PWMSULBAR.ID, Mamuju— Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat di Mamuju (19/9/2026).Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Barat, Filda Adelia, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam karena agenda besar IPM Sulbar ini akhirnya dapat terlaksana setelah mengalami tiga kali penundaan."Alhamdulillah, syukur karena pada akhirnya agenda Musywil dapat terlaksana setelah 3 kali dimundurkan. Ini adalah buah dari kerja keras dan kesabaran kita bersama," ujar Filda Adelia.Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada jajaran intinya yang telah bekerja keras mengusahakan seluruh rangkaian acara."Ucapan terima kasih khususnya kepada Sekum, Bendum, dan Kabid karena telah mengusahakan seluruh rangkaian acara. Harapan saya semoga acara ini berjalan lancar dari awal hingga akhir," katanya.Filda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat dan Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) atas fasilitas tempat dan kendaraan yang diberikan untuk menyukseskan Musywil.Tak lupa, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh kader."Saya mohon maaf, ada keputusan yang kadang keliru yang sangat berpengaruh pada kelangsungan organisasi. Namun begitu, keputusan tetap kami ambil dengan hati-hati dan meminimalisir risiko dan hal-hal yang tidak menyenangkan," ungkapnya dengan tulus.Sebagai refleksi selama menjabat, Filda membagikan pesan penting tentang kepemimpinan."Sebagai pimpinan kita harus haus mencari informasi. Salah satu penyesalan saya saat menjabat adalah kurangnya inisiatif untuk mencari informasi yang menghambat perkembangan organisasi. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua," pesannya.Untuk kepengurusan periode berikutnya, Filda menitipkan harapan besar agar IPM Sulbar semakin besar dan melebarkan sayapnya secara legal dan struktural."IPM adalah organisasi yang besar, maka dari itu perluas jaringan, masuk ke instansi pemerintahan, terutama daftarkan organisasi, bukan hanya PW tapi juga sampai PD nya ke Kesbangpol. Ini penting untuk legitimasi dan keberlanjutan gerakan kita," tegas Filda.Di akhir sambutan, ia berpesan agar soliditas dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama."Harapan saya agar menjaga hubungan baik sesama pimpinan, menguatkan ikatan persaudaraan sehingga terwujud organisasi yang kokoh," pungkasnya.Sambutan Filda Adelia yang jujur, reflektif, dan penuh harapan tersebut mendapat apresiasi dari seluruh peserta Musywil yang hadir.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo— Suasana penuh keceriaan dan kekhusyukan terlihat di Mushollah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Cabang Wonomulyo, Sabtu (19/9). Puluhan anak didik mengikuti kegiatan pembiasaan keagamaan rutin, yakni Sholat Dhuha berjamaah dilanjutkan dengan hafalan surah-surah pendek.Kegiatan ini menjadi program unggulan TK ABA Wonomulyo dalam membentuk karakter Islami sejak usia dini. Dalam foto yang diabadikan, tampak anak-anak didik duduk melingkar rapi di atas karpet mushollah yang bersih. Anak laki-laki mengenakan peci dan baju koko, sementara anak perempuan mengenakan mukena dan jilbab warna-warni.Sebelum pelaksanaan sholat, anak-anak dibimbing untuk melafalkan hafalan surah pendek. Terlihat seorang anak dengan percaya diri maju ke depan memegang mikrofon untuk melantunkan hafalannya, disimak dengan antusias oleh teman-temannya dan didampingi langsung oleh para ustadzah. Di papan tulis mushollah tertulis huruf-huruf hijaiyah sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Hj. Suhumiah Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Wonomulyo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar untuk membangun fondasi agama yang kuat."Kami ingin membiasakan anak-anak untuk mencintai masjid dan sholat sejak kecil. Sholat Dhuha adalah sholat pembuka rezeki dan wujud rasa syukur di pagi hari. Setelah sholat, kami lanjutkan dengan hafalan surah pendek seperti Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq serta doa-doa harian. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias dan ceria," ujarnya.Melalui bimbingan Pimpinan Cabang Aisyiyah Wonomulyo, TK ABA terus berkomitmen tidak hanya mencerdaskan anak secara akademik, tetapi juga membangun generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, sesuai dengan visi Muhammadiyah-Aisyiyah dalam mencerahkan peradaban.Kegiatan ditutup dengan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama, dengan harapan ilmu yang didapat menjadi berkah dan bekal untuk masa depan anak-anak sholih-sholihah.
PWMSULBAR.ID, Mamuju— Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mamuju (19/9/2026) mendapat perhatian langsung dari Pimpinan Pusat (PP) IPM.Dalam sambutannya, Tasbita Ikrima Al Arify Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat IPM menegaskan bahwa forum Musywil memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar agenda pemilihan."Musyawarah Wilayah bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi ruang konsolidasi ide, gagasan, dan arah gerakan IPM Sulbar ke depan," tegasnya di hadapan peserta Musywil.Ia juga menegaskan posisi strategis Sulawesi Barat dalam peta gerakan IPM nasional."Saya ingin menegaskan bahwa kehadiran teman-teman Pimpinan Wilayah Sulbar memiliki posisi yang sangat strategis dalam tubuh gerakan IPM secara nasional," ujarnya.Sekjend PP IPM berharap kontributor aktif dari Sulbar untuk gerakan nasional."Kami berharap teman-teman Sulbar dapat berkontribusi dalam konsolidasi ide, gagasan, dan gerakan IPM nasional. Harapannya ke depan akan semakin banyak praktik baik dan inovasi dari Sulbar yang dapat menjadi inspirasi teman-teman pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia," harapnya.Lebih lanjut, Tasbita Ikrima Al Arify menekankan bahwa Musywil harus melahirkan tipologi pemimpin baru yang relevan dengan zaman."Musywil ini harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, membangun kolaborasi, dan menghadirkan gerakan yang berdampak," katanya.Hal tersebut sejalan dengan arah gerak PP IPM saat ini, yaitu kepemimpinan berdampak, yang bertujuan membentuk algoritma pelajar berdampak berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan Islam Berkemajuan.PP IPM juga menyoroti tantangan pelajar yang kian kompleks hari ini, mulai dari transformasi digital, krisis literasi, isu kesehatan mental, hingga penguatan karakter di akar rumput."Dibutuhkan kader-kader yang punya kompetensi dan militansi ideologi yang kuat. Kami berharap proses dan program perkaderan IPM Sulbar menjadi langkah prioritas dan berkelanjutan, untuk menjadi kader yang punya kompetensi tinggi dan kuat dalam ideologi Muhammadiyah," pesannya.Di akhir sambutan, Sekjend PP IPM mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Musywil sebagai forum yang demokratis namun tetap penuh persaudaraan.“Mari jadikan Musywil ini sebagai forum yang penuh gagasan, kaya argumentasi, namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam musyawarah, tetapi persatuan adalah tujuan yang harus kita jaga bersama.”"Selamat bermusyawarah. Semoga forum ini melahirkan keputusan terbaik, pemimpin terbaik, dan memperkuat kontribusi IPM Sulbar bagi kemajuan pelajar, umat, bangsa, dan persyarikatan," pungkasnya.Musywil VIII IPM Sulbar di Mamuju ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah yang lebih berdampak dan berkemajuan di Bumi Manakarra.
PWMSULBAR.ID, Mamuju — (19/9/2026) Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat resmi dibuka. Kegiatan yang menjadi forum tertinggi IPM di tingkat wilayah ini dihadiri oleh PP IPM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Ortom, Ketua PDM Mamuju, Ketua Lazismuh Sulbar serta kader IPM se-Sulawesi Barat.Dalam amanahnya, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat menegaskan bahwa Musywil memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar agenda elektoral."Musywil bukan sekadar forum untuk memilih siapa yang akan menjadi pimpinan berikutnya. Musywil adalah momentum untuk melakukan evaluasi, refleksi, konsolidasi, dan merumuskan arah gerakan IPM Sulawesi Barat ke depan," tegas Ketua PWM dalam sambutannya.Ia berharap Musywil VIII ini tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang progresif."Karena itu, saya berharap Musywil ini tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru, program-program yang nyata, serta kader-kader yang semakin matang dalam kepemimpinan," tambahnya.Wahyun Mawardi juga menekankan posisi strategis IPM sebagai sekolah kepemimpinan Muhammadiyah."IPM adalah Sekolah Kepemimpinan Muhammadiyah," ujarnya dengan tegas.Menurutnya, Muhammadiyah hari ini membutuhkan kader yang paripurna."Muhammadiyah membutuhkan kader yang bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu bekerja. Muhammadiyah membutuhkan generasi yang memiliki iman yang kuat, ilmu yang luas, akhlak yang mulia, kemampuan berorganisasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat," paparnya.Oleh karena itu, IPM harus menjadi ruang penting untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin."Karena itu, IPM harus menjadi salah satu ruang penting untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin Muhammadiyah dan pemimpin bangsa pada masa yang akan datang," pungkasnya.Musywil VIII IPM Sulawesi Barat dijadwalkan akan membahas Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Wilayah IPM periode sebelumnya, merumuskan program kerja periode mendatang, serta memilih formatur Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Barat yang baru.Semangat pelajar Muhammadiyah Sulbar untuk terus berkemajuan tampak begitu kuat dalam pembukaan Musywil kali ini.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo – Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di halaman TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Wonomulyo, Polewali Mandar, Jumat pagi (18/9). Puluhan murid dengan seragam kuning-hijau khas 'Aisyiyah tampak kompak mengikuti gerakan Senam Sehat Anak Indonesia Hebat.Kegiatan senam pagi ini merupakan program rutin sekolah dalam rangka membudayakan hidup sehat dan aktif sejak usia dini. Dengan dipandu oleh para bunda guru, anak-anak mengikuti setiap gerakan dengan antusias, mulai dari pemanasan hingga gerakan inti yang melatih motorik dan kekompakan.Kepala TK 'Aisyiyah Wonomulyo Hj. Suhumiah menyampaikan bahwa senam ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. "Kami ingin anak-anak 'Aisyiyah tumbuh menjadi anak yang sehat jasmani, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Melalui senam sehat ini, kita tanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta pada olahraga," ujarnya.Pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung di area bermain sekolah yang asri dengan latar gedung hijau dan pohon mangga. Para guru dengan sabar mendampingi dan memberi contoh gerakan, sementara anak-anak terlihat sangat menikmati.Program ini sejalan dengan gerakan 'Aisyiyah untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan anak-anak lebih siap menerima pelajaran dan menjadi generasi penerus Muhammadiyah yang unggul dan membanggakan.Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dan doa bersama.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo–Pemandangan penuh khidmat terlihat di halaman SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, pagi ini. Ratusan siswa dengan busana muslim putih dan hitam tampak khusyuk melaksanakan sholat Dhuha berjamaah di pelataran sekolah.Kegiatan yang dilaksanakan di bawah sinar mentari pagi ini merupakan program pembiasaan ibadah rutin sekolah. Seorang siswa dipercaya menjadi imam di depan, diikuti oleh teman-temannya yang berbaris rapi dalam shaf laki-laki dan perempuan yang terpisah.Sholat Dhuha bersama ini bukan sekadar rutinitas, namun menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami yang menjadi ciri khas Amal Usaha Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Sekolah ingin menanamkan kecintaan anak pada sholat sunnah, kedisiplinan waktu, serta melatih keberanian menjadi imam sejak usia sekolah dasar."Kami di SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo membiasakan anak-anak untuk memulai hari dengan ibadah. Sebelum masuk kelas, mereka sholat Dhuha bersama, berdzikir dan berdoa. Harapannya ilmu yang mereka dapat menjadi berkah dan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus sholeh dan sholehah," ujar Zainal Abidin,S.Pd.,Gr. Kepala SD 'Aisyiyah Wonomulyo.Setelah sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tausiyah singkat dari guru tentang keutamaan sholat Dhuha sebagai pembuka pintu rezeki dan bentuk rasa syukur.Dengan pembiasaan ini, SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo terus berkomitmen mencetak kader pelajar Muhammadiyah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam ibadah dan akhlak mulia.
PWMSULBAR.ID -Mamuju - Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju secara resmi melepas 10 santri terbaiknya untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Nasional Ke-2, yang akan berlangsung pada 21-24 September 2026 di Coban Rondo, Malang, Jawa Timur.Prosesi pelepasan digelar penuh khidmat pada malam hari di lingkungan pondok, dihadiri oleh Mudir MBS, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PWM Sulbar, Kepala Sekolah SMP At Tanwir, serta para ustadz pembina. Para santri yang akan berangkat tampak kompak mengenakan jas almamater kuning kebanggaan.Ke-10 delegasi santri MBS At-Tanwir ini akan bergabung dengan ribuan santri Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia. KSM Nasional Ke-2 merupakan agenda besar Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PP Muhammadiyah sebagai ajang silaturahim, penguatan ideologi, karakter kepanduan Hizbul Wathan, dan kreativitas santri.Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Pimpinan MBS At-Tanwir Mamuju dalam arahannya berpesan agar para santri menjaga adab, disiplin, dan nama baik pondok serta Persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Barat selama mengikuti kemah."Kalian adalah duta MBS At-Tanwir Mamuju dan duta Sulbar di kancah nasional. Tampilkan akhlak santri Muhammadiyah yang unggul, berilmu, dan beradab. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya di Malang," pesannya.Keikutsertaan ini menjadi bukti eksistensi dan kiprah pesantren Muhammadiyah di Sulbar yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Mohon doa dari seluruh warga Muhammadiyah agar perjalanan dan kegiatan ananda santri selama di Coban Rondo berjalan lancar, selamat, dan membawa prestasi.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo –Suasana pagi yang cerah dan penuh keceriaan terlihat di halaman SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, Jum'at (18/9). Ratusan siswa dengan seragam busana muslim putih, jubah, dan peci kompak mengikuti kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat.Kegiatan yang digelar di pelataran sekolah dengan latar gedung kuning-hijau khas Aisyiyah ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Dengan dipandu oleh para guru olahraga dan wali kelas, para siswa mengikuti setiap gerakan senam dengan antusias, tertib, dan penuh semangat.Meski mengenakan gamis dan jubah, hal tersebut tidak mengurangi kelincahan siswa dalam bergerak. Gerakan senam yang energik diiringi musik ceria membuat halaman sekolah semakin semarak.Kepala SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo Zainal Abidin,S.Pd.,Gr. menyampaikan bahwa Senam Anak Indonesia Sehat ini merupakan program pembiasaan hidup sehat dan bugar di lingkungan sekolah."Kami di SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo ingin membiasakan anak-anak untuk hidup sehat sejak dini. Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Anak yang sehat jasmaninya, insyaAllah lebih semangat belajar dan beribadah," ujarnya.Senam ini menjadi agenda rutin Jum'at Sehat sebagai upaya membentuk generasi pelajar Aisyiyah yang sehat, ceria, disiplin, dan berakhlak mulia. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dan persiapan masuk kelas.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Kabar membanggakan datang dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman). Pimpinan dan Civitas Academica ITBM Polman mengucapkan apresiasi atas kelulusan Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026.Empat dosen terbaik ITBM Polman dinyatakan lulus sebagai dosen profesional tersertifikasi, yakni:1. Dr. Asia Masita Haidir, M.Pd. – Dosen Prodi Bisnis Digital, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Inggris.2. Arfah Sahabudin, S.Kom., M.Par.– Dosen Prodi Bisnis Digital, Bidang Ilmu Pariwisata Berkelanjutan.3. Ridayani, S.Pd., M.Pd. – Dosen Prodi Informatika, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris.4. Adi Putra Rahman, S.Si., M.Si. – Dosen Prodi Agribisnis, Bidang Ilmu Bioteknologi Pertanian dan Produk Hayati.Kelulusan ini menjadi bukti komitmen ITBM Polman sebagai kampus Unggul, Profesional, dan Islami dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia. Dengan bertambahnya jumlah dosen bersertifikat pendidik, ITBM Polman semakin mengukuhkan diri sebagai Kampus Technopreneur yang diakui kualitasnya, yang telah terakreditasi BAIK oleh BAN-PT.Sertifikasi dosen merupakan pengakuan negara atas profesionalitas dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen yang telah tersertifikasi dianggap memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang mumpuni.Dr. Ir. Nursahdi Saleh,M.Si. Rektor ITBM Polman menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Bumi Tipalayo, Sulawesi Barat.Selamat dan sukses kepada para dosen. Semoga amanah ini semakin memotivasi untuk melahirkan inovasi dan karya yang berdampak bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.
PWMSUBAR.ID - Matakali – Hikmah pernikahan disampaikan oleh Sekretaris PWM Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I., dalam acara resepsi pernikahan Muh. Rivaldi dengan Nurhidayah yang digelar pada Kamis, 17 September 2026 di Barumbung, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.Dalam tausiyahnya, H. Ismail Ibrahim menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk saling mengenal, memahami, menjaga, dan menguatkan.Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum: 21 bahwa pernikahan adalah tanda kebesaran Allah untuk menciptakan rasa tenteram (sakinah), kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).Pesan untuk kedua mempelai:1. Untuk Suami, Muh. Rivaldi: Setelah akad, istri adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Seorang suami tidak harus sempurna, tetapi harus berusaha menjadi baik, bertanggung jawab, dan memberikan rasa aman. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi).Ketika istri lelah, pahami. Ketika sedih, jadilah tempat berbagi. Saat berbeda pendapat, jangan meninggikan suara, bicarakan dengan kepala dingin.2. Untuk Istri, Nurhidayah: Suami juga manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting bukan mencari pasangan yang sempurna, tetapi belajar menjadi pasangan yang baik. Berikan dukungan saat suami menghadapi kesulitan dan ketenangan saat ia lelah.3. Menghadapi Ujian Rumah Tangga: Rumah tangga pasti akan diuji, baik perbedaan pendapat maupun kesulitan ekonomi. Semua itu bukan tanda kegagalan, tetapi proses belajar kesabaran dan kesetiaan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).Jangan saling menyalahkan. Ingat prinsip rumah tangga: bukan “aku menang dan kamu kalah”, tetapi “kita bersama-sama menghadapi masalah”.H. Ismail juga mengangkat teladan Rasulullah SAW dan Khadijah RA. Khadijah bukan hanya istri, tetapi sumber ketenangan dan dukungan di masa-masa berat. Pasangan hidup adalah orang yang tetap di samping kita, bukan hanya saat bahagia, tetapi juga saat sulit.Rumah tangga adalah ladang ibadah. Suami bekerja mencari nafkah halal adalah ibadah, istri mengurus keluarga dengan ikhlas adalah ibadah, saling membantu dan menghormati adalah pahala.Ia menutup dengan doa QS. Al-Furqan: 74: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”Acara diakhiri dengan doa barakah: “Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair” – Semoga Allah memberkahi pernikahan Muh. Rivaldi dan Nurhidayah menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah, diberi rezeki halal, kesehatan, dan keturunan yang saleh dan salehah.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun Akademik 2025/2026Acara pelepasan digelar di kampus ITBM Polman. Rabu, 16 September 2026 dengan mengusung tema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi”.Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik untuk menggugurkan SKS, melainkan wujud nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang meliputi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.Rektor menyoroti dua masalah besar yang masih dihadapi desa saat ini. Pertama, desa belum terkoneksi secara digital. Produk desa bagus namun tidak terkoneksi dengan pasar, potensi wisata ada namun tidak terkoneksi dengan informasi. Kedua, UMKM belum berinovasi, masih menjual apa adanya dengan kemasan dan pemasaran seadanya sehingga nilai jual rendah.Untuk menjawab dua persoalan tersebut, Rektor memberikan tiga pesan utama kepada mahasiswa:1. Koneksikan Desa: Bantu desa membuat profil desa digital, aktifkan website dan media sosial desa, serta bantu UMKM membuat akun marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, dan Google Maps. Ajari warga membuat konten dan berjualan online.2. Inovasikan UMKM: Jangan biarkan UMKM menjual bahan mentah. Lakukan inovasi produk, seperti pisang menjadi keripik pisang premium, gula aren menjadi kopi gula aren kekinian, dan ikan menjadi abon ikan dengan branding bagus. Bantu dari segi logo, kemasan, foto produk, hingga perhitungan HPP.3. Jaga Nama Baik Almamater: Mahasiswa adalah duta kampus dan duta Muhammadiyah. Tunjukkan akhlak mahasiswa Muhammadiyah, hormati adat desa, tokoh masyarakat, dan makmurkan masjid.“Saya tidak ingin laporan KKN kalian hanya formalitas 100 halaman. Saya ingin setelah KKN, ada UMKM yang omsetnya naik 2x lipat karena kalian. Ada desa yang websitenya aktif karena kalian. Itulah KKN yang sesungguhnya,” tegas Rektor.Sementara itu Ketua Panitia KKN Tematik 2026, Asrandi, S.M., M.M., dalam laporan menyampaikan bahwa sebanyak 115 mahasiswa akan ditempatkan di 10 desa/kelurahan dengan berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
PWMSULBAR.ID – Polewal Mandar - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal memberikan sambutan pada acara Pelepasan dan Pemberangkatan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026 (16/9/2026) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Dalam sambutannya, H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ITBM Polman yang terus berkomitmen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Ketua PDM Polman menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik yang wajib diselesaikan mahasiswa, melainkan bentuk nyata pengamalan ilmu, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat.Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 105:“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, tetapi harus melahirkan amal, karya, inovasi, dan kemanfaatan.Abd. Azis Ghoza juga sangat mengapresiasi tema KKN Tematik tahun ini, "Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi". Tema ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman.“Desa hari ini tidak boleh dipandang sebagai wilayah yang jauh dari teknologi dan inovasi. Desa memiliki potensi luar biasa, mulai dari SDA, SDM, budaya, pertanian, perkebunan, perikanan, kuliner, kerajinan, dan berbagai produk UMKM yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” demikian petikan sambutan H. Abd. Azis Ghozal.Namun, potensi besar tersebut membutuhkan koneksi, inovasi, dan kolaborasi, terutama koneksi antara ilmu mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat.Lima Pesan Ketua PDM Polman untuk Mahasiswa KKNKepada para peserta KKN, Abd. Azis Ghoza berpesan agar hadir di tengah masyarakat bukan sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai pembelajar. Hormati kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, ibu-ibu, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan seluruh warga.Ada lima pesan penting yang ditekankan:Pertama, Jagalah nama baik almamater dan persyarikatan Muhammadiyah. Tunjukkan sikap santun, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan menjadi teladan.Kedua, Bangun komunikasi dan silaturahmi yang baik. Jadikan masyarakat sebagai mitra, dengarkan kebutuhan mereka, hormati adat setempat, dan libatkan mereka dalam setiap program.Ketiga, Amalkan ilmu yang telah diperoleh. Jadikan IPTEK sebagai sarana membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui program yang bermanfaat dan tepat sasaran.Keempat, Tumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Keberhasilan KKN sangat bergantung pada kerja sama mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah setempat, dan masyarakat.Kelima, Tetap jaga ibadah dan akhlak. Jadikan nilai Islam sebagai pedoman, shalat tepat waktu, jaga pergaulan, dan senantiasa amanah.“Jangan pernah berpikir kontribusi harus selalu besar dan luar biasa. Terkadang kegiatan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain,” pesannya.H. Abd. Azis Ghoza berharap KKN Tematik Angkatan IV Tahun 2026 ini dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi penempatan, serta senantiasa mendukung kegiatan positif ITBM Polman.
PWMSULBAR.ID - Mapilli – Sebanyak 115 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Tahun 2026 resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.Jaminan tersebut diberikan melalui kerja sama ITBM Polman dengan BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis dilakukan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Polewali Mandar, Melania Theresia Mokalu, di Kampus ITBM Polman, Rabu (16/9/2026).Rektor ITBM Polman, Dr. Nursahdi Saleh, M.Si., menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab kampus dalam menjamin keselamatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lapangan.Menurutnya, seluruh peserta KKN Angkatan IV tahun ini dipastikan terlindungi asuransi secara penuh selama masa pelaksanaan di berbagai lokasi penempatan.“Kami mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan bagi 115 mahasiswa KKN kami. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi mahasiswa maupun orang tua selama anak-anaknya mengabdi di desa,” ujar Dr. Sahdi.Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Polman, Melania Theresia Mokalu, menjelaskan bahwa 115 mahasiswa tersebut telah terdaftar sebagai peserta dengan dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).Ia menyampaikan terima kasih kepada ITBM Polman yang telah proaktif mendaftarkan mahasiswanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.“Ini adalah bentuk perlindungan untuk memberikan ketenangan bagi mahasiswa dalam beraktivitas KKN, terutama jika terjadi risiko yang tidak diinginkan,” ungkap Melania.Melania menambahkan, dengan iuran yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp16.800 per bulan, mahasiswa sudah mendapatkan dua perlindungan sekaligus.Manfaat yang diperoleh meliputi perlindungan sejak berangkat, saat melakukan aktivitas pengabdian, hingga perjalanan pulang. Jika terjadi kecelakaan kerja, peserta akan mendapatkan perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, serta santunan kematian sebesar Rp42 juta.“Semua risiko kerja selama KKN sudah ter-cover oleh BPJamsostek. Harapannya mahasiswa bisa fokus mengabdi dengan aman,” pungkasnya.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menggelar Pengajian Bulanan pada Rabu, 16 September 2026 di kampus ITBM Polman. Materi disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I dengan tema "Pentingnya Mengawasi Iman Seperti Mengawasi BBM".Dalam pendahuluannya, H. Ismail Ibrahim menyampaikan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika bepergian dengan kendaraan, hal pertama yang paling diperhatikan adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak ada yang berani menempuh perjalanan jauh jika tangki hampir kosong. Selalu diperiksa indikatornya, diisi penuh, dan waspada agar tidak kehabisan di tengah jalan.Begitu pula dengan iman. Iman adalah bahan bakar kehidupan. Tanpa iman, hati mati, perjalanan menuju akhirat terhenti, dan tidak akan sampai pada tujuan yang diridhai Allah SWT.Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan:"Sesungguhnya iman itu akan menjadi usang di dalam dada salah seorang di antara kalian sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hatimu." (HR. Al-Hakim).Materi pengajian memaparkan persamaan antara BBM Kendaraan dan Iman di Hati:- BBM menggerakkan kendaraan di dunia, Iman menggerakkan jiwa menuju ridha Allah.- BBM habis di tengah jalan maka kendaraan berhenti, Iman berkurang/habis maka hati mati dan terhenti di jalan akhirat.- Keduanya perlu diisi ulang secara berkala.- Kualitas BBM menentukan awet tidaknya mesin, kualitas iman menentukan selamat tidaknya di akhirat.- Keduanya memiliki indikator untuk dipantau.Kajian ini juga mengangkat kisah teladan. Kisah Umar bin Khattab yang setiap malam sebelum tidur selalu bermuhasabah: "Hai Umar, untuk apa engkau hari ini? Dan apa yang telah engkau kerjakan untuk akhiratmu?" Beliau memeriksa imannya setiap hari seperti memeriksa indikator BBM.Kisah Abdullah bin Amr bin Ash yang berkata: "Iman itu seperti kendaraan, jika engkau tidak memberi makan (mengisi) dengan ketaatan, pasti ia akan mati."Untuk itu, ada dua cara menjaga dan mengisi iman seperti menjaga BBM:1. Periksa Iman Setiap Hari (Cek Indikator)Sesuai QS. At-Taubah: 105. Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana shalatku hari ini? Apakah hatiku ingat Allah? Apakah aku menjauhi yang haram? Jika terasa berat, berarti indikator sudah turun dan harus segera diisi ulang.2. Isi Ulang dengan Ibadah (Isi Bahan Bakar)Sesuai QS. Al-Baqarah: 43. Shalat, puasa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an adalah bahan bakar iman.Acara ditutup dengan penegasan, "Kendaraan tanpa BBM berhenti di tengah jalan dan tidak sampai ke tujuan. Manusia tanpa iman berhenti di pintu surga dan tidak dapat masuk ke dalamnya. Maka jagalah iman kalian lebih teliti daripada menjaga BBM kendaraan kalian."Pengajian diakhiri dengan doa: “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik - Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
PWMSULBAR.ID - MAMUJU - Lazismu Sulawesi Barat segera melaunching program kemanusiaan terbaru bertajuk Nasi Darurat Sulawesi Barat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di sektor pangan.Program yang dicanangkan ini berdasarkan pada Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi, dan Pilar Kemanusiaan. Nasi Darurat Sulawesi Barat ditujukan pada yatim dhuafa, mahasiswa, para pencari kerja, dan perantau. Program ini terbuka untuk seluruh masyarakat di Sulawesi Barat dan tidak hanya diperuntukkan pada warga Muhammadiyah saja.Lazismu Sulawesi Barat berfokus pada dampak dan pemberdayaan. Program ini diharap tidak memberikan ketergantungan pada penerima manfaat, melainkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terutama yang berkaitan dengan urusan perut.Nasi Darurat Sulawesi Barat diharap dapat segera beroperasi dan membantu masyarakat terutama mahasiswa di perantauan. Program ini ditargetkan berjalan paling lambat pada November 2026Untuk mendukung program ini Lazismu Sulawesi Barat mengajak Pimpinan Muhammadiyah, Pelaku Amal Usaha Muhammadiyah, Ortom, Simpatisan, dan seluruh masyarakat untuk turut serta menyukseskan program ini dan dapat terlaksana lebih cepat daripada waktu yang ditargetkan.Hanya dengan Rp50.000 anda sudah menyalurkan 1 paket nasi darurat .Salurkan paket Nasi Darurat anda melalui rekening Muamalat Lazismu Sulawesi Barat8910067554Konfirmasi dapat dilakukan melalui WA085240662416 atau 081243018900
PWMSULBAR.ID - MAMUJU - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, M.Pd., menekankan bahwa ketakwaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA).Pesan tersebut disampaikan Wahyun saat mengisi Pengajian Rutin Bulanan yang digelar oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju).Pengajian yang berlangsung di Aula Kampus II Unimaju pada Selasa, 15 September 2026 itu mengusung tema "PTMA Unggul dengan Ilmu, Amal, Ketekunan dan Profesionalisme". Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika Unimaju.Dalam tausiyahnya, Wahyun mengulas makna mendalam dari QS. Al-Hasyr ayat 18:"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar setiap insan akademik senantiasa melakukan muhasabah dan menjadikan takwa sebagai landasan kerja.Lebih lanjut, terkait profesionalisme, Wahyun menjelaskan bahwa profesionalisme tidak bisa dipisahkan dari amanah. Ia mengaitkannya dengan kisah Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qashash ayat 26:"Salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya'."Menurutnya, ayat ini menegaskan dua kriteria utama dalam memilih tenaga kerja, yaitu kekuatan (kompetensi) dan amanah (integritas).Wahyun juga mencontohkan keteladanan Nabi Yusuf AS sebagaimana termaktub dalam QS. Yusuf ayat 55:"Dia (Yusuf) berkata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan'."Kisah tersebut menunjukkan bahwa jabatan harus diemban oleh orang yang memiliki ilmu dan mampu menjaga amanah.Di akhir ceramahnya, Wahyun mengingatkan seluruh pengelola dan sivitas akademika Unimaju sebagai Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus membangun budaya akademik yang sehat, unggul, dan profesional. Ia menegaskan bahwa pengabdian di Muhammadiyah sejatinya adalah ikhtiar untuk meningkatkan amal saleh dan meraih rida Allah SWT.
PWMSULBAR.ID - POLEWALI MANDAR - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menggelar Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026, Senin, 15 September 2026.Pembekalan ini merupakan tahapan wajib bagi mahasiswa sebelum diterjunkan untuk melakukan pengabdian di tengah masyarakat.Tahun ini, KKN Tematik ITBM Polman mengusung tema "Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi". Tema tersebut menegaskan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan memberikan dampak nyata melalui pemanfaatan potensi desa dan teknologi digital.Pada pembekalan tersebut, peserta dibekali lima materi utama dari narasumber berkompeten, yakni:1. Materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) oleh H. Ismail Ibrahim, S.Pd.I., M.Pd.I.2. Strategi Pelaksanaan KKN oleh Muhammad Alwi, S.Pd., M.M.3. Dokumentasi dan Luaran KKN oleh Alvin Syahril Fauzi, S.Kom., M.Kom.4. Digitalisasi dan Visual Content oleh Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom.5. Pengembangan UMKM oleh Apt. Miftahurrahman Hafid, S.Farm., M.P.H., M.M.Ketua Panitia KKN Tematik 2026, Asrandi, mengatakan pembekalan tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan rasa tanggung jawab mahasiswa selama berada di lokasi KKN."Kami berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik ITBM Polman sekaligus memberikan kontribusi yang nyata bagi desa tempat mereka mengabdi," ujarnya.Melalui KKN Tematik 2026 ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa, membangun kolaborasi yang solid bersama masyarakat, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pengelolaan usaha, serta mendorong pelaku UMKM agar lebih inovatif dan berdaya saing.Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi. Bersama Mengabdi, Bersama Memberi Dampak.
PWMSULBAR.ID – WONOMULYO - Fenomena alam seperti kemarau panjang dan langit yang menahan hujan harus dibaca sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Semua yang terjadi di langit dan bumi tidak lepas dari kehendak Allah.Pada Pengajian Bulanan Muhammadiyah Wonomulyo di Masjid Al-Ikhwan Ranting Cerbon, Selasa (15/9/2026), Ustadz Drs. Rudi Tarenre, M.Pd.I menjelaskan bahwa kekeringan yang membuat manusia menderita dan tersiksa adalah ujian akidah bagi kita.Setidaknya ada tiga makna di balik Allah menahan hujan:Pertama, Sebagai Teguran dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengingatkan, ketika manusia enggan berzakat, maka Allah akan menahan hujan. Jika hujan masih turun, itu semata-mata karena rahmat untuk hewan ternak dan makhluk lain. Ini teguran agar kita kembali memeriksa kewajiban zakat dan kepedulian sosial.Kedua, Sebagai Ujian Keimanan, Allah Swt menguji hamba-Nya dengan cobaan dan nikmat. Ketika diberi cobaan kekeringan, terimalah dengan kesabaran. Ketika diberi nikmat hujan dan rezeki, bersyukurlah.Sebagaimana firman Allah Swt : "Maka jika kalian kufur, ketahuilah azab-Ku sangat pedih."Ketiga, Sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah, Ditahannya hujan adalah cara Allah agar manusia kembali mengingat-Nya, bertaubat, dan bersyukur ketika hujan akhirnya turun dan bumi kembali berbuah.Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan?Ustadz Rudi Tarenre menegaskan 4 ikhtiar yang harus dilakukan:1. Memperbanyak IstighfarPerintah ini jelas dalam QS. Nuh ayat 10-11: "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat'."2. Melaksanakan Shalat Istisqa dan Doa BersamaMinta kepada Allah agar apa yang ditahan, dicabut dan diturunkan kembali keberkahannya untuk kita. Ini adalah sunnah Nabi saat menghadapi kekeringan.3. Bersyukur dan Tidak Kufur Nikmat4. Melakukan Ikhtiar Menjaga Keseimbangan AlamTidak merusak hutan, tidak membakar lahan sembarangan, menjaga sumber air, dan melakukan reboisasi. Kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah tangan manusia sendiri."Hujan adalah rezeki. Ketika langit menahan hujan, jangan hanya mengeluh, tapi perbanyak istighfar, perbaiki hubungan dengan Allah dan dengan alam," tutup Wakil Ketua PWM Sulbar tersebut.
PWMSULBAR.ID – MAMUJU - Lazismu Sulawesi Barat menerima donasi dari Kantor Layanan Lazismu MBS At-Tanwir Mamuju untuk korban bencana alam gempa magnitudo 7,7 SR di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.Penyerahan donasi dilakukan langsung di Kantor Lazismu Sulawesi Barat, Jl. Teuku Umar, Belakang Patung Ahmad Kirang, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.Donasi yang diserahkan oleh Abdul Saidin, Ketua KL MBS At-Tanwir Mamuju, diterima langsung oleh Abdul Rahman Djafar, Ketua Lazismu Sulawesi Barat. Donasi yang terhimpun hingga saat ini berjumlah Rp2.124.000. Lazismu Sulbar menyampaikan terima kasih atas kepedulian KL MBS At-Tanwir Mamuju dan seluruh donatur.“Jazakumullah khairan kepada KL MBS At-Tanwir Mamuju. InsyaAllah amanah ini akan segera kami salurkan untuk membantu pemulihan pasca bencana di Nagekeo, NTT,” ujar Abdul Rahman Djafar.Lazismu Sulawesi Barat mengajak seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah, serta masyarakat umum untuk terus membantu meringankan beban masyarakat Nagekeo. Donasi masih terus dibuka melalui:Rekening Muamalat Lazismu Sulawesi Barat: 8910067554Konfirmasi: 085240662416 atau 081243018900Laporan : Filda Adelia
PWMSULBAR.ID – POLEWALI MANDAR - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) untuk Operator Satuan Pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kegiatan bertema “Pendampingan Pengajuan SK AUM dan NIB” ini dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 di Kampus ITBM Polman, Desa Ugi Baru, Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan ini dibuka pukul 09.00 WITA dan diikuti oleh para operator dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Sulawesi Barat.Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Halima Mide, S.Pd., M.Pd. hadir dan memberikan arahan. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya tertib administrasi dan legalitas bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan.“Kami ingin memastikan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Sulbar memiliki SK AUM dan NIB. Ini adalah pondasi agar amal usaha kita kuat secara hukum dan dapat mengakses program pemerintah,” ujarnya.Hadir dalam kegiatan ini Ketua PDM Polman H. Abd. Azis Ghozal, Ketua PDA Polman Dra. Hj. Kartini Karama, M.Pd, Wakil Ketua PDA H. Elly SE., Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PDM Poman Muh. Yakub, S.P. Kepala sekolah dan Operator AUM Pendidikan se Polewali Mandar.Hadir pula sebagai narasumber Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si., Rektor ITBM Polman, dan Alvin Syahril Fauzi, S.Kom., M.Kom., Kepala UPT TIK ITBM Polman. Keduanya memberikan materi teknis terkait proses pengajuan SK AUM melalui PWM dan PWA dan pengurusan NIB melalui sistem OSS.Melalui TOT ini, peserta diharapkan mampu untuk mendampingi sekolah dalam menyelesaikan administrasi legalitas.Dengan penguatan operator ini, PWA Sulbar berharap seluruh AUM Pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sulawesi Barat segera memiliki dokumen resmi sehingga dapat berkembang lebih maju dan berkemajuan.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar melepas 41 mahasiswa Program Magang Mandiri Batch-5 Tahun 2026/2027 untuk melaksanakan kegiatan magang di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Program magang ini merupakan bagian dari upaya ITBM Polman dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja secara langsung di dunia kerja. Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) serta visi dan misi perguruan tinggi. Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Aula Kampus ITBM Polman, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kapala UPT Pusat Karir, Kewirausahaan dan Alumni ITBM Polman, Ramli, S.Kom., M.Kom. dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik almamater serta menjadikan kegiatan magang sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme. “Magang bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja, membangun pengalaman profesional, serta menunjukkan karakter dan integritas sebagai mahasiswa ITBM Polman,” pesan Ramli. Mahasiswa peserta magang berasal dari beberapa program studi di lingkungan ITBM Polman, di antaranya Agribisnis, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan, dengan mayoritas peserta berasal dari semester 5 dan 7 serta satu peserta dari semester 9. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai mitra magang, di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Disperindagkop UKM Polewali Mandar, Bank Muamalat, Bank BRI Cabang Polewali, PT Rahmat Pratama Nusantara, PT Untuk Indonesia Hijau, serta sejumlah pelaku usaha lainnya. Program Magang Mandiri Batch-5 Tahun 2026/2027 dilaksanakan mulai 7 September 2026 hingga 3 Januari 2027. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi dari Dosen Pembimbing Lapangan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor ITBM Polman. Melalui program ini, ITBM Polman berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan kerja, memperluas pengalaman profesional, serta menjadi lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki integritas.
PWMSULBAR.ID – Mamuju - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Mamuju. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 5-6 September 2026 di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah. Tim dari PWM Sulbar mengunjungi beberapa lokasi KKN mahasiswa UNIMAJU untuk melihat langsung pelaksanaan program kerja di masyarakat. Ketua PWM Sulbar Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan program-program Muhammadiyah dengan program KKN mahasiswa di daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Muhammadiyah melalui amal usahanya kepada masyarakat.“Mahasiswa KKN adalah duta persyarikatan di desa. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan program yang dijalankan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dalam monitoring tersebut, tim PWM Sulbar berdiskusi dengan mahasiswa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Berbagai program yang dijalankan mahasiswa meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan. PWM Sulbar berharap melalui kegiatan KKN ini, Universitas Muhammadiyah Mamuju dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat dakwah.
PWMSULBAR.ID – POLEWALI MANDAR - Kabar gembira datang dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar atau ITBM Polman. Perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulbar ini selangkah lagi membuka Program Studi S1 Administrasi Kesehatan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor ITBM Polman, Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si.“Alhamdulillah, usulan Pembukaan Program Studi S1 Administrasi Kesehatan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar saat ini berstatus Evaluasi Direkomendasi oleh Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek. Selanjutnya akan masuk tahap validasi oleh BAN-PT/LAM-PTKes,” ujar Rektor, Senin 7 September 2026.Nursahdi Saleh berharap Surat Keputusan izin pembukaan prodi dari Kementerian segera terbit. Dengan hadirnya prodi baru ini, ITBM Polman dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak SDM kesehatan yang profesional dan Islami. “Ini juga menjadi salah satu langkah strategis kami untuk mendorong perubahan bentuk ITBM Polman dari Institut menjadi Universitas,” tambahnya. Berdasarkan data pada 7 September 2026 pukul 12.07 WITA, usulan pembukaan Prodi S1 Administrasi Kesehatan ITBM Polman telah memasuki tahap Evaluasi Direkomendasi. Status tersebut berarti usulan dari ITBM Polman telah lolos evaluasi awal di Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek. Tahapan selanjutnya adalah proses validasi pemenuhan syarat akreditasi oleh BAN-PT/LAM-PTKes. Dengan demikian, pembukaan Prodi S1 Administrasi Kesehatan di ITBM Polman tinggal selangkah lagi menuju penerbitan SK Izin Pembukaan Program Studi.
PWMSULBAR.ID – Mamuju Tengah - Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRM-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah dan Pengajian Bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 6 September 2026 dan diikuti oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Mamuju Tengah. Ketua LPCR – PM PWM Sulbar Dr. Furqon Mawardi mengatakan semoga semangat mengembangkan cabang dan ranting makin menggema di Mateng. “Alhamdullallah, semoga semangat untuk menguatkan dan mengembangkan cabang serta ranting semakin menggema di Bumi Lalla Tassisara”. Kata Furqon. Semoga segera menyusul pembentukan cabang dan ranting baru sebagai penanda bahwa Sang Surya Muhammadiyah terus bersinar di Mamuju Tengah.
PWMSULBAR.ID – Mamuju Tengah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah laksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan dan ToT bagi Agen dan Verifikator SatuMu Pimpinan Ranting Muhammadiyah se Mamuju Tengah sekaligus pengajian bulanan.
Kegiatan dilaksanakan di Aula MBS Topoyo pada 6 September 2026 kegiatan dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Pimpinan Daerah, Cabang dan Ranting Muhammadiyah Mamuju Tengah.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat hadir dalam kegiatan tersebut ia mengapresiasi langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah sebagai daerah pertama di Sulawesi Barat yang melaksanakan ToT di tingkat Pimpinan Ranting.
Selain itu Ketua PWM Sulbar juga berharap agar pelaksanaan ToT dan Rakor ini mempercepat penyelesaian Digitalisasi Muhammadiyah dan pendataan ranting dan Pimpinan di Mamuju Tengah.
Ketua PDM Mamuju Tengah Drs, H. Babang Suparni mengajak para Pimpinan Muhammadiyah untuk terus bergerak untuk memajukan dakwah Muhammadiyah di Masyarakat, ia Berharap semoga ToT dan Rapat Koordinasi ini untuk memperkuat Gerakan Muhammadiyah di Mamuju Tengah.
Bambang Suparni Juga menyampaikan ToT ini digelar sebagai langkah percepatan transformasi digital persyarikatan Muhammadiyah, serta mendorong Optimalisasi E-KTM Muhammadiyah bagi warga persyarikatan. Kata Bambang.
PWMSULBAR.ID – Majene – Membanggakan, Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Barat Mesya Putri Ramadhani terpilih menjadi Duta Hubungan Internasional (HI) Putri Universitas Sulawesi Barat tahun 2026, Duta HI Unsulbar adalah ajang pemilihan representasi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Sulawesi Barat yang bertugas sebagai wajah dan perwakilan program studi (5/9/2026). Mesya menjelaskan dirinya tertarik mengikuti pemilihan Duta Hubungan Internasional karena ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus membawa pengetahuan yang dimiliki agar dapat memberikan dampak di lingkungan kampus. “Bagi saya, menjadi Duta HI bukan hanya tentang mengikuti sebuah kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang saya punya dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang lain”. Kata Mesya. Sebelum dinobatkan menjadi Duta HI, Mesya menceritakan pengalaman yang dilalui hingga akhirnya menjadi pemenang dan dalam ceritanya tak sedikit tantangan yang dihadapi. “Prosesnya cukup panjang. Saya banyak memperdalam pemahaman mengenai Hubungan Internasional, mulai dari konsep dasar hingga isu-isu internasional yang sedang berkembang. Saya juga berusaha meningkatkan kemampuan public speaking karena saya menyadari bahwa seorang Duta HI harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan percaya diri”. “Tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, yaitu melawan rasa tidak yakin terhadap kemampuan diri. Saya sempat berpikir apakah saya mampu menjadi The Winner, apalagi ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti pemilihan duta. Namun, saya mencoba untuk tetap menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin”. Ucap Mesya. Selain itu Mesya membagikan perasaannya ketika dinobatkan sebagai The Winner Duta HI Unsulbar, Mesya merasa terharu dan bangga. “Ada rasa bahagia karena usaha yang saya lakukan selama proses pemilihan akhirnya membuahkan hasil. Tetapi lebih dari itu, saya juga teringat pada usaha keluarga, sahabat, dan teman-teman yang selama ini memberikan dukungan dan membantu saya. Rasanya semua perjuangan dan usaha mereka tidak sia-sia”. Menurutnya, kemenangan ini menjadi sebuah tanda bagi saya bahwa saya mampu dan bahwa ada orang-orang yang memberikan kepercayaan kepada saya karena melihat potensi yang saya miliki. Kemenangan ini bukan akhir, tetapi justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut dapat saya gunakan dengan baik. Meysa melanjutkan bahwa menjadi Duta Hubungan Internasional bukan sekadar mendapatkan gelar atau menjadi representatif. Lebih dari itu, seorang duta harus mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan dampak. Karena menurut saya, pengetahuan akan lebih berarti ketika tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan dan digunakan untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Visi dan Misi serta Isu Hubungan Internasional apa yang paling ingin disuarakan sebagai Duta HI Saya ingin mendorong lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun relasi. Saya juga ingin meningkatkan kepedulian mahasiswa Hubungan Internasional terhadap berbagai isu global. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami isu internasional secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dan memberikan kontribusi nyata. Salah satu isu yang paling ingin saya suarakan adalah isu Hak Asasi Manusia, khususnya Female Genital Mutilation atau sunat perempuan.Saya tidak ingin melihat semakin banyak korban akibat praktik budaya dan tradisi yang terus dipertahankan tanpa mempertimbangkan hak, keselamatan, dan masa depan perempuan. “Ketertarikan saya terhadap isu ini juga sejalan dengan pengalaman saya dalam VOICE, di mana saya terlibat dalam pembahasan dan edukasi mengenai FGM dan child marriage. Bagi saya, isu perempuan dan anak bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan hak asasi manusia dan isu global”. Langkah yang ingin dilakukan setelah menjadi Duta HI “Saya ingin menghadirkan lebih banyak edukasi, kegiatan diskusi, serta kolaborasi yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengetahuan dan perspektif mengenai isu-isu global. Saya juga ingin membangun lebih banyak relasi agar semakin banyak pihak yang dapat terlibat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sadar terhadap isu internasional”. Ungkap Mesya. Profil Singkat Mesya Putri Ramadhani: Mesya Putri Ramadhani merupakan mahasiswa Hubungan Internasional yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan advokasi. Mesya aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta terlibat dalam VOICE (Voicing Our Identity Courage & Empowerment), sebuah inisiatif PP IPM bersama UNICEF yang bergerak dalam edukasi dan advokasi isu perempuan dan anak, termasuk female genital mutilation (FGM) dan child marriage.
PWMSULBAR.ID – Mamuju - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa melakukan kunjungan silaturahim sekaligus Rapat Koordinasi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.
Kunjungan yang digelar di Gedung PUSDIM PWM Sulbar, Mamuju (5/8/2026). PDM Mamasa diterima lansung oleh Ketua PWM Sulbar, Dr. KH. Wahyun Mawardi, bersama Pimpinan PWM lainnya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa dalam silaturahim tersebut membahas aganda utama untuk pengambangan Amal Usaha Muhammadiyah di Mamasa:
Pertama, Tindak lanjut Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di Mamasa. Kedua, Rencana Waqaf Amal Usaha Masjid untuk Muhammadiyah Mamasa.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, menyampikan Semoga sinergi ini menjadi langkah nyata memajukan dakwah, pendidikan, dan amal usaha Muhammadiyah di Mamasa.
"Kami mendorong agar lahir amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Mamasa yang dapat menjadi Pusat Dakwah Islam Muhammadiyah". Kata KH Wahyun.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar, 5 September 2026 — Sejumlah mahasiswa bersama anak-anak dan masyarakat tampak membaca buku di kawasan Alun-Alun Wonomulyo, Masjid Merdeka, pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kegiatan tersebut merupakan SABACA (Sabtu Membaca) yang digagas oleh Komunitas Mahasiswa Kritis Polewali Mandar sebagai upaya menghidupkan kembali budaya membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu dikemas dalam bentuk lapak baca terbuka. Berbagai buku disediakan untuk dibaca secara bebas, mulai dari buku sejarah, sosial, politik, hingga buku-buku yang membahas persoalan kehidupan masyarakat.
Mahasiswa ITBM Polman, Nasrul, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan terhadap fenomena penggunaan teknologi yang semakin mendominasi kehidupan mahasiswa dan masyarakat.
“Melihat fenomena hari ini, mahasiswa dan masyarakat telah dininabobokan oleh teknologi. Mahasiswa hari ini tidak lagi dipermudah oleh teknologi, melainkan diperbudak,” ujar Nasrul.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan budaya literasi dapat membuat mahasiswa dan masyarakat semakin jauh dari kebiasaan membaca secara mendalam. Karena itu, Komunitas Mahasiswa Kritis Polman mencoba mengambil langkah awal melalui kegiatan SABACA.
“Budaya-budaya literasi hari ini bisa kita bilang hanya segelintir orang yang melek akan hal itu. Komunitas Mahasiswa Kritis Polman hadir mengadakan lapak baca untuk memulai langkah awal memperbaiki budaya membaca,” lanjutnya.
Nasrul menjelaskan, pemilihan buku dalam lapak baca tersebut juga memiliki alasan tersendiri. Sebagian besar buku yang disediakan merupakan literatur sejarah. Menurutnya, sejarah menjadi salah satu pintu untuk memahami berbagai persoalan yang terjadi pada masa kini.
“Berangkat dari sejarah, kita bisa mengetahui kejadian aktual hari ini dan melihat apakah ada kaitannya dengan masa lampau,” jelasnya.
Selain buku sejarah, lapak baca tersebut juga menyediakan sejumlah buku yang membahas persoalan sosial dan politik. Literatur tersebut diharapkan dapat membuka ruang refleksi bagi pembaca mengenai berbagai persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan, hingga persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS).
Bagi Komunitas Mahasiswa Kritis Polman, membaca tidak berhenti pada aktivitas memahami tulisan dalam buku. Membaca juga menjadi bagian dari proses memahami realitas sosial dan membangun kesadaran untuk melihat berbagai persoalan secara lebih kritis.
Melalui SABACA, komunitas tersebut berharap ruang-ruang literasi dapat terus tumbuh dan menjadi wadah bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk bertemu, membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan.
SABACA pun menjadi langkah kecil untuk melawan budaya instan: mengembalikan buku ke ruang publik dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gerakan kesadaran mahasiswa dan masyarakat.
Laporan : Salman
Mahasiswa ITBM Polman.
PWMSULBAR.ID - Mamuju – Universitas Muhammadiyah Mamuju sambut mahasiswa baru tahun 2026 dengan kegiatan Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru (MASTAMA), Senin, 31 Agustus 2026.
Acara berlansung di Aula Masjid Fastabiqulkhaerat Muhammadiyah Mamuju, acara berlansung meriah diikuti ratusan mahasiswa baru, dengan rincian jurusan Manajemen 197 orang, Ekonomi Pembangunan 65 orang, Peternakan 11 orang, Agribisnis 96 orang, Teknologi Hasil Perikanan 5 orang dan Manajemen Sumber Daya Perairan 13 orang.
Rektor Unimaju Dr. H. Muh. Tahir, M. Si. dalam acara tersebut menegaskan bahwa Perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat manusia mengubah dirinya: dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mampu, dari mampu menjadi berkarya, dan dari berkarya menjadi bermanfaat. Karena itu, ketika mahasiswa baru memasuki gerbang kampus, sesungguhnya ia sedang memasuki sebuah fase kehidupan yang menuntut perubahan cara berpikir, cara belajar, cara bersikap dan cara memandang masa depan.
“Mahasiswa baru adalah orang baru yang datang ke dunia baru. Ia kemudian disambut oleh “orang lama” pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, senior, organisasi mahasiswa dan seluruh civitas akademika, bukan sekadar untuk mengatakan selamat datang, tetapi untuk mewariskan pengalaman dan menunjukkan jalan agar perjalanan akademiknya tidak tersesat. Kampus bukan hanya menyediakan ruang kuliah, tetapi menyediakan ekosistem untuk belajar, bertumbuh, menemukan talenta, membangun jejaring, melakukan penelitian, mengabdi dan melahirkan karya”.
Lebih lanjut Rektor Unimaju menyampaikan jika Perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki kekhasan yang tidak boleh hilang di tengah derasnya perubahan zaman. Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi satu kesatuan.
“Kecerdasan akademik harus bertemu dengan iman; kompetensi harus berjalan bersama integritas; kebebasan berpikir harus tetap berpijak pada etika; dan kemajuan teknologi harus dikendalikan oleh nilai kemanusiaan. Budaya Malaqbi mengajarkan bahwa keunggulan tidak cukup hanya tampak pada kemampuan, tetapi juga pada martabat dalam perilaku”. Kata Muh. Tahir.
PWMSULBAR.DI - Pasangkayu– Semangat juang dan akhlak Tapak Suci kembali diuji. Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pasangkayu resmi turun bertanding dan meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI CUP 1 Kabupaten Pasangkayu setelah mengamankan 13 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu dari 37 atlit yang diturunkan.
Kejuaraan yang digelar oleh IPSI Kabupaten Pasangkayu ini menjadi ajang bergengsi bagi pesilat muda di seluruh Pasangkayu untuk mengasah kemampuan, menjunjung sportivitas, dan mempererat silaturahmi. Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah mendominasi jalannya lomba dan berhasil amankan juara kategori Usia Dini dan Pra Remaja.
Narjiman Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pasangkayu menyampaikan bahwa keikutsertaan ini bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi juga untuk membuktikan bahwa Tapak Suci hadir sebagai wadah pembinaan jasmani dan rohani.
"Kami turun bukan sekedar bertanding. Tapi membawa nama Muhammadiyah dan nilai-nilai Tapak Suci, Menang kalah itu biasa, yang penting akhlak dan disiplin tetap dijaga," ujarnya.
Para atlet Tapak Suci Pasangkayu tampil dengan penuh semangat. Dukungan dari pelatih, orang tua, dan warga Muhammadiyah turut menguatkan mental para pesilat di arena.
Kejuaraan IPSI CUP 1 ini juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Pasangkayu yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi dan nasional.
Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup I Kabupaten Pasangkayu diadakan di Lapangan Pelti Kabupaten Pasangkayu, 25–26 Agustus 2026. Kejuaraan tersebut diikuti delapan perguruan pencak silat, yakni Persinas ASAD, IKS, Tapak Suci, Naga Kembar, Kuntau, PSM, dan PSHT.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar- Pusat Al-Islam & KeMuhammadiyahan ITBM Polman sukses gelar Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) ke V.
Acara berlangsung mulai 21 - 23 Agustus 2026 di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Polewali Mandar, dengan mengusung tema“Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan".
Kegiatan dihadiri Ketua PWM Sulbar, Dr.KH. Wahyun Mawardi,M.Pd. Sekretaris PWM H. Ismail Ibrahim,M.Pd.I., Ketua PDM Polman, H. Abd. Azis Ghozal, Dewan Pakar MPKSDI PWM Sulbar Ir. Nuryadin sekalian Master of Training BAM V, Ketua PDA Polman, Dra. Hj. Kartini Karama,M.Pd. Wakil Ketua PDA H. Elly, S.E, Ketua PRM Sidorejo Syamsuddin,M.Pd.I., Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apt. Miftahurrahman, M.M., Tim Instruktur, Civitas Akademik ITBM Polman & Pimpinan Ortom se Polman.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan dalam sambutan penutupan acara, Baitul Arqam ini adalah "rumah kita" untuk menguatkan rumah, pikiran, dan komitmen. Menurutnya, selama tiga hari ini, para peserta di tempa dengan 3 hal pokok dalam Muhammadiyah.
Pertama, Al-Islam : Memurnikan akidah, memperkokoh ibadah, dan memahami islam yang berkemajuan.
Kedua, KeMuhammadiyahan : Mengenal sejarah, manajemen, dan gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
ketiga, Kepemimpinan dan Keorganisasian : Melatih tanggung jawab, disiplin, dan semangat berkhidmat untuk umat dan bangsa.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia yang telah bekerja keras dengan penuh ikhlas. Begitu juga kepada para pemateri yang sudah meluangkan waktunya untuk mengantarkan ilmu. Terima kasih juga kepada Pak Rektor, Kepala. Pusat AIK, ITB Muhammadiyah Polewali Mandar. Yang terus membuka ruang untuk kaderisasi".
Ilmu yang didapat di tempat ini harus dibawa pulang ke Kampus, ke keluarga, dan ke Masyarakat. Jadilah mahasiswa yang berkemajuan, cerdas secara intelektual, kuat secara spritual , dan tangguh secara sosial.
Muhammadiyah hari ini butuh kader seperti kalian. Kader yang tidak hanya pintar berdebat, tapi juga turun tangan. Tidak hanya pandai berorientasi, tetapi juga berakhlak. Tidak hanya cinta Muhammadiyah, tapi juga cinta Indonesia.
Selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar berharap, setelah Baitul Arqam ini, lahir kader-kader baru yang siap menggerakkan IMM, ortom, dan amal usaha Muhammadiyah di daerah kita.
"Bantu dakwah di Kampus, bantu pendidikan, bantu kesehatan, dan bantu gerakan sosial yang menyentuh masyarakat,". Kata Abd. Azis.
PWMSULBAR.ID - Gadingkulon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 10 sukses meluncurkan program keberlanjutan lingkungan di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pada Senin (24/8/2026), kelompok mahasiswa ini menyelenggarakan kegiatan edukasi sekaligus praktik langsung pemanfaatan limbah organik, khususnya kulit jeruk, untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
KKN MAS sendiri merupakan program KKN kolaborasi nasional yang melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Malang Raya berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KKN MAS yang diikuti oleh 59 PTMA se-Indonesia, dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertindak sebagai kampus penyelenggara (host).
Keberagaman tersebut tercermin nyata dalam komposisi Kelompok 10. Kelompok ini terdiri dari gabungan mahasiswa yang berasal dari 10 kampus PTMA di berbagai penjuru Nusantara, yaitu:
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Melalui kolaborasi lintas daerah ini, Kelompok 10 hadir membawakan serangkaian gagasan inovatif bagi masyarakat Desa Gadingkulon. Kegiatan pengolahan pupuk organik cair dari kulit jeruk di Balai Dusun Princi bersama ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mereka. Program ini digagas untuk mengatasi melimpahnya limbah kulit jeruk di kawasan setempat yang selama ini belum terolah secara optimal.
Di dalam limbah kulit jeruk terdapat kandungan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, potassium, serta minyak atsiri yang efektif menyuburkan tanah dan bertindak sebagai pestisida alami pengusir hama. Dalam sesi praktik, ibu-ibu PKK diajak langsung mempraktikkan proses fermentasi sederhana, mulai dari pencincangan kulit jeruk, pencampuran larutan starter gula, hingga proses penyegelan wadah fermentasi.
Selain pengolahan limbah organik, Kelompok 10 KKN MAS juga mengusung lima program kerja unggulan lainnya yang dirancang untuk membangun Dusun Princi secara komprehensif dari berbagai sektor, antara lain:
• SI-MBOK (Strategi Inovasi Mineral Block Ternak): Program peningkatan kualitas dan nutrisi pakan ternak warga melalui pembuatan blok mineral.
• Laskar Cilik Pahlawan Bangsa (Belajar Sehat, Beraksi Hebat, Cinta Indonesia): Kegiatan edukasi kesehatan sekaligus perayaan Hari Kemerdekaan RI di Sekolah Dasar.
• Penataan Identitas dan Aksesibilitas Jalan Dusun Princi: Upaya perapihan serta pembuatan penanda jalan untuk memudahkan navigasi di lingkungan dusun.
• MediaEdu (Pelatihan Inovasi Media Belajar Sederhana): Pendampingan bagi pendidik dalam menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.
• TITIK TOKO (Digitalisasi Lokasi dan Identitas Toko Kelontong): Membantu digitalisasi UMKM lokal agar lokasi dan identitas toko kelontong warga terekam di peta digital.
• CERMAT (Cegah Hipertensi dan Diabetes Melitus): Kegiatan edukasi pencegahan serta pemeriksaan kesehatan dini terkait hipertensi dan diabetes melitus bagi warga.
Melalui sinergi antar-kampus PTMA dalam KKN MAS Kelompok 10 ini, diharapkan ragam program kerja yang dijalankan termasuk edukasi dan praktik pembinaan dalam pembuatan POC kulit jeruk dapat memberikan dampak positif, mandiri, dan berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Desa Gadingkulon, khususnya Dusun Princi.
PWMSULBAR. ID – Surabaya - Rektor dan Ketua Senat ITB Muhammadiyah Polewali Mandar gelar Wisuda Doktor S3 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jawa Timur.
Rektor ITBM Polman Dr. Ir. Nursahdi Saleh, S.M., S.T., M.Si. Bersama Ketua Senat ITBM Polman Dr. Muhammad Sain, S.E., M.E., M.M., M.H. meraih gelar doktor di bidang Ilmu Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jawa Timur.
Wisuda ini merupakan wisuda ke-133 yang digelar pada 22–23 Agustus 2026, adapun jumlah lulusan sebanyak 1.958 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor diwisuda pada periode ini. Wisuda ini mengangkat tema acara "Berkarya untuk Bangsa, Berdampak bagi Dunia". Acara wisuda dilaksanakan di Gedung Graha Widya, Untag Surabaya.
Rekor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. mengatakan, tema tersebut menjadi pesan bagi para lulusan agar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat lebih luas.
“Maknanya kami memotivasi lulusan untuk selalu berkarya. Kemudian karya itu harus bisa memberikan dampak bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof Harjo.
Dr. Nursahdi Saleh mengatakan, gelar doktor ini sebagai wujud peningkatan SDM di jajaran pimpinan ITBM Polman, serta diharapkan tata kelola kampus, riset, dan akreditasi ITBM Polman makin meningkat.
"Ini jadi bukti komitmen ITBM Polman untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Dengan pimpinan yang bergelar doktor, diharapkan tata kelola kampus, riset, dan akreditasi ITBM Polman makin meningkat". Ujar Nursahdi.
Pimpinan civita akademik ITBM Polman menyampaikan selamat atas gelar doktor yang diraih oleh Rektor dan ketua Senat ITBM Polman, semoga gelar doktor yang diraih menjadi keberkahan, menambah dedikasi dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta semakin menguatkan langkah dalam memajukan ITBM Polman dan pendidikan tinggi di Indonesia.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar- Pusat Al-Islam & KeMuhammadiyahan ITBM Polman gelar Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) ke V.
Acara berlangsung mulai 21 - 23 Agustus 2026 di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Polewali Mandar, dengan mengusung tema“Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan".
Kegiatan dihadiri Ketua PWM Sulbar, Dr.KH. Wahyun Mawardi,M.Pd. Sekretaris PWM H. Ismail Ibrahim,M.Pd.I., Ketua PDM Polman, H. Abd. Azis Ghozal, Dewan Pakar MPKSDI PWM Sulbar Ir. Nuryadin sekalian Master of Training BAM V, Ketua PDA Polman, Dra. Hj. Kartini Karama,M.Pd. Wakil Ketua PDA H. Elly, S.E, Ketua PRM Sidorejo Syamsuddin,M.Pd.I., Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apt. Miftahurrahman, M.M., Tim Instruktur, Civitas Akademik ITBM Polman & Pimpinan Ortom se Polman.
Ketua Panitia Muh. Fitrah, M.Pd.I menyampaikan dalam laporannya kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat ideologi, membentuk karakter yang berintegritas serta menumbuhkan semangat untuk terus maju dan berkontribusi bagi agama, bangsa, dan persyarikatan bagi Mahasiswa ITBM Polman.
Senada dengan hal tersebut Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apr. Miftahurrahman,S.Farm.,M.PH.,MM. menerangkan bahwa kampus Muhammadiyah senantiasa menjadi pusat pendidikan Islami bagi penerus bangsa, melalui BAM ini ITBM Polman akan mencetak generasi yang unggul profesional dan Islami.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan kepada para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi Mahasiswa yang cerdas secara akademik.
"Kita membutuhkan Mahasiswa yang kuat iman, kokoh ideologi, mulia akhlaknya, luas wawasan berpikirnya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat".
Abd. Azis Ghozal menegaskan melalui BAM Mahasiswa tidak hanya di belajar, tetapi menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi untuk semesta.
Ketua PWM Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. menyampaikan dalam amanahnya kepada Mahasiswa ITBM Polman untuk tidak malu menyandang status sebagai mahasiswa di kampus Muhammadiyah.
"Berbanggalah menjadi mahasiswa Muhammadiyah". Menurutnya menjadi mahasiswa Muhammadiyah memiliki nilai plus karena, karena mahasiswa Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas terhubung dengan seluruh kampus Muhammadiyah yang ada di Indonesia, jumlahnya kini mencapai 174 kampus termasuk ITBM Polman.
Wahyun menambahkan bahwa ITBM Polman yang baru berumur 6 tahun sudah memiliki gedung sendiri, merupakan prestasi yang luar biasa. Selain memiliki gedung sendiri ia juga memuji peningkatan jumlah mahasiswa baru tiap tahun yang mendaftar di ITBM Polman. Tambahnya.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo - bertempat di Masjid Nurul Yaqin Ranting Muhammadiyah Sidorejo, Pusat Al-Islam dan KeMuhammadiyahan ITBM Polman melaksana Baitul Arqam Mahasiswa ke 5.
BAM 5 ITBM Polman hadirkan Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua PWM Sulbar untuk menjabarkan materi tentang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan kepada peserta Baitul Arqam Mahasiswa ITBM Polman, Jum'at 21 Agustus 2026.
Dihadapan para peserta yang berjumlah 90 Mahasiswa Wahyun Mawardi menjabarkan secara mendalam hakikat, jati diri, serta tujuan lahirnya Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
"Muhammadiyah bukan sekadar persyarikatan biasa, melainkan gerakan yang senantiasa berjuang membersihkan agama dari segala bentuk khurafat, takhayul, dan bid'ah, sekaligus mengangkat derajat umat melalui pendidikan dan pengabdian sosial".
Wahyun Mawardi mengatakan bahwa Muhammadiyah itu adalah Islam dan Islam itu adalah Muhammadiyah, sehingga yang tidak sesuai dengan Islam itu juga tidak sesuai dengan Muhammadiyah. Bila kita ber-Islam secara benar berarti kita sudah ber-Muhammadiyah.
Pernyataan tersebut di sampaikan untuk menjawab anggapan mengapa Muhammadiyah sering dianggap berbeda dengan Islam yang ada di masyarakat.
"Muhammadiyah lahir untuk memurnikan kembali ajaran Islam "Tajdid" sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits, serta merespon berbagai persoalan menyimpang di masyarakat".
Muhammadiyah tidaklah berbeda dengan Islam, justru Muhammadiyah melakukan pembaharuan dalam Islam, karena Islam yang dahulu berkembang dimasyarakat telah mengalami akulturasi ( percampuran dengan budaya lokal) dan sinkritisme (percampuran dengan unsur kepercayaan agama lain) yang lebih dahulu dianut oleh nenek moyang kita.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo - Jum'at 21 Agustus 2026 Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal hadir membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ITBM Polman yang ke 5.
Pada kesempatan ini, Ketua PDM Polman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan amal usaha, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini.
Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar seremonial. Baitul Arqam adalah proses pembentukan Manusia Muhammadiyah.
"Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi Mahasiswa yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan Mahasiswa yang kuat iman, kokoh ideologi, mulia akhlaknya, luas wawasan berpikirnya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat".
Dalam sambutannya ia membedah tema BAM yang menjadi tujuan dari kegiatan BAM 5 ITBM Polman. Menurutnya mahasiswa harus menjadikan tema tersebut sebagai nilai-nilai dalam mahasiswa ITBM Polman.
"Karena itu, tema BAM ke-V: Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan. Adalah tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman". kata Abd. Azis Ghozal.
Pertama, Berideologi. Menjadi Mahasiswa Muhammadiyah berarti memiliki pondasi nilai dan pemahaman keislaman yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Maqbulah, serta memahami dan menghayati prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah.
Ideologi bukan sekedar hafalan.
Ideologi harus menjadi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak.
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ رَبٌِ زِدْنِي عِلْمًا
Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.
QS. Taha: 114.
Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi insan yang mencintai ilmu, tetapi ilmu yang dimiliki harus melahirkan amal.
Ilmu tanpa amal akan kehilangan makna. Amal tanpa ilmu dapat kehilangan arah.
Karena itu, mahasiswa dalam mengikuti BAM tidak hanya memahami Muhammadiyah secara organisasi, tetapi juga memahami islam sebagai jalan hidup, dan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar serta gerakan tajdid.
Kedua, Berkarakter, kita sedang menghadapi zaman yang luar biasa cepat berubah. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan berkembang, media sosial berkembang, tetapi tantangan moral juga semakin besar.
Karena itu perguruan tinggi Muhammadiyah harus melahirkan Manusia yang jujur, disiplin, amanah, bertanggung jawab, rendah hati, menghargai perbedaan, dan memiliki integritas.
Rasulullah saw bersabda:
اِنٌَمَا بُعِثْتُ لِأُتَمٌِمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.
Maka ukuran keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya berapa nilai yang diperoleh, tetapi juga siapa dirinya setelah memperoleh ilmu tersebut.
Jangan sampai menjadi sarjana yang kehilangan kejujuran. Jangan sampai menjadi orang pintar tetapi tidak amanah.
Jangan sampai memiliki jabatan tetapi tidak memiliki integritas. Dan jangan sampai menguasai teknologi tetapi kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Ketiga, Berkemajuan. Muhammadiyah sejak awal berdirinya adalah gerakan yang mendorong kemajuan umat.
Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki mentalitas berkemajuan, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, kreatif, inovatif, produktif, adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap memiliki akar nilai keislaman yang kuat.
Kemajuan bukan berarti meninggalkan agama. Sebaliknya agama harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan kemajuan. Karena itu saya berharap mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta teknologi.
Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.
Jangan hanya bertanya, apa yang bisa saya dapatkan dari Muhammadiyah?.
Tetapi mulai bertanya: Apa yang bisa saya berikan kepada Muhammadiyah?. Jangan hanya menjadi penonton perubahan zaman. Jadilah pelaku perubahan.
Baitul Arqam adalah momentum untuk memperkuat tiga hal sekaligus. Ideologi yang kokoh, karakter yang mulia, dan pikiran yang berkemajuan.
Kalau ketiganya bersatu, insya Allah akan lahir kader-kader Muhammadiyah yang luar biasa.
Ideologi memberi arah.
Karakter memberi integritas.
Kemajuan memberi daya juang.
Dalam kesempatan yang sama ketua PDM Polman berharap setelah mengikuti BAM ini, mahasiswa tidak hanya karena mengikuti persyaratan, tetapi membawa semangat baru, pemahaman baru, komitmen baru, dan gerakan baru.
"Jadilah mahasiswa yang ketika hadir membawa manfaat. Ketika berbicara membawa kebaikan. Ketika memimpin membawa keadilan. Ketika di beri amanah menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Dan ketika telah menjadi alumni nanti, tetaplah menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah".
Mari kita jadikan BAM ke-V ini sebagai ruang untuk menguatkan ukhuwah, memperdalam pemahaman islam, memahami Muhammadiyah secara sempurna, membangun karakter, dan menumbuhkan keberanian untuk menghadapi masa depan.
Saya juga mengajak seluruh mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar untuk menjadi generasi yang memiliki prinsip, iman kuat, ilmu luas, akhlak mulia, karya nyata.
Insya Allah dengan generasi seperti inilah kita akan membangun Muhammadiyah yang semakin maju, kampus yang semakin unggul, dan masyarakat Polewali Mandar yang semakin berkemajuan. Kata Abd. Azis Ghozal.
PWMSULBAR.ID - Majene - Memangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa meriah di Lapangan Bola Mandar pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut, salah satunya lomba bercerita yang melibatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah Ananda Hafizah, siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 1 Majene. Dengan semangat dan keberanian yang mencerminkan slogan “Mudisat Hebat”, Hafizah tampil mengikuti lomba bercerita di hadapan peserta, panitia, orang tua, guru, dan masyarakat yang hadir di Lapangan Bola Mandar.
Keikutsertaan Hafizah dalam kegiatan tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga. Di usia yang masih sangat muda, siswa kelas 1 sekolah dasar tersebut telah berani mengambil kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat. Keberanian itu menjadi bagian penting dari proses pendidikan dan pembentukan karakter seorang anak.
Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momentum yang dinantikan masyarakat. Selain menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, perayaan kemerdekaan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kreativitas.
Pada 19 Agustus 2026, suasana di Lapangan Bola Mandar berlangsung meriah. Masyarakat berkumpul untuk mengikuti serta menyaksikan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.
Kehadiran anak-anak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai kegiatan. Semangat anak-anak yang penuh keceriaan memberikan warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan.Lomba bercerita menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara, keberanian, kreativitas, serta kemampuan dalam menyampaikan pesan melalui sebuah cerita.
Di tengah suasana perayaan tersebut, Hafizah hadir sebagai salah satu peserta yang membawa nama sekolahnya, SD Muhammadiyah 1 Majene.
Nursalam, S.Pd.,M.Pd. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Majene mengatakan bahwa Hafizah Sebagai siswa kelas 1, menjadi pengalaman mengikuti perlombaan di hadapan masyarakat tentu menjadi tantangan tersendiri. Dunia sekolah dasar merupakan tahap awal bagi anak untuk mengenal berbagai pengalaman baru. Tampil di depan banyak orang menjadi salah satu pengalaman yang dapat membantu membangun rasa percaya diri.
PWMSULBAR.ID - Majene - Lembaga Kesejateraan Sosial Anak Aisyiyah Panti Asuhan Amanah Aisyiyah Majene gelar kegaiatan Semarak Lomba HUT RI Ke-81 di LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah.
Acara digelar pada 17 Agustus 2026, acara dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Kegiatan ini mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan Wujudkan Generasi Hebat dan Berkarakter”. bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus mengasah bakat serta kerja sama tim di antara anak-anak panti. Anak dari jenjang SD hingga SMA larut dalam keseruan.
Sejak pagi hari, anak-anak sudah bersiap di lapangan. Berbagai perlombaan menarik digelar, mulai dari lomba Senam Anak Indonesia Hebat, estafet air yang melatih kerja sama, hingga lomba redi papan untuk melestarian permainan tradisional. Salah satu kompetisi yang paling mengundang gelak tawa adalah estafet air, di mana para peserta harus mengoper air tampa tertumpah, namun sulitnya permainan ini menjadi para peserta menjadi basah karena air yang tumpah membasahi para peserta.
"Saya senang sekali bisa ikut lomba hari ini. Paling seru saat lomba estafet air karena pakaian teman-teman jadi basah semua. Menang atau kalah tidak apa-apa, yang penting bisa tertawa bersama," ujar Ima.
Nurhalima pengurus LKSA mengatakan para Anak-anak di LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah mengikuti berbagai kegiatan lomba dengan penuh semangat dan keceriaan. Acara dihadiri Pimpinan Daerah Aisyiyah Majene dan Pengurus LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Ketua Majelis Pustaka & Informasi PWM Sulawesi Barat Agung Hidayat Mansur menyampaikan mempelajari sejarah Muhammadiyah memiliki makna penting, baik bagi warga Muhammadiyah maupun bagi masyarakat umum.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Forum Ta'aruf & Orientasi Mahasiswa ITBM Polman, menurutnya Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar di Indonesia memiliki rekam jejak sebagai pelopor gerakan Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat.
"Mempelajari sejarah Muhammadiyah baik dalam konteks Amal Usaha Muhammadiyah ditingkatan lokal, kita dapat mengambil banyak pelajaran utamanya bagi generasi muda untuk mengetahui ide dan gagasan para pendiri atau perintis AUM. Serta perjuangan dalam mengembangkan Muhammadiyah". Kata Agung.
Materi yang berjudul sejarah pendirian ITBM Polman yang dipersentasikan oleh Ketua MPI PWM Sulbar, ITBM Polman berdiri pada tanggal 5 Agustus 2020 berdasarkan SK Kemendikbud nomor 147/M/2020 tahun 2020.
ITBM Polman didirikan sebagai media dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi di Polewali Mandar, kehadiran ITBM Polman ini didorong oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar yang saat itu di pimpin oleh H. Abd. Azis Ghozal sebagai ketua.
Agung Hidayat menambahkan kepada para mahasiswa baru yang kelak akan menjadi penerus perjuangan Muhammadiyah di Polewali Mandar untuk terus belajar dan terlibat aktif dalam gerakan Muhammadiyah sebagai penerus perjuangan dakwah Islam Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID - Majene - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene serahkan dokumen permohonan penerbitan lahan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene untuk lokasi pembangunan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam penyerahan dokumen permohonan penerbitan lahan yang berlokasi di Talumung, Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dihadiri Darmawan Hafid Ketua PDM Majene didampingi Farhanuddin Sekretaris dan Ketua PDA Majene Desi Renianty.
Farhanuddin menyampaikan lahan ini hadir sebagai upaya Muhammadiyah Majene untuk menghadirkan amal usaha muhammadiyah di bidang pendidikan yang berkualitas, adapun lembaga pendidikan yang diperuntukan adalah Sekolah Dasar Muhammadiyah yang dimana sekolah ini memadukan Pendidikan Sains dan Tahfidz.
“Lahan ini diupayakan hadir sebagai upaya pendidikan Muhammadiyah untuk menghadirkan amal usaha pendidikan yang berkualitas, yang berbasis pada sains dan tahfidz”.
Farhanuddin menambahkan semoga urusan penerbitan sertifikat lahan ini berjalan dengan baik. Kemudian progres untuk pembangunan sekolah juga berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Ucap Farhanuddin.
PWMSULBAR.ID - Majene — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 turut mewarnai aktivitas keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Majene.
Dalam rangka menyemarakkan momentum kemerdekaan, enam siswa SD Muhammadiyah 1 Majene berpartisipasi dalam berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di Lapangan Bola Mandar, Majene. Keenam siswa tersebut mengikuti sejumlah cabang lomba yang mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik, yaitu Senam Anak Indonesia Hebat, kultum, adzan, nyanyi solo, dan bercerita.
Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi siswa dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif, edukatif, kreatif, dan membangun karakter. Bagi siswa sekolah dasar, mengikuti perlombaan bukan semata-mata tentang memperoleh juara.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berani tampil, bekerja keras, berlatih, menghargai orang lain, menaati aturan, mengembangkan bakat, serta menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan masyarakat.
Kegiatan di Lapangan Bola Mandar juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya menjalani aktivitas pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain, mengenal suasana kompetisi, dan merasakan secara langsung semarak peringatan kemerdekaan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Majene Nursalam, S.Pd.,M.Pd., mengatakan Enam siswa SD Muhammadiyah 1 Majene hadir dengan membawa semangat sekolah. Masing-masing mengikuti bidang lomba sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki.
“Ada yang menunjukkan kemampuan dalam gerak dan olahraga melalui Senam Anak Indonesia Hebat, ada yang mengembangkan kemampuan berbicara melalui kultum dan bercerita, ada yang memperlihatkan kemampuan dalam bidang keagamaan melalui adzan, serta ada yang menampilkan bakat seni melalui lomba menyanyi”.
“Keberagaman cabang lomba tersebut sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak mempunyai potensi yang berbeda. Pendidikan tidak hanya memberikan ruang bagi anak yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang dalam bidang olahraga, seni, komunikasi, agama, dan kreativitas”.
Kegiatan partisipasi siswa dalam rangka HUT RI ke-81 tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pendidikan para peserta didik, kata Nursalam.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo menggelar pengajian Ba'da Shubuh di Masjid Al-Ikhwan PRM Cerbon (17/8/2026).
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd. hadir sebagai narasumber pengajian membahas tantang penguatan organisasi Muhammadiyah, pengembangan pendidikan, dukungan terhadap kader dalam penyelesaian pendidikan atau beasiswa kader.
Wahyun Mawardi menyampaikan dalam ceramahnya jika Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo memiliki kekuatan organisasi yang menjadi modal menjadi cabang Muhammadiyah percontohan di Sulawesi Barat.
"Muhammadiyah Wonomulyo memiliki modal organisasi yang cukup kuat. Di wilayah ini telah tumbuh berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi Muhmmadiyah".
Menurutnya kekuatan Cabang Wonomulyo dilihat dari masing-masing ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki Amal Usaha baik di bidang pendidikan, sosial dan religi sebagai pusat dakwah dan pusat pembinaan jamaah dan pengembangan kader dimana seluruh ranting Muhammadiyah memiliki masjid atau musholah.
"Hampir setiap ranting memiliki masjid yang dapat menjadi pusat pembinaan umat sekaligus pusat aktivitas persyarikatan. Keberadaan AUM masjid ini terus gerakkan agar tidak berhenti sebagai capaian kelembagaan, tetapi mampu melahirkan gerakan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat".
Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di Cabang Wonomuluyo sebagai kekuatan strategis gerakan Muhammadiyah di Sulawesi Barat jika dikelola dan dikembangkan dengan serius dapat menjadi model pengembangan dan percontohan gerakan Muhammadiyah di Sulbar bagi daerah lain.
Ketua PWM Sulbar mendorong Cabang Muhammadiyah dapat menjadi Cabang Unggulan di Sulbar, dan memperkenalkan Muhammadiyah Wonomulyo di forum LPCR-PM Awards atau ajang penghargaan bagi Cabang, Ranting unggulan yang di laksanakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid Muhammadiyah PP Muhammadiyah.
Pendidikan Anak dan Pesantren
Wahyun Mawardi dalam kesempatan ini juga mengajak kepada jamaah pengajian untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan agama atau pesantren.
Menurutnya orang tua dan jamaah memiliki peran dalam mengarahkan anak dan juga kader untuk menempuh pendidikan di pesantren.
"Kalau ada anak kita masuk pesantren agar didukung baik secara materil dan moral, baik melalui beasiswa dan juga infak untuk meringankan beban bersama". Tutur Wahyun
Pesan ini mengandung penekanan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak tidak hanya berbentuk dorongan moral, tetapi juga kesediaan berkorban secara materi.
Dalam perspektif gerakan Muhammadiyah, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun generasi. Karena itu, biaya pendidikan hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai beban, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bagian dari infak dan investasi kebaikan untuk masa depan anak, keluarga, umat, dan persyarikatan.
Sikap tersebut sekaligus mengajak jamaah untuk membangun kesadaran bahwa keberlangsungan lembaga pendidikan membutuhkan partisipasi bersama.
Ketika masyarakat mampu dan bersedia berinfak, lembaga pendidikan akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan memberikan pelayanan kepada generasi berikutnya.
Pengajian yang digelar oleh PCM Wonomulyo dihadiri oleh pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Se Sulawesi Barat ini menjadi momentum kebersamaan dan menyambut peringatan hari kemerdekaan RI ke 81 dan refleksi untuk memajukan persyarikatan secara bersama.
Pengembangan AUM dan kaderisasi Muhammadiyah adalah 2 hal menjadi perhatian Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi ummah serta dakwah Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID - Mamuju - Semarak Agustus dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diselenggarakan oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah‘Aisyiyah Sulawesi Barat, bekerja sama dengan Majelis Lembaga Seni dan Olahraga, telah terlaksana dengan lancar, sukses, dan penuh keceriaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Ruang Kelas TK ABA Kumbang Lollo diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak dari TK ABA Kumbang Lollo, TK ABA Axuri, TK ABA Pasokkorang, RA MBS At-Tanwir.
Berbagai kegiatan dan perlombaan berlangsung meriah, di antaranya Lomba Mewarnai, Lomba Sambung Ayat Surah-Surah Pendek, Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Puisi.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghadirkan keceriaan, kreativitas, keberanian, sportivitas, serta kebersamaan anak-anak, sejalan dengan semangat "GACA" Gerakan‘Aisyiyah Cinta Anak.
Irdha Yanti Musyawarah SH., M.Si Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PW‘Aisyiyah Sulawesi Barat menyampaikan maksud dan tujuan lomba semarak kemerdekaan dilaksanakan adalah mengenang jasa para pahlawan, memupuk rasa nasionalisme, serta mempererat kebersamaan dan kerukunan antar Siswa dan siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal se Kab. Mamuju melalui kegiatan yang penuh kegembiraan.
"Kegiatan ini dilaksanakan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia. Menyalurkan sportivitas dan kreativitas warga, menghidupkan tradisi perayaan hari ulang tahun kemerdekaan tujuan kegiatan Meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme bagi generasi muda. Serta memperkuat tali persaudaraan dan gotong royong antar Siswa dan siswi TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal,".
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Upacara Peringatan HUT RI ke 81 Tahun di ITBM Polman berlangsung meriah, ratusan warga persyarikatan Muhammadiyah Polewali Mandar hadir dalam pelaksanaan upacara yang di pimpin langsung oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyaj Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd.
Upacara 17 Agustus 2026 dalam rangka peringatan HUT RI ke 81 tahun ini di isi berbagai kegiatan, diantaranya penaikan bendera merah putih oleh tim Paskibraka ITBM Polman, penyerahan Sertifikat dan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa ITBM Polman atas pretasi akademik dan non akademik bagi mahasiswa kenaikan jabatan fungsional serta penerimaan dana hibah penelitian bagi Dosen di lingkup ITBM Polman.
Rektor ITBM Polman Nursahdi Saleh menyampaikan apresiasinya kepada civitas akademik ITBM Polman atas prestasi dan penghargaan kepada para dosen dan mahasiswa ITBM Polman selama satu tahun terakhir.
Katua PWM Sulbar Dr. KH. Wahyun Mawardi, bertindak selaku inspektur memimpin jalannya upacara hadir bersama jajaran pengurus PWM dan PWA Sulbar.
Hadir Pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal, H. Marwah Tasman Ketua PWA Sulbar pertama, Hj.Parida Istri Almarhum Rektor ITBM Polman yang pertama, Pimpinan BPH ITBM Polman, Pimpinan PD 'Aisyiyah Polman, serta Pimpinan Persyaratan dan Amal Usaha Muhammadiyah.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. mengapresiasi antusias dan kebersamaan warga persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Polewali Mandar, dirinya menilai semangat dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan dakwah Islam Muhammadiyah di Lita Mandar.
Momentum peringatan HUT RI ke 81 yang di laksanakan di ITBM Polman ini yang dihadiri oleh Warga persyarikatan Muhammadiyah Polman dan Sulawesi Barat adalah wujud kecintaan kita kepada negara Republik Indonesia dan Muhammadiyah akan terus berkontribusi untuk kemajuan Bangsa Indonesia.
"Muhammadiyah Sulawesi Barat terus menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan (At-Tanwir) dan berkemajuan (At-Taqaddum) dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin," ucap Wahyun Mawardi.
PWMSULBAR.ID - Mamuju Tengah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mamuju Tengah resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat, Sabtu 15 Agustus 2026 bertempat di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah.
Taufiq Wal Hidayat Ketua Umun Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mamuju Tengah mengatakan jika pelantikan ini adalah momentum PDPM Mateng untuk meneguhkan komitmen dan langkah untuk kebersamaan pengurus bersama dengan persyarikatan Muhammadiyah.
"Lewat Pelantikan ini PDPM Mateng meneguhkan Komitmen pengurus pemuda Muhammadiyah Mateng yang insya Allah berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah yang ada di Mamuju Tengah.
Ketua PDPM Mateng menambahkan, sebelum pelantikan ini digelar pihaknya bersama pengurus lainnya telah banyak menjalankan program kerja yang terlaksana. Yaitu Kolaborasi Pemuda Muhammadiyah bersama dengan komunitas suku Bali di Mateng dalam berbagai kegiatan sosial, dirinya menegaskan bahwa pemuda Muhammadiyah terbuka untuk semua golongan tidak hanya dengan umat Islam saja.
Angka putus sekolah yang tinggi menjadi perhatian khusus PDPM Mateng, langka tersebut dientaskan dengan mendirikan dan membuka PKBM "Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pemuda Muhammadiyah di Bumi Lallatasisara.
Taufiq menjelaskan bahwa PKBM PDPM Mateng sudah punya peserta didik lebih dari 50 murid, PKBM ini adalah langkah kolaborasi bersama dengan Pemerintah daerah dan saat ini PKBM PD PM Mateng membina siswa untuk melaksanakan Magang diberbagai institusi.
H. Ahmad Junaedi, M.IP Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat hadir melantik PDPM Mateng dalam sambutannya berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk bersama-sama berkomitmen untuk membesarkan organisasi dan menjaga nama baik organisasi Pemuda Muhammadiyah.
"Teman-teman hari ini dilantik kami berpesan untuk mampu membawa nama baik Pemuda Muhammadiyah dimanapun berada baik di persyarikatan maupun di ranah sosial dan kemasyarakatan".
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki jatidiri yang membedakan Pemuda Muhammadiyah dengan dengan organisasi Islam kepemudaan lainnya. Pemuda Muhammadiyah punya gagasan, Punya komitmen untuk membesarkan Pemuda Muhammadiyah.
Wakil Bupati Mamuju Tengah Dr. Askary Anwar, S.Sos.,M.Si. turut hadir mewakili Pemerintah Daerah dirinya mengapresiasi serta mengucapkan selamat mengembang amanah dan mengajak untuk berkolaborasi membangun daerah.
Dr. Askary, M.Si. menyinggung tentang Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tantangan bagi masyarakat jika tidak digunakan dengan baik sehingga dirinya berharap kepada Pemuda Muhammadiyah Mateng yang merupakan bagian dari Muhammadiyah yang merupakan organisasi terbesar di Indonesia dan memiliki pengaruh besar ini, pihaknya mengajak untuk bersama dalam membangun Kabupaten Mamuju Tengah.
Wabup Mateng menilai eksistensi dan aksi Pemuda Muhammadiyah sangat dibutuhkan terutama dalam bidang Kepemudaan untuk mengentaskan angka putus sekolah yang dinilai tinggi.
"Maka Pemerintah Mateng berharap kepada Muhammadiyah menyiapkan generasi berpendidikan dan cerdas yang Insya Allah menjadi Kabupaten Mateng maju". Harapnya.
Selain angkat putus sekolah yang tinggi, angka penguna obat terlarang dan juga protitusi di Bumi Lallatasisara yang nilai tinggi, Pemda Mateng mengajak untuk berkolaborasi memberikan pencerahan dan sosialisasi dimasyarakat untuk menurunkan angka protitusi dan penggunaan obat-obatan terlarang.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah, Drs. H. Bambang Suparni, M.Si. yang hadiri dan memberikan amanah menyampaikan kepada PDPM Mateng untuk terus menjalankan dakwa Islam dan menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi untuk melawan dan mengalahkan kemungkaran.
Menurut, Kejahatan terorganisasi dapat mengalahkan kebenaran yang tidak di organisasi, maka mari kita menjadi kebenaran ini terorganisasi untuk mengalahkan kejahatan yang terorganisasi.
Ia juga menginginkan lahir kepengurusan Hizbul Wathan di Kabupaten Mateng dan menantikan peran pemudah Muhammadiyah khusus KOKAM di Mateng bisa bergeliat dengan masyarakat.
"Mari pemuda Muhammadiyah menjaga basis gerakan dakwah dan basis gerakan sosial, Pemuda Muhammadiyah harus kuat dan resposif di tengah umat,". Kata Bambang Suparni.
MAMUJU – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) resmi menggelar Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VI Tahun 2026. Berlangsung di Aula Kampus II Unimaju pada Jumat (14/8/2026), kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk mematangkan kesiapan para dosen sebelum mendampingi mahasiswa di lokasi pengabdian.
Pada gelaran tahun ini, KKN Unimaju mengusung tema yang cukup visioner: “Mencerahkan Semesta Membangun Peradaban Berkelanjutan Melalui Literasi untuk Ekonomi Sosial dan Lingkungan Berbasis Ecodesign”. Tema ini menegaskan komitmen Unimaju dalam menghadirkan solusi konkret bagi isu-isu ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan di tengah masyarakat.
Penegakan Catur Darma dan Amanah DPL
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unimaju, Muhammad Arsyad, S.Pd.I., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran DPL bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah amanah kepemimpinan dan pengabdian yang utuh.
“Tugas DPL adalah melaksanakan amanah dan tanggung jawab secara keseluruhan. Kehadiran DPL harus mampu mengarahkan program mahasiswa agar benar-benar memberikan dampak positif,” tegas Muhammad Arsyad di hadapan para peserta pembekalan.
Ia juga menggembleng para dosen untuk terus memegang teguh komitmen Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang mencakup:
Pendidikan dan Pengajaran: Proses transfer ilmu dan pembimbingan untuk melahirkan mahasiswa yang kompeten.
Penelitian dan Pengembangan: Riset adaptif guna menemukan inovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada Masyarakat: Penerapan sains dan teknologi secara langsung untuk menyelesaikan masalah warga local.
Dharma Khusus/Kekhasan: Penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai fondasi karakter.
Dorong Pembentukan Ranting Muhammadiyah dan Etika Lapangan
Tak hanya berfokus pada akademis, Muhammad Arsyad mengingatkan pentingnya peran DPL dalam mendukung perluasan dakwah persyarikatan melalui pembentukan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di lokasi KKN.
Di sisi lain, aspek etika mahasiswa juga menjadi sorotan utama. Ia meminta para DPL untuk tak henti-hentinya mengawal moralitas dan kemampuan adaptasi mahasiswa selama membaur dengan warga.
“DPL harus selalu mengingatkan mahasiswa KKN agar mampu beradaptasi dengan kearifan lokal serta menjaga etika di lokasi penempatan,” tambahnya. Ia juga mendorong para dosen untuk dapat mengidentifikasi potensi penelitian yang ada di daerah tempat mahasiswa mengabdi.
Sajikan Materi Teknis dan Penguatan Organisasi
Untuk memperkuat kesiapan para pembimbing, pembekalan ini menghadirkan dua narasumber utama:
Muhammad Rivai, S.Pd.I., M.Pd.I. (Wakil Rektor III Unimaju), membawakan materi strategis mengenai "Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah".
Mu’fidatul Nurul Hajjad, S.E., M.M. (Ketua LPPM Unimaju), memaparkan materi teknis bertajuk "Teknis Pelaksanaan KKN Angkatan VI Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Mamuju".
Melalui pembekalan intensif ini, LPPM Unimaju berharap para DPL siap mengawal pelaksanaan KKN Angkatan VI berjalan lancar, beretika, serta mampu melahirkan karya berbasis ecodesign yang bermanfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Forum Ta’aruf & Orientasi Mahasiswa (FORTAMA) ITB Muhammadiyah Polman kembali digelar, acara berlangsung mulai 13 hingga 17 Agustus 2026 di Kampus ITBM Polman Ugibaru Mapilli.
Acara pembukaan yang dilaksanakan 14 Agustus 2026 yang diikuti 115 Peserta Mahasiswa Baru ITBM Polman angkatan 2026 berlansung meriah dengan dihadiri oleh Civitas Akademika dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Polewali Mandar dan Sulawesi Barat.
Dr. Nursahdi Saleh, Rektor ITBM Polman dalam sambutan pada pembukaan fortama 2026 pihaknya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Kampus Berkemajuan ITBM Polman.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi ananda semua. Hari ini ananda resmi menjadi bagian dari keluarga besar ITBM Polman - Kampus Berkemajuan di Bumi Mandar”.
“Selamat datang di rumah kedua kalian. Selamat bergabung di ITBM Polman, kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga mencetak manusia berkemajuan, berintelektual, berakhlak, dan berjiwa entrepreneur”. sambut Rektor ITBM Polman.
Ketua BEM ITBM Polman, Umar Syaifuddin menyampaikan dalam sambutannya bahwa Fortama 2026 ini merupakan agenda penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampus ITBM Polman sebagai rumah baru dalam menuntut ilmu serta menjadi akadimisi yang kelak berguna bagi bangsa dan masyarakat.
Sementara itu Badan Pembina Harian ITBM Polman Syamsuddin, M.Pd.I yang hadir dan memberikan sambutan mengatakan bahwa ITBM Polman memiliki Tanggu jawab dalam mencetak generasi yang unggul dan berkemajuan.
“ITBM Polman memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga membentuk insan yang memiliki integritas, akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkemajuan sebagaimana nilai-nilai yang menjadi ruh perjuangan Muhammadiyah”. Pungkasnya.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Muhammadiyah membutuhkan generasi muda yang menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, namun tetap mengedepankan akhlah yang mulia, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I dalam amanahnya saat pembukaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Mahasiswa ITBM Polewali Mandar tahun 2026.
H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I menegaskan kepada peserta Fortama 2026 ITBM Polman bahwa Muhammadiyah hari ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku sejarah.
“Masa depan Muhammadiyah, masa depan perguruan tinggi Muhammadiyah, dan masa depan masyarakat kita akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, saya berharap dari ITBM Polewali Mandar akan lahir generasi yang mampu melanjutkan perjuangan Muhammadiyah dengan ilmu, dengan amal, dengan kreativitas, dan dengan integritas.” tegasnya.
Pihaknya berharap mahasiswa ITBM Polewali Mandar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkemajuan, yaitu generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memiliki iman dan akhlak yang kuat. Jadilah mahasiswa yang kritis tetapi tetap santun, jadilah mahasiswa yang berani menyampaikan kebenaran tetapi tetap menghormati orang lain, jadilah mahasiswa yang memiliki cita-cita tinggi tetapi tidak pernah melupakan masyarakat dan daerah tempat saudara berasal. Jangan pernah merasa bahwa karena saudara belajar di Polewali Mandar maka cita-cita saudara harus terbatas pada Polewali Mandar. Justru dari daerah inilah saudara harus membangun mimpi besar untuk Sulawesi Barat, untuk Indonesia, bahkan untuk dunia.
Ismail menambahkan untuk mengingatkan pesan yang sering kita dengar dalam lingkungan Muhammadiyah, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Pesan ini mengajarkan kepada kita agar keberadaan kita di Muhammadiyah bukan hanya untuk mendapatkan sesuatu, tetapi juga untuk memberikan sesuatu.
“Bukan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan dari Muhammadiyah, tetapi juga bertanya apa yang dapat kita berikan kepada Muhammadiyah, kepada umat, kepada masyarakat, kepada bangsa, dan kepada negara.” Tambahnya.
Fortama 2026 ITBM Polman menjadi forum pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, sebanyak 115 mahasiswa baru mengikuti kegiatan fortama yang digelar di kampus ITBM Polman di Jalan Assamaturusengnge, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi,(14/8/2026).
Panitia Fortama yang terdiri dari Mahasiswa permawakilan organisasi kemahasiswa ITBM Polman mengoordinaskanikan rangkaian kegiatan selama 5 hari sejak 13 hingga 17 Agustus, bersama sivitas akademika dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah menghadiri kegiatan pembukaan dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan menyambut mahasiswa baru ITBM Polman.
PW Muhammadiyah Sulbar yang diwakili oleh sekretaris H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polman H. Abd.Azis Ghozal bersama Wakil Ketua PDM Drs. H.Bohari, M.Pd. Syamsuddin, M.Pd.I. Anggota BPH ITBM Polman, Ketua PD ‘Aisyiyah Polman Dra. Hj. Kartini Karama, M.Pd., Sekretaris PDA Hj. Hartati, S.Pd., Wakil Ketua PDA, Hj. Elly, S.E. Kepala TK ABA Cab. Wonomulya Hj. Suhumia, S.Pd. Kepala SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Nuraeny, S.Pd.,Gr., turut hadir menyambut mahasiswa baru ITBM Polman tahun 2026.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal lewat kegiatan Fortama ITBM Polman mengajak mahasiswa untuk menjadi manusia yang berilmu dan iman,(14/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya cukup di bekali dengan ilmu semata, namun harus dibarengi dengan keimanan.
"Di kampus ini, kalian akan belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi lebih dari itu, kalian juga akan belajar tentang integritas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman".
H. Abd. Azis Ghozal menegaskan bahwa Ilmu tanpa iman dapat kehilangan arah.Sebaliknya, semangat beragama tanpa ilmu dapat kehilangan pijakan, hal ini disampaikan kepada ratusan mahasiswa baru ITBM Polman.
Ia menjelaskan jika lewat perguruan tinggi (ITBM Polman)Muhammadiyah ingin membangun generasi yang berkemajuan, berilmu, beriman, dan beramal nyata.
"Hari ini adalah hari yang penting dalam perjalanan hidup kalian. Kalian bukan sekadar memasuki sebuah Kampus untuk memperoleh gelar akademik. Kalian sedang memasuki sebuah ruang pembentukan Manusia." Kata Abd. Azis Ghozal.
Lebih jauh lagi dirinya berharap bahwa Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki keberanian untuk berpikir maju.
"Kita hidup dalam zaman yang sangat cepat berubah. Teknologi berkembang, adanya perkembangan Artificial Intelligence, dunia bisnis berubah, ekonomi digital berkembang serta persaingan global semakin terbuka".
Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Mahasiswa harus belajar menjadi pencipta, inovator, dan pemecah masalah. Harapnya.
Khusus di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, saya berharap lahir generasi yang mampu menggabungkan antara Iman, ilmu, teknologi, kewirausahaan, kepemimpinan dan pengabdian untuk masyarakat, bangsa dan agama Islam.
PWMSULBAR.ID - Thailand - Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Muhamamdiyah Polewali Mandar Muhammad Al-Hasani kembali menorehkan prestasi Internasional yang membanggakan bagi ITBM Polman.
Muhammad Al-Hasani Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital mewakili Timnas Indonesia cabang olahraga Sepak Takraw pada ajak King Cup 2026 di Thailand dengan berhasil menyabet Medali Perunggu, Perolehan medali perunggu diraih dari nomor Team Regu Putra setelah melaju hingga babak semifinal sebelum dihentikan oleh Malaysia.
Kejuaraan dunia ISTAF World Sepaktakraw Championship / Thai King's Cup 2026 diselenggarakan di Fashion Island, Bangkok, Thailand.
Rektot ITBM Polman Nursahdi Saleh menyampaikan rasa bangga terhadap Prestasi Muhammad Al-Hassani dan Timnas Indonesia, yang sukses membawa pulang medali perunggu dari ajang bergengsi ini merupakan kebanggan bagi Kampus ITBM Polman dan Indonesia.
“Prestasi ini menegaskan kualitas Mahasiswa ITBM Polman di Kanca Internasional, Muhammad Al-Hasani adalah contoh nyata komitmen kami terhadap pendidikan dan pengembangan bakat’’. Ucap bangga Nursahdi Saleh.
PWMSULBAR.ID - Mamuju — Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sulawesi Barat resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Mitra Kamtibmas Polda Sulbar dalam Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Tri Brata Polda Sulbar, Kamis (13/8/2026).
Apel dipimpin Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deryan Jayamarta, S.I.K., M.H. dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai organisasi kepemudaan, buruh, nelayan, pengemudi ojek online hingga kelompok masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulbar menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui gerakan Sabuk Kamtibmas, Polda Sulbar mendorong penguatan sinergitas aparat dan masyarakat, peningkatan deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan, termasuk menghidupkan kembali Poskamling dan patroli bersama.
Komandan Kokam Sulbar Hadi Eka Saputra menyambut baik kemitraan tersebut. Menurutnya, Kokam siap bersinergi dan mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Sulawesi Barat.
“Kemitraan ini harus terus diperkuat. Kokam siap bersinergi dengan Polda Sulbar dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan di Sulawesi Barat,” kata Hadi.»
Ia menegaskan, Kokam akan terus hadir sebagai kekuatan yang menyejukkan, menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apel ditutup dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada mitra Kamtibmas dan foto bersama. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan.
PWMSULBAR.ID - Tapalang Barat, - Komitmen untuk membantu mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diwujudkan oleh keluarga besar Muhammadiyah Mamuju. Melalui kolaborasi antara SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju bersama Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju, dilaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan dan berbagi bingkisan kepada masyarakat di kawasan Pantai Labuan Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sekaligus mendorong anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah agar dapat kembali memperoleh hak pendidikan. Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, Tim SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju bersama Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan keluarga. Pendidikan dipandang bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai jalan untuk membuka kesempatan, meningkatkan kualitas hidup, serta mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan.
Upaya mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi bagi anak-anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain sosialisasi pendidikan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian bingkisan kepada sejumlah keluarga dan anak-anak di sekitar Labuan Rano. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus sarana untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar Muhammadiyah dengan masyarakat setempat.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Tim bersama masyarakat dan anak-anak berinteraksi secara langsung serta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama. Kehadiran tim di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap anak.
Bagi SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju, keterlibatan dalam gerakan pengentasan ATS merupakan bagian dari komitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan di lingkungan sekolah, tetapi juga mengambil peran dalam menghadirkan akses dan kesadaran pendidikan di tengah masyarakat.
Sementara itu, melalui Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju, semangat kepedulian sosial terus diarahkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata bahwa gerakan pendidikan dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan dalam menjawab persoalan yang ada di masyarakat.
Kegiatan di Labuan Rano diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Mamuju dan sekitarnya. Dengan sinergi berbagai pihak, semakin banyak anak diharapkan dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Lembaga Amil Zakat, Infak & Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Polewali Mandar salurkan 150 Iqro dan 10 Al-Qur’an kepada 22 Masjid di Polewali Mandar.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Gerakan Sedekah Jum’at Sulawesi Barat kolaborasi bersama Mahasiswa KKN Polewali Mandar dalam rangka penyebaran Al-Qur’an untuk 6 Desa di Polman dengan jumlah 22 Masjid.
Ketua Lazismu Polewali Mandar Zainal Abidin, S.Pd.,Gr melaporakan bahwa desa yang menjadi penerima manfaat yaitu Desa Tapango, Lembang-Lembang, Poda-Poda, Arabua, Bussu dan Mosso.
Zainal Menambahkan bahwa menyalurkan bantuan ratusan mushaf Al-Qur'an dan buku Iqro kepada sejumlah masjid di kawasan pelosok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an sekaligus mendukung penguatan pendidikan karakter generasi muda Islam sejak usia dini.
PWMSULBAR.ID - Polman – Gelaran perlombaan tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun antar Sekolah Dasar berlangsung meriah.
Perhatian penonton tertuju pada lomba balap karung yang berhasil dimenangkan oleh perwakilan siswi SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo Ananda Jihan setelah menyingkirkan puluhan peserta tangguh dari berbagai sekolah saingan lainnya.
Kompetisi yang diadakan di lapangan Gaswon Wonomulyo ini berlangsung sengit sejak babak kualifikasi dimulai. Sorak-sorai dari para guru, orang tua, dan rekan antar sekolah bergemuruh riuh saat para peserta melompat secepat mungkin menuju garis finis demi memperebutkan podium juara utama.
Siswa SD ‘Aisyiyah Wonomulyo peraih Juara 1 tersebut menunjukkan teknik melompat yang sangat stabil dan cepat sejak awal peluit dibunyikan. Meskipun beberapa peserta lain sempat terjatuh akibat kehilangan keseimbangan, konsentrasi tinggi dan ketahanan fisik yang kuat berhasil membawanya mengamankan posisi terdepan hingga menyentuh garis finis.
PWMSULBAR.ID - Mamuju - Tim Penerimaan Santri Baru MBS At-Tanwir Mamuju bersama Mudir MBS At-Tanwir Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. yang juga Pengawas Madrasah Kemenag Prov. Sulawesi Barat berkunjung ke Pulau Karampuang (8/10/2026).
Dalam kunjuangan ke Pulau Karampuan Tim Penerimaan Santri Baru MBS At-Tanwir Mamuju Sosialisasi SMA dan SMK Muhammadiyah Mamuju serta melakukan identifikasi kepada anak-anak yang putus sekolah dijenjang SMA/SMK agar bisa kita lanjutkan pendidikan.
Kepala SMK Muhammadiyah Mamuju Abdul Saidin, S.E., M.M. menyampaikan jika dalam kunjungan ke pulau Karampuang pihaknya bersama tim PSB mensosialisasikan dan melakukan identifikasi anak putus sekolah dan Kepala SMK Muhammadiyah Mamuju membenarkan jika terdapat beberapa anak yang putus sekolah di pulau Karampuang Mamuju.
Selain identifikasi APS dan juga tim PSB AT-Tanwir Mamuju sekaligus identifikasi potensi pendidikan di Pulau Karampuang, serta membangun silaturrahim kepada tenaga pendidik dan salah satu gurunya adalah Alumni Unimaju.
“Insya Allah kita akan membuka Kelas SMK di Pulau Karampuang agar akses pendidikan anak-anak di pulau karampuang semakin dekat & memudahkan warga setempat” Ucap Saidin.
Pendidikan di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju memiliki tantangan akses. Fasilitas dasar seperti SD Inpres Karampuang tersedia di pulau ini, sementara siswa tingkat lanjut sering kali harus menyeberang ke Kota Mamuju dengan transportasi laut dari pemerintah (AHM).
PWMSULBAR.ID - MAMUJU– Semarak kemerdekaan terasa di Kota Mamuju. Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat berkolaborasi dengan SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju sukses menggelar Pawai Semarak HUT RI ke-81 dan Pekan Olahraga Seni atau Porseni, Sabtu [10/08/2026].
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta didik, guru, orang tua, serta kader Aisyiyah se-Kota Mamuju. Dengan mengusung tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", acara dimulai dengan pawai keliling jalan protokol Mamuju.
Peserta pawai tampil dengan berbagai atribut kemerdekaan. Mulai dari kostum profesi, adat Nusantara, yang menampilkan kreativitas siswa SD At Tanwir. Sepanjang rute, masyarakat menyambut dengan antusias dan mengibarkan bendera Merah Putih.
Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga PWA Sulawesi Barat, Hj. Irnayati, SH., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini kepada anak-anak.
"Melalui pawai dan Porseni ini kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, sportivitas, dan kebanggaan sebagai anak bangsa Indonesia. Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berkemajuan turut hadir untuk mengawal pendidikan karakter anak," ujarnya.
Kepala SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju, Fety Komayanti, SE, S. Pd. menambahkan bahwa Porseni yang digelar setelah pawai menjadi ajang unjuk bakat siswa. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi lomba fashion show, mewarnai, baca puisi, bertutur, bulutangkis, balap bakiak dll.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dan unsur pembina Muhammadiyah Boarding school. Dalam sambutannya, panitia berharap kolaborasi antara lembaga persyarikatan dan sekolah dapat terus berlanjut untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya.
Setelah kegiatan pawai dilanjutkan dengan lomba fashion Show yang sangat meriah dengan tampilan peserta dengan fashion latar belakang berbeda-beda. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus bergerak, terus mengabdi untuk negeri.
#HUTRI81 #AisyiyahSulbar #SDAtTanwirMamuju #Porseni #MuhammadiyahBerkemajuan
PWMSULBAR.ID - Mamuju Tengah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melaksanakan pengajian Bulanan pada Ahad 9 Agustus 2026 kegiatan di laksanakan di Halaman Masjid Babussalam Muhammadiyah Karossa.
Selain pengajian bulanan kegiatahn dirangkaian pula dengan Pelantikan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kadaila periode 2022-2027.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua LPCRM PWM Sulbar Dr. Furqon Mawardi,M.PI sekaligus sebagai narasumber pada pengajian bulanan yang bertemakan “Fiqih Mawaris”, turut hadir pula Ketua PCM Karossa Harun Mahmud bersama unsur pimpinan PCM karossa, Ketua PC ‘Aisyiyah Karosssa Hj. Anita bersama unsur pimpinan PCA Karossa serta para simpatisan.
Ketua PC ‘Aisyiyah Karosssa Hj. Anita melantik Pinpinan Ranting Kadaila dengan penuh hikmat
Adapu Nama-nama Pimpinan PR Aisyiyah Kadaila Periode 2022-2027 yaitu: Mariani sebagai ketua, Erna, Riska, Samsinar Rasna Ali, Muamanah Qalbi, Ratna Ali selaku anggota PRA Kadaila berdasarkan SK Nomor 001/SK-PCA/A/VIII/D/2026.
PWMSULBAR.ID - Majene - Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Sulawesi Barat bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat tinjau lokasi pembangunan SD Muhammadiyah 1 Majene (9/1002026).
Lokasi Pembangunan berada di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.
Sekretaris PWM Sulbar Ismail Ibrahim menyampaikan bahwa lokasi pembangunan SD Muhammadiyah 1 Majene & SLB ABCD ‘Aisyiyah Majene tersebut sangat strategis melihat tempatnya yang berada di pusat kota Majene.
Ismail menambahkan bahwa PWM Sulbar mengapresiasi PDM Majene terkait usahanya dalam mewujudkan Sekolah Muhammadiyah yang unggul di Kabupaten Majene.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah & Pendidikan Non Formal PDM Majene Nursahdi Saleh mengatakan bahwa PDM Majene membutuhkan dukungan dari warga persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka pembebasan lahan seluas 2.000 Meter dengan harga permeter Rp.300.000,- dengan total biaya yang di butuhkan Rp. 600.000.000,-.
Nursahdi Saleh mengatakan bahwa Lokasi ini untuk pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Majene selain SD Muhammadiyah 1 Majene lokasi ini juga di gunakan untuk SLB ABCD ‘Aisyiyah Majene.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penyelenggaraan Kelas Kerja Sama Program Pascasarjana S2 Pendidikan Dasar dan S2 Pendidikan Umum dan Karakter. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Kampus ITBM Polewali Mandar Jl. Assamaturusengnge Desa Ugi Baru, Kec. Mapilli, Kab, Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan jenjang magister. Melalui kerja sama ini, dibuka kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan, alumni, serta masyarakat untuk melanjutkan studi pada Program Magister Pendidikan Dasar dan Program Magister Pendidikan Umum dan Karakter yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan pascasarjana yang berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya. Selain itu, kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kedua perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Suasana penandatanganan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh pimpinan kedua perguruan tinggi beserta jajaran. Momentum ini juga menjadi awal dari berbagai bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan di masa mendatang, tidak hanya pada penyelenggaraan kelas kerja sama, tetapi juga dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas akademik.
Melalui terjalinnya nota kesepahaman ini, Universitas Muhammadiyah Enrekang dan ITBM Polewali Mandar optimistis dapat menciptakan kemitraan yang berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta melahirkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar secara resmi melepas tiga mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKNMAs) Tahun 2026, Kamis (23/7/2026), di Kampus ITBM Polman.
KKNMAs merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pada tahun ini, kegiatan dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”
Melalui program ini, para peserta akan diterjunkan ke berbagai lokasi di wilayah Malang, Jawa Timur, untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Adapun mahasiswa ITBM Polman yang dipercaya menjadi peserta KKNMAs Tahun 2026 yaitu:
Siti Asisyah – Program Studi Bisnis Digital
Humaerah Herman – Program Studi Agribisnis
Hijrana – Program Studi Kewirausahaan
Ketiga mahasiswa tersebut akan bergabung dengan peserta dari berbagai PTMA di Indonesia dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas terpilihnya mahasiswa ITBM Polman sebagai peserta KKNMAs nasional. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kompetensi, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan sosial mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.
ITBM Polman berharap ketiga mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah, serta memberikan kontribusi terbaik selama pelaksanaan KKNMAs di Malang, Jawa Timur. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar — Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa di Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat tersebut diikuti sebanyak 12 peserta dari kalangan mahasiswa ITBM Polman. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang jurnalistik, literasi informasi, serta pengelolaan media di era digital.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda, yakni Agung Hidayat, S.Bns Majelis Pustaka Dan Informasi PWM Sulbar. Supriadi, S.Pd.I., Pimpinan Redaksi sandeqnews.id, serta Basri, S.Kom., M.Kom., Co Founder Academy Digital Mandiri Nusantara.
Dalam pemaparannya, Agung Hidayat menekankan pentingnya pemahaman terhadap informasi publik dan peran media dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat sehingga dibutuhkan kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi secara bijak.
Sementara itu, Supriadi membawakan materi bertajuk “Jurnalis Muda dan Kekuatan Informasi: Memahami Peran Media Massa, Opini Publik, dan Geopolitik Dunia.” Ia menjelaskan bahwa informasi memiliki kekuatan besar dalam membentuk pemahaman masyarakat, memengaruhi opini publik, hingga menentukan cara pandang terhadap berbagai peristiwa.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar jurnalis saat ini bukan hanya kecepatan dalam menyampaikan berita, tetapi kemampuan membedakan fakta dan opini serta memahami adanya berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi penyebaran informasi.
“Jurnalis harus memiliki sikap kritis, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik. Informasi yang benar adalah fondasi bagi masyarakat yang cerdas,” ujar Supriadi.
Pada sesi berikutnya, Basri memberikan materi tentang pengelolaan website dan media sosial. Peserta dibekali pemahaman mengenai strategi membangun media digital, produksi konten, serta pemanfaatan platform online sebagai sarana penyebaran informasi yang efektif.
Melalui kegiatan tersebut, Lapersma ITBM Polman berharap mahasiswa mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya mampu membuat berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital.
Ketua panitia kegiatan, Salman Unding, bersama Ketua Lapersma ITBM Polman Baharuddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pers mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam dunia informasi dan komunikasi.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ITBM Polewali Mandar menggelar Pelatihan Jurnalistik dengan mengusung materi perdana bertajuk “Pengenalan Jurnalistik” pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai di Ruang Studio Kampus ITBM Polewali Mandar, Ugi Baru, Mapilli.
Pelatihan ini menghadirkan Ahmad Qumaeni, Creative Idea & Director Pro
gram TV “Wajah Urban” Celebes TV Makassar, sebagai narasumber utama. Melalui materi yang disampaikan, peserta diperkenalkan pada konsep dasar jurnalistik, peran pers dalam kehidupan demokrasi, etika profesi wartawan, hingga pentingnya kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa ITBM Polewali Mandar ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang jurnalistik sekaligus membangun budaya literasi, menulis, dan menyebarluaskan informasi yang bertanggung jawab di lingkungan kampus.
Baharuddin selaku Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa ITBM Polewali Mandar menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mencetak insan pers mahasiswa yang profesional, berintegritas, serta mampu mengikuti perkembangan media di era digital.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga memahami tanggung jawab moral seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.”
Dalam pemaparannya, Ahmad Qumaeni menekankan bahwa jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis berita, melainkan proses mencari, mengolah, memverifikasi, dan menyampaikan fakta kepada publik secara objektif. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan observasi, wawancara, dan penulisan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai praktik jurnalistik, tantangan media digital, hingga peluang pers mahasiswa dalam membangun budaya informasi yang sehat di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan ini, LPM ITBM Polewali Mandar berharap dapat melahirkan kader-kader jurnalis kampus yang kritis, kreatif, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sehingga mampu menjadi sumber informasi yang kredibel bagi civitas akademika maupun masyarakat luas.
PWMSULBAR.ID - MAMUJU, 5 Juli 2026 - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainers (ToT) untuk Agen dan Verifikator SatuMu. Acara yang berlangsung di Mamuju pada Minggu, 5 Juli 2026, ini merupakan langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi digital organisasi, khususnya dalam membangun sistem data yang terintegrasi dari pusat hingga tingkat ranting.
Pelatihan selama sehari penuh tersebut diikuti oleh perwakilan pimpinan dari seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulawesi Barat. Peserta terdiri atas ketua dan sekretaris PDM, serta para agen dan verifikator SatuMu yang nantinya akan bertanggung jawab mengawal implementasi sistem ini di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Ketua PWM Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ToT SatuMu adalah respon Muhammadiyah terhadap tantangan era digital. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi yang berbasis data. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti sekolah, rumah sakit, masjid, dan panti asuhan, dengan jutaan kader di seluruh Indonesia. Namun, selama ini data organisasi masih tersebar, yang kerap menghambat proses pengambilan keputusan.
"Selama ini data kita masih tercerai-berai. Ada yang tersimpan di Excel, buku administrasi, bahkan hanya diingat oleh pengurus. Akibatnya, ketika dibutuhkan, proses pencarian data membutuhkan waktu yang lama," ungkap Dr. Wahyun Mawardi.
Ia melanjutkan, kehadiran SatuMu, atau Satu Data Muhammadiyah, diharapkan menjadi solusi untuk menyatukan seluruh informasi organisasi dalam satu sistem terintegrasi. "Tujuannya sederhana, yaitu satu data, satu sistem, dan satu pemahaman. Dengan data yang valid, cepat, dan terintegrasi, Muhammadiyah dapat menyusun program secara lebih tepat, mempermudah pelaporan, serta mempercepat pengambilan keputusan," jelasnya.
Dr. Wahyun Mawardi juga menegaskan bahwa peserta ToT tidak hanya dibekali kemampuan teknis mengoperasikan aplikasi, tetapi juga dipersiapkan sebagai pelatih di wilayah masing-masing. Mereka diharapkan mampu mendampingi implementasi SatuMu di PDM, PCM, hingga ranting. "Peserta hari ini adalah guru bagi para pengelola data di daerah. Setelah pelatihan ini mereka memiliki tanggung jawab untuk melatih kembali pengurus di seluruh tingkatan. Data yang baik akan menjadi fondasi dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan," tuturnya.
Lebih lanjut, PWM Sulawesi Barat berkomitmen menjadikan SatuMu sebagai sistem utama dalam tata kelola organisasi di wilayah tersebut, demi pelaporan yang lebih akurat, terukur, dan akuntabel. "Kami ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan dapat dipercaya, baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun para mitra," tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Wakil Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muh. Amir Nashiruddin. Ia didampingi oleh Arwan Isman dari Sekretariat PP Muhammadiyah bidang Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) serta Assyifa Maulida dari Muhammadiyah Software Labs.
Dalam presentasinya, Muh. Amir Nashiruddin memaparkan bahwa SatuMu merupakan wujud implementasi amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah untuk membangun tata kelola organisasi berbasis digital melalui ekosistem satu data. "SatuMu adalah program nasional Muhammadiyah yang membangun identitas tunggal organisasi. Platform ini menjadi kantor digital Muhammadiyah yang memuat struktur organisasi dari tingkat pusat hingga ranting, lengkap dengan profil organisasi dan data kepengurusannya," urainya.
Ia juga menyoroti tantangan pengelolaan arsip Muhammadiyah yang selama ini masih bersifat konvensional. Banyak dokumen penting, seperti Surat Keputusan kepengurusan, SK pendirian organisasi, hingga arsip sejarah, seringkali tersimpan secara pribadi oleh pengurus, sehingga berisiko hilang atau sulit ditemukan saat diperlukan. Menurutnya, digitalisasi melalui SatuMu menjadi solusi efektif untuk menjaga, mengarsipkan, dan mengintegrasikan seluruh dokumen penting Muhammadiyah agar dapat diakses secara aman, tertata, dan berkelanjutan sebagai warisan organisasi di masa mendatang.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar– Suasana haru sekaligus kebanggaan mewarnai acara pelepasan dan penamatan bagi 22 siswa kelas VI SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan digelar di Aula SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Kamis (18/6/2026), dengan mengusung tema: “Melangkah dengan Iman, Menggapai Cita-Cita Gemilang”.
Acara dihadiri oleh unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, perwakilan pemerintah daerah, komite sekolah, para pendidik, orang tua wali murid, serta seluruh siswa sekolah terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah. Momen inti berlangsung khidmat ketika para siswa kelas VI berbaris mengenakan jubah kelulusan dalam prosesi penamatan yang penuh makna.
Kepala SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo, Zainal Abidin, S.Pd., Gr., mengawali sambutannya dengan rasa syukur karena seluruh 22 siswa angkatan ini dinyatakan lulus 100 persen. Ia turut mengenang perjalanan panjang sekolah yang dibangun di atas perjuangan bersama, hingga kini mampu memiliki fasilitas yang semakin memadai dan secara konsisten melahirkan beragam prestasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Wonomulyo, Hj. Kasmia, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan dasar dengan baik. Penghargaan juga disampaikan khusus kepada para guru dan orang tua yang telah bersinergi membimbing serta mendukung pertumbuhan dan proses belajar anak-anak selama enam tahun menempuh pendidikan.
Sementara itu, Ketua PD ‘Aisyiyah Polewali Mandar, Hj. Dra. Kartini Karama, M.Pd., berpesan secara khusus kepada para lulusan. Beliau mengingatkan agar senantiasa menjaga kewajiban salat, menghormati orang tua serta guru, dan terus menebarkan kebaikan di mana pun berada. Menurutnya, pendidikan bukan hanya bertujuan membentuk kecerdasan akademik, melainkan lebih utama membangun akhlak mulia dan karakter yang kuat sebagai bekal utama menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.
Sekretaris PW ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Halima Mide, S.Pd., M.Pd., menekankan perlunya sinergi yang terus diperkuat antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat luas. Menurutnya, kerja sama ini sangat dibutuhkan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus mampu mendorong peningkatan prestasi siswa serta pengembangan kualitas tenaga pendidik secara berkelanjutan.
Bagian yang paling menyentuh hati hadirin terjadi saat perwakilan siswa kelas VI mempersembahkan lagu perpisahan, dilanjutkan dengan tradisi sungkeman kepada orang tua dan para guru sebagai tanda bakti dan terima kasih.
Selain rangkaian prosesi resmi, acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan kreatif dari para siswa, di antaranya hafalan hadis dan surah-surah pendek, pertunjukan pantomim, pencak silat, hingga tarian empat etnis yang mencerminkan keberagaman budaya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi pengambilan foto bersama, menjadi kenang-kenangan berharga sebelum para lulusan melangkah menuju jenjang pendidikan selanjutnya di tingkat SMP atau MTs.(AHM)
PWMSULBAR.ID - Majene– Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah tingkat Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) berlangsung di Aula Masjid BPMP Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene, pada Senin, 14 Juni 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” dan dihadiri sekitar 300 peserta dari seluruh 6 kabupaten se-Sulawesi Barat.
Resepsi milad ini tidak hanya menjadi seremoni, melainkan juga ruang refleksi atas perjalanan panjang ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan yang telah berumur lebih dari satu abad. ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus menjawab berbagai persoalan kemanusiaan melalui gerakan pendidikan, penguatan keluarga, pendampingan hukum, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Hj. Sunarti Marlianti, SH., M.Kn. Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat Dalam pidatonya menegaskan lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah menapaki jalan dakwah dengan penuh keteguhan, menghadirkan pencerahan, pemberdayaan, dan pelayanan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Milad ke-109 ini mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Tema ini sangat relevan dengan tantangan kehidupan yang kita hadapi saat ini. Dunia masih diwarnai oleh berbagai konflik, ketimpangan sosial, krisis kemanusiaan, kerusakan lingkungan, serta berbagai bentuk kekerasan yang mengancam martabat manusia.
Surnarti menyatakan dalam situasi seperti ini, dakwah Islam tidak cukup hanya dipahami sebagai penyampaian ajaran secara verbal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa rahmat, keadilan, kasih sayang, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia. “Sejak didirikan oleh Siti Walidah pada 19 Mei 1917, ‘Aisyiyah telah menunjukkan bahwa dakwah dan kemanusiaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan keluarga, ‘Aisyiyah telah menghadirkan dakwah yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata,” tegasnya.
Sunarti menegaskan dakwah kemanusiaan yang diperjuangkan ‘Aisyiyah adalah dakwah yang menghargai harkat dan martabat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial. Dakwah yang mengedepankan dialog, empati, dan kerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan. Dakwah yang menumbuhkan harapan dan menghadirkan solusi. “Perdamaian yang kita cita-citakan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi kondisi ketika keadilan ditegakkan, hak-hak manusia dihormati, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup secara bermartabat. Karena itu, membangun perdamaian harus dimulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan sekitar kita,” tegasnya.
Ketua PW Aisyiyah Sulbar menjelaskan bahwa pada usia ke-109 tahun ini, ‘Aisyiyah perlu terus memperkuat komitmen untuk: (1) Mengembangkan dakwah yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan kemaslahatan. (2) Meningkatkan kualitas pendidikan yang membentuk generasi berkarakter, toleran dan cinta damai. (3) Memperluas pelayanan kesehatan dan sosial bagi kelompok rentan. (4) Memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga. (5) Berpartisipasi aktif dalam upaya penyelesaian persoalan kemanusiaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. (6) Menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan. Kita percaya bahwa perdamaian yang sejati hanya dapat terwujud apabila setiap individu, keluarga, dan masyarakat memiliki kepedulian terhadap sesama serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani Bashar, M.Pd., menghadiri langsung puncak peringatan Milad ‘Aisyiyah. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Majene sebagai tuan rumah tingkat provinsi. “Terima kasih kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulbar atas terpilihnya Kabupaten Majene sebagai lokasi pelaksanaan Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Kehadiran bapak dan ibu sekalian tentu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Andi Rita Mariani Basha dalam sambutannya mengajak Kader ‘Aisyiyah Sulbar untuk berkerja bersama dalam penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia menilai keterlibatan organisasi keagamaan, khususnya organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah, sangat strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pemantauan rutin di Posyandu harus terus dilakukan setiap bulan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Data mengenai jumlah sasaran, kenaikan maupun penurunan berat badan balita perlu dipantau secara berkala agar intervensi yang tepat dapat segera dilakukan.
la menjelaskan bahwa stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Namun, stunting dapat berdampak serius terhadap perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti jantung. “Kalau hanya fisik, banyak orang bertubuh pendek yang cerdas. Tetapi jika perkembangan otaknya terganggu, itu yang berbahaya karena akan mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan,” jelasnya.
Dr. KH.Wahyun Mawardi, S.Ag., M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat. Ia mengapresiasi capaian ‘Aisyiyah Sulbar dan tak pernah lelah dalam menjalankan dakwah kemanusiaan dan aksi nyata di masyarakat, ‘Aisyiyah yang hari ini genap 109 tahun. 19 Mei 1917 Masehi – 19 Mei 2026 Masehi. 109 tahun bukan waktu sebentar. 109 tahun ‘Aisyiyah istiqamah jadi “sayap kiri” Muhammadiyah yang tak pernah lelah. “Dari Sopo, Kotagede Yogyakarta sampai ke Majene, Mamuju, Polewali, Pasangkayu, Mamasa, dan Mamuju Tengah. Dari Nyai Ahmad Dahlan, Nyai Walidah, sampai Ibu-ibu ‘Aisyiyah Sulbar hari ini. Tongkat estafet itu sudah sampai di tangan. Dan jaga dengan sangat baik,”.
Wahyun Mawardi menjelaskan bawah Gerakan Perempuan Berkemajuan adalah mesin dalam Muhammadiyah untuk menggerakan misi “memajukan umat”, menurutnya ada tiga amal besar ‘Aisyiyah selama 109 tahun yang dalapt dibuktikan : Amal pertama, Bidang Pendidikan: Dulu perempuan dilarang sekolah. ‘Aisyiyah buka TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Hari ini ribuan anak perempuan Sulbar bisa baca tulis, jadi guru, dokter, dosen, karena ada ‘Aisyiyah. Itu jihad akbar. Amal Kedua, Bidang Sosial-Kesehatan: Dari zaman wabah sampai pandemi, ‘Aisyiyah terdepan. Posyandu, Rumah Sakit, Panti Asuhan, Lembaga Zakat. ‘Aisyiyah ajarkan: perempuan kuat itu bukan yang teriak, tapi yang turun tangan. Amal Kegita, Bidang Dakwah & Keluarga Sakinah: ‘Aisyiyah selamatkan keluarga dari narkoba, KDRT, stunting, HP. Lewat majelis taklim, parenting, kajian. Karena ‘Aisyiyah paham kalau ingin memperbaiki bangsa, mulai dari perbaiki Ibu.
Muhammadiyah Sulbar menitip untuk ‘Aisyiyah SulbarPesan PWM untuk ‘Aisyiyah Sulbar di Usia 109 Tahun, Usia 109 itu usia “emas”. Sudah matang, tapi harus tetap lincah. Muhammadiyah Sulbar menitip tiga pesan:1.Kembali ke Khittah: ‘Aisyiyah lahir bukan untuk politik praktis, tapi untuk dakwah. Jaga marwah. Jaga independensi. Tetap jadi mitra kritis Muhammadiyah, bukan “ban serep”.2.Hadapi Tantangan Zaman: Tantangan hari ini beda dengan 1917. Dulu musuhnya kebodohan. Sekarang musuhnya: gadget, judi online, LGBT, radikalisme, stunting. ‘Aisyiyah harus jadi garda terdepan. Kuatkan digitalisasi, kuatkan kajian tafsir tematik perempuan, kuatkan ekonomi ummat lewat UMKM.3.Regenerasi Tanpa Henti: 109 tahun butuh kader baru. Jangan sampai ‘Aisyiyah jadi organisasi “Ibu-ibu saja”. Ajak anak muda, ajak mahasiswi, ajak pelajar. Bentuk ‘Aisyiyah Muda yang kreatif. Karena masa depan ‘Aisyiyah ada di tangan mereka.
Komitmen PWM Sulbar Muhammadiyah tidak akan pernah besar tanpa ‘Aisyiyah. Maka komitmen kami kepada ‘Aisyiyah: Komitmen pertama yakni Anggaran, bahwa anggaran setiap program PWM wajib ada porsi untuk ‘Aisyiyah. Kedua Sinergi: Semua Amal Usaha Muhammadiyah wajib buka pintu selebar-lebarnya untuk program ‘Aisyiyah. Komitmen Ketiga, Apresiasi: Kami catat, kami doakan, kami sebarluaskan amal Ibu-ibu ke seluruh persyarikatan. Komitmen Keempat Tantangan 110 tahun ke depan lebih berat. Tapi saya yakin. Karena Ibu-ibu ‘Aisyiyah itu seperti “bidadari bumi”. Lembut tapi baja. Sabar tapi berani. Di rumah jadi madrasah pertama, di masyarakat jadi suluh peradaban.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Wakil Bupati Majene. Turut hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju, Rektor Institut ‘Teknologi & Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar beserta jajaran, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, organisasi perempuan Islam, serta para Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting ‘Aisyiyah se-Sulawesi Barat.
Melalui Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Sulawesi Barat kembali menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pendampingan hukum, penguatan keluarga, dan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah untuk membangun perdamaian dan peradaban yang berkemajuan.
PWMSUBAR.ID - Plewali Mandar– Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Polewali Mandar bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi melakukan penandatanganan kerja sama strategis terkait optimalisasi perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan ekosistem Muhammadiyah. Kegiatan ini digelar di SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Rabu, 10 Juni 2026.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan perlindungan tenaga kerja, investasi, serta pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas sinergi dalam menghadirkan layanan jaminan sosial yang inklusif bagi seluruh pekerja di amal usaha Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar, Abd. Azis Ghozal, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis yang harus diwujudkan dalam program nyata, khususnya perlindungan bagi guru, tenaga kesehatan, karyawan, dan seluruh SDM di lingkungan Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal memiliki komitmen terhadap kesejahteraan umat, termasuk memastikan pekerja memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kerja. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan nilai kolaborasi dengan mengutip semangat Al-Qur’an dan hadits tentang tolong-menolong dalam kebaikan serta manfaat bagi sesama.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Polewali Mandar, Melania Theresia Mokalu, menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan kepastian perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh bagi seluruh pekerja di lingkungan Muhammadiyah Polman. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja yang lebih luas dan berkeadilan.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi juga berkembang dalam bentuk edukasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada masyarakat agar semakin banyak pekerja memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Pembukaan Pelaksanaan Darul Arqam Dasar oleh tiga Pimpinan Komisariat IMM ITBM Polman berlansung Hikmat. Acara dilaksanakan di Aula ITBM Polman pada selasa, 2 Juli 2026.
DAD akan berlansung mulai tanggal 2 hingga 7 Juli di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Kecamatan Wonomulyo.
Acara dihadiri oleh Rektor ITBM Polman beserta Civitas Akademika, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Polewali Mandar, Pimpinan Cabang IMM Polewali Mandar, dan Pengurus Ormawa ITBM Polman.
Rektor ITBM Polewali Mandar Dr. Nursahdi Saleh sampaikan apresiasi Apresiasi dan Kebanggaankepada IMM ITBM Polewali Mandar
Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IMM komisariat itbm polamn yang konsisten menyelenggarakan Darul Arqam Dasar.
“Darul Arqam bukan sekadar pengakderan. Ini adalah rumah pertama kaderisasi. Di sinilah mahasiswa ditempa 3 hal: Iman, Ilmu, Amal Shalih — yang juga menjadi ruh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kita emban bersama” Ucap Rektor.
Lanjutnya Rektor menambahkan dirinya bangga melihat semangat Mahasiswa. Di tengah arus digital dan budaya instan, adik-adik memilih jalan panjang: belajar Islam, belajar organisasi, belajar jadi pemimpin. Itu pilihan yang tidak semua mahasiswa berani ambil.
Pesan untuk Peserta: “Jadilah Intelektual yang Beriman”
Adik-adik peserta Darul Arqam Dasar yang saya banggakan,
Universitas ini mendidik adik-adik jadi sarjana. IMM lewat Darul Arqam mendidik adik-adik jadi sarjana yang beriman dan berakhlak. Dua-duanya harus jalan.
Tiga pesan Rektor untuk Peserta DAD IMM ke depan:
Pertama, jadilah “muhammadiyah muda” yang cerdas dan kritis.
IQ tanpa Iman bahaya. Iman tanpa Ilmu lemah. Darul Arqam ajarkan adik-adik cara berislam yang berkemajuan: Islam yang mencerahkan, bukan mengeras. Diskusikan, tanyakan, bedah materi. Jangan jadi peserta pasif.
Kedua, jadilah pemimpin yang merakyat, bukan yang menjauh.
IMM lahir dari rahim Muhammadiyah untuk mengabdi ke umat. Setelah 3 hari ini, turunlah ke masyarakat. Buktikan ilmu yang adik-adik dapat dengan pengabdian. Kampus kita ada di tengah masyarakat 3T. Itu ladang amal adik-adik.
Ketiga, jaga ukhuwah dan militansi.
Militan bukan berarti kasar. Militan artinya konsisten. Konsisten shalat, konsisten baca, konsisten berorganisasi walau skripsi menumpuk. Saudara-saudara di Darul Arqam inilah yang kelak jadi tim inti adik-adik mengabdi untuk bangsa.
Komitmen Kampus
Kepada panitia dan Pembina IMM, saya sampaikan universitas mendukung penuh kaderisasi IMM. Kami siap fasilitasi ruang, waktu, dan narasumber. Karena bagi kami, mahasiswa yang aktif di IMM adalah investasi kampus. Mereka inilah yang nanti jadi alumni yang mengharumkan nama almamater.
Kepada adik-adik peserta: 3 hari ke depan mungkin melelahkan. Kurang tidur, materi padat, dinamika kelompok. Tapi percayalah, 10 tahun dari sekarang adik-adik akan bersyukur pernah “menderita” 3 hari di Darul Arqam ini.
Di lokasi yang sama Ketua PDM Polman menyampaikan Sambutan pada pembukaan DAD IMM Se ITBM Polman.
H.Abd Azis Ghozal menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada Pimpinan komisariat se-ITBM Polman yang telah berikhtiar menyelengarakan DAD IMM Akbar IV se ITBM Polman ini.
“Darul Arqam Dasar adalah gerbang awal pengkaderan IMM. Dari sinilah benih ideologi, spirit tajdid, dan karakter kader Muhammadiyah di tempa.
Disinilah jawaban soal yang sering muncul dari berita yang tidak jelas” teras Ketua PDM Polman.
Dalam sambutannya H. Abd. Azis Ghozal menyinggu Tema DAD yang relewan dengan kondisi IMM saat ini.
“Tema yang diusung kali ini saya kira ini sangat tepat: megusahakan kader berintegritas dan berkemajuan. Dua kata kunci yang tidak bisa dipisahkan”.
1. Integritas
Integritas adalah menyatunya kata dan perbuatan, keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan yang dilandasi nilai-nilai kejujuran, konsisten dan moral. Seseorang yang berintegritas selalu memegang teguh komitmen dan norma yang berlaku. Bahkan ketika tidak ada orang yang mengawasi.
Kader IMM ke depan bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara moral. Jujur saat tidak ada yang melihat, amanah saat di beri kepercayaan, dan istiqamah diatas nilai islam berkemajuan.
Di tengah tantangan hoaks, pragmatisme, dan krisis keteladanan, maka integritas adalah menjadi benteng kita.
Kata kunci yang ke Dua
2.Berkemajuan
Muhammadiyah adalah gerakan tajdid. Berkemajuan berarti berani berpikir kritis, terbuka pada ilmu, dan solutif atas masalah umat.
Kader IMM bukan hanya mengkritik, tapi memberi solusi. Bukan hanya jago berdiskusi di forum, tapi juga turun menyelesaikan masalah masyarakat.
Ideologi Muhammadiyah juga berwatak kemajuan. Penggunaan istilah "islam yang berkemajuan" adalah lebih tepat dan meng Indonesia bagi Muhammadiyah.
Dalam "Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua" tersebut dideklarasikan, bahwa Muhammadiyah gerakan islam yg melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
Bagi Muhammadiyah islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut nadi gerakan. Tutup H. Abd Azis Gozal.(AHM)
PWMSULBAR.ID - Majene - Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat. Sebuah Sekolah Dasar (SD) Unggulan baru dijadwalkan segera beroperasi di Kabupaten Majene.
Sekolah ini hadir dengan konsep kurikulum inovatif yang mengintegrasikan eksplorasi sains dengan nilai-nilai religius yang kuat. Dalam rencana kurikulum, siswa akan diperkenalkan dengan teknologi Koding- AI dan Tahfidz Al Quran.
Kehadiran SD unggulan di Majene yang direncakanan beroperasi mulai tahun ajaran 2026 ini, disampaikan dalam acara “Launching SD Muhammadiyah 1 Majene”, pada Selasa (10/3/2026).
Sekolah unggulan milik persyarikan Muhammadiyah itu berlokasi di Kampung Baru, Majene.
Hadir dalam acara itu antara lain, Ketua Pimpinian Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulbar, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, Kepala Dinas Pendidikan Majene Asraf T, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Udztads Darmawan Hafied, Penanggung Jawab Pendirian SD Muhammadiyah 1 (Mudisat) Majene, Dr. Haksan Darmawan serta kepala sekolah SD Muh 1 Majene, Nursalam.
Sekolah unggulan milik persyarikan Muhammadiyah itu berlokasi di Kampung Baru, Majene.
Hadir dalam acara itu antara lain, Ketua Pimpinian Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulbar, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, Kepala Dinas Pendidikan Majene Asraf T, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Udztads Darmawan Hafied, Penanggung Jawab Pendirian SD Muhammadiyah 1 (Mudisat) Majene, Dr. Haksan Darmawan serta kepala sekolah SD Muh 1 Majene, Nursalam.
Kepala Dinas Pendidikan Majene, Andi Asraf T memuji langkah organisasi kemasyarakatan (ormas) Muhammadiyah membangun sekolah unggulan.
Menuurutnya upaya Muhammadiyah itu membantu pemerintah meningkatan kualitas Pendidikan di Majene.
” SD ini merupakan suatu kebutuhan, khususnya untuk Majene sebagai kota Pendidikan,” kata Asraf.
Sains AI dan Tahfidz
Dalam perencanaan kurikulum SD Muh 1 Majene, akan terbagi dalam kelas Reguler dan Tahfidz.
Mata pelajaran yang akan diberikan ke siswa mulai pendiikan Islam, Kemuhammadiyahan, Budi Pekerti, Tahfdz Al Quran hingga teknologi terkini, Koding dan AI.
Penguatan lainnya adalah pelajaran Bahasa Arab – Inggris, Matematika, IPA – IPS serta Seni dan budaya.
Ketua PW Muhammadiyah Sulbar, Dr. KH. Wahyun Mawardi mengapresiasi kinerja tim pendiri serta PD Majene yang berjuang menghadirkan sekolah unggulan di Majene.
Dalam kesempatan itu, PW Muhammadiyah Sulbar memberikan bantuan Rp 10 juta membantu pembangunan sekolah unggulan tersebut.
“Muhammadiyah akan terus hadir untuk memajukan Keislaman, kualitas Pendidikan dan Kesehatan serta bidang – bidang lainnya,” katanya.
Kepala Sekolah Mudisat Majene, Nursalam menambahkan, Proses pendaftaran direncanakan akan dibuka pada tahun ajaran 2026 dengan kuota terbatas guna menjaga kualitas belajar-mengajar tetap terjaga.