanggal 16 Agustus 2006 (22 Rajab 1427 H).
Konsolidasi: Membawahi pimpinan daerah kabupaten se-Sulawesi Barat yang sebelumnya masuk wilayah Sulawesi Selatan.
18 Februari 2007 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat Resmi di Lantik oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Konsolidasi: Membawahi pimpinan daerah kabupaten se-Sulawesi Barat yang sebelumnya masuk wilayah Sulawesi Selatan.
18 Februari 2007 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat Resmi di Lantik oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah