PWMSULBAR.ID - Menyambut Tanwir Muhammadiyah ke-114 di Palu, 13–15 November 2026, harapan besar tertuju pada lahirnya strategi baru untuk menjawab persoalan keumatan, kemanusiaan universal, dan tantangan peradaban. Sebagai warga Muhammadiyah dan simpatisan, kita berharap Tanwir tidak sekadar menjadi forum permusyawaratan, tetapi momentum refleksi, evaluasi, dan pembaruan arah gerakan menuju Muktamar di Medan, November 2027.Tanwir merupakan permusyawaratan tertinggi Muhammadiyah setelah Muktamar, yang diselenggarakan Pimpinan Pusat sekurang-kurangnya dua kali dalam satu periode kepemimpinan. Forum ini melibatkan unsur PP, PWM, pimpinan organisasi otonom tingkat pusat, serta peninjau. Secara historis, istilah Tanwir mulai digunakan pada 1932, masa KH. Hisyam, dan diresmikan pada Muktamar ke-24 di Banjarmasin tahun 1935. Tradisi ini menegaskan bahwa musyawarah merupakan jantung gerakan Muhammadiyah.Tanwir bukan forum pemilihan pimpinan pusat. Pemilihan pimpinan dilaksanakan pada Muktamar, sedangkan Tanwir Palu membahas tata tertib pemilihan untuk Muktamar 2027. Perbedaan ini penting dipahami agar Tanwir tetap berada pada hakikatnya: forum strategis untuk membahas arah, kebijakan, dan masa depan Persyarikatan.Menurut Agung Danarto, Tanwir ke-114 mengagendakan pembahasan Risalah Kesemestaan, AD-ART, program 20 tahun mendatang, serta tata tertib pemilihan pimpinan pusat pada Muktamar. Risalah Kesemestaan menjadi langkah penting dalam internasionalisasi Muhammadiyah, memperluas kontribusi bagi peradaban global, menyiapkan kader berkiprah di tingkat internasional, dan membuka peluang pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai negara.Implikasinya, Muhammadiyah dituntut semakin visioner, adaptif, dan berdampak. Evaluasi program harus jujur dan terukur; kaderisasi harus melahirkan pemimpin berintegritas dan berwawasan global; amal usaha harus semakin profesional; serta gerakan harus tetap berpihak pada persoalan nyata umat dan masyarakat. Globalisasi tidak boleh menjauhkan Muhammadiyah dari akar pengabdiannya.Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 38: “Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.” Ayat ini menegaskan bahwa musyawarah bukan sekadar mekanisme organisasi, melainkan nilai luhur untuk melahirkan keputusan yang bijaksana, adil, dan membawa kemaslahatan.Tanwir Palu harus menghasilkan gagasan yang melampaui rutinitas, kebijakan yang menjawab tantangan zaman, dan program yang menjadi pijakan strategis Muktamar Medan 2027. Muhammadiyah tidak cukup besar dalam jumlah amal usaha; ia harus semakin besar dalam manfaat, pemikiran, dan kontribusi kemanusiaan.Tanwir bukan sekadar forum berbicara tentang masa depan, melainkan ruang merumuskan masa depan. Dari Palu, Muhammadiyah diharapkan semakin mencerahkan umat, memajukan bangsa, dan menyinari peradaban dunia. Penulis : Dr, H. Muh. Tahir, M.Si.Rektor Unimaju
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Wujud nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kembali terlihat. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat melalui Lazismu Sulbar memberikan layanan pengantaran jenazah dari Kota Mamuju ke Kalukku, Kabupaten Mamuju.Layanan ini menggunakan armada Ambulan Lazismu PWM Sulawesi Barat. Armada ini memang disiapkan untuk melayani kebutuhan umat, baik dalam keadaan sakit maupun duka.Layanan antar jenazah gratis ini adalah bagian dari program "Memberi Untuk Negeri" yang diusung LazisMu, untuk meringankan beban keluarga yang sedang berduka."Ambulan Lazismu ini adalah milik umat. Siapapun yang membutuhkan, InsyaAllah kita layani. Dari Mamuju ke Kalukku hari ini adalah bagian dari dakwah sosial Muhammadiyah. Semoga almarhum husnul khatimah," ujar Abd. Rahman Jafar Ketua Lazismu Sulbar.Keberadaan Ambulan Lazismu PWM Sulbar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Barat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan transportasi medis dan layanan kedukaan yang cepat dan layak.Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan Ambulan Lazismu PWM Sulbar dapat menghubungi kantor LazisMu Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pesan kuat tentang hubungan iman dan kelestarian lingkungan disampaikan dalam Khutbah Jum'at di Masjid Tamir Muhammadiyah Wonomuyo (30/10) bertema "Jangan Lukai Bumi Yang Menjadi Saksi Sujudmu" oleh Ismail Ibrahim.Khatib mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang sering disebut bencana alam, sejatinya banyak disebabkan oleh ulah manusia yang mengutamakan keuntungan pribadi di atas keselamatan sesama."Api mungkin dinyalakan oleh segelintir orang, tetapi asapnya dihirup oleh jutaan manusia. Keuntungan mungkin dinikmati sebagian pihak, tetapi penderitaannya ditanggung masyarakat luas," kutip isi khutbah.Kerusakan adalah Panggilan untuk KembaliMengutip QS. Ar-Rum: 41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia... agar mereka kembali ke jalan yang benar.” Kerusakan bukanlah alasan berputus asa, melainkan panggilan untuk taubat dengan menghentikan perbuatan merusak dan memperbaikinya.Jangan Rusak Bumi Setelah DiperbaikiQS. Al-A'raf: 56 menegaskan “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.” Bumi adalah amanah, bukan milik mutlak untuk dirusak. Jangan sampai rajin bersujud tapi tindakan justru menyengsarakan makhluk Allah.Menjaga Lingkungan adalah Bagian dari SyariatDalam maqashid syariah, menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan keturunan (hifzh an-nasl) adalah amanah utama. Asap kebakaran yang mengganggu pernapasan anak-anak dan rusaknya hutan mengancam generasi mendatang. Maka menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral dan keagamaan.Menanam adalah SedekahRasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu burung, manusia, atau binatang memakan darinya, kecuali hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari-Muslim). Sebaliknya, pembakaran yang merusak adalah pengkhianatan amanah.Kaidah Fikih: Kemudharatan Harus DihilangkanKaidah Adh-dhararu yuzaal menegaskan bahwa bahaya terhadap masyarakat harus dicegah. Pembakaran lahan yang mencemari udara dan merusak lingkungan harus dihentikan karena kepentingan pribadi tidak boleh mengorbankan keselamatan orang banyak.Khutbah ditutup dengan ajakan praktis: hemat air saat wudhu, kurangi sampah plastik, jangan bakar sampah sembarangan, tanam dan rawat pohon, serta didik anak mencintai lingkungan."Jangan bakar bumi yang menanggung sujudmu. Jangan rusak tanah tempat dahimu berserah kepada Allah."
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo – (30/10/2026) Semangat berbagi terus dihidupkan oleh Pengurus Masjid Ta’mir Muhammadiyah Wonomulyo. Setiap selesai pelaksanaan Shalat Jum'at, masjid yang berada di Masjid Muhammadiyah Wonomulyo ini rutin menggelar Sedekah Jum'at dengan membagikan makanan, snack, serta minuman kopi dan teh kepada jamaah.Seperti terlihat pada Jum'at ini, para pengurus masjid tampak membagikan kotak makanan menggunakan kantong plastik kuning kepada jamaah yang terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak. Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu terasa di dalam masjid berkarpet hijau tersebut.Salah seorang pengurus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan upaya memakmurkan masjid.Musabaqah Imam Masjid Tamir Muhammadiyah Wonomulyo mengatakan "Alhamdulillah, ini kegiatan rutin setiap Jum'at. Kita ingin Jum'at tidak hanya menjadi hari ibadah, tapi juga hari berbagi. Sedikit makanan, snack, kopi dan teh untuk jamaah setelah shalat, semoga menjadi berkah dan mempererat ukhuwah," ujarnya.Jamaah yang hadir, termasuk anak-anak, tampak antusias dan tertib menerima bingkisan. Beberapa jamaah juga terlihat menikmati hidangan bersama di dalam masjid sambil berbincang.Dalam ajaran Islam, sedekah di hari Jum'at memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW menjadikan hari Jum'at sebagai hari terbaik untuk berbuat kebaikan, termasuk bersedekah.Melalui program Sedekah Jum'at ini, Masjid Ta’mir Muhammadiyah berharap dapat menjadi contoh gerakan kebaikan yang berkelanjutan, serta menginspirasi masjid-masjid lain untuk menghidupkan tradisi berbagi di hari yang penuh berkah.Semoga setiap suap makanan dan teguk kopi-teh yang dibagikan menjadi amal jariyah dan pemberat timbangan kebaikan di akhirat.
PWMSULBAR.ID, Mamuju - Komitmen SD At-Tanwir Muhammadiyah Islamic Boarding School Mamuju dalam memperkuat budaya literasi terus diperluas. Sekolah kini menjalin kerjasama resmi dengan Perpustakaan Daerah dan Perpustakaan Keliling Kabupaten Mamuju untuk mendukung program unggulan Jum'at Literasi.Fety Komayati Kepala Sekolah SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju menjelaskan bahwa pihak sekolah telah membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk pelaksanaan kegiatan tersebut."Kami bersama Perpstakaan Daerah Mamuju telah membuat PKS untuk kunjungan rutin setiap Jum'at, Jum'at Literasi. Dan juga bentuk kerjasamanya yang lain, kita meminjam buku di perpustakaan daerah untuk disimpan di sekolah sebagai koleksi tambahan perpustakaan sekolah," jelas Kepala Sekolah.Adapun bentuk kerjasama yang disepakati meliputi dua hal utama:1. Kunjungan Rutin Perpustakaan Keliling Setiap Jum'atMobil perpustakaan keliling Mamuju akan hadir secara rutin setiap hari Jum'at di lingkungan SD At Tanwir Muhammadiyah untuk melayani siswa membaca dan meminjam buku di tempat.2. Pinjam Pakai Koleksi BukuPerpustakaan Daerah Mamuju meminjamkan sejumlah koleksi buku untuk disimpan di sekolah sebagai koleksi tambahan perpustakaan sekolah. Hal ini sangat membantu menambah variasi bacaan bagi siswa, di luar koleksi buku Islami yang sudah ada.Program ini disambut antusias oleh siswa. Dengan adanya tambahan koleksi dari perpustakaan daerah, anak-anak kini memiliki akses yang lebih luas terhadap buku cerita anak, pengetahuan umum, sains, dan literasi Islami.Kepala Sekolah berharap kerjasama ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mewujudkan visi sekolah."Kami ingin Jum'at Literasi bukan hanya sekadar membaca, tapi membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak kita. Dengan dukungan perpustakaan daerah, insyaAllah budaya membaca untuk Generasi Islami akan semakin kuat," tambahnya.Program Jum'at Literasi sendiri dilaksanakan setiap Jum'at dengan jargon "Membaca Hari Ini, Membuka Masa Depan" yang terinspirasi dari QS. Al-Alaq ayat 1.
PWMSULBAR.ID, Mamuju - SD At Tanwir Muhammadiyah Islamic Boarding School Mamuju terus menguatkan gerakan literasi melalui program rutin Jum'at Literasi. Program ini dilaksanakan setiap hari Jum'at di lingkungan sekolah.Mengusung jargon "Membaca Hari Ini, Membuka Masa Depan", kegiatan ini mengajak para siswi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan.Kkegiatan ini terinspirasi dari wahyu pertama: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-Alaq: 1).Para siswi sedang asyik membaca buku, "Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan, karena setiap halaman adalah pintu menuju ilmu, hikmah dan keberkahan." Kata Kepala SD Feti Komayati.Tujuan utama program ini adalah Budaya Membaca Untuk Generasi Islami.Jadwal kegiatan dilaksanakan Setiap Hari Jum'at di Lingkungan Sekolah oleh Seluruh siswa-siswi SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju.Dengan adanya Jum'at Literasi, sekolah berharap tumbuh generasi yang cinta ilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan dengan wawasan yang luas.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Himpunan Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan (HIMAPROWI) ITBM Polewali Mandar kembali melaksanakan ELIT 26 - Entrepreneurship Leadership Training Tahun 2026.Kegiatan yang mengusung tema "Menyalakan Social Brain System dan Menempa Kader Berjiwa Wirausaha" ini diikuti sebanyak 16 peserta.Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Kampus ITBM Polman, sedangkan penerimaan materi dipusatkan di Kantor Desa Sattoko, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2026.Harapan Cetak Kader Berjiwa Sosial dan WirausahaKetua Umum HIMAPROWI ITBM Polman, Harnisa Basri, dalam sambutannya mengatakan ELIT bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter."Besar harapan kami, mau kader memiliki kecerdasan individu tetapi juga jiwa sosial dan kewirausahaan yang tangguh. Melalui kegiatan ini teman-teman bisa mendapatkan keluarga baru dan pengalaman yang dapat di-transfer kepada yang lain dan bermanfaat untuk kita semua. melalui tema kegiatan tidak hanya di pahami secara narasi saja, tapi harus dihayati dalam diri kita," ujar Harnisa.Sementara itu, Ketua Program Studi Kewirausahaan, Indah Ramayani S.E.,M.M., berpesan agar seluruh peserta dan panitia menjaga kedisiplinan selama kegiatan."Selamat datang dan selamat bergabung. kami harap melalui kegiatan Elit 26 peserta dapat mengenal budaya prodi kewirausahaan, serta menjadi mahasiswa menjaga solidaritas sesama mahasiswa kewirausahaan.”Selain itu juga Ketua Program Studi Kewirausahaan berpesan kepada panitia dan pengurus Himaprowi untuk membimbing dan mendampingi calon anggota baru dengan baik selama kegiatan.Melalui ELIT 26, HIMAPROWI berharap dapat melahirkan kader-kader baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mental wirausaha yang kuat untuk berkontribusi di masyarakat.
Foto: Dok. TK ABA Cabang Wonomulyo - Murid TK ABA Cabang Wonomulyo menunjukkan hasil mewarnai bertema Sumpah Pemuda.PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, murid-murid Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Cabang Wonomulyo menggelar kegiatan mewarnai gambar bertema Sumpah Pemuda.Kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut berlangsung di dalam kelas dengan suasana ceria. Puluhan murid dengan seragam biru TK ABA tampak antusias memamerkan hasil karya mewarnai mereka.Kegiatan diawali dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh murid yang dipandu oleh guru TK ABA Cab. Wonomulyo.Dalam foto terlihat, setiap anak memegang kertas gambar yang menampilkan ilustrasi anak-anak memegang bendera Merah Putih dan simbol persatuan Indonesia. Warna-warni cerah hasil mewarnai mereka menjadi simbol kegembiraan menyambut Hari Sumpah Pemuda.Guru pendamping yang turut berfoto bersama para murid menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda sejak usia dini.Kepala TK ABA Cabang Wonomulyo Hj. Suhumiah mengatakan "Melalui kegiatan mewarnai ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, mengenal bendera Merah Putih, dan semangat persatuan kepada anak-anak. Ini cara kami di TK ABA memaknai Sumpah Pemuda," jelasnya.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter kebangsaan di lingkungan Amal Usaha Aisyiyah Muhammadiyah, bahwa semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia perlu ditanamkan sejak usia kanak-kanak.
Foto: Ketua PDM Polman, Syamsuddin, S.Ag., M.Pd. (tengah, batik) dan PCNU Polman dalam Forum Konsultasi Publik KPU PolmanPWMSULBAR.ID, Polewali Mandar– Penyelenggaraan kepemiluan yang berkeadilan, transparan, dan akuntabel menjadi tuntutan utama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polman.Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PDM Polman, Syamsuddin S.Ag., M.Pd.I., dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan Publik KPU Kabupaten Polewali Mandar yang digelar hari ini.Forum tersebut dihadiri oleh Ketua dan seluruh Komisioner KPU Polman, Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sulawesi Barat, kalangan akademisi, awak media, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).Dalam forum yang berlangsung di ruang rapat KPU Polman itu, Syamsuddin menyampaikan lima poin penting sebagai masukan konstruktif dari Persyarikatan Muhammadiyah.Pertama, ia menekankan pentingnya pelaksanaan regulasi secara konsisten. Menurutnya, seluruh aturan yang telah dibuat berdasarkan regulasi harus dilaksanakan secara baik, benar, bertanggung jawab, dan berkeadilan untuk semua pihak tanpa terkecuali.Kedua, terkait sosialisasi. KPU diminta untuk lebih masif mensosialisasikan seluruh aturan, khususnya yang berkaitan dengan layanan publik, kepada seluruh instansi terkait, termasuk organisasi masyarakat (Ormas) dan masyarakat umum secara luas.Ketiga, Syamsuddin mendesak agar seluruh tahapan kepemiluan dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Keterbukaan menjadi kunci untuk mencegah kecurigaan publik.Keempat, ia menyoroti persoalan klasik kepemiluan, yakni data pemilih. Ia meminta KPU Polman untuk melakukan perbaikan data kepemiluan secara serius, terutama akurasi data pemilih.Kelima, dan yang paling ditekankan, adalah soal pembangunan kepercayaan publik. Syamsuddin menilai, KPU Polman harus mampu membangun kepercayaan publik, baik secara personal maupun institusional.“KPU Polman harus mampu dan berani melaksanakan serta menegakkan aturan-aturan yang ada tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Hanya dengan begitu apa yang dihasilkan KPU akan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat,” tegas Syamsuddin di hadapan peserta forum, Kamis (30/10).Ia menambahkan, tegaknya aturan tanpa diskriminasi merupakan modal utama untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan demokratis di Bumi Tipalayo.Sementara itu, pihak KPU Polman menyambut baik seluruh masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Muhammadiyah, sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan layanan publik ke depan.Forum Konsultasi Publik ini sendiri merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan untuk menjaring aspirasi publik dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan.
PWMSULBAR.ID - Oktober 1929 adalah bulan yang menentukan dalam sejarah dunia. Di bulan itulah, tiga peristiwa besar terjadi hampir bersamaan, yang menghubungkan Amerika, Palestina, dan sebuah kampung kecil bernama Tjampalagian yang kini menjadi Campalagian, Sulawesi Barat.Pada Oktober 1929, Amerika Serikat mengalami peristiwa paling kelam dalam sejarah ekonominya. Pada 24 Oktober 1929 yang dikenang sebagai "Black Thursday" (Kamis Hitam), pasar saham Wall Street di New York runtuh. Sebanyak 12,9 juta saham diperdagangkan dalam kepanikan. Lima hari kemudian, pada 29 Oktober 1929 atau "Black Tuesday (Selasa Hitam)", 16,4 juta saham diperdagangkan dan harga-harga di NYSE berjatuhan ke titik terendah yang tidak pernah terjadi sebelumnya.Itulah awal dari Great Depression atau Depresi Besar 1929. Depresi ini menjalar ke seluruh dunia, termasuk Hindia Belanda. Harga kopra, karet, dan gula anjlok. Rakyat pribumi menderita.Selain Peristiwa “Great Deppression” di Amerika Serikan Perempuan Palestina di hari Sabtu tanggal 26 Oktober 1929 mengadakan Kongres Perempuan Palesitina pertama atau yang dikelanal dengan First Palestine Arab Women's Congress di Yerusalem (Al-Quds).Arab Women's Association of Palestine / Executive Committee of Arab Women. Ini adalah acara perdana mereka dan menjadi katalis politik perempuan Palestina.Sebanyak 200 hingga 300 perempuan dari seluruh Palestina, Muslim dan Kristen, mewakili berbagai kota. Di antaranya istri-istri tokoh nasional seperti Wahida al-Khalidi dan Amina al-Husseini, dipimpin oleh Salma al-Husseini. Kongres ini yang dipicu oleh kerusuhan Tembok Ratapan (Western Wall) pada Agustus 1929, di mana terjadi bentrokan yang menewaskan 133 Yahudi dan 116 Arab, serta penangkapan 1.300 orang Arab dan vonis mati. Mengakibatkan para Perempuan memutuskan untuk bertindak.Dalam Kongres tersebut mereka membuat empat Tuntutan Kongres:Menolak Deklarasi BalfourMenolak imigrasi Zionis ke PalestinaMenolak kekerasan polisi Inggris dan Ordinance Hukuman KolektifMenuntut perlakuan adil untuk tahanan PalestinaDalam aksi yang sangat terorganisir. Setelah kongres, delegasi perempuan naik mobil konvoi membunyikan klakson ke kediaman High Commissioner Inggris di Yerusalem untuk menyerahkan resolusi, lalu mengunjungi konsul-konsul asing. Mereka menekankan protes damai dengan sit-in dan telegram. Kongres ini dianggap sebagai awal gerakan perempuan modern Palestina, dan kini setiap 26 Oktober diperingati sebagai Hari Nasional Perempuan Palestina.Di waktu yang bersamaan, pada 26 Oktober 1929, ribuan kilometer dari New York dan Yerusalem, sebuah foto bersejarah diambil di Sulawesi.Foto dengan papan tulis berdiri tegak bertuliskan "Groep Moehammadijah - Tjampalagian - 26/10-'29" menjadi tonggak awal gerakan Muhammadiyah di Sulawesi. Foto tersebut mendokumentasikan Utusan Hoofdbestuur (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah bersama pengurus Muhammadiyah Cabang Tjampalagian, yang kini adalah Campalagian, Sulawesi Barat.Dalam foto tersebut tampak H.M. Yunus Anis, utusan Pimpinan Pusat yang duduk mengenakan peci hitam dan sarung, yang kelak menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah. Di sampingnya ada KH. Abdullah, yang kemudian tercatat sebagai Consul (Ketua) Muhammadiyah Celebes Selatan pertama periode 1931-1938.Peristiwa ini terjadi hanya 17 tahun setelah KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912. Di foto itu, mereka menyebutnya "Groep" yang kini kita kenal sebagai Ranting.Dari Ketiga kejadian diatas yang terjadi dalam waktu yang bersamaan, 26 Oktober 1929 - Satu Tanggal, Tiga Pelajaran PeradabanTanggal 26 Oktober 1929 bukan tanggal biasa. Di hari itu, tiga peristiwa besar dunia terjadi bersamaan, yang menjadi cermin bagi kita di Sulawesi Barat hari ini.1. Di Amerika Dunia Runtuh (Great Depression)Pada 24 Oktober 1929, Bursa Wall Street runtuh. Dunia masuk ke Depresi Besar terparah dalam sejarah. Harga kopra, karet, dan gula Hindia Belanda anjlok. Rakyat miskin semakin miskin. Ini adalah simbol kegagalan sistem ekonomi kapitalisme tanpa moral.2. Di Palestina Perempuan BangkitPada 26 Oktober 1929, 300 perempuan Muslim dan Kristen Palestina berkongres untuk pertama kalinya di Yerusalem. Mereka menolak Deklarasi Balfour dan penjajahan Inggris. Ini adalah simbol kekuatan moral dan keberanian sipil melawan penjajahan.3. Di Campalagian Muhammadiyah TegakPada 26 Oktober 1929, hanya 17 tahun setelah Persyarikatan Muhammadiyah didirikan KH. Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912, di Tjampalagian (kini Campalagian, Sulbar), Utusan Hoofdbestuur Muhammadiyah berfoto bersama pengurus (groep) kini disebut ranting. Di saat ekonomi dunia hancur dan penjajahan merajalela, mereka justru mengukuhkan organisasi dakwah dan pendidikan. Ini adalah simbol ketahanan dan visi jangka panjang Islam Berkemajuan.Ketika sistem ekonomi dunia hancur, dan ketika penjajahan merajalela di Palestina, jawaban umat Islam di sebuah kampung kecil di Mandar bukanlah putus asa, melainkan Organisasi.Depresi Besar mengajarkan kita bahwa harta bisa hilang dalam sehari. Kongres Palestina mengajarkan bahwa penjajahan harus dilawan bersama. Dan foto Tjampalagian mengajarkan bahwa membangun sekolah, masjid, dan persyarikatan adalah cara terbaik untuk bertahan dari krisis apapun.Foto 26 Oktober 1929 itu adalah bukti: Muhammadiyah di Sulawesi Barat lahir di tengah badai krisis dunia, namun tetap tegak hingga hampir 100 tahun. Itulah warisan yang harus kita jaga hari ini.Tulisan ini disusun dari berbagai sumberPenyusun : Agung Mansur
“Katanya Sumpah Pemuda, tapi realitanya?1928: Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.2026: Satu nusa dibakar, satu bangsa diadu, satu bahasa dibungkam.Kalimat ini menjadi tamparan sekaligus refleksi bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai tekad untuk melampaui perbedaan demi cita-cita Indonesia merdeka. Namun, pada peringatan Sumpah Pemuda 2026, kita perlu bertanya: sudahkah kemerdekaan benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia?Hari ini, kebakaran hutan dan lahan terus menjadi ancaman lingkungan. Kabut asap tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga berpotensi melintasi batas negara dan berdampak terhadap negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Banjir bandang, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan akses pendidikan, hingga kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menunjukkan bahwa berbagai persoalan mendasar masih membutuhkan penyelesaian serius.Apa artinya satu tanah air jika hutannya terbakar dan lingkungan hidupnya terancam? Apa artinya satu bangsa jika kemiskinan dan ketidakadilan masih membatasi masa depan rakyat? Dan apa artinya satu bahasa jika suara kritis masyarakat tidak mendapatkan ruang yang semestinya?Persoalan tersebut bukan sekadar daftar masalah, melainkan ujian terhadap tanggung jawab negara. Pemerintah harus memastikan kebijakan berjalan efektif, lingkungan terlindungi, pendidikan dapat diakses secara adil, lapangan kerja tersedia, dan program publik dilaksanakan dengan aman serta akuntabel. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka dan seremoni, tetapi harus dirasakan dalam kehidupan nyata masyarakat.Dalam konteks ini, gagasan Tan Malaka tentang kemerdekaan 100% layak menjadi bahan renungan. Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi harus diteruskan menjadi perjuangan menghadirkan kemandirian, keadilan sosial, dan kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyat.Kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui pengibaran bendera dan pidato kebangsaan. Kemerdekaan harus dibuktikan ketika rakyat dapat hidup layak, anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, pemuda memiliki kesempatan bekerja, lingkungan terjaga, dan masyarakat dapat menyampaikan kritik tanpa takut dibungkam.Sebagai Bidang Kader DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat, kami menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah untuk diperingati setiap tahun. Ia merupakan mandat perjuangan bagi generasi muda untuk menjaga tanah air, memperkuat persatuan, dan mengawal keadilan sosial.Kader tidak boleh hanya menjadi kader yang fasih berbicara tentang ideologi, tetapi harus membentuk kader yang mampu membaca realitas, berpikir kritis, dan hadir bersama masyarakat dalam memperjuangkan perubahan. Nasionalisme bukan berarti diam ketika persoalan terjadi. Kritik bukan berarti membenci negara. Justru karena mencintai Indonesia, kita harus berani mengingatkan pemerintah agar setiap amanah dijalankan dengan tanggung jawab.Kami mendesak pemerintah untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan penegakan hukum lingkungan, meningkatkan mitigasi bencana, memperluas akses pendidikan, menciptakan lapangan kerja yang bermartabat, menanggulangi kemiskinan secara terukur, serta memastikan keamanan dan pengawasan program MBG. Semua itu membutuhkan tindakan nyata, evaluasi terbuka, dan pertanggungjawaban yang jelas.Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Kini, tugas kita adalah memastikan bahwa persatuan itu tidak berhenti sebagai slogan.Satu tanah air tidak boleh berarti membiarkan tanahnya rusak. Satu bangsa tidak boleh berarti membiarkan rakyatnya menderita. Satu bahasa tidak boleh berarti membungkam suara kebenaran.Jangan biarkan Sumpah Pemuda menjadi romantisme sejarah di tengah persoalan bangsa yang belum tuntas. Jangan hanya merayakan persatuan ketika keadilan belum dirasakan. Jangan hanya berbicara tentang kemajuan ketika rakyat masih berjuang untuk kehidupan yang layak.Sebab, merdeka bukan hanya tentang siapa yang memegang kekuasaan, melainkan tentang apakah rakyat benar-benar merasakan kemerdekaan itu.Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.Merawat ideologi, meneguhkan kebangsaan, dan memperjuangkan kemerdekaan yang bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.Oleh Muh. Fadli H, S.E.Ketua Bidang Kader DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi BaratFastabiqul Khairat!
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar — Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Indonesia Timur yang diselenggarakan Pimpinan Cabang IMM Polewali Mandar resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Aula Hotel Suci, Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Acara pembukaan dibuka langsung oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Polewali Mandar, Muslimin, S.Pd. Amanat utama perkaderan disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, S.Pd.I., M.Pd.I.Dalam amanatnya, H. Ismail Ibrahim menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur. Ia menegaskan, PID bukan sekadar pelatihan keterampilan menyampaikan materi, melainkan proses pembentukan kader yang memahami ideologi, berkarakter kuat, dan siap menjadi teladan."Seorang instruktur tidak cukup hanya pandai berbicara. Instruktur adalah penanam nilai dan pembentuk karakter. Semangatlah menjadi kader yang tidak hanya hafal konsep, tetapi mampu mewujudkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan nyata," tegasnya.Ia juga mengingatkan bahwa perkaderan adalah jantung keberlangsungan organisasi Muhammadiyah. Pertemuan lintas daerah ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, saling berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas perkaderan IMM di wilayah Indonesia Timur.Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia Timur, didampingi para instruktur dan narasumber, serta dihadiri jajaran pengurus Muhammadiyah dan Ketua PDA Polman serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan diharapkan melahirkan instruktur-instruktur yang berkualitas, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar — Bekerja dengan sungguh-sungguh bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari ibadah, amanah, dan jalan meraih berkah. Hal itu disampaikan Kepala Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ITBM Polman, Apt. Miftahurrahman Hafid, M.PH., M.M., dalam Kultum Islami di Musholla ITBM Polman, Minggu (26/10/2026).Kultum yang dilaksanakan ba'da Shalat Dzuhur tersebut mengusung tema "Bekerja dengan Sungguh-Sungguh: Ibadah, Amanah, dan Jalan Meraih Berkah".Miftahurrahman menjelaskan, Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan ikhtiar. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 105: "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin." Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap pekerjaan berada dalam pengawasan Allah, sehingga seorang muslim harus tetap bekerja dengan baik meskipun tanpa pengawasan manusia.Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya profesionalitas melalui prinsip ihsan. Dalam HR. Muslim No. 1955 disebutkan: "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (berbuat baik dengan sebaik-baiknya) atas segala sesuatu." Artinya, bekerja tidak asal selesai, tetapi harus berkualitas, tepat waktu, jujur, dan penuh tanggung jawab sebagai cerminan iman.Ia menambahkan, bekerja merupakan ikhtiar mencari karunia Allah sebagaimana dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 10: "Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah." Rezeki yang halal, meski sederhana, akan membawa ketenangan dan keberkahan dibandingkan rezeki banyak yang diperoleh dengan cara tidak benar.Melalui kultum tersebut, Kepala Pusat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ITBM Polman mengajak seluruh pegawai di lingkup kampus ITBM Polman untuk bekerja dengan sungguh-sungguh serta mengharapkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT."Bekerja keras adalah ikhtiar, bekerja jujur adalah akhlak, bekerja amanah adalah tanggung jawab, dan mengharapkan rida Allah adalah tujuan," tutupnya.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Polewali Mandar menggelar Pelatihan Instruktur Dasar (PID) se-Indonesia Timur. Kegiatan tersebut digelar di Aula Hotel Suci, Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (26/10/2026).PID kali ini mengusung tema “Merawat Ideologi, Meneguhkan Kebangsaan, dan Merekonstruksi Peran Instruktur dalam Melahirkan Kader Transformatif”.Ketua Umum PC IMM Polewali Mandar, Muh. Rivaldi, dalam sambutannya mengatakan, PID ini menjadi check point penting bagi IMM Polman untuk melahirkan instruktur.“Sejak terbentuknya PC IMM Polman pada tahun 2023, PID tahun 2026 ini adalah PID pertama. Ini merupakan ikhtiar kami di IMM Polman,” ujarnya.Rivaldi menegaskan, IMM tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi ingin mencetak kader yang berkualitas, kuat secara keilmuan dan keislaman, serta siap berjuang di jalan Allah.Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 7: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”Ia berharap kader yang lahir dari PID ini tidak hanya sekadar mengikuti agenda, tetapi mampu mentransformasikan keilmuan yang dimiliki.“Harapannya kader PID hari ini tidak hanya menjadi kader semata, tetapi dapat menjadi penggerak dan pelanjut estafet kepemimpinan serta perjuangan IMM di Polewali Mandar,” harapnya.Menurutnya, menjadi instruktur adalah tanggung jawab besar yang harus dikawal dengan kesungguhan.“PID ini adalah langkah kecil menuju langkah-langkah besar selanjutnya. Jadikan instruktur sebagai pelopor untuk menyalakan api perjuangan yang tak pernah padam,” tutupnya.
PWMSULBAR.ID, Mamuju Tengah - Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah (PIMDA) 357 Mamuju Tengah telah terlaksana dengan lancar dan khidmat.Kegiatan dilaksanakan pada Jum'at - Ahad, 23-25 Oktober 2026, Bertempat di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Topoyo.Aswandi menyampaikan bahwa sebanyak 55 orang siswa Tapak Suci mengikuti ujian tersebut dengan penuh semangat dan disiplin tinggi. Kegiatan dilaksanakan di lapangan terbuka dengan menampilkan kekompakan, ketaatan, serta jiwa kesatria khas kader Tapak Suci.“Alhamdulillah, 55 Siswa ikuti ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci PIMDA 357 Mateng di Ponpes Darul Arqam Topoyo,” Kata Aswandi.Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan kader Muhammadiyah yang tangguh secara fisik, kuat iman dan berakhlak mulia.PIMDA 357 Mamuju Tengah berharap melalui UKT ini, para siswa semakin meningkatkan kualitas diri dan siap mengharumkan nama Tapak Suci Putera Muhammadiyah di kancah daerah maupun nasional.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Muh. Fadli H. Ketua Bidang Kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat menegaskan pentingnya merawat ideologi, meneguhkan kebangsaan, dan merekonstruksi peran instruktur dalam melahirkan kader transformatif.Penegasan itu disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) yang diselenggarakan PC IMM Polewali Mandar Senin, 26 Oktober 2026 di Aula Hotel Hoci Wonomulyo, dengan mengusung tema Merawat Ideologi, Meneguhkan Kebangsaan, dan Merekonstruksi Peran Instruktur dalam Melahirkan Kader Transformatif.Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan refleksi tentang arah perkaderan IMM hari ini."Ada tiga hal penting yang perlu kita renungkan bersama. Pertama, merawat ideologi. Kedua, meneguhkan kebangsaan. Ketiga, merekonstruksi peran instruktur," ujarnya.Ia menjelaskan, IMM bukan sekadar organisasi tempat mahasiswa berkumpul dan melaksanakan berbagai kegiatan. IMM adalah gerakan mahasiswa Islam yang memiliki identitas, nilai, dan cita-cita perjuangan. Ideologi bukan hanya untuk dihafalkan dalam forum perkaderan, tetapi harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak."Jangan sampai kita berbicara tentang intelektualitas, tetapi kehilangan tradisi membaca dan berpikir kritis. Jangan sampai kita berbicara tentang humanitas, tetapi tidak peka terhadap persoalan kemanusiaan. Jangan sampai kita menyerukan religiositas, tetapi perilaku kita jauh dari nilai-nilai Islam," tegasnya.Menurutnya, instruktur memiliki tanggung jawab besar. Instruktur bukan sekadar penyampai materi, melainkan penjaga nilai, pengarah proses, dan teladan bagi kader.Pada poin kedua tentang meneguhkan kebangsaan, ia menekankan bahwa keislaman dan kebangsaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Kader IMM adalah kader persyarikatan sekaligus bagian dari generasi bangsa yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia."Kader IMM harus mampu hadir dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan daerah. Khususnya di Sulawesi Barat, jangan sampai kita begitu lantang berbicara tentang perubahan di ruang diskusi, tetapi tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," pesannya.Sementara pada poin ketiga, ia menjelaskan mengapa peran instruktur perlu direkonstruksi. Tantangan kader hari ini terus berubah akibat perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan kompleksitas persoalan sosial yang menuntut pendekatan perkaderan yang relevan."Rekonstruksi bukan berarti meninggalkan ideologi dan tradisi IMM, tetapi memperkuat cara kita mendidik, membimbing, dan mendampingi kader agar mampu menjawab tantangan zamannya," jelasnya.Ia menambahkan, keberhasilan instruktur tidak hanya diukur dari seberapa baik menyampaikan materi, tetapi juga dari kemampuannya menumbuhkan kesadaran dan mendorong perubahan dalam diri kader.Sebagai Ketua Bidang Kader DPD IMM Sulbar, Muh. Fadli H., menegaskan bahwa perkaderan adalah jantung keberlanjutan organisasi. Masa depan IMM tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi oleh kualitas kader yang dilahirkan.Ia berharap seluruh peserta mengikuti PID dengan sungguh-sungguh, tidak hanya mengejar sertifikat, melainkan memahami bahwa menjadi instruktur adalah amanah untuk menentukan kualitas generasi kader IMM berikutnya. Ia juga berharap PC IMM Polewali Mandar terus memperkuat sistem perkaderan yang berkelanjutan."Ingatlah, ideologi harus dirawat agar gerakan tidak kehilangan arah, kebangsaan harus diteguhkan agar perjuangan tidak kehilangan orientasi, dan instruktur harus terus bertransformasi agar mampu melahirkan kader yang membawa perubahan," pungkasnya.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) tampil memukau dan menyedot perhatian ribuan peserta dalam peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (22/10).Bertempat di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Wonomulyo, 11 pesilat dari PIMDA 133 Tapak Suci Polman dan siswa Sekolah Muhammadiyah menampilkan atraksi seni beladiri, jurus, dan ketangkasan yang disambut meriah oleh para santri, kiai, dan masyarakat yang hadir.Ketua Panitia Hari Santri Kecamatan Wonomulyo Zainal Abidin, S.Pd., menyampaikan, penampilan Tapak Suci menjadi simbol bahwa santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga kuat secara fisik dan mental untuk membela agama, bangsa dan persyarikatan."Ini bukti bahwa kader Muhammadiyah siap menjadi santri yang tangguh, berakhlak mulia dan cinta tanah air," ujarnya.Penampilan dibuka dengan ikrar santri, dilanjutkan dengan demonstrasi jurus tunggal, dan jurus beregu yang menunjukkan kekompakan dan disiplin tinggi para pesilat.Akiong Ketua Pimda 133 TSPM Polman yang juga pelatih Tapak Suci, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini adalah bagian dari syiar dakwah Muhammadiyah melalui jalur seni dan olahraga."Kami ingin menunjukkan bahwa Tapak Suci adalah budaya Islami yang melahirkan generasi yang beriman dan berilmu," ungkapnya.Acara Upacara peringatan Hari Santri di Wonomulyo tahun ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" dan di Pimpin oleh Budianty Bestari Camat Wonomulyo, dan dihadiri KUA, Pimpinan Pondok Pesantren, Tokoh Agama, serta ratusan santri dari pondok pesantren dan madrasah se-Kecamatan Wonomulyo.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Kapolda Sulawesi Barat bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) dan Ortom Muhammadiyah di Aula UNIMAJU, Jumat (23/10/2026).Silaturahmi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian, organisasi keagamaan, dan perguruan tinggi dalam menjaga keamanan dan membangun peradaban di Sulawesi Barat.Rektor UNIMAJU H. Muh. Tahir, M.Si, dalam laporannya menyampaikan transformasi pesat kampus sejak berubah dari STIEM menjadi Universitas pada 2021. Jika awalnya hanya memiliki dua program studi, kini UNIMAJU telah memiliki tujuh program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 2.000 orang, lebih dari 100 dosen dan 20 tenaga kependidikan.Pertumbuhan ini, kata Rektor, menjadi kebanggaan sekaligus tantangan. Kampus yang terus berkembang membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif untuk proses pendidikan, sehingga kerjasama dengan kepolisian menjadi sangat penting.Lebih lanjut, silaturahmi ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial, namun dilanjutkan dengan langkah konkret seperti komunikasi antar lembaga, edukasi hukum bagi mahasiswa, pencegahan kekerasan dan narkoba, literasi digital, hingga penanganan gangguan keamanan di lingkungan kampus.“Keamanan bukan hanya urusan polisi, pembinaan moral bukan hanya urusan organisasi keagamaan. Keamanan butuh kesadaran, kesadaran butuh pendidikan, dan pendidikan butuh lingkungan yang terlindungi,” kata Rektor.Sementara itu, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Ketua PWM Sulawesi Barat dalam sambutannya menekankan persamaan misi antara Muhammadiyah dan Polri. Muhammadiyah berdakwah melalui pendidikan, pembinaan akhlak dan amar ma'ruf nahi munkar, sementara kepolisian menegakkan hukum dan menjaga ketertiban.“Cara berbeda, tujuan sama. Muhammadiyah menguatkan kesadaran moral, kepolisian menjaga ketertiban berdasarkan hukum. Keduanya bertemu dalam tujuan menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan berkeadaban,” ujarnya mengutip semangat QS. Al-Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa.Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Totok Suharyanto, S.I.K,. M.Hum., menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendampingi dan memberikan perlindungan. Polda Sulbar membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi PWM Sulbar dan UNIMAJU jika membutuhkan dukungan kepolisian dalam pencegahan gangguan kamtibmas.Dengan sinergi ini, diharapkan UNIMAJU dan Muhammadiyah bersama Polri dapat bersama-sama merawat Sulawesi Barat yang aman, berakhlak, dan berkemajuan.
PWMSULBAR.ID, Mapilli– Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) pada Jumat, 23 Oktober 2026 di Ruang Pertemuan Kampus ITBM Polewali Mandar, Mapilli.Musypimda dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Polman, Pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.Sekretaris PDM Polman, Muslimin Ramli, S.Pd menyampaikan bahwa Musypimda ini digelar untuk membahas kekosongan jabatan Ketua PDM Polewali Mandar yang berhalangan tetap."Setelah melalui mekanisme organisasi sesuai AD/ART Persyarikatan, Musypimda secara resmi mengangkat Syamsuddin, S.Ag., M.Pd.I sebagai Ketua PDM Polewali Mandar menggantikan Almarhum H. Abd. Azis Ghozal," ujar Muslimin.Selain agenda pengangkatan Ketua PDM yang baru, Musypimda juga membahas dinamika dan perkembangan organisasi, serta penguatan konsolidasi gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Polewali Mandar ke depan.Dengan terpilihnya ketua baru, diharapkan roda organisasi Muhammadiyah Polman semakin solid dan berkemajuan.
PWMSULBAR.ID, Mamuju– World Cleanup Day (WCD) yang digelar di Mamuju pada Jumat, 23 Oktober 2026 bukan sekadar gerakan memungut sampah, namun menjadi ujian kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Apel kegiatan dipusatkan di Taman Perpustakaan Mamuju dipimpin Asisten II Bupati Mamuju dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur.Lebih dari 100 orang dari Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) turut ambil bagian menyusuri Pantai Arteri Mamuju. Dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mamuju yang mengerahkan pasukan kuning, truk pengangkut dan kantong sampah terpilah, dalam waktu dua jam kawasan sepanjang dua kilometer Jalan Arteri Mamuju kembali bersih dari dominasi sampah plastik dan residu.Tim UNIMAJU berkonsentrasi di Kilometer 2 Arteri, tepat di depan Kantor Balai Besar Jalan dan Jembatan yang juga menjadi kawasan wisata renang warga setiap hari Ahad. Lokasi tersebut memiliki makna khusus bagi UNIMAJU, karena menjelang Milad 6 Juni 2026 lalu, kawasan itu telah dibersihkan dan ditanami sekitar 100 pohon kelapa. Rektor UNIMAJU Dr. H. Muh. Tahir, M.Si yang turut memimpin kegiatan juga melakukan pengecekan terhadap tanaman tersebut sebagai bentuk komitmen keberlanjutan. Rektor UNIMAJU menekankan agar kebersihan Pantai Arteri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, perlu ada aturan yang jelas, pengawasan harian, dan penegakan sanksi tegas bagi pelanggar. Pelaku UMKM yang memanfaatkan ruang publik harus bertanggung jawab atas kebersihan di sekitar lapaknya, pengunjung wajib membuang sampah pada tempatnya, serta perusakan pohon dan fasilitas umum harus ditindak.Rektor menegaskan, persoalan sampah bukan semata kurangnya petugas kebersihan, melainkan kegagalan membangun disiplin. Karena itu Pemkab Mamuju bersama DLHK didorong menjadikan Jalan Arteri sebagai kawasan percontohan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dengan penyediaan tempat sampah terpilah, pengangkutan teratur, pelibatan masyarakat dalam pemeliharaan tanaman, dan penindakan yang adil dan konsisten.UNIMAJU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan di ruang kuliah, tetapi mewujudkannya dalam aksi nyata. Keberhasilan WCD, tegasnya, bukan diukur dari banyaknya sampah yang diangkut atau ramainya peserta apel, melainkan dari semakin sedikitnya sampah yang dibuang sembarangan dan konsistensi masyarakat menjaga pantai tanpa harus menunggu seremoni tahunan.
PWMSULBAR.ID, Polman – Produk lokal perempuan nelayan Desa Laliko, Polewali Mandar, didorong untuk masuk ke pasar digital melalui penguatan kapasitas pemasaran, pengemasan, dan pemanfaatan media sosial. Komitmen itu diwujudkan lewat pelatihan yang digelar Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut identifikasi peluang usaha perempuan nelayan terdampak pada Juli lalu.Ketua KNTI Polewali Mandar, Muhsin, mengatakan produk lokal warga sebenarnya punya nilai jual tinggi jika dikelola dengan baik. Menurutnya, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan hingga produk olahan, semuanya bisa menjadi sumber penghasilan apabila didukung inovasi, kualitas yang terjaga, kemasan menarik, dan pembangunan merek yang sesuai dengan karakter potensi lokal.Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan pemahaman tentang strategi pemasaran di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Selain kualitas produk, kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.Sementara itu, Dosen Komunikasi dan Bisnis ITBM Polewali Mandar, Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara optimal tanpa meninggalkan metode konvensional yang sudah dikenal masyarakat. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian usaha perempuan nelayan melalui penguasaan pemasaran daring, penentuan target pasar, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan transaksi digital.Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapat materi pengemasan produk, tetapi juga pendampingan langsung membuat dan mengelola media sosial sebagai sarana promosi hasil olahan lokal. Dengan begitu, pelaku usaha diharapkan mampu memperkenalkan produk secara lebih luas dan membangun komunikasi yang efektif dengan konsumen.Melalui pendampingan berkelanjutan, KNTI dan ITBM berharap produk lokal tidak hanya bertahan di pasar setempat, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Transformasi digital ini bukan sekadar memindahkan jual beli ke media sosial, melainkan upaya membangun kemandirian usaha, memperkuat identitas produk lokal, dan membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi perempuan nelayan dan keluarganya.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) pada Ahad, 7 Jumadil Ula 1448 H / 18 Oktober 2026 M di Universitas Muhammadiyah Mamuju.Mengusung tema “Konsolidasi Gerakan, Penguatan Amal Usaha, dan Transformasi Dakwah Untuk Muhammadiyah Yang Berkemajuan”, kegiatan ini dihadiri pimpinan daerah, cabang, ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah se-Mamuju.Kegiatan Musypimda dihadiri oleh Ketua PWM Sulbar, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, unsur Pimpinan Cabang, Ortom, serta Amal Usaha Muhammadiyah se-Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan konsolidasi internal dan evaluasi gerakan persyarikatan.Melalui Musypimda ini, PDM Mamuju menegaskan komitmen untuk memperkuat peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai pilar dakwah dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendorong transformasi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.Forum Musypimda juga diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis untuk penguatan organisasi, perluasan dakwah, serta sinergi antara PDM dengan seluruh elemen Muhammadiyah di Mamuju dalam mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan.Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dalam sambutannya menegaskan empat poin penting sebagai agenda kebangkitan Muhammadiyah Mamuju ke depan.Pertama, Konsolidasi Cabang dan Ranting. Ketua PWM menekankan bahwa Muhammadiyah Mamuju tidak boleh hanya hidup di Kota Mamuju. Muhammadiyah harus hadir di seluruh kecamatan."Hidupkan kembali Cabang dan Ranting yang mati. Salah satu caranya adalah dengan menghidupkan kembali pengajian yang menjadi roh Muhammadiyah," tegasnya.Kedua, Kaderisasi Ideologi. Ia mengingatkan pentingnya penguatan ideologi di kalangan kader muda."Jangan sampai anak-anak IMM dan IPM kita hebat dalam organisasi, tapi rapuh dalam pemahaman dan pengamalan agama sesuai paham Muhammadiyah. Mari memperkuat kembali Baitul Arqam dan Darul Arqam secara berjenjang," ujarnya.Ketiga, Semangat Tajdid sebagai Karakter Islam Berkemajuan. Muhammadiyah harus berani berinovasi dan menjawab tantangan zaman."Kita harus berani berinovasi. Jangan terhalang dengan aturan yang kita buat sendiri yang dapat menghambat inovasi sebagai pengurus Muhammadiyah. Muhammadiyah yang berkemajuan adalah Muhammadiyah yang menjawab tantangan zaman, bukan yang hanya bernostalgia," ungkapnya.Keempat, Semangat Kebersamaan dan Ukhuwah. KH. Wahyun Mawardi mengajak seluruh pimpinan dan pengurus untuk mengedepankan musyawarah dan kekompakan."Jauhi sifat individual dan kedepankan musyawarah," pesannya.Musypimda ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah yang lebih luas dan berkemajuan di Kabupaten Mamuju.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Di usia senjanya, Husnah Karim (69) memilih jalan yang tak semua orang berani ambil. Ia mewakafkan rumah dan tanah miliknya untuk Muhammadiyah.Bukan karena berlebih harta, tapi karena ingin sisa hidupnya lebih bermakna. Rumah seluas 98 meter persegi tipe 36 di Kelurahan Madatte, Polewali, Polman, yang ia miliki, kini ia ikhlaskan menjadi Rumah Tahfidz Al-Qur'an dan TK Tahfidz di bawah binaan ‘Aisyiyah Muhammadiyah.“Saya wakafkan dengan ikhlas, tanpa paksaan dari siapapun. Saya ingin selamanya, selama tanah ini dipakai untuk mengaji, pahalanya terus mengalir,” begitulah kira-kira ketulusan yang tertulis dalam surat pernyataan wakaf yang ia tandatangani pada 16 Oktober 2026 lalu.Surat itu ditandatangani di atas materai, disaksikan oleh para notaris, tokoh masyarakat, dan diterima langsung oleh PDM Polewali Mandar sebagai Nazir Wakaf.Bagi Husnah, ini bukan sekadar melepas sertipikat rumah atas namanya. Ini tentang menitipkan harapan. Ia membayangkan, di rumah yang dulu sepi, kelak akan ramai suara anak-anak kecil menghafal Al-Qur'an.Ketua PWA Sulawesi Barat Hj. Sunarti Marlianti, menyambut wakaf ini dengan haru. “Ini adalah teladan keikhlasan. Di saat banyak orang mengejar dunia, Ibu Husnah justru menyiapkan bekal akhiratnya dengan amal jariyah yang luar biasa,” ujarnya.Kelak, di atas tanah wakaf itulah, lantunan ayat suci akan menggema setiap hari. Dari Polewali, dari sebuah rumah kecil yang diwakafkan dengan cinta yang besar.Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.
Oleh: Muh. Tahir PWMSULBAR.ID - Kepergian seseorang yang selama ini hadir dalam banyak ruang perjuangan bukan sekadar kehilangan seorang pribadi. Ada jejak pengabdian yang ikut kita rasakan, ada ruang kebersamaan yang tiba-tiba terasa lengang, dan ada kenangan yang tidak mudah selesai hanya dengan kata-kata.Begitulah rasa kehilangan ketika mengenang H. Abd. Azis Ghozal, seorang kader Persyarikatan Muhammadiyah yang dikenal aktif, tekun, dan memiliki perhatian besar terhadap gerak langkah Muhammadiyah, khususnya di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.Saya dan banyak kader Muhammadiyah tentu memiliki kenangan masing-masing bersama beliau. Kami sering bertemu dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat. Pertemuan-pertemuan itu bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ruang bertukar pikiran, menyambung silaturahmi, dan membicarakan bagaimana Persyarikatan terus bergerak menghadirkan kemajuan.Salah satu yang menggambarkan kesungguhan beliau adalah ketika menghadiri Tanwir Muhammadiyah di Ambon dengan biaya sendiri. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sebuah perjalanan menghadiri agenda organisasi. Namun bagi seorang kader, kehadiran tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih dalam: kesediaan berkorban, kesungguhan mengikuti dinamika Persyarikatan, dan kecintaan terhadap Muhammadiyah.Pada periode ini, amanah yang dipercayakan kepada beliau juga tidak sedikit. Beliau dipercaya sebagai Ketua PDM Polewali Mandar, Anggota PWM Sulawesi Barat, serta BPH ITBM Polewali Mandar.Rangkaian amanah tersebut menunjukkan betapa luas ruang pengabdian yang telah beliau jalani. Karena itu, kepergian beliau bukan kehilangan yang sederhana. Muhammadiyah kehilangan salah satu kader yang mengambil bagian dalam banyak urusan penting Persyarikatan.Rumah yang Menjadi Ruang KebersamaanAda satu hal yang mungkin sederhana, tetapi justru sangat membekas.Rumah kediaman H. Abd. Azis Ghozal seakan menjadi salah satu ruang pertemuan informal Muhammadiyah di Polewali Mandar. Banyak teman, kader, dan tokoh Muhammadiyah pernah bertemu, berdiskusi, bahkan beristirahat di rumah beliau. Rumah itu menjadi tempat bertemunya banyak gagasan dan kepentingan Persyarikatan.Dalam perjalanan sebelumnya, ruang kebersamaan semacam itu juga terasa di rumah H. Muh. Asli Kaduppa (Ketua PDM Polman 2005-2010) dan H. Mansur (Sekretaris PWM Sulbar Pertama), terutama pada periode kepemimpinan Bapak H. Muh. Yusuf Tuali (Ketua PWM Sulbar Pertama). Kini, ketika H. Abd. Azis Ghozal telah pergi, kita kembali menyadari bahwa rumah-rumah semacam itu sesungguhnya bukan hanya bangunan. Ia adalah bagian dari sejarah kecil perjuangan Muhammadiyah — tempat silaturahmi, tempat membicarakan persoalan umat, dan tempat lahirnya berbagai prakarsa.Ketika orangnya telah tiada, suasana itulah yang akan paling dirindukan.Ketika Kehilangan Menjadi PesanAl-Qur'an mengingatkan kita bahwa kehidupan dan kematian adalah bagian dari ketetapan Allah. Allah berfirman:"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-'Ankabut: 57)Ayat ini mengajarkan bahwa kematian bukan akhir dari seluruh makna pengabdian. Yang pergi meninggalkan kita, tetapi amal, keteladanan, gagasan, dan kebaikannya dapat terus hidup melalui orang-orang yang meneruskannya.Karena itu, mengenang H. Abd. Azis Ghozal tidak semestinya berhenti pada kesedihan.Justru dari kepergian beliau, kita perlu bertanya: apa yang dapat kita lanjutkan dari apa yang telah beliau mulai?Prakarsa beliau, keaktifannya menghadiri kegiatan Persyarikatan, kesediaannya mengambil amanah, keseriusannya mengurus Muhammadiyah, serta kemauannya hadir dalam berbagai ruang perjuangan adalah teladan yang patut diteruskan.Muhammadiyah tidak boleh kehilangan semangat hanya karena kehilangan seorang kader. Sebaliknya, kehilangan seorang kader harus menjadi momentum untuk melahirkan kader-kader baru yang lebih kuat, lebih ikhlas, lebih berani mengambil tanggung jawab, dan lebih sungguh-sungguh membangun Persyarikatan.Sebab Muhammadiyah adalah gerakan yang tidak berhenti pada satu orang. Ia hidup karena ada kader-kader yang terus menyambung estafet perjuangan.Selamat jalan, H. Abd. Azis Ghozal. Terima kasih atas jejak pengabdian dan keikhlasan yang telah engkau tinggalkan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju menggelar Kemah Kenaikan Tingkat Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Patti'di, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan, Mamuju.Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Mudir MBS At-Tanwir Mamuju, Dr. Furqan Mawardi, S.Pd.I., M.P.I., pada tanggal 20 Oktober 2026. Kemah ini diikuti oleh santri kelas 2 dan kelas 3 SMP At-Tanwir Mamuju.Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi dari Pengurus Qobilah Padvinder Dewantara Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan kepanduan Hizbul Wathan.Dalam salah satu sesi motivasi, disampaikan kutipan penyemangat bagi para pandu, "Hidup dalam kemuliaan atau meninggal dalam keadaan syahid." Kutipan tersebut menjadi spirit untuk menanamkan jiwa keikhlasan dan perjuangan pada diri santri.Puncak acara dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Hari Santri 2026 dan pelantikan bagi pandu yang telah berhasil naik ke tingkat berikutnya.Kegiatan kemah ini diharapkan mampu membentuk karakter santri yang tangguh, berjiwa pemimpin, dan memiliki militansi sebagai kader Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Barat. Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) resmi mendapat izin pembukaan Program Studi baru, yakni S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga.Izin tersebut terbit berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia Nomor: 1223/B/O/2026.Atas capaian tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh sivitas akademika Unimaju.Dengan dibukanya prodi baru ini, Unimaju diharapkan semakin berperan dalam mencetak tenaga pendidik dan pelatih olahraga yang profesional, berdaya saing, serta berkarakter Islami dan berkemajuan.Kehadiran Prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga keolahragaan yang berkualitas di wilayah Sulawesi Barat dan Indonesia Timur pada umumnya.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Sebuah amal jariyah bernilai besar diwujudkan oleh seorang warga di Kecamatan Wonomulyo. Husnah Karim secara resmi mengikrarkan wakaf sebidang tanah pertanian (sawah) seluas ± 11.493 meter persegi untuk Persyarikatan Muhammadiyah.Wakaf tersebut diserahkan untuk selama-lamanya kepada organisasi keagamaan dan sosial Persyarikatan Muhammadiyah melalui Amal Usaha Muhammadiyah Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Ikrar wakaf tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Wakaf Atas Tanah yang ditandatangani di Polewali Mandar pada 16 Oktober 2026. Dalam surat tersebut disebutkan tanah wakaf dengan Sertifikat Hak Milik atas nama Husnah Karim, dengan status hak milik yang kini telah beralih sepenuhnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Nazir Wakaf.Husnah Karim menyatakan bahwa wakaf ini dilakukan atas kemauan dan keikhlasan sendiri, dalam keadaan sehat, tanpa paksaan dari pihak manapun.Surat wakaf tersebut ditandatangani oleh wakif Husnah Karim dan diterima oleh Nazir dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar, Ketua H. Abd. Azis Ghozal.Prosesi wakaf turut disaksikan oleh para saksi yakni Rahmi M, Hj. Sunarti Marlianti, S.H., M.Kn., H. Syarief Rahmat Tasman, S.H., Sp.N., dan Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si., serta diketahui oleh Kepala Desa Banua Baru.Hj. Sunarti Marlianti, S.H., M.Kn., Ketua PW ‘Aisyiyah Sulawesi Barat mengatakan bahwa dengan adanya wakaf ini, diharapkan aset tersebut dapat dikelola, dikembangkan dan dilindungi oleh ITBM Polman sebagai harta benda wakaf yang produktif untuk kepentingan pendidikan dan dakwah persyarikatan.Senada dengan itu H. Syarief Rahmat Tasman, S.H., Sp.N., Ketua PWM Sulawesi Barat mengatakan ucapan terimakasih kepada pewakaf atas kepercayaan kepada persyarikatan Muhammadiyah dan Insya Allah tanah ini akan dikelolah dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Barat melaksanakan silaturrahim bersama Civitas Akademika Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor serta Civitas Akademika ITBM Polman dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan di kampus ITBM Polman.Dalam pertemuan tersebut, Ketua PWM Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd, menyampaikan dorongan dan komitmen penuh PWM Sulbar untuk pengembangan ITBM Polman.PWM Sulawesi Barat mendorong agar ITBM Polman mempercepat proses perubahan bentuk dari Institut menjadi Universitas sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 di Medan."Ini menjadi target dan ikhtiar bersama kita. PWM Sulawesi Barat mendorong agar ITBM Polman mempercepat perubahan bentuk dari Institut menjadi Universitas sebelum Muktamar 2027 di Medan," tegas Dr. KH. Wahyun Mawardi.Ia menilai, transformasi menjadi universitas sangat penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas cakupan program studi, serta memperkuat peran ITBM Polman sebagai pusat pendidikan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan di Sulawesi Barat.Silaturrahim ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan sinergi antara persyarikatan dengan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Senin 19 Oktober 2026, Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Barat melaksanakan silaturrahim bersama Civitas Akademika Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Kegiatan silaturrahim tersebut disambut langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor bersama karyawan dan Staf ITBM Polman. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.Silaturrahim ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan konsolidasi antara persyarikatan dengan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. Ketua PWM Sulbar KH. Wahyun Mawardi, M.Pd, menyampaikan bahwa Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Barat senantiasa mendukung dan mendoakan ITBM Polman dalam berbagai hal terkait pengembangan institusi, penguatan peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam memajukan pendidikan, serta komitmen bersama untuk memajukan ITBM Polman sebagai kampus unggul di Sulawesi Barat menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.Rektor ITBM Polman menyampaikan jika kehadiran PWM dan PWA Sulbar di ITBM Polman diharapkan dapat semakin mempererat ukhuwah dan kolaborasi dalam menjalankan misi dakwah dan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan.Adapun rombongan PWM yang hadir dalam pertemuan ini Ketua Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Sekretaris H. Ismail Ibarhim, M.Pd.I, Bendahara Nasruddin BM, dan Anggot Ir. H. Nur Parenteang, Firman Haris, M.Pd.I., H. Syarief Rahmat Tasman, S.H., Sp.N., Ketua PWA Sulbar Hj. Sunarti Marlianti, S.H., M.Kn., Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Serta Pemeriksaan Halal dan Kajian Thoyibah PWM Sulawesi Barat H. Marzuki dan Muh. Ilham, M.Pd.I Sekretaris Eksekutif PWM.
PWMSULBAR.ID, BALANIPA – Pemerintah Desa Sabang Subik resmi meluncurkan website desa sebagai langkah maju dalam pelayanan publik dan transparansi informasi, Kamis (16/10/2026) pukul 15.30 WITA. Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Kegiatan launching berlangsung khidmat dan interaktif.Hadir dalam acara tersebut jajaran aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabang Subik, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu PKK, serta perwakilan remaja masjid.Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN ITBM Polman, Salman Unding, dalam sambutannya menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, era digital menuntut pemerintahan desa untuk terus bertransformasi agar tidak tertinggal dan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat.Dukungan penuh juga disampaikan Ketua BPD Desa Sabang Subik, Takrim. Ia mengapresiasi peluncuran platform digital tersebut dan menilai website desa merupakan program yang sangat tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern."Website ini menjadi program yang sangat tepat bagi desa untuk mempermudah akses komunikasi serta pelayanan kepada masyarakat," ujar Takrim.Sebagai puncak acara, sesi pengenalan dan pemaparan fitur website dibawakan oleh Sitti Mardianah Nafisah, mahasiswi KKN ITBM Polman. Ia menjelaskan berbagai menu dan kemudahan akses yang tersedia, mulai dari pusat informasi publik hingga sarana administrasi pelayanan warga. Melalui website ini, diharapkan tata kelola pemerintahan Desa Sabang Subik berjalan semakin efektif, transparan, dan mendekatkan layanan kepada warga.Laporan: FitrianiMahasiswa KKN ITBM Polman Posko Sabang Subik
PWMSULBAR.ID, BALANIPA – Suasana penuh keakraban dan rasa bangga menyelimuti Desa Sabang Subik, Kamis (16/10/2026). Tepat pukul 11.00 WITA, rangkaian kegiatan perlombaan miniatur Lopi Sandeq resmi ditutup dengan agenda penyerahan trofi kepada para pemenang.Ajang yang memperebutkan juara satu hingga enam ini merupakan wujud kolaborasi harmonis antara Pemerintah Desa Sabang Subik dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Panitia menyiapkan enam buah trofi eksklusif bagi para juara. Menariknya, keenam trofi tersebut merupakan buah karya dari program kerja yang direalisasikan langsung oleh mahasiswa KKN ITBM Polman Posko Desa Sabang Subik. Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat karena menampilkan kreativitas sekaligus menjadi cinderamata bernilai bagi para pemenang.Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., hadir langsung menyerahkan trofi sekaligus memberikan sambutan penutup yang sarat makna kekeluargaan. Ia menekankan bahwa esensi perlombaan ini bukan sekadar mencari siapa yang paling unggul, melainkan mempererat silaturahmi dan merayakan kebersamaan warga."Kompetisi ini bukan berarti mencari siapa yang paling terbaik. Menurut bapak, semua peserta adalah yang terbaik, tetapi ini semua soal rezeki," ungkap Haidir di hadapan peserta dan warga.Penyerahan trofi ini menjadi puncak suksesnya penyelenggaraan program kolaboratif "Senja Sabang Subik". Melalui karya trofi hasil tangan mahasiswa KKN serta dukungan penuh pemerintah desa dan antusiasme warga, kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi perahu tradisional, tetapi juga berhasil memperkuat semangat gotong royong dan menjaga kelestarian budaya bahari di Desa Sabang Subik.
PWMSULBAR.ID, MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti Persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Barat. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Abd. Azis Ghozal, wafat pada Ahad, 18 Oktober 2026 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai kalangan, baik dari lingkungan persyarikatan maupun masyarakat Sulawesi Barat.Riwayat Hidup dan KeluargaH. Abd. Azis Ghozal lahir pada 31 Desember 1964 di Wajo, dari pasangan Kappala dan Maida. Ia merupakan anak ketujuh dari 11 bersaudara. Keluarga besarnya kemudian hijrah ke Polmas dan menetap di Pelitakan. Di Pelitakan, Azis kecil menempuh pendidikan formalnya di SD 024 Pelitakan, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Wonomulyo dan lulus pada tahun 1981.Pada 4 Oktober 1992, ia menikah dengan Hj. Elly, S.E., putri semata wayang Hj. Nurjannah, sesepuh ‘Aisyiyah yang dikenal banyak menginfakkan dan menghibahkan hartanya untuk pembangunan lembaga pendidikan dan dakwah Muhammadiyah.Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putra semata wayang, Ahmad Junaedi Azis, yang saat ini mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2024-2029, setelah sebelumnya menjadi Anggota DPRD Polman periode 2019-2024.Jejak Pengabdian di MuhammadiyahAlmarhum memiliki riwayat panjang dalam pengabdian di Persyarikatan. Kiprahnya dimulai sebagai pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Polman-Mamasa periode 1996-1999 dan 1999-2002.Selanjutnya ia dipercaya sebagai Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo periode 2005-2010 dan 2010-2015.Pada periode 2015-2020, ia ditetapkan sebagai Ketua PDM Polewali Mandar. Masa kepemimpinannya diperpanjang hingga 2022 karena pandemi Covid-19. Pada Musyawarah Daerah ke-10, ia kembali terpilih untuk memimpin PDM Polman periode 2022-2027.Di tingkat wilayah, namanya tercatat sebagai Sekretaris Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PWM Sulbar periode 2010-2015, Ketua Majelis Wakaf periode 2015-2020, dan pada tahun 2017 digantikan oleh Nursahdi Saleh agar fokus sebagai Ketua PDM Polman. Pada Musyawarah Wilayah ke-3 Muhammadiyah Sulawesi Barat di Pasangkayu tahun 2022, ia terpilih sebagai anggota formatur dan diamanahkan sebagai Wakil Ketua PWM Sulawesi Barat.Warisan Penting: ITBM PolmanDi bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah Polman menorehkan sejarah penting dengan berdirinya Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman. Perguruan tinggi ini diharapkan menjadi kawah candradimuka pencetak generasi bangsa yang unggul dalam ekonomi dan ilmu agama. Almarhum sendiri tercatat sebagai Anggota Badan Pembina Harian (BPH) ITBM Polman periode 2019-2023.Dedikasinya di bidang dakwah juga terlihat dari amanahnya sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Ta’mir Muhammadiyah Wonomulyo (1998-2005) dan Imam Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo sejak 2012 hingga akhir hayatnya.Aktif di Organisasi MasyarakatSelain di Muhammadiyah, almarhum yang dikenal sebagai pengusaha sukses di Wonomulyo dan sosok yang santun serta humoris ini juga aktif di organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjadi Anggota BPC HIPMI Kabupaten Polman-Mamasa (1991-2002) dan Dewan Pembina BPC HIPMI Polman, pengurus KADIN Polman, Pengurus MUI Kabupaten Polman Bidang Dakwah, serta Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Polman. Ia juga pernah memimpin KSU Sinar Mentari pada tahun 1999-2005.Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah, perjuangan, dan pengabdiannya untuk persyarikatan serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
PWMSULBAR.ID, BALANIPA – Peran mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar Posko Gattara menjadi sorotan dalam kegiatan pembuatan penahan abrasi pantai di Dusun Wai Tawar, Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (14/10/2026).Sejak pukul 07.00 WITA, para mahasiswi yang mengenakan rompi maroon bertuliskan KKN ITBM Polman tampak berbaur bersama warga, Babinsa, Manggala Agni, dan pelajar SMK di bibir pantai. Mereka terlibat langsung dalam proses pengisian geobag, kantong pelindung pantai yang digunakan untuk menahan abrasi yang mengancam permukiman pesisir Wai Tawar.Keterlibatan mahasiswi KKN ini bukan sekadar partisipasi fisik, tetapi wujud pengabdian mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan di desa lokasi KKN. Bersama Pemerintah Desa Tamangalle dan tiga kepala dusun yakni Tammangalle, Wai Tawar, dan Panuttungan, mereka bekerja gotong royong di bawah terik matahari pesisir.“Kami ingin kehadiran KKN tidak hanya program seremonial, tapi memberikan solusi nyata. Abrasi di Wai Tawar sudah mengkhawatirkan, jadi kami bersama ibu-ibu senam, tokoh masyarakat dan semua unsur turun langsung isi geobag,” ujar Novi salah satu mahasiswi KKN ITBM Polman Posko Gattara di sela kegiatan.Kepala Desa Tamangalle mengapresiasi kontribusi aktif mahasiswi KKN yang dinilai membawa energi baru dalam gerakan peduli pesisir. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga ini diharapkan memperkuat kesadaran bersama menjaga kawasan pantai.Melalui aksi ini, mahasiswi KKN ITBM Polman menunjukkan bahwa peran perempuan muda dalam isu lingkungan pesisir sangat vital. Kegiatan pembuatan penahan abrasi telah selesai dilaksanakan dan menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa mampu berkolaborasi dengan kearifan lokal dan semangat gotong royong warga Tamangalle.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo menggelar Pengajian Bulanan dengan tema "Langit yang Berjelaga, Hati yang Beristighfar: Mengetuk Pintu Langit Meminta Hujan", Kamis (15/10/2026) malam, di Masjid Al-Ikhwan Ranting Cerbon.Pengajian menghadirkan narasumber Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Ustadz Drs. Rudi Tarenre, M.Pd.I., dengan pengantar Ketua PCM Wonomulyo, Ustadz Zainal Abidin, S.Pd., Gr.Dalam tausiyahnya yang mengangkat QS. Ali Imran ayat 133, Ustadz Rudi mengajak jamaah untuk bersegera bertaubat dan memperbanyak istighfar.Menurutnya kemarau panjang yang saat ini melanda merupakan kehendak Allah SWT, memperbanyak istigfar dan memohon ampuanan kepada Allah adalah cara agar Allah menurunkan keberkahan (hujan) kepada manusia."Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Karena itu Allah memerintahkan kita beristighfar. Apapun yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an adalah wajib, maka perintah untuk beristighfar wajib kita laksanakan dengan penghayatan tulus dari hati," ujarnya.Ia menegaskan, taubat tidak hanya dengan lisan, tetapi harus diikuti komitmen untuk tidak mengisi kembali lembaran hidup dengan dosa-dosa baru.Ustadz Rudi juga menjelaskan, orang yang senantiasa beristighfar dijanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yaitu bagi orang-orang bertakwa.Ciri orang bertakwa itu di antaranya berinfak dengan hartanya di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Infak tidak hanya berupa uang, tetapi juga ilmu yang dibagikan kepada sesama."Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Memperbaiki hubungan dengan Allah harus seiring dengan memperbaiki hubungan dengan sesama," tuturnya.Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menahan amarah. Orang beriman adalah mereka yang mampu menahan emosi, karena emosi berasal dari setan yang dapat memutus rahmat Allah.Ia pun berpesan agar jamaah senantiasa memaafkan kesalahan orang lain bahkan sebelum mereka meminta maaf, serta mendidik anak dengan kelembutan dan ucapan bismillah.Pengajian ini diikuti jamaah Muhammadiyah se-Cabang Wonomulyo dengan penuh khidmat.
PWMSULBAR.ID, Tamangalle - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Posko Gattara menggelar Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, Rabu (23/9/2026).Seminar bertema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi” ini dihadiri aparat desa, pelaku UMKM, warga, dan Karang Taruna.Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan dua program utama, yakni Digitalisasi Desa dan Pelestarian Alam, serta sejumlah program pendukung.Program Digitalisasi Desa meliputi pengembangan website resmi Desa Tamangalle dan pengaktifan media sosial desa sebagai pusat informasi dan promosi potensi desa.Sementara program Pelestarian Alam akan difokuskan pada pembersihan dan perawatan kawasan pantai di sekitar pelabuhan nelayan, termasuk promosi potensi Pantai Tamangalle melalui media digital.Untuk sektor UMKM, mahasiswa menyiapkan program pembuatan spanduk promosi, pembuatan logo usaha, dan pemetaan lokasi UMKM. Selain itu, akan digelar kunjungan literasi ke SD dan TK di desa tersebut.Berdasarkan observasi, Desa Tamangalle memiliki beragam produk unggulan, mulai dari minyak asli, gula kambu, ikan asap, tungku buatan pengrajin, perhiasan khas Mandar seperti dali dan anting, kue tradisional, hingga serundeng kelapa.Kepala Desa Tamangalle, Nurdin Ali, S.IP., mengapresiasi program yang diusung mahasiswa.“Tema ini sangat relevan dengan upaya pemerintah desa mendorong pelayanan berbasis digital. Kami berharap sinergi ini berkelanjutan, tidak hanya selesai saat KKN berakhir,” ujarnya.Wakil Ketua Karang Taruna sekaligus Ketua Sanggar Seni Tamangalle, Ari, juga mendukung dan mengusulkan tambahan kegiatan lomba Redi Papan agar masyarakat lebih aktif terlibat.“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif. Lomba ini bisa menjadi wadah kebersamaan warga,” katanya.Selanjutnya, mahasiswa akan mendata pelaku UMKM, menyiapkan konten website desa, membuat logo dan peta UMKM, serta melaksanakan bersih pantai dan kegiatan literasi.Laporan: KKN ITBM Polman Posko Gattara
PWMSULBAR.ID, Majene, - Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STAIN Majene resmi melantik ketua dan pengurus baru periode 2026-2027.Pelantikan digelar pada Sabtu-Ahad, 13-14 September 2026, bertempat di LKSA Aisyiyah Majene, Jalan Tunda, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.Mengusung tema "Transformasi Gerakan Intelektual: Membentuk Kader IMM yang Adaptif, Religius, dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat", kegiatan ini menjadi momentum regenerasi dan penguatan komitmen kader.Ketua Panitia Takbir mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan estafet kepemimpinan untuk melahirkan kader yang berintegritas dan berkepekaan sosial.Rangkaian kegiatan meliputi pelantikan, Penataran Pimpinan (TARPIM) oleh Pimpinan Cabang IMM Majene, dan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) untuk penyusunan program kerja satu periode ke depan.Ketua terpilih, Aldi Arief, diharapkan mampu membawa IMM STAIN Majene menjadi lebih adaptif terhadap tantangan zaman dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata," tegas Takbir.
PWMSULBAR.ID, Mamuju– Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober, Pondok Pesantren Modern At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju akan menggelar perayaan spesial Hari Santri Nasional 2026.Dengan mengusung tema nasional *"Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas"*, pesantren yang berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat ini mengajak seluruh santri, alumni, dan masyarakat untuk bersiap menyambut momentum bersejarah bagi dunia pesantren di Indonesia.Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial @mbsattanwirmamuju dalam unggahan bertajuk Woro-Woro Hari Santri Nasional 2026.Pihak panitia menyebut, peringatan HSN 2026 di At-Tanwir Mamuju tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi ajang untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa, pengawal NKRI, dan penggerak kemajuan peradaban."Mari bersiap menyambut semangat Hari Santri dengan tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Tetap pantau media sosial kami, jangan sampai ketinggalan!" tulis panitia dalam rilisnya.Pondok Pesantren Modern At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju yang merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah di Sulawesi Barat, selama ini dikenal aktif dalam mengintegrasikan pendidikan agama, sains, dan jiwa kemandirian serta kewirausahaan santri.Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026 mendatang rencananya akan diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif, kreatif, dan sarat nilai keislaman dan kebangsaan.Untuk informasi lebih lanjut terkait rangkaian kegiatan HSN 2026, masyarakat dapat menghubungi panitia di nomor 0812-2995-7556 atau memantau media sosial resmi di @mbsattanwirmamuju.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo, - SD Aisyiyah 1 Wonomulyo berhasil meraih Juara 2 dalam Festival Pakaraya 2026 kategori lomba tari setelah membawakan Tari Kreasi berjudul "Panginoang Tarring" (12/10/2026).Tari Panginoang Tarring menggambarkan keceriaan anak-anak Suku Mandar dalam bermain bersama, dengan bambu sebagai media utama permainan tradisional.Dalam sinopsisnya, tarian ini mengisahkan beberapa anak laki-laki yang dibangunkan dari tidur siang oleh orang tuanya untuk pergi bermain. Kemudian teman-teman perempuannya datang bergabung. Bersama-sama mereka menuju rumpun bambu, memilih dan mengumpulkan bambu kecil untuk dirakit menjadi permainan tradisional menyerupai pistol.Di tanah Mandar, permainan tersebut dikenal dengan nama "Ba'jil-Ba'jil". Suara letupan khas dari pistol bambu itu membuat anak-anak riang gembira, seolah sedang berperang dengan semangat kebersamaan.Penampilan apik dari siswi SD Aisyiyah 1 Wonomulyo berhasil memukau dewan juri dan penonton, hingga mengantarkan mereka meraih Juara 2.Adapun 6 siswa yang tampil membawakan tarian tersebut adalah:1. Abbad As Siddiq Zainal2. Muh. Raditya El Rumi3. Muh. Al Hafizi4. Nur Alya Fatina5. Maghfira Ramadani6. Fakhira SalwaZainal Abidin Kepala Sekolah SD Aisyiyah 1 Wonomulyo mengatakan jika capaian ini menjadi bukti komitmen SD Aisyiyah 1 Wonomulyo dalam melestarikan budaya lokal Mandar sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan keceriaan kepada peserta didik.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Musyawarah Daerah (Musyda) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Polewali Mandar yang digelar di SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Sabtu (10/10/2026), resmi menetapkan kepengurusan baru.Forum tertinggi di tingkat daerah tersebut secara musyawarah menetapkan PIMDA 133 Polewali Mandar Periode 2026-2031.Adapun formatur terpilih yang akan menahkodai Tapak Suci Polman 5 tahun ke depan adalah:Ketua Umum: Akiong B. JalaluddinSekretaris Umum: Chairunnisya AnwarBendahara Umum: Muh. YusufKetiganya terpilih setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung khidmat dan penuh semangat persaudaraan. Penetapan ini disambut gembira oleh seluruh kader dan pendekar Tapak Suci yang hadir.Keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Polewali Mandar menyampaikan ucapan Selamat & Sukses kepada kepengurusan baru PIMDA 133.Diharapkan di bawah kepemimpinan Akiong B. Jalaluddin, Tapak Suci Polman semakin solid, progresif, dan mampu mencetak pendekar-pendekar berprestasi yang menjunjung tinggi nilai keislaman dan ke-Muhammadiyahan.Musyda yang dihadiri oleh Pimpinan Wilayah dan PDM Polman ini juga menjadi momentum konsolidasi gerakan untuk memperluas dakwah Tapak Suci di seluruh daerah Kabupaten Polewali Mandar.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo – Pimpinan Daerah (PIMDA) 133 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Polewali Mandar sukses melaksanakan Musyawarah Daerah (Musyda). Kegiatan tersebut bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Sabtu (10/10/2026).Musyda ini dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PIMWIL) Tapak Suci Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, S.E., M.Si., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polman H. Abd. Azis Ghozal, Ketua Kwarda Hizbul Wathan (HW) Polman Syamsuddin, M.Pd.I., serta Ir. Nuryadin dari PIMDA Tapak Suci Polman.Turut hadir pula perwakilan Unit Latihan Tapak Suci se-Kabupaten Polman, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta para kader, siswa, dan pelatih Tapak SuciDalam sambutannya, Ketua PIMWIL Tapak Suci Sulbar, Mohammad Ali Chandra, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyda ini. Ia berharap Musyda dapat menghasilkan keputusan strategis yang mampu memajukan organisasi dan dakwah Tapak Suci di Polewali Mandar."Musyda ini bukan sekadar agenda formal, tapi momentum untuk menguatkan kaderisasi dan membawa Tapak Suci Polman lebih maju," ujarnya.Sementara itu, Ketua PDM Polman, H. Abd. Azis Ghozal, dalam sambutannya menegaskan bahwa dengan terlaksananya Musyda ini, Tapak Suci Polman diharapkan dapat semakin eksis dan meningkatkan prestasi, khususnya bagi kader dan siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam bidang pencak silat.Musyda ini sendiri menjadi ajang untuk memilih kepengurusan PIMDA 133 Tapak Suci Polman periode 2026-2031 yang baru.
Foto: Bakti sosial pembersihan drainase oleh mahasiswa KKN ITBM Polman bersama warga di Dusun Kampung Tuluk yang dipenuhi sampah plastik. PWMSULBAR.ID, Galung Tuluk - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) bersama masyarakat Dusun Kampung Tuluk, Desa Galung Tuluk, menggelar bakti sosial pembersihan saluran drainase, Minggu (11/10/2026).Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus langkah preventif untuk mencegah genangan hingga risiko banjir saat musim hujan.Aksi gotong royong ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh aparat Desa Galung Tuluk, di antaranya Staf Bidang Edukasi dan Pelayanan Desa, Muh. Tahir, Kaur Pemerintahan Desa Fatmawati, dan Kepala Dusun Kampung Tuluk, Agus Salim.Koordinator Desa (Kordes) KKN ITBM Polman, Baharuddin, mengatakan kegiatan ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa di lapangan. Banyak saluran drainase yang tersumbat tumpukan sampah plastik, botol, dan lumpur."Bakti sosial ini merupakan hasil observasi kami. Kondisi drainase yang mampet berpotensi besar menyebabkan genangan dan banjir ketika hujan turun. Jika dibiarkan, ini akan mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan aktivitas warga. Makanya kami inisiatif bersih-bersih bersama sebagai langkah pencegahan," ungkap Baharuddin.Sementara itu, Staf Desa Galung Tuluk, Muh. Tahir, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata mahasiswa KKN ITBM Polman."Saya sangat bangga kepada mahasiswa KKN ITBM Polman. Adik-adik telah menunjukkan kepedulian melalui bakti sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kemaslahatan bersama. Semoga ke depan anak-anak KKN menjadi orang hebat, sukses, dan bermanfaat bagi banyak orang," tuturnya.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITBM Polman juga mengedukasi warga bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa atau mahasiswa, melainkan tanggung jawab seluruh warga. Saluran drainase yang bersih dan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan adalah langkah sederhana yang berdampak besar.Baharuddin juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan staf Desa Galung Tuluk yang telah memberikan arahan dan mendampingi mahasiswa selama kegiatan."Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat bisa menghadirkan perubahan positif dari hal sederhana. Semoga semangat gotong royong ini terus terpelihara demi mewujudkan Dusun Kampung Tuluk yang bersih, sehat, aman, dan nyaman," tutupnya.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Polewali Mandar menggelar pengajian bulanan di Mushalla SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Sabtu (10/10/2026) ba'da Ashar hingga menjelang Magrib. Pengajian menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I.*Pada kesempatan tersebut, H. Ismail Ibrahim membawakan materi bertema SATUMU (Satu Data Muhammadiyah) - Menata Data, Menguatkan Amanah, Memajukan Dakwah sekaligus sosialisasi pengenalan Aplikasi MASA.Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa pengelolaan data adalah bagian dari amanah yang wajib dijaga. Ia mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang perintah menyampaikan amanah kepada yang berhak, serta hadits“Kullukum raa'in wa kullukum mas'uulun 'an ra'iyyatihi”(Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban)."Data adalah amanah. Data anggota, data guru, data murid, dan laporan kegiatan harus dicatat dengan benar. Keikhlasan harus disertai dengan ketertiban dan tanggung jawab," ujarnya.Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip _tabayyun_ atau memeriksa kebenaran informasi sebagaimana perintah dalam QS. Al-Hujurat ayat 6. Dalam konteks 'Aisyiyah, tabayyun diwujudkan dengan memastikan data anggota sesuai fakta, laporan kegiatan lengkap, dan tidak ada data ganda.Lebih lanjut, ia menjelaskan SatuMu merupakan upaya mewujudkan pengelolaan data yang tertib, akurat, terintegrasi, dan terus diperbarui. Data yang baik akan membantu PDA, PCA, PRA, hingga Guru TK 'Aisyiyah dalam mengambil keputusan dakwah yang tepat sasaran."Jika sebuah PRA mengetahui banyak ibu muda membutuhkan pengetahuan pengasuhan anak, maka dengan data itu bisa dibuat kajian keluarga. Jika data menunjukkan kader butuh pembinaan, maka PDA dan PCA bisa merencanakan pelatihan. Data bukan tujuan akhir, data adalah alat untuk meningkatkan pelayanan," jelasnya.Ia menegaskan bahwa pendataan juga merupakan bagian dari amal saleh. Sekretaris yang membuat laporan dengan teliti, pengurus yang memperbarui data anggota, dan guru yang mencatat perkembangan murid juga sedang menjalankan ibadah.Terkait peran berjenjang, ia merinci:1. PDA mengoordinasikan pendataan dan memberi arahan di tingkat daerah.2. PCA mendampingi PRA dan memeriksa kelengkapan laporan.3. PRA memastikan data anggota, kader, dan kegiatan di ranting sesuai kenyataan lapangan.4. Guru TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal mengelola data sekolah dan peserta didik secara tertib serta menjaga kerahasiaan data pribadi anak.Untuk menjawab tantangan kesenjangan kemampuan teknologi di kalangan pengurus, ia mengajak semangat tolong-menolong dalam kebaikan sesuai QS. Al-Maidah ayat 2. Pengurus yang mahir membantu yang belum mahir, saling mendampingi bukan saling menyalahkan.Di sesi akhir, ia memperkenalkan Aplikasi MASA sebagai instrumen pendukung SatuMu untuk memudahkan pendataan yang aman, tertib, dan bermanfaat.Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memulai langkah sederhana: jujur dalam pendataan, tertib memperbarui data, saling membantu, menjaga kerahasiaan, dan memanfaatkan data untuk dakwah."Data adalah amanah, ketertiban adalah tanggung jawab, kebersamaan adalah kekuatan, dan pemanfaatan data adalah jalan untuk memajukan dakwah," pungkasnya.Pengajian berlangsung khidmat dan diikuti oleh pengurus PDA, PCA, PRA se-Polewali Mandar, serta para guru TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal.
PWMSULBAR.ID, Karossa - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Karossa kembali menggelar Pengajian Rutin Bulanan. Kegiatan berlangsung khidmat di Pelataran Masjid Babussalam Muhammadiyah Karossa.Pengajian kali ini menghadirkan Ust. Rapi Hamdi Nur,S.Pd., M.Pd. sebagai penceramah.Dalam tausiyahnya, Ust. Rapi Hamdi menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual dan keilmuan bagi setiap Muslim yang bercita-cita menjadi tamu Allah di Baitullah."Pantaskan diri ini untuk diundang oleh Allah menuju Baitullah dan persiapkan bekal ilmu sebelum berangkat menjadi tamu-tamu Allah dan Rasul-Nya," pesannya.Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara unsur PCM Karossa, PCA Karossa, dan para pembina TPA Babussalam Karossa. Pengajian diikuti oleh unsur pimpinan ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Kecamatan Karossa, simpatisan, serta tamu dari PCM dan PCA Kecamatan Sarudu, dan warga sekitar.Turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya H. Radi (Bendahara PCM Karossa), H. Badaruddin (Wakil Ketua PCM Karossa), Ust. Abd. Majid (Majelis Tabligh PCM Karossa), Hj. Anita (Ketua PCA Karossa), Hj. Dalle (Bendahara PCA Karossa), H. Mustamin (Sesepuh Muhammadiyah Karossa), dan Pak Ahsan (Pengurus PCM Sarudu).Melalui pengajian rutin ini, PCM dan PCA Karossa berharap dapat terus mempererat ukhuwah, meningkatkan pemahaman keislaman warga, serta menguatkan syiar dakwah Muhammadiyah di wilayah Karossa dan sekitarnya.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar, H. Abd. Azis Ghozal, memberikan sambutan penuh pesan di hadapan peserta Musyawarah Daerah (Musyda) PIMDA 133 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Polman di Aula SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Sabtu (10/10/2026).Mengawali sambutannya, atas nama PDM Polman ia menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci Polman."Semoga musyawarah hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, mempererat persatuan dan persaudaraan, melahirkan kepemimpinan yang amanah, dan merumuskan program yang membawa Tapak Suci semakin maju serta bermanfaat bagi umat, bangsa dan Persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.Ia menegaskan, musyawarah bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Musyawarah adalah ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyatukan gagasan, dan menentukan arah perjuangan ke depan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Asy-Syura ayat 38: Wa amruhum syura bainahum.Oleh karena itu, ia berharap seluruh peserta mengedepankan kedewasaan, keterbukaan, dan semangat kebersamaan."Jangan sampai perbedaan pendapat memutuskan tali persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pilihan merusak ukhuwah, dan jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan organisasi. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan," tegasnya.Jabatan Adalah AmanahH. Abd. Azis Ghozal menegaskan bahwa dalam Muhammadiyah, yang diutamakan bukan siapa orangnya, melainkan bagaimana amanah itu dijalankan. Siapapun yang terpilih harus dihormati dan didukung bersama sesuai mekanisme organisasi."Jabatan dalam organisasi bukanlah hadiah, bukan pula sekadar kehormatan. Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab," tegasnya seraya mengutip QS. An-Nisa ayat 58: Innallaha ya'murukum an tuaddul amanati ila ahliha - Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.Karena itu, ia meminta peserta memilih pemimpin yang memiliki integritas, komitmen, kemampuan bekerja, dan kesediaan berkorban."Kita butuh pemimpin yang tidak hanya pandai menyusun program, tetapi juga bersedia melaksanakan program tersebut. Pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader, bukan hanya kelompoknya sendiri, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang," pesannya.5 Agenda Prioritas Tapak Suci PolmanDalam sambutannya, Ketua PDM Polman juga menitipkan 5 agenda prioritas yang harus menjadi perhatian PIMDA 133 Tapak Suci periode mendatang:Pertama, Perluas pembinaan Tapak Suci di sekolah-sekolah Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan di lingkungan masyarakat.Kedua, Jadikan Tapak Suci sebagai ruang pembinaan generasi muda yang sehat, disiplin, berakhlak, dan berkemajuan.Ketiga, Tapak Suci Polman harus mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan di tingkat Daerah, Provinsi, Nasional, bahkan Internasional.Keempat, Prestasi harus dibangun melalui latihan teratur, pembinaan berjenjang, sportivitas, dan manajemen yang baik.Kelima, Susun program kerja yang realistis, tertibkan administrasi keanggotaan, bangun komunikasi antar cabang, serta lakukan evaluasi berkala.Lahirkan Pendekar SejatiIa mengingatkan, Tapak Suci bukan sekadar tempat belajar pukulan, tendangan, dan teknik bela diri. Tapak Suci adalah Ortom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman."Kita ingin melahirkan pendekar yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat akidahnya, luas ibadahnya, mulia akhlaknya, dan tinggi kepedulian sosialnya," ujarnya.Ia kemudian mengutip Hadits Nabi SAW: Laisasy syadidu bish-shur'ah, innamasy syadidulladzi yamliku nafsahu 'indal ghadab - Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah (HR. Bukhari dan Muslim).Di akhir sambutan, ia menyampaikan tiga pesan penting: Pertama, jaga akidah dan akhlak. Kedua, jaga persaudaraan dan persatuan. Ketiga, jaga amanah dan prestasi."Mari kita buktikan bahwa Tapak Suci bukan sekadar perguruan pencak silat, tetapi tempat lahirnya kader-kader berprestasi, berintegritas, dan siap berkhidmat untuk umat dan bangsa," tutupnya.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Kabar gembira datang dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar atas terbitnya izin pembukaan Program Studi baru, yakni S1 Administrasi Kesehatan.Izin resmi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1125/B/O/2026.Dengan terbitnya SK ini, ITBM Polman resmi menambah daftar program studi unggulannya, sebagai wujud komitmen kampus dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing di Sulawesi Barat dan Indonesia Timur.Dr. Ir Nursahdi Saleh, M.Si., Rektor ITBM Polman menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Pembukaan Prodi S1 Administrasi Kesehatan ini sejalan dengan visi ITBM Polman sebagai kampus Unggul, Profesional, Islami dan kampus Technopreneur.Prodi S1 Administrasi Kesehatan diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan nilai-nilai ke-Islaman."Alhamdulillah, ini adalah kado besar untuk ITBM Polman. Kehadiran Prodi S1 Administrasi Kesehatan adalah jawaban atas tingginya kebutuhan tenaga administrator kesehatan yang profesional di rumah sakit, puskesmas, dan industri kesehatan," ujar Rektor ITBM Polman.Dengan akreditasi Institusi BAIK dan dukungan penuh dari Diktisaintek Berdampak, ITBM Polman kini membuka peluang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah yang ingin berkarier di sektor kesehatan.Pendaftaran mahasiswa baru untuk Prodi S1 Administrasi Kesehatan ITBM Polman akan segera dibuka. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi itbmpolman.ac.id dan media sosial @itbm.polman.
PWMSULBAR.ID, Balanipa - Mahasiswa KKN Tematik IV Posko Pandebulawang, Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, ITBM Polman berinisiatif membangun sebuah tugu sebagai penanda identitas kampung (05/10/2026).Tugu tersebut bertuliskan "Selamat Datang di Kappung Panette'."Sebuah tulisan sederhana, namun memiliki makna besar bagi warga setempat.Melihat banyaknya pelaku UMKM sarung tenun di lingkungan tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif membuat tugu sebagai penanda identitas sekaligus ikon bagi kampung ini.Tugu ini dibuat agar siapa pun yang melewati kawasan tersebut dapat mengetahui bahwa di sini terdapat banyak masyarakat yang menggeluti usaha Panette' yang menjadi bagian dari potensi UMKM masyarakat setempat.Lebih dari sekadar penanda jalan, tugu "Selamat Datang di Kappung Panette'" menjadi bentuk apresiasi terhadap para pelaku Panette' yang terus menjaga keterampilan dan warisan budaya melalui setiap helai benang yang mereka tenun."Kami berharap, keberadaan tugu ini dapat membantu memperkenalkan Kappung Panette' kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi lokal yang dimiliki. Karena sebuah kampung bukan hanya tentang tempat tinggal, tetapi juga tentang identitas, karya, dan warisan yang dijaga bersama," ujar Rizal Kordes KKN Tematik IV Pandebulawang.Selamat datang di Kappung Panette', tempat di mana budaya ditenun dan cerita terus diwariskan.Laporan: KKN Tematik IV Posko Pandebulawang ITBM Polman
PWMSULBAR.ID, Balanipa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polman berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Galung Tuluk dalam kegiatan pembersihan dan penataan lahan pertanian, (27/09/2026).Kegiatan tersebut dihadiri seluruh anggota Kelompok Wanita Tani bersama mahasiswa KKN ITBM Polman Posko Galung Tuluk. Pembersihan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengoptimalkan lahan yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif dan berkelanjutan.Sekretaris Kelompok Wanita Tani, Ibu Ica, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KKN di Desa Galung Tuluk."Kami sangat bersyukur atas kehadiran adik-adik KKN ITBM Polman. Tidak hanya membantu langsung dalam proses pembersihan lahan, tetapi juga turut membangun semangat dan inisiatif anggota kelompok untuk kembali mengembangkan lahan yang sudah ada," ujarnya.Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan pertanian. Selain mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal bagi Kelompok Wanita Tani untuk mengelola lahan secara lebih aktif sehingga memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat Desa Galung Tuluk secara umum.Kegiatan pembersihan lahan berlangsung secara gotong royong dan menjadi bagian dari upaya KKN ITBM Polman untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan mendorong keberlanjutan potensi yang telah dimiliki masyarakat desa.Laporan: KKN ITBM Polman Posko Galung Tuluk
PWMSULBAR.ID, Balanipa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di SDN 044 Kampung Baru Subik, Desa Galung Tuluk, (30/09/2026).Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hak dan kewajiban mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.Kegiatan diikuti oleh siswa Kelas III dan pihak sekolah bersama mahasiswa KKN ITBM Polman Posko Galung Tuluk. Dalam sesi edukasi, mahasiswa memberikan motivasi dan pemahaman dengan bahasa sederhana yang mudah diterima anak-anak. Materi diarahkan untuk membangun kesadaran siswa tentang pentingnya mengetahui hak yang dimiliki sekaligus melaksanakan kewajiban sebagai pelajar dan sebagai bagian dari keluarga.Kepala SDN 044 Kampung Baru Subik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN ITBM Polman. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan ruang positif bagi siswa untuk memperoleh motivasi, pengetahuan, serta pengalaman belajar di luar pembelajaran rutin di kelas.Koordinator Desa (Kordes) KKN ITBM Polman Galung Tuluk, Baharuddin (Uding), juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan."Kami menyampaikan terima kasih atas ruang dan dedikasi yang diberikan kepada kami untuk berbaur, belajar, dan berbagi bersama adik-adik SDN 044 Kampung Baru Subik. Semoga kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berkembang," ujar Baharuddin.Usai kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN mendapat undangan langsung dari kepala sekolah untuk melaksanakan shalat Dhuha bersama di Masjid Raudhatul Jannah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama dan aksi pembersihan lingkungan sekolah.Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN ITBM Polman untuk membangun hubungan positif dengan masyarakat dan satuan pendidikan setempat. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi siswa.Laporan: KKN ITBM Polman Posko Galung Tuluk
PWMSULBAR.ID, Tinambung – Mahasiswa KKN Posko Sipararaya Desa Lekopadis, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik Pemuda Desa dan Edukasi Web Desa di Kantor Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, (07/10/2026).Program ini mengusung tema "Menulis Desa Menguatkan Publikasi dan Informasi Desa di Era Digital" yang dikemas dalam gerakan LEKOWEDIA (Lekopadis Web & Media Literacy).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital dan kemampuan jurnalistik pemuda desa dalam mendukung keterbukaan informasi desa. Sekaligus menjadi wadah pembinaan agar pemuda desa melek media dan mampu mengelola informasi desa secara mandiri dan profesional.Koordinator Desa KKN Posko Sipararaya, Dimaz, berharap kehadiran pemateri dapat memberikan wawasan dan manfaat nyata bagi peserta dan masyarakat Desa Lekopadis."Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Tematik Angkatan IV ITBM Polman yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, digitalisasi UMKM, dan pengembangan sistem informasi desa. Melalui LEKOWEDIA, kami berharap potensi Desa Lekopadis, mulai dari UMKM, pertanian, hingga budaya, bisa terpublikasikan secara luas melalui website desa dan media sosial," ujarnya.Kegiatan ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Lekopadis. Kepala Desa Lekopadis Syariat Tajuddin, S.H., MH., dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan digitalisasi desa."Website Desa Lekopadis ini begitu dahsyat. Alhamdulillah, website ini sudah ada jauh sebelum saya menjadi Pj. Ini adalah aset desa yang harus kita jaga dan lanjutkan," ungkapnya.Ia menekankan bahwa digitalisasi desa adalah jawaban atas tantangan zaman."Kita harus menjaga keamanan data desa, tapi kita juga harus merespon tantangan zaman, zaman digitalisasi. Kalau dulu tradisi leluhur kita mendokumentasikan sesuatu itu terbatas, hanya dari cerita ke cerita. Hari ini dengan website desa dan media, semua potensi desa bisa terdokumentasi dengan baik dan dikenal luas," tegasnya.Ia pun mengapresiasi program LEKOWEDIA yang diinisiasi mahasiswa KKN ITBM Polman sebagai langkah konkret untuk memperkuat publikasi dan informasi desa di era digital, serta mengajak pemuda untuk kembali membaca ulang potensi kedaerahan yang dimiliki Desa Lekopadis.Melalui pelatihan ini, diharapkan mampu mencetak kader-kader jurnalis desa yang mampu mengelola website desa dan mempublikasikan potensi-potensi Desa Lekopadis agar semakin dikenal luas.
PWMSULBAR.ID, Tinambung – Pemuda Desa Lekopadis mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik Pemuda Desa dan Edukasi Web Desa atau LEKOWEDIA (Lekopadis Website dan Media Literasi), yang bertempat di Aula Kantor Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, (07/09/2026).Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN ITBM Polman Angkatan IV Posko Sipararaya Desa Lekopadis sebagai bagian dari program kerja pemberdayaan pemuda dan digitalisasi desa.Hadir sebagai narasumber, Agung Hidayat Mansur yang memaparkan materi tentang jurnalistik desa. Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan teknik dasar menulis berita dan pentingnya jurnalisme warga bagi desa."Setiap desa membutuhkan pemuda yang mampu menulis dan membuat tulisan dalam bentuk berita maupun artikel tentang desanya sendiri, sehingga peristiwa ataupun kejadian yang terjadi di desa dapat terdokumentasikan dengan baik," jelasnya.Agung Hidayat menambahkan, jurnalis desa diharapkan tidak hanya mampu menulis, tetapi juga dapat menyampaikan informasi penting yang bermanfaat bagi desa dan masyarakat luas."Jurnalis desa harus hadir sebagai penyambung informasi. Sampaikan informasi penting yang bermanfaat bagi desa, mulai dari potensi UMKM, pertanian, budaya, hingga kegiatan pembangunan, agar desa kita semakin dikenal dan maju," tambahnya.Selain materi jurnalistik, Umar Syaifudin, Mahasiswa KKN ITBM Polman, turut mensosialisasikan Website Desa Lekopadis kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa Desa Lekopadis telah memiliki website resmi yang siap digunakan sebagai media informasi untuk masyarakat."Yang dibutuhkan saat ini adalah kader pemuda desa untuk menjadi penulis dan kontributor aktif untuk website tersebut, agar potensi desa bisa terpublikasikan secara luas," ujar Umar.Melalui LEKOWEDIA, mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat mencetak kader-kader jurnalis desa yang mampu mengelola informasi desa secara mandiri dan profesional di era digital.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, Rabu (7/10/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan ruang kelas santri, dan sarana pendukung pondok pesantren yang saat ini terus dikebut pembangunannya.Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWM Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan pengorbanan para Pimpinan dan Pembina MBS At-Tanwir Mamuju yang dengan penuh keikhlasan merintis pembangunan pondok dari nol."PWM mengapresiasi semangat dan pengorbanan para Pimpinan dan Pembina MBS atas kesungguhannya merintis dan membangun MBS dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan menghadirkan Pondok Pesantren Modern di kota Mamuju," ungkap KH. Wahyun Mawardi.Menurutnya, kehadiran MBS At-Tanwir Mamuju adalah ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan Islam modern yang berkemajuan di Sulawesi Barat. Ia berharap MBS ini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulbar, tetapi menjadi percontohan nasional."Semoga pondok pesantren modern MBS At-Tanwir Mamuju ini menjadi role model Pondok Pesantren Modern khususnya di Sulawesi Barat dan Indonesia Timur pada umumnya," harapnya.Lebih lanjut, KH. Wahyun Mawardi menegaskan visi internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah harus dimulai dari Sulbar. Ia berharap MBS At-Tanwir kelak menjadi tujuan santri dari berbagai daerah."Kita berharap santri yang belajar di MBS ini nantinya bukan hanya dari wilayah Sulawesi Barat tapi juga santri dari seluruh Indonesia bahkan santri luar negeri dengan semangat internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah," pungkasnya.Pembangunan MBS At-Tanwir Mamuju saat ini terus berjalan dengan semangat gotong royong. PWM Sulbar berkomitmen akan terus mendukung dan mengawal pembangunan ini hingga menjadi pondok pesantren modern yang unggul, berdaya saing, dan menjadi pusat kaderisasi ulama dan cendekiawan muslim di Kawasan Timur Indonesia.
PWMSULBAR.ID, Tinambung – Komitmen pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan Mahasiswa KKN Tematik Angkatan IV Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar melalui pelaksanaan Seminar Program Kerja di Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, pada Rabu, 24 September 2026.Kegiatan seminar ini dihadiri langsung oleh Pemerintah Desa Lekopadis, tokoh masyarakat, dan seluruh mahasiswa KKN. Momentum ini dimanfaatkan mahasiswa untuk memaparkan secara rinci rencana program kerja yang akan dijalankan selama masa KKN berlangsung.Adapun program yang diusung berfokus pada empat pilar utama, yakni pemberdayaan potensi masyarakat, akselerasi digitalisasi UMKM desa, penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan media sosial, serta optimalisasi layanan informasi dan komunikasi desa.Koordinator Desa (Kordes) KKN Angkatan IV, Dimaz, dalam sambutannya menekankan bahwa program yang mereka gagas berorientasi pada keberlanjutan."Program kerja yang kami rancang ini tidak sekadar untuk memenuhi kewajiban KKN semata. Kami ingin program ini memiliki keberlanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Lekopadis dalam jangka panjang," jelas Dimaz.Ia menambahkan, keberhasilan program KKN ini sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi aktif dari pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.Melalui seminar proker ini, diharapkan menjadi pintu awal terbangunnya sinergi yang kuat antara mahasiswa dan warga dalam upaya bersama memajukan Desa Lekopadis menjadi desa yang mandiri dan digital.
PWMSULBAR.ID, Balanipa – Mahasiswa KKN Angkatan IV Posko Pandewulawang, Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, melaksanakan kunjungan edukatif ke pelaku UMKM Panette’ atau pembuat sarung tenun khas Mandar di Lingkungan Pandewulawang, Jumat (19/9/2026).Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melihat secara langsung proses pembuatan Panette' yang masih dikerjakan secara tradisional oleh para pengrajin. Mereka juga berdialog dengan pelaku UMKM terkait proses produksi, strategi pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha tenun.Ketua Posko Pandewulawang Rizal menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menggali potensi lokal yang ada di desa. Panette' bukan hanya sekadar produk kerajinan, namun memiliki nilai budaya dan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Balanipa.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendapatkan wawasan mendalam tentang kearifan lokal sekaligus membuka peluang untuk membantu pengrajin dalam hal digitalisasi dan pemasaran agar Panette’ semakin dikenal luas dan memiliki daya saing.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa KKN ITBM Polewali Mandar dengan pelaku UMKM lokal dalam upaya mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif di Kelurahan Balanipa.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar - Komitmen Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar untuk bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Polewali Mandar terus menunjukkan progres nyata. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, tim melakukan pengukuran pembebasan lahan kampus sebagai bagian dari tahapan persiapan pengembangan kampus terpadu.Proses pengukuran dilakukan di lokasi lahan yang akan menjadi area pengembangan kampus. Kegiatan ini melibatkan tim pengukur dengan menggunakan alat GPS Geodetic untuk memastikan batas dan luas lahan secara akurat, disaksikan oleh Masyarakat Ugi Baru dan perwakilan dari ITBM Polman.Pengukuran ini menjadi langkah penting dalam rangka pemenuhan syarat sarana dan prasarana menuju alih status dari Institut menjadi Universitas. Dengan penambahan lahan, ITBM Polman diharapkan mampu mengembangkan fasilitas akademik yang lebih representatif, modern, dan mampu menampung jumlah mahasiswa yang terus meningkat.Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si. Rektor ITBM Polman menegaskan bahwa pembebasan lahan ini merupakan ikhtiar besar Persyarikatan Muhammadiyah di Polman untuk menghadirkan perguruan tinggi yang unggul dan berkemajuan di Sulawesi Barat."Ini adalah langkah strategis menuju Universitas. Mohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Polman agar proses ini berjalan lancar," ujarnya.Dengan adanya penambahan lahan kampus ini, ITBM Polman optimis dapat mempercepat proses transformasi menjadi universitas pertama milik Muhammadiyah di Polewali Mandar yang berdaya saing di tingkat nasional.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyn Mawardi, M.Pd. Bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal didampingi oleh Wakil Ketua PWM Sulbar H. Nur Parenteang dan Sekretaris Majelis Pemberdayagunaan Wakaf & Kehartabendaan PWM Sulbar Muh. Yakup S.P melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, Rabu (7/10/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan ruang kelas santri, dan sarana pendukung pondok pesantren yang saat ini terus dikebut pembangunannya.Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWM Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan pengorbanan para Pimpinan dan Pembina MBS At-Tanwir Mamuju yang dengan penuh keikhlasan merintis pembangunan pondok dari nol."PWM mengapresiasi semangat dan pengorbanan para Pimpinan dan Pembina MBS atas kesungguhannya merintis dan membangun MBS dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan menghadirkan Pondok Pesantren Modern di kota Mamuju," ungkap KH. Wahyun Mawardi.Menurutnya, kehadiran MBS At-Tanwir Mamuju adalah ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan Islam modern yang berkemajuan di Sulawesi Barat. Ia berharap MBS ini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulbar, tetapi menjadi percontohan nasional.Pembangunan MBS At-Tanwir Mamuju saat ini terus berjalan dengan semangat gotong royong. PWM Sulbar berkomitmen akan terus mendukung dan mengawal pembangunan ini hingga menjadi pondok pesantren modern yang unggul, berdaya saing, dan menjadi pusat kaderisasi ulama dan cendekiawan muslim di Kawasan Timur Indonesia.MBS At-Tanwir ini dibangun di atas lahan ±10 hektar pada lokasi strategis yang dalam radius 5 km belum terdapat SMA, sehingga diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah sekaligus menghadirkan layanan pendidikan berbasis akademik, karakter, dan keagamaan.
PWMSULBAR.ID, Balanipa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Posko Desa Sabang Subik penuh antusias melaksanakan kegiatan pemasangan banner usaha dan penandaan titik lokasi Google Maps bagi pelaku UMKM Lipa Sa'be dan ikan asin, Rabu (07/10/2026).Aksi turun lapangan ini dilakukan langsung dengan mendatangi satu per satu lokasi usaha warga di Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar.Selain memasang spanduk dan banner promosi produk unggulan desa seperti kain tenun tradisional Lipa Sa'be dan olahan ikan asin khas, mahasiswa juga mendaftarkan serta memperbarui titik koordinat lokasi UMKM tersebut di Google Maps. Langkah ini bertujuan agar tempat usaha warga lebih mudah ditemukan oleh pembeli maupun wisatawan secara online dan presisi.Kegiatan pendampingan ini merupakan kelanjutan konkret dari komitmen mahasiswa KKN ITBM Polman dalam mendorong potensi perekonomian desa berbasis digitalisasi dan penguatan identitas visual produk.Koordinator Desa (Kordes) KKN Sabang Subik, Salman Unding, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan realisasi dari program kerja utama tim."Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari program kerja kami dalam tema 'UMKM Berinovasi'. Langkah ini juga merupakan buah dari seminar edukasi strategi branding dan promosi yang telah kami laksanakan pada tanggal 01 Oktober lalu," tegas Salman.Melalui kombinasi promosi fisik berupa banner dan promosi digital melalui Google Maps, pelaku UMKM Lipa Sa'be dan usaha ikan asin kini memiliki akses jangkauan pasar yang jauh lebih luas.Program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sabang Subik, sekaligus menjadi model kolaborasi antara akademisi dan warga dalam memodernisasi pemasaran produk lokal yang bernilai budaya dan ekonomi tinggi. Laporan: Sitti Mardianah NafisahMahasiswa KKN ITBM Polman Posko Sabang Subik
PWMSULBAR.ID, Balanipa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) melaksanakan observasi terhadap sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, sebagai upaya memetakan potensi dan tingkat digitalisasi pelaku usaha lokal.Observasi difokuskan pada dua aspek penting, yakni pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan ketersediaan metode pembayaran digital melalui QRIS.Dari hasil pengamatan di lapangan, tim KKN menemukan tiga UMKM yang menjadi objek observasi, yaitu Kedai Inaya milik Nur Anna, Warung Al-Ikhlas milik Saharia, dan usaha Bolu Paranggi milik Nur Hidayah.Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM, melakukan pengamatan, serta berdialog dengan pemilik usaha terkait aktivitas penjualan, strategi promosi, dan penggunaan transaksi digital."Observasi ini kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan produk dan mempermudah transaksi dengan konsumen. Hasilnya akan menjadi dasar untuk memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha," ujar Baharuddin mahasiswa KKN Posko Galung Tuluk.Data yang diperoleh dari observasi tersebut kemudian akan menjadi bahan untuk merancang program pendampingan lanjutan, seperti pengenalan UMKM melalui media sosial dan penguatan akses digital, termasuk pendaftaran QRIS dan Google Maps.Kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM bukan sekadar tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu usaha lokal agar lebih dikenal, mudah diakses, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.Melalui pendampingan KKN, potensi UMKM Desa Galung Tuluk diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa.Laporan: UdingKKN ITBM Polman Posko Galung Tuluk
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Di saat sebagian besar orang masih terlelap, cahaya lampu aula asrama putri Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju sudah menyala. Para santriwati berjejer rapi dalam mukena warna-warni, khusyuk menunaikan sholat Tahajjud berjamaah, Senin (6/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA.Kegiatan Qiyamullail ini merupakan program wajib pembinaan kerohanian di MBS At-Tanwir Mamuju. Tujuannya bukan sekadar membiasakan ibadah malam, tetapi membentuk kemandirian spiritual, kedisiplinan, dan kepekaan hati para santri."Sholat Tahajjud adalah madrasah keikhlasan. Kami ingin santriwati terbiasa bangun di sepertiga malam, bermunajat, dan memohon ilmu yang berkah kepada Allah SWT. Inilah ruh dari pendidikan Muhammadiyah, cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual," ungkap Harfiah Herman Kepala SMP MBS At-Tanwir Mamuju.Puluhan santriwati putri tampak antusias meski udara dini hari cukup dingin. Mereka melaksanakan sholat secara berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan dzikir, doa bersama, dan persiapan untuk sholat Subuh serta Halaqoh Ba'da Subuh.Salah seorang santriwati mengaku kegiatan ini awalnya berat, namun kini menjadi kebutuhan. "Awalnya ngantuk, tapi lama-lama kalau tidak Tahajjud rasanya ada yang kurang. Jadi lebih tenang menjalani hari," tuturnya.MBS At-Tanwir Mamuju yang berada di bawah naungan Muhammadiyah Sulawesi Barat memang konsisten menerapkan sistem boarding school yang mengintegrasikan kurikulum formal, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta pembiasaan ibadah yaumiyah.Dengan pembiasaan Tahajjud ini, diharapkan lahir generasi muslimah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kedekatan yang kuat dengan Allah SWT dan siap menjadi kader dakwah Muhammadiyah di masa depan.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Suasana syahdu menyelimuti asrama putri Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju pada ba'da Subuh. Para santriwati tampak khusyuk melingkar dalam halaqoh pagi, Senin (6/10/2026) pukul 05.32 WITA.Kegiatan rutin ini menjadi program pembinaan karakter Islami di MBS At-Tanwir Mamuju. Setelah shalat Subuh berjamaah, santriwati langsung melanjutkan dengan tilawah, muroja'ah, dan kajian keislaman yang dipandu oleh pembina."Kami ingin membiasakan santri untuk mencintai Al-Qur'an sejak waktu yang paling berkah, yaitu setelah Subuh. Ini bukan hanya mengaji, tapi membentuk disiplin dan ukhuwah," ujar Harfiah salah satu pembina.Santriwati putri duduk melingkar di aula utama dengan berbalut mukena. Mereka tampak antusias menyimak dan mencatat materi halaqoh. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan.MBS At-Tanwir Mamuju yang berada di bawah naungan Muhammadiyah Sulawesi Barat terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu umum, teknologi, dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.Dengan adanya halaqoh ba'da Subuh ini, diharapkan lahir kader-kader Muhammadiyah yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi pelopor dakwah di Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo– SD Aisyiyah 1 Wonomulyo sukses melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelengkapan Administrasi Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning, Sabtu 3 Oktober 2026 di Ruang Kepala Sekolah.Bimtek ini menghadirkan narasumber Asim, S.Pd., M.Pd., Pengawas Satuan Pendidikan SD Wilayah II Kecamatan Luyo, Wonomulyo dan Campalagian.Dalam pemaparannya, Asim menekankan bahwa Kurikulum Merdeka bukan sekadar melengkapi administrasi, tetapi tentang cara guru memahami murid secara mendalam."Deep Learning itu bukan soal teknologi saja, tapi bagaimana pembelajaran itu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Administrasinya harus memudahkan guru, bukan membebani," ujarnya.Kepala SD Aisyiyah 1 Wonomulyo Zainal Abidin, S.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar dari kegiatan ini. "Alhamdulillah, terima kasih kepada narasumber yang telah berbagi ilmu yang sangat mencerahkan. Bimtek ini kami laksanakan sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi guru, agar administrasi Kurikulum Merdeka ini tidak hanya lengkap di atas kertas, tetapi benar-benar terimplementasi di kelas dengan pendekatan Deep Learning yang berkemajuan," ungkap Kepala Sekolah."Kami di SD Aisyiyah 1 Wonomulyo ingin memastikan bahwa guru-guru kami tidak tertinggal. Kurikulum Merdeka menuntut guru yang kreatif, adaptif, dan berpusat pada murid. Semoga setelah Bimtek ini, pembelajaran di sekolah kita semakin bermakna dan menggembirakan bagi anak-anak," tambahnya.Kegiatan diikuti antusias oleh dewan guru SD Aisyiyah 1 Wonomulyo. Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan guru SD Aisyiyah 1 Wonomulyo semakin siap menerapkan Kurikulum Merdeka yang adaptif dan berpihak pada murid.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Suasana pagi di Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju pada Sabtu, 3 Oktober 2026 tampak khidmat. Usai shalat Subuh berjamaah, puluhan santri putra dan putri mengikuti kegiatan Materi Tamyiz sebagai program pembinaan rutin pesantren.Kegiatan yang bertajuk "Materi Tamyiz ba'da Subuh" ini dilaksanakan di aula utama MBS At-Tanwir Mamuju. Santri terlihat duduk melingkar dengan Al-Qur'an di hadapan mereka, menyimak materi yang disampaikan oleh Dr. Furqon Mawardi, M.PI.Santri putra dan santri putri mengikuti kegiatan di sesi terpisah namun dalam waktu yang bersamaan. Mereka tampak antusias mengikuti metode Tamyiz, sebuah metode pembelajaran Al-Qur'an yang menekankan kemudahan dalam memahami dan menerjemahkan makna Al-Qur'an.Harfiah Herman Kepala Sekolah SMP MBS At-Tanwir Mamuju menyampaikan bahwa kegiatan ba'da Subuh ini merupakan ikhtiar untuk membiasakan santri mengawali hari dengan Al-Qur'an."Kami ingin membiasakan anak-anak untuk menghidupkan waktu terbaik setelah Subuh dengan ilmu. Tamyiz ini bukan hanya belajar membaca, tetapi belajar memahami pesan Al-Qur'an," ujarnya.Program ini sejalan dengan semangat yang selalu ditekankan di lingkungan Muhammadiyah untuk memadukan antara ibadah, ilmu, dan karakter. Dengan suasana pagi yang masih segar, santri diharapkan lebih fokus dan mudah menyerap materi.Selain meningkatkan kemampuan literasi Qur'ani, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan disiplin dan kebersamaan. Santri dilatih untuk hadir tepat waktu, menjaga adab dalam majelis ilmu, dan saling mendukung dalam proses belajar.Pihak pesantren berharap, kegiatan rutin ba'da Subuh ini dapat terus istiqamah dan menjadi budaya positif yang melekat pada diri santri MBS At-Tanwir Mamuju dimanapun mereka berada.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar — Jumat, 02 Oktober 2026 di Ruang Studio ITBM Polman, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar terus mendorong percepatan transformasi digital persyarikatan dengan menggelar Sosialisasi Pembuatan E-KTAM dan Pendampingan Migrasi KTAM ke aplikasi Muhammadiyah 'Aisyiyah SuperApp (MASA) bagi seluruh civitas akademika.Rektor ITBM Polman, Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si., mengimbau seluruh civitas akademika, pegawai, karyawan, dan dosen ITBM Polman, serta warga dan simpatisan Muhammadiyah yang telah memiliki KTAM untuk segera melakukan migrasi data KTAM ke aplikasi MASA sebagai upaya pemutakhiran data dan simplifikasi administrasi.Kegiatan Sosialisasi Pembuatan E-KTAM ini menghadirkan narasumber, yaitu: Apt. Miftahur Rahman Hafid, M.PH., M.M., Muhammad Fadli, S.M., dan Muhammad Rivaldi, S. Bns.Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang merupakan kader Muhammadiyah. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses migrasi dari KTAM lama ke sistem E-KTAM berjalan lancar dan seluruh data anggota terverifikasi dalam sistem pusat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.Suasana pendampingan berlangsung aktif. Para peserta tampak membawa laptop masing-masing untuk melakukan verifikasi NBM (Nomor Baku Muhammadiyah), input data, dan aktivasi akun di aplikasi MASA secara langsung dengan pendampingan tim.Melalui sosialisasi dan pendampingan ini, ITBM Polman berharap seluruh civitas akademika segera memiliki E-KTAM yang terintegrasi secara digital, sebagai wujud komitmen terhadap penguatan identitas kader dan transformasi digital Muhammadiyah.Miftahurrahman Hafid Ketua PCM Mapilli menegaskan Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen ITBM Polman sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam mendukung tertib administrasi organisasi dan penguatan identitas kader. Dengan E-KTAM, seluruh civitas akademika diharapkan memiliki identitas resmi sebagai anggota Muhammadiyah yang terintegrasi secara digital.Melalui sistem E-KTAM ini, anggota Muhammadiyah akan lebih mudah mengakses berbagai layanan persyarikatan, serta memperkuat basis data kader Muhammadiyah secara nasional.
PWMSULBAR.ID, Yogyakarta – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (2/10). Pengukuhan mengusung tema “Meneguhkan Amanah, Menguatkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan.”Hadir dalam pengukuhan tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. beserta jajaran, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.M. beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.Di antara jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah Periode 2026-2030 yang dikukuhkan, salah satunya adalah Sumarni S., S.E., M.M. sebagai Anggota Departemen Advokasi Sosial. Sumarni adalah salah satu kader terbaik dari Sulawesi Barat yang juga dosen Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar.Dilantiknya Sumarni menjadi Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar ITBM Polman. Rektor ITBM Polman, Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya salah satu dosen ITBM Polman dalam jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah.“Selamat dan sukses atas dikukuhkannya Ibu Sumarni S. Semoga amanah ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi kepemimpinan di tingkat nasional dan membawa nama baik ITBM Polman serta persyarikatan,” ungkapnya.
PWMSULBAR.ID, Balanipa— Ketua Senat Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman), Dr. H. Muhammad Sain, S.E., M.E., M.M., M.H., menekankan pentingnya keberanian memulai usaha secara bertahap kepada pelaku UMKM Desa Sabang Subik.Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam seminar “Strategi Branding dan Promosi Kreatif untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Sabang Subik” yang digelar Mahasiswa KKN ITBM Polman Angkatan IV di Kantor Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (1/10/2026) pukul 14.40 WITA.Di hadapan Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., para pelaku UMKM, dan mahasiswa KKN, Dr. Sain memberikan analogi sederhana namun mengena tentang pilihan memelihara anak ayam dan ayam dewasa.“Kalau kita pelihara anak ayam, modalnya kecil, tapi kita belajar dari nol, dari memberi makan sampai merawat. Risikonya kita pahami. Beda kalau langsung beli ayam dewasa yang sudah siap bertelur, modalnya besar, kalau mati ruginya besar. Usaha itu begitu, mulailah dari skala kecil sesuai kemampuan,” ujar Dr. Sain.Menurutnya, banyak pelaku UMKM gagal bukan karena tidak punya ide, tetapi karena ingin langsung besar tanpa melalui proses belajar.Ia menegaskan, memulai usaha dari kemampuan yang ada adalah strategi paling aman. Dengan begitu, pelaku usaha bisa belajar mengelola keuangan, memahami pasar, dan mengukur risiko sebelum memutuskan untuk ekspansi.“Jangan takut memulai. Mulai saja dulu dari apa yang ada di tangan. Evaluasi, baru kembangkan. Itu kunci UMKM bisa bertahan lama,” tambahnya.Seminar ini merupakan program kerja KKN ITBM Polman Angkatan IV Desa Sabang Subik. Selain Dr. Muhammad Sain, hadir pula dosen ITBM Polman, Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom., yang memaparkan materi branding dan promosi kreatif agar produk UMKM lebih menarik dan mudah dikenal pasar.Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., mengapresiasi kehadiran Ketua Senat ITBM Polman yang turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap ilmu tersebut dapat memotivasi warga untuk lebih berani dan kreatif mengembangkan usaha.Kegiatan yang dimoderatori oleh mahasiswa KKN, Salman Unding, ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan UMKM lokal agar naik kelas dan mampu bersaing di era digital.Laporan: Salman UndingMahasiswa KKN ITBM Polman
PWMSULBAR.ID, Balanipa— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Angkatan IV Desa Sabang Subik menggelar seminar bertajuk “Strategi Branding dan Promosi Kreatif untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Sabang Subik” di Kantor Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (1/10/2026) pukul 14.40 WITA.Seminar ini menghadirkan Ketua Senat ITBM Polman, Dr. H. Muhammad Sain, S.E., M.E., M.M., M.H., dan Dosen ITBM Polman, Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai narasumber. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., serta diikuti puluhan pelaku UMKM setempat.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN ITBM Polman yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuannya untuk membantu masyarakat memahami pentingnya membangun identitas usaha, mengemas produk secara menarik, serta menerapkan strategi promosi yang sesuai kebutuhan pasar.Analogi Anak Ayam dan Ayam DewasaDalam pemaparannya, Dr. H. Muhammad Sain menyampaikan ilustrasi menarik tentang pilihan memelihara anak ayam dan ayam dewasa. Analogi tersebut digunakan untuk menjelaskan pentingnya memulai dan mengembangkan usaha secara bertahap sesuai kemampuan.“Memulai usaha dalam skala kecil adalah langkah untuk belajar mengelola bisnis dan memahami risiko. Dengan modal yang disesuaikan kemampuan, pelaku usaha bisa memperoleh pengalaman sebelum mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar,” ujar Dr. Sain.Menurutnya, keberanian memulai usaha harus disertai perhitungan matang. Pelaku UMKM tidak harus langsung menjalankan usaha skala besar, tetapi dapat memulainya dari apa yang tersedia, mengevaluasi hasilnya, lalu melakukan pengembangan secara bertahap.Sementara itu, narasumber kedua, Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom., memaparkan materi tentang pentingnya branding dan promosi kreatif. Ia menekankan bahwa branding menjadi kunci untuk membangun identitas produk agar mudah dikenal, dipercaya, dan memiliki daya saing di pasar digital.Kehadiran Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap program KKN yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.Melalui seminar ini, mahasiswa KKN ITBM Polman Angkatan IV berharap pelaku UMKM Desa Sabang Subik memperoleh pengetahuan baru tentang strategi membangun merek, teknik promosi, dan pengelolaan usaha berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan UMKM lokal.Laporan: Salman UndingMahasiswa KKN ITBM Polman
PWMSULBAR.ID, Majene - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Majene. Salah satu siswinya, Ananda Andi Nur Hafizah Aafiyah AR, telah mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris secara online pada ajang IOB (Indonesian Olympiad of Brilliance) Rising Star.Keikutsertaan Andi Nur Hafizah pada ajang tingkat nasional ini menjadi bukti komitmen SD Muhammadiyah 1 Majene dalam mendorong murid untuk berani berkompetisi di kancah nasional, khususnya dalam bidang Bahasa Inggris.Kepala Sekolah Nursalam, M.Pd., mengucapkan selamat dan sukses kepada Ananda Andi Nur Hafizah Aafiyah AR atas partisipasinya."Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ananda Andi Nur Hafizah Aafiyah AR yang telah mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris secara online pada IOB Rising Star. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi," ucapnya.Kepala SD Muhammadiyah 1 Majene berharap, langkah Ananda Hafizah dapat menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya untuk tidak ragu mengikuti kompetisi akademik sejak usia dini. Pihak sekolah terus mendukung pengembangan bakat dan minat murid melalui program pembinaan intensif.Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi Ananda Andi Nur Hafizah Aafiyah AR untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan tampak di aula putri MBS At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju, Selasa pagi (29/9). Sejak pukul 08.05 WITA, santriwati program Fullday dengan seragam jilbab biru dongker tampak duduk melingkar, memegang mushaf dan melantunkan ayat suci Al-Qur'an.Inilah potret kegiatan rutin Tahfidz Fullday MBS At-Tanwir Mamuju, program unggulan yang fokus membina santri untuk mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an.Dipimpin oleh musyrifah tahfidz, para santriwati saling menyimak dan menyetorkan hafalan satu per satu. Metode halaqah melingkar ini membuat suasana lebih dekat, fokus, dan saling menguatkan. Tak ada gadget, tak ada keramaian – hanya lantunan ayat yang saling bersahutan."Target kami bukan sekadar banyak hafalan, tapi bagaimana anak-anak istiqomah, cinta Al-Qur'an dan berakhlak dengan Al-Qur'an," ujar Harfiah.Program Tahfidz Fullday ini memang dirancang untuk memberikan porsi lebih dalam pembinaan Qur'ani di sela-sela pembelajaran formal. Dengan pembiasaan pagi seperti ini, diharapkan hafalan santri semakin mutqin dan menjadi bekal kehidupan.Semoga dari aula sederhana ini, lahir hafidzah-hafidzah yang akan menjadi cahaya bagi keluarga, persyarikatan, dan umat.
PWMSULBAR.ID, Mamuju– Mentari pagi belum terlalu tinggi, lantunan doa sudah menggema syahdu dari aula MBS At-Tanwir Mamuju. Selasa (29/9/2026), ratusan santri putra dan putri dengan khusyuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah, sebuah tradisi kebaikan yang terus dijaga di Pesantren Modern MBS.Sejak pukul 08.00 WITA, santriwati dengan mukena warna-warni telah berbaris rapi di shaf depan, disusul santri putra dengan kemeja batik merah khas MBS dan peci hitam. Pemandangan ini menjadi potret indah pendidikan karakter yang tidak hanya mengejar ilmu dunia, tapi juga ketakwaan.Kegiatan diawali dengan sholat berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama. Ada yang menarik, kekhusyukan terlihat jelas saat sesi sujud – semua santri larut dalam doa, memohon kemudahan dalam menuntut ilmu.Feti Komayati Kepala SD MBS At-Tanwir Mamuju menyampaikan, Sholat Dhuha bukan sekadar rutinitas, tapi sebagai booster spiritual bagi santri. "Kami ingin anak-anak memulai hari dengan mengingat Allah. InsyaAllah rezeki ilmunya dimudahkan, hatinya dilapangkan," ujarnya.Kegiatan rutin ini menjadi salah satu program unggulan pembinaan akhlak di MBS At-Tanwir Mamuju. Dengan membiasakan sholat sunnah sejak dini, diharapkan santri tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik, kuat ibadahnya, dan mulia akhlaknya.
PWMSULBAR.ID, Majene – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan inklusi di Kabupaten Majene. SLB ABCD ‘Aisyiyah Banggae Majene resmi memulai pembangunan Gedung Baru 2 Lantai, yang ditandai dengan acara Peletakan Batu Pertama yang berlangsung khidmat dan penuh haru.Acara ini menjadi tonggak sejarah baru bagi SLB ABCD ‘Aisyiyah Banggae sebagai salah satu sekolah luar biasa yang berada di bawah naungan Persyarikatan Aisyiyah. Pembangunan gedung dua lantai ini merupakan jawaban atas semakin tingginya kebutuhan akan layanan pendidikan yang layak, aman, dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Majene dan sekitarnya.Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Daerah Aisyiyah Majene, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen, pengawas sekolah, komite, Dinas Pendidikan, serta orang tua siswa. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara bersama-sama sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan.Ketua PD ‘Aisyiyah Majene Hj. Desy Reniyanti, SP. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini."Alhamdulillah, hari ini adalah langkah awal yang besar. Gedung 2 lantai ini kami impikan untuk memberikan ruang belajar yang lebih luas, nyaman, dan representatif bagi anak-anak istimewa kita. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang membantu," ungkapnya.Gedung baru ini nantinya akan difungsikan sebagai ruang kelas baru, ruang terapi, ruang keterampilan, dan pusat layanan asesmen anak berkebutuhan khusus. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan inklusif.Pembangunan ini juga menjadi bukti nyata komitmen ‘Aisyiyah Majene dalam dakwah pendidikan, yakni menghadirkan pendidikan yang mencerahkan dan memuliakan semua kalangan, tanpa terkecuali.Mari kita doakan dan dukung bersama agar pembangunan Gedung 2 Lantai SLB ABCD ‘Aisyiyah Banggae Majene ini berjalan lancar, berkah, dan segera dapat dimanfaatkan oleh peserta didik.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Raudhatul Athfal MBS At-Tanwir Mamuju kembali menggelar pembelajaran kreatif yang memadukan fisik dan akhlak. Dalam kegiatan bertema "Motorik Kasar dan Belajar Adab Berjalan di Depan Orang", puluhan anak didik diajak belajar konsentrasi, disiplin, dan sopan santun melalui permainan melompat sesuai arahan.Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas RA MBS At-Tanwir pada Sabtu (21/9) itu berlangsung ceria. Anak-anak yang mengenakan seragam koko biru muda dan gamis pink tampak antusias mengikuti instruksi guru.Dua buah kursi kecil berwarna biru dan hijau diletakkan sebagai pembatas lintasan. Satu per satu anak diminta berjalan, melompat, dan berhenti tepat sesuai aba-aba. Tidak boleh mendahului, tidak boleh berlari semaunya.Kepala RA MBS At-Tanwir Mamuju Qoriah, S.Pd menjelaskan, metode ini bukan sekadar melatih fisik, melainkan menanamkan adab Islami."Anak-anak kami ajarkan, ketika berjalan di depan orang yang sedang duduk, harus menundukkan badan, menjaga jarak, dan berjalan dengan tertib. Itu adab. Kami kemas dalam permainan motorik agar mudah mereka pahami," jelasnya.Ada enam tujuan utama yang ingin dicapai dalam kegiatan ini:Pertama, konsentrasi. Anak belajar mendengarkan instruksi guru dari awal sampai selesai.Kedua, disiplin dan adab. Anak belajar berjalan tertib, menjaga jarak, dan memperhatikan orang lain saat melewati di depan mereka.Ketiga, motorik kasar. Gerakan berjalan, melompat, dan berhenti melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta kekuatan otot.Keempat, kemampuan mengikuti aturan. Anak memahami bahwa gerakan dilakukan sesuai instruksi, bukan semaunya sendiri.Kelima, kontrol diri. Anak berlatih menunggu aba-aba, mengatur gerakan, dan tidak terburu-buru.Keenam, kepercayaan diri. Ketika berhasil mengikuti arahan dengan benar, anak merasa mampu dan berani mencoba lagi.Pantauan di lapangan, keceriaan pecah ketika salah seorang anak terpleset sajadah kecil yang menjadi rintangan, lalu bangkit kembali sambil tersenyum. Teman-teman yang duduk melingkar menyemangati dengan tepuk tangan.Selain melompati kursi, anak-anak juga dilatih berjalan melewati sajadah yang tergelar di tengah lingkaran teman-temannya. Mereka harus menundukkan kepala dan berjalan pelan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang duduk di depannya.Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan sederhana ini, nilai-nilai adab yang diajarkan Rasulullah SAW dapat tertanam sejak usia dini, seiring dengan pertumbuhan fisik yang sehat dan kuat."Fisik kuat, adab hebat. Itulah generasi yang ingin kami lahirkan dari RA MBS At-Tanwir Mamuju," tutup guru pendamping.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Suasana ceria dan penuh antusiasme menyelimuti kegiatan pembelajaran di Raudhatul Athfal MBS At-Tanwir Mamuju, 22 September 2026.Pada edisi pembelajaran pekan ini, para ustadzah menghadirkan dua kegiatan tematik yang edukatif dan menyenangkan, yakni Mencari Angka di Bawah Wadah Bening serta Gerak dan Bunyi Hewan.Kegiatan pertama, mencari angka di bawah wadah bening, dirancang untuk mengenalkan konsep angka kepada anak usia dini melalui metode sensory play. Anak-anak diajak mencari kartu angka yang tersembunyi di dalam wadah berisi air berwarna. Melalui kegiatan ini, anak dilatih untuk meningkatkan konsentrasi, ketelitian, serta koordinasi mata dan tangan."Kami ingin anak belajar angka tidak hanya menghafal, tapi mengalami langsung. Dengan mencari di dalam air, mereka lebih fokus, sabar, dan gembira," ujar salah satu ustadzah pendamping.Antusiasme ananda terlihat saat mereka berhasil menemukan angka dan kemudian menuliskannya kembali di lembar kerja yang telah disediakan.Sementara pada sesi kedua, kegiatan Gerak dan Bunyi Hewan berlangsung tidak kalah meriah. Ananda diajak mengenal berbagai jenis hewan melalui kartu bergambar seperti gajah, ayam, bebek, nyamuk, dan monyet.Tidak sekadar mengenal nama, anak-anak juga diajak menirukan suara dan gerakan hewan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih motorik kasar, mengembangkan kosa kata dan bahasa, menumbuhkan imajinasi, serta meningkatkan kepercayaan diri anak untuk tampil di depan teman-temannya.Satu per satu ananda maju dengan percaya diri sambil menunjukkan kartu hewan dan memperagakannya. Gelak tawa dan tepuk tangan dari teman-teman menambah semangat mereka.Qoriah, S.Pd berharap, melalui pembelajaran berbasis bermain ini, ananda RA MBS At-Tanwir Mamuju dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Suasana berbeda terlihat di halaman Pondok Pesantren MBS At-Tanwir Mamuju, Jumat (25/9/2026). Puluhan santri putra tampak duduk lesehan di atas tikar oranye, serius melahap buku komik edukasi dan buku cerita.Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Ayo Membaca!! MBS At-Tanwir Mamuju dengan tema "Buku Jendela Dunia, Membaca Hari Ini Masa Depan Esok".Pantauan di lapangan, antusiasme santri sangat tinggi. Tidak hanya membaca di halaman, mereka juga menyerbu mobil perpustakaan keliling yang hadir di lokasi. Berbagai judul buku bacaan, mulai dari komik Islami, hingga buku motivasi, menjadi rebutan.Fety Komayanti, S.Pd. Guru MBS At-Tanwir Mamuju menyampaikan, gerakan literasi ini sengaja digalakkan untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan santri."Kami ingin santri tidak hanya jago mengaji, tapi juga jago membaca. Prinsip kami jelas: Baca, Tambah Ilmu, Raih Prestasi, Jadi Generasi Hebat. Membaca adalah kunci membuka dunia," ujarnya.Gedung pesantren yang didominasi warna oranye-putih menjadi saksi semangat baru tersebut. Para santri yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam terlihat fokus, beberapa berdiskusi kecil tentang isi buku yang mereka baca.Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini diharapkan menjadi agenda rutin. Pihak pesantren berkomitmen menjadikan perpustakaan dan pojok baca sebagai pusat kegiatan santri di luar jam pelajaran diniyah.Gerakan ini sejalan dengan program Muhammadiyah dalam mencetak kader yang berkemajuan, berilmu, dan berakhlak mulia.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Polewali Mandar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan agama. Kali ini, Lazismu Polman menyalurkan donasi Al-Qur'an dan Buku Iqra kepada SMP Muhammadiyah Wonomulyo.Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Lazismu Polman kepada pihak sekolah, pada Selasa, 22 September 2026. Penyerahan berlangsung di ruang guru SMP Muhammadiyah Wonomulyo.Bantuan berupa puluhan mushaf Al-Qur'an dan buku metode Iqra ini bertujuan untuk menunjang kegiatan Tahsin, Tahfidz, dan pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah. Selain Al-Qur'an,Kepala sekolah dan guru SMP Muhammadiyah Wonomulyo menyambut baik bantuan ini dan menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan muzaki Lazismu Polman."Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan Al-Qur'an ini sangat kami butuhkan untuk pembinaan karakter Islami siswa. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur," ungkap Dra. Hj. Kartini Karama, M.Pd.Program donasi Al-Qur'an ini merupakan bagian dari Pilar Dakwah dan Pilar Pendidikan Lazismu, sebagai upaya memberantas buta aksara Al-Qur'an dan memperkuat pendidikan Al-Qur'an di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Komunitas Literasi Mahasiswa ITBM Polman sukses menggelar Lapak Baca dan Bedah Buku dengan tema "Membaca Dinamika Mahasiswa: Bedah Buku Kala Mahesa dan Diskusi Tantangan Mahasiswa di Era Digital", di Alun-Alun Wonomulyo, Selasa (15/09/2026).Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara inspiratif, yakni Bung Zheiid selaku penulis buku Kala Mahesa dan Halbi, S.P., M.Si selaku Dosen ITBM Polman, dengan moderator Bung Nasrul.Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Dosen ITBM Polman Halbi menyampaikan pesan penting terkait penggunaan teknologi di kalangan mahasiswa.“Jangan jadikan AI atau teknologi sebagai pengganti cara berpikir mahasiswa, tapi kita jadikan AI sebagai alat untuk membantu nalar berpikir kita. Karena secanggih apapun AI atau teknologi itu, bisa berfungsi karena bantuan manusia,” ungkap Halbi.Ia menegaskan bahwa di tengah arus digitalisasi yang begitu pesat, mahasiswa harus tetap kritis dan tidak diperbudak oleh informasi. Akal dan nalar harus tetap menjadi panglima, sementara teknologi hanya sebagai alat bantu.Sementara itu, penulis buku Kala Mahesa, Bung Zheiid, mengajak mahasiswa untuk terus membaca dan menulis sebagai bentuk perlawanan terhadap kebodohan di era digital.Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mendapat antusias dari mahasiswa dan pemuda di Wonomulyo. Diskusi ditutup dengan ajakan untuk terus membawa keresahan menjadi karya.
PWMSULBAR.ID, Majene – Kabar membanggakan kembali datang dari SD Muhammadiyah 1 Majene. Salah satu siswi terbaiknya, Ananda Andi Nur Hafizah Aafiah AR, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara Favorit Lomba Bercerita pada ajang Semarak Merdeka yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Majene.Dengan penuh percaya diri, Ananda Hafizah tampil memukau di atas panggung dan berhasil mencuri perhatian dewan juri serta penonton. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SD Muhammadiyah 1 Majene tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki bakat luar biasa dalam bidang seni dan literasi.Kepala Sekolah dan seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Majene mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih."Selamat untuk Ananda Andi Nur Hafizah Aafiah AR. Teruslah berkarya, bercerita, dan menginspirasi. Ini adalah awal yang baik untuk prestasi-prestasi berikutnya," ungkap Nursalam Kepala sekolah.Semarak Merdeka Disdik Kab. Majene sendiri merupakan wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas dalam rangka memeriahkan HUT RI.
PWMSULBAR.ID, Majene – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Majene. Ananda Atthar Razka Akbar berhasil mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris secara online pada ajang IOB Rising Star dengan hasil yang memuaskan.Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Atthar mencatatkan:Benar: 15, Salah: 5, Waktu: 00:23:24, Nilai: 70.Pencapaian ini sangat luar biasa mengingat Ananda Atthar masih duduk di bangku kelas 1 SD. Keberaniannya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia patut diacungi jempol.Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Majene Nursahdi Saleh mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Ananda Atthar Razka Akbar.“Ini adalah bukti bahwa anak-anak SD Muhammadiyah 1 Majene berani tampil dan berprestasi sejak dini, bahkan di kancah nasional dan berbasis digital,” ujar Sahdi.Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus belajar, berani mencoba, dan menguasai bahasa internasional sejak usia dini.
PWMSULBAR.ID, Mambi – Masyarakat Salumaka Wakafkan Masjid Al-Furqon kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Momen bersejarah terjadi di Desa Salu Maka, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Masyarakat Desa Salu Maka secara resmi menyerahkan Wakaf Masjid Al-Furqon Desa Salumaka.Imam Masjid Al-Furqon, Silahuddin, secara resmi menyerahkan masjid kepada Persyarikatan Muhammadiyah untuk dikelola. Penyerahan wakaf Masjid Al-Furqon Sendana ini berlangsung Ahad (21/9), disaksikan langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa, PCM Mambi, dan jamaah setempat.Imam Masjid: Kami Ingin Merasakan Manfaat MuhammadiyahSilahuddin Imam Masjid Al-Furqon menegaskan penyerahan ini adalah kesepakatan seluruh masyarakat."Kami ingin Program Muhammadiyah hadir di sini. Masyarakat sepakat untuk dikelola Muhammadiyah. Kami ingin merasakan manfaat dari Muhammadiyah," ujar Silahuddin.Hasamuddin Jammah Masjid Al-Furqon mennyampaikan Kecintaannya pada persyarikatan begitu besar, ia bahkan berkata, " Biasanya saya kalau naik mobil pasti mabuk, tapi saat ke Mamuju saat urusan Muhammadiyah dari rumah ke Mamuju sampai kerumah lagi tidak pernah mabuk," Ucap Hasamuddin saat menceritakan pengalaman mengurus wakaf masjid Al-Furqon beberapa waktu lalu.Ketua PWM Sulbar: Mambi Istimewa, Muhammadiyah Makin Dipercaya Hingga Non-MuslimKetua PWM Sulbar Dr. KH Wahyun Mawardi, M.Pd menyampaikan pesan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa Mambi adalah daerah istimewa."Saat bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor Jogjakarta saat memperkenalkan diri bahwa kami dari Sulawesi Barat, PP Muhammadiyah hanya mengingat dan menyebutkan kata Mambi, Bukan Mamuju, Polewali Mandar atau Majene, ini menandakan bahwa Mambi ini Istimewa di Pimpinan Pusat Muhammadiyah karena terus diingat”. Kata Wahyun. Dalam kesempatan ini Wahyun mencertikan bahwa hari ini Muhammadiyah makin di percaya oleh masyarakat bahkan non-Muslim pun percaya, “karena Muhammadiyah nyata. Aksi sosialnya ada, kesehatan & pendidiknya nyata," tegasnya.Ia menegaskan Muhammadiyah siap membantu dan membawa program Muhammadiyah kepada Masyarakat Salumaka, baik dari segi Sumberdaya Manusia, dalam hal ini mengutus tenaga profesional maupun dari segi program pendidikan berupa sekolah dan juga beasiswa”. Kata Wahyun.Selain ini itu Muhammadiyah siap memberikan bantuan tunai Rp 5 Juta agar masjid segera dapat dimanfaatkan. Serta menjadikan salumaka sebagai Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Mamuju, agar tenaga terampil dapat membantu masyarakat.Pada kesempatan yang sama ketua PWM Sulbar Beasiswa Pendidikan: Anak-anak di Salumaka yang putus sekolah akan disekolahkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan beasiswa, serta program pemberdayaan di Desa ini insya Allah dikembangkan program Peternakan, Pendidikan Islam.Dalam tausiyahnya, Ketua PWM mengingatkan, "Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah maka akan mendapatkan kemudahan. Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan istana di surga. Wakaf adalah amal jariyah, bersama ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh, pahalanya tidak pernah putus." Kata WahyunKetua PDM Mamasa: Masjid Tetap Milik MasyarakatH. Abdul Samad, S.H.,M.M Ketua PDM Mamasa meluruskan bahwa secara administratif masjid dikelola Muhammadiyah, namun jamaahnya tetap masyarakat setempat."Penyerahan masjid ini secara administratif bukan berarti masyarakat tidak punya masjid. Jamaah di sini tetap berada pada masyarakat ini.Penyerahan ini menandai secara resmi bahwa pengelolaan Masjid Al-Furqon kini berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.Dengan diwakafkannya Masjid Al-Furqon, diharapkan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi umat di Desa Salu Maka.
PWMSULBAR.ID, Mamasa - Semangat dakwah Muhammadiyah di pelosok pegunungan Kondosapata kembali menguat. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mambi pada hari ini, Ahad, 21 September 2026, secara resmi mengukuhkan dua Pimpinan Ranting Muhammadiyah, yakni Ranting Salumaka dan Ranting Pamoseang.Pengukuhan yang berlangsung khidmat di bangunan Masjid Nur Hidayah Sendana ini dirangkaikan dengan agenda bersejarah, yakni penyerahan hibah Masjid Nur Hidayah Sendana kepada Persyarikatan Muhammadiyah.Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa, PCM Mambi, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah setempat. Masjid yang bangunannya masih dalam proses pembangunan dengan struktur bata merah dan kayu, sebagaimana terlihat dalam foto, akan menjadi pusat dakwah dan kegiatan keislaman baru di wilayah tersebut.Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. dalam sambutanya mengatakan penyerahan ini menandai secara resmi bahwa pengelolaan Masjid Nur Hidayah kini berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.“Dengan diwakafkannya Masjid Nur Nurhidayah, diharapkan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi umat.” ucap Wahyun.Dalam kesempatan yang sama ia mengingatkan, "Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah maka akan mendapatkan kemudahan. Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan istana di surga. Wakaf adalah amal jariyah, bersama ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh, pahalanya tidak pernah putus." Kata Wahyun.Pesan PDM Mamasa: Masjid Milik MasyarakatH. Abdul Samad Ketua PDM Mamasa dalam sambutannya meluruskan bahwa penyerahan masjid ini secara administratif kepada Muhammadiyah bukan berarti masyarakat tidak punya masjid lagi.Selain itu juga juga, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa menyampaikan bahwa pengukuhan dua ranting baru ini adalah bukti bahwa cahaya Muhammadiyah terus bersinar hingga ke pelosok."Alhamdulillah, hari ini kita tidak hanya mengukuhkan Ranting Salumaka dan Ranting Pamoseang, tetapi juga menerima amanah besar berupa hibah Masjid Nur Hidayah Sendana. Ini adalah tanggung jawab untuk kita makmurkan. Masjid ini harus menjadi pusat pencerahan, pendidikan, dan pemberdayaan umat," ujarnya."Penyerahan masjid ini secara administratif bukan berarti masyarakat tidak punya masjid. Jamaah di sini tetap berada pada masyarakat ini. Mari kita lanjutkan cita-cita orang tua almarhum pewakaf. Jika tidak dimanfaatkan, putus amalnya, jika dimanfaatkan kembali akan lanjut amalnya," ujarnya.Sementara itu, pihak pewakif Masjid Nur Hidayah Sendana Ruslan mengungkapkan keikhlasan menyerahkan masjid kepada Muhammadiyah agar pengelolaannya lebih profesional dan manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.Ketua PCM Mambi Abdul Azis, berharap pembangunan masjid terus berlanjut dan dapat digunakan pada bulan Ramadan mendatang.Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kecamatan Mambi, Hendra, menyatakan siap membantu proses penerbitan sertifikat wakaf Masjid Nur Hidayah Muhammadiyah Sendana.Dengan dikukuhkannya dua ranting ini, diharapkan roda organisasi dan dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Mambi semakin masif. Masjid Nur Hidayah Sendana akan menjadi markas dakwah untuk mewujudkan tema "Memakmurkan Masjid, Memajukan Persyarikatan di Bumi Kondosapata Mamasa".Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh warga ranting untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan masjid hingga rampung.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Wujud kepedulian terhadap pendidikan, Lazismu Polewali Mandar menyalurkan bantuan kepada siswa kurang mampu dan yatim piatu di SMP Muhammadiyah Wonomulyo, Selasa (22/9/2026).Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Lazismu Polewali Mandar kepada 3 orang siswa yang membutuhkan. Donasi berupa beras 5 Kg dan uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan sekolah para siswa.Penyerahan bantuan berlangsung di ruang guru SMP Muhammadiyah Wonomulyo, disaksikan oleh pihak sekolah. Tampak dalam foto, Ketua Lazismu Polman Zainal Abidin, S.Pd.Gr., berfoto bersama 3 siswa penerima manfaat di depan Struktur Organisasi Sekolah.Kepala SMP Muhammadiyah Wonomulyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazismu Polman atas kepeduliannya."Terima kasih kepada Lazismu Polewali Mandar yang telah membantu siswa kami. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang yatim piatu dan kurang mampu. Semoga menjadi amal jariyah," ujarnya.Program ini merupakan bagian dari Pilar Pendidikan dan Pilar Sosial Kemanusiaan Lazismu, untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Kata Zainal.Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus berprestasi.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh Lazismu Polewali Mandar. Kali ini, Lazismu Polman menyalurkan donasi pendidikan kepada siswa SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Selasa (22/9/2026).Bantuan diserahkan langsung oleh Tim Lazismu Polman kepada 4 orang siswa kurang mampu. Bantuan berupa paket beras dan uang tunai untuk menunjang kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok siswa.Penyerahan dilakukan di lingkungan SMK Muhammadiyah Wonomulyo, didampingi oleh guru sekolah. Para siswa tampak antusias dan bersyukur menerima bantuan tersebut.Program ini merupakan komitmen Lazismu Polman dalam Pilar Pendidikan, memastikan anak-anak dari keluarga dhuafa dan yatim tetap semangat bersekolah dan tidak terkendala biaya."Terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan ZIS-nya melalui Lazismu. Semoga bantuan ini berkah dan menjadi penyemangat bagi siswa SMK Muhammadiyah Wonomulyo," ujar Ketua Lazismu Polman.Semoga Lazismu terus menebar manfaat. Lazismu Memberi Untuk Negeri.
PWMSULBAR.ID, Majene – (22/9/2026) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat terus mendorong gerakan literasi Al-Qur'an di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Salah satunya melalui penyerahan bantuan buku Iqra kepada MTs Muhammadiyah Pelattoang.Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Nurslam, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketau PWM Sulbar kepada Andri, S.Pd Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Pelattoang. Bantuan buku Iqra ini diterima dengan penuh rasa syukur oleh pihak sekolah.Program ini merupakan komitmen PWM Sulbar dalam mendukung program Baca Tulis Qur'an (BTQ) yang menjadi pembiasaan rutin setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai di MTs Muhammadiyah Pelattoang."Terima kasih atas dukungan PWM Sulbar. Buku Iqra ini sangat kami butuhkan untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur'an siswa. Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami," ujar Andri Kepala MTs.Perwakilan PWM Sulbar yang menyerahkan bantuan menyampaikan bahwa literasi Al-Qur'an adalah fondasi utama pendidikan di Muhammadiyah. Diharapkan dengan adanya buku Iqra yang baru, semangat siswa untuk mengaji semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.Program penyerahan buku Iqra ini akan terus digulirkan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya di wilayah Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID, Malang – Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur menjadi pusat perhatian kader muda Muhammadiyah se-Indonesia. Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) ke-2 Tingkat Nasional tahun 2026 resmi dibuka pada 21-24 September 2026.Acara pembukaan berlangsung megah di panggung utama dengan backdrop bertema "Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi".10 santri kontingen MBS At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju dari Sulawesi Barat dengan seragam Hizbul Wathan lengkap, baret hijau dan syal hijau khas, berbaris rapi di depan panggung utama saat upacara pembukaan. Mereka menjadi bagian dari ribuan santri dari pondok pesantren Muhammadiyah se-Indonesia yang berkemah bersama.KSM Nasional merupakan ajang silaturahmi, pengkaderan, dan penguatan karakter kepemimpinan bagi santri Muhammadiyah. Selama 4 hari, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan Hizbul Wathan, lomba keterampilan, seminar kepemimpinan, dan pentas seni budaya.Kontingen Sulawesi Barat dari MBS At-Tanwir Mamuju turut ambil bagian dalam kegiatan nasional ini untuk membawa nama harum Sulawesi Barat di kancah nasional. Semoga kontingen Sulbar meraih prestasi terbaik.
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui program Ekonomi dan Kewirausahaan. Saat ini, MBS At-Tanwir Mamuju telah berhasil mengembangkan lima unit usaha produktif yang dikelola bersama pembina pondok pesantren. Lima unit usaha tersebut adalah: At-Tanwir Mart, At-Tanwir Laundry, At-Tanwir Water, At-Tanwir Catering & At-Tanwir Snack & Drink.Program ini bukan sekadar bisnis murni untuk mencari keuntungan materi semata, melainkan melatih warga pesantren untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian.Pimpinan MBS At-Tanwir Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Mamuju menyampaikan bahwa gerakan ekonomi ini sejalan dengan semangat kemandirian Muhammadiyah. Tujuannya ada dua, yaitu membangun kemandirian ekonomi pesantren agar tidak bergantung pada satu sumber dana saja sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di pesantren."Dengan adanya At-Tanwir Mart, Water, Laundry, Catering, dan Snack & Drink, pondok pesantren bisa terbantu dalam hal biaya operasional pondok yang hanya bersumber dari santri saja." ungkapnya.Kehadiran lima unit usaha ini diharapkan menjadi pilar kemandirian MBS At-Tanwir Mamuju dan menjadi model bagi pesantren lain di Sulawesi Barat bahwa pesantren bisa mandiri, berdaya, dan mencetak generasi yang religius sekaligus berjiwa pengusaha.
PWMSULBAR.ID, Mamuju— Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat di Mamuju (19/9/2026).Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Barat, Filda Adelia, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam karena agenda besar IPM Sulbar ini akhirnya dapat terlaksana setelah mengalami tiga kali penundaan."Alhamdulillah, syukur karena pada akhirnya agenda Musywil dapat terlaksana setelah 3 kali dimundurkan. Ini adalah buah dari kerja keras dan kesabaran kita bersama," ujar Filda Adelia.Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada jajaran intinya yang telah bekerja keras mengusahakan seluruh rangkaian acara."Ucapan terima kasih khususnya kepada Sekum, Bendum, dan Kabid karena telah mengusahakan seluruh rangkaian acara. Harapan saya semoga acara ini berjalan lancar dari awal hingga akhir," katanya.Filda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat dan Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) atas fasilitas tempat dan kendaraan yang diberikan untuk menyukseskan Musywil.Tak lupa, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh kader."Saya mohon maaf, ada keputusan yang kadang keliru yang sangat berpengaruh pada kelangsungan organisasi. Namun begitu, keputusan tetap kami ambil dengan hati-hati dan meminimalisir risiko dan hal-hal yang tidak menyenangkan," ungkapnya dengan tulus.Sebagai refleksi selama menjabat, Filda membagikan pesan penting tentang kepemimpinan."Sebagai pimpinan kita harus haus mencari informasi. Salah satu penyesalan saya saat menjabat adalah kurangnya inisiatif untuk mencari informasi yang menghambat perkembangan organisasi. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua," pesannya.Untuk kepengurusan periode berikutnya, Filda menitipkan harapan besar agar IPM Sulbar semakin besar dan melebarkan sayapnya secara legal dan struktural."IPM adalah organisasi yang besar, maka dari itu perluas jaringan, masuk ke instansi pemerintahan, terutama daftarkan organisasi, bukan hanya PW tapi juga sampai PD nya ke Kesbangpol. Ini penting untuk legitimasi dan keberlanjutan gerakan kita," tegas Filda.Di akhir sambutan, ia berpesan agar soliditas dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama."Harapan saya agar menjaga hubungan baik sesama pimpinan, menguatkan ikatan persaudaraan sehingga terwujud organisasi yang kokoh," pungkasnya.Sambutan Filda Adelia yang jujur, reflektif, dan penuh harapan tersebut mendapat apresiasi dari seluruh peserta Musywil yang hadir.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar– Aula Wisma MAN 1 Polewali Mandar bergemuruh penuh semangat! Kegiatan English Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Madrasah English Community (MEC) resmi dibuka pada Kamis, 18 September 2026 dan akan berlangsung hingga 20 September 2026.Acara dibuka langsung oleh Kepala MAN 1 Polewali Mandar, Dahniar Rahman, S.Pd.,M.Pd., didampingi jajaran Wakil Kepala Madrasah, Pembina MEC, dan pihak vendor LKP Asia Duta. Sebanyak 74 peserta siap digembleng dengan tema "Build Confidence, Create Friendship, and Grow Together Through English".Dalam sambutannya, Ibu Kepala Madrasah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kembali English Camp tahun ini.“Alhamdulillah, English Camp ini adalah program unggulan kita untuk menjawab tantangan zaman. Saya sangat bangga melihat 74 peserta yang siap belajar. Sesuai temanya, Build Confidence, saya ingin anak-anakku tidak hanya pintar grammar, tapi berani dan percaya diri berbicara bahasa Inggris di depan umum.”Beliau menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris adalah jendela dunia dan menjadi kunci untuk meraih prestasi. Beliau juga berterima kasih kepada LKP Asia Duta sebagai mitra profesional dan kepada Pembina MEC yang telah bekerja keras."Manfaatkan tiga hari ini dengan maksimal. Jalin persahabatan, tumbuh bersama. Buat bangga orang tua dan madrasah," tutupnyaTahun ini panitia menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Asia Masita, M.Pd. Dosen Institut Teknologi Bisnis dan Bisnis (ITBM) Polewali Mandar, yang juga merupakan pimpinan LKP Asia Duta sebagai mitra pelaksana.Dalam sambutannya, Dr. Asia Masita, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada MAN 1 Polewali Mandar karena kembali memberikan kepercayaan kepada LKP Asia Duta dan untuk berkolaborasi. Menurutnya, kepercayaan ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dan menjadi wujud sinergi nyata antara dunia pendidikan.Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan jangan pernah takut salah, malu berbicara, atau takut untuk mencoba. Ia menegaskan bahwa di dunia kampus, keberanian untuk praktik jauh lebih penting daripada sekadar teori grammar yang sempurna.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini sangat membutuhkan kerja sama yang solid antara peserta, panitia, pembina, dan para mentor. Dr. Asia Masita,M.Pd. juga menjelaskan bahwa Bahasa Inggris saat ini bukan hanya sekedar mata pelajaran di sekolah, melainkan sebuah skill wajib yang akan menjadi bekal utama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi seperti di ITBM Polman, mendapatkan beasiswa, hingga menunjang karir profesional di berbagai bidang.Di akhir sambutannya, ia sangat mengapresiasi MAN 1 Polewali Mandar dan para pembina bahasa yang telah memberikan dukungan serta ruang yang luas bagi siswanya untuk berkembang. Ia berharap kolaborasi segitiga antara MAN 1 Polman & LKP Asia Duta ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswi di MAN 1 Polewali Mandar.
PWMSULBAR.ID, Wonomulyo— Suasana penuh keceriaan dan kekhusyukan terlihat di Mushollah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Cabang Wonomulyo, Sabtu (19/9). Puluhan anak didik mengikuti kegiatan pembiasaan keagamaan rutin, yakni Sholat Dhuha berjamaah dilanjutkan dengan hafalan surah-surah pendek.Kegiatan ini menjadi program unggulan TK ABA Wonomulyo dalam membentuk karakter Islami sejak usia dini. Dalam foto yang diabadikan, tampak anak-anak didik duduk melingkar rapi di atas karpet mushollah yang bersih. Anak laki-laki mengenakan peci dan baju koko, sementara anak perempuan mengenakan mukena dan jilbab warna-warni.Sebelum pelaksanaan sholat, anak-anak dibimbing untuk melafalkan hafalan surah pendek. Terlihat seorang anak dengan percaya diri maju ke depan memegang mikrofon untuk melantunkan hafalannya, disimak dengan antusias oleh teman-temannya dan didampingi langsung oleh para ustadzah. Di papan tulis mushollah tertulis huruf-huruf hijaiyah sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Hj. Suhumiah Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Wonomulyo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar untuk membangun fondasi agama yang kuat."Kami ingin membiasakan anak-anak untuk mencintai masjid dan sholat sejak kecil. Sholat Dhuha adalah sholat pembuka rezeki dan wujud rasa syukur di pagi hari. Setelah sholat, kami lanjutkan dengan hafalan surah pendek seperti Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq serta doa-doa harian. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias dan ceria," ujarnya.Melalui bimbingan Pimpinan Cabang Aisyiyah Wonomulyo, TK ABA terus berkomitmen tidak hanya mencerdaskan anak secara akademik, tetapi juga membangun generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, sesuai dengan visi Muhammadiyah-Aisyiyah dalam mencerahkan peradaban.Kegiatan ditutup dengan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama, dengan harapan ilmu yang didapat menjadi berkah dan bekal untuk masa depan anak-anak sholih-sholihah.
PWMSULBAR.ID, Mamuju— Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mamuju (19/9/2026) mendapat perhatian langsung dari Pimpinan Pusat (PP) IPM.Dalam sambutannya, Tasbita Ikrima Al Arify Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat IPM menegaskan bahwa forum Musywil memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar agenda pemilihan."Musyawarah Wilayah bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi ruang konsolidasi ide, gagasan, dan arah gerakan IPM Sulbar ke depan," tegasnya di hadapan peserta Musywil.Ia juga menegaskan posisi strategis Sulawesi Barat dalam peta gerakan IPM nasional."Saya ingin menegaskan bahwa kehadiran teman-teman Pimpinan Wilayah Sulbar memiliki posisi yang sangat strategis dalam tubuh gerakan IPM secara nasional," ujarnya.Sekjend PP IPM berharap kontributor aktif dari Sulbar untuk gerakan nasional."Kami berharap teman-teman Sulbar dapat berkontribusi dalam konsolidasi ide, gagasan, dan gerakan IPM nasional. Harapannya ke depan akan semakin banyak praktik baik dan inovasi dari Sulbar yang dapat menjadi inspirasi teman-teman pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia," harapnya.Lebih lanjut, Tasbita Ikrima Al Arify menekankan bahwa Musywil harus melahirkan tipologi pemimpin baru yang relevan dengan zaman."Musywil ini harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, membangun kolaborasi, dan menghadirkan gerakan yang berdampak," katanya.Hal tersebut sejalan dengan arah gerak PP IPM saat ini, yaitu kepemimpinan berdampak, yang bertujuan membentuk algoritma pelajar berdampak berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan Islam Berkemajuan.PP IPM juga menyoroti tantangan pelajar yang kian kompleks hari ini, mulai dari transformasi digital, krisis literasi, isu kesehatan mental, hingga penguatan karakter di akar rumput."Dibutuhkan kader-kader yang punya kompetensi dan militansi ideologi yang kuat. Kami berharap proses dan program perkaderan IPM Sulbar menjadi langkah prioritas dan berkelanjutan, untuk menjadi kader yang punya kompetensi tinggi dan kuat dalam ideologi Muhammadiyah," pesannya.Di akhir sambutan, Sekjend PP IPM mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Musywil sebagai forum yang demokratis namun tetap penuh persaudaraan.“Mari jadikan Musywil ini sebagai forum yang penuh gagasan, kaya argumentasi, namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam musyawarah, tetapi persatuan adalah tujuan yang harus kita jaga bersama.”"Selamat bermusyawarah. Semoga forum ini melahirkan keputusan terbaik, pemimpin terbaik, dan memperkuat kontribusi IPM Sulbar bagi kemajuan pelajar, umat, bangsa, dan persyarikatan," pungkasnya.Musywil VIII IPM Sulbar di Mamuju ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah yang lebih berdampak dan berkemajuan di Bumi Manakarra.
PWMSULBAR.ID, Mamuju — (19/9/2026) Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-VIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Barat resmi dibuka. Kegiatan yang menjadi forum tertinggi IPM di tingkat wilayah ini dihadiri oleh PP IPM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Ortom, Ketua PDM Mamuju, Ketua Lazismuh Sulbar serta kader IPM se-Sulawesi Barat.Dalam amanahnya, Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat menegaskan bahwa Musywil memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar agenda elektoral."Musywil bukan sekadar forum untuk memilih siapa yang akan menjadi pimpinan berikutnya. Musywil adalah momentum untuk melakukan evaluasi, refleksi, konsolidasi, dan merumuskan arah gerakan IPM Sulawesi Barat ke depan," tegas Ketua PWM dalam sambutannya.Ia berharap Musywil VIII ini tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang progresif."Karena itu, saya berharap Musywil ini tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru, program-program yang nyata, serta kader-kader yang semakin matang dalam kepemimpinan," tambahnya.Wahyun Mawardi juga menekankan posisi strategis IPM sebagai sekolah kepemimpinan Muhammadiyah."IPM adalah Sekolah Kepemimpinan Muhammadiyah," ujarnya dengan tegas.Menurutnya, Muhammadiyah hari ini membutuhkan kader yang paripurna."Muhammadiyah membutuhkan kader yang bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu bekerja. Muhammadiyah membutuhkan generasi yang memiliki iman yang kuat, ilmu yang luas, akhlak yang mulia, kemampuan berorganisasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat," paparnya.Oleh karena itu, IPM harus menjadi ruang penting untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin."Karena itu, IPM harus menjadi salah satu ruang penting untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin Muhammadiyah dan pemimpin bangsa pada masa yang akan datang," pungkasnya.Musywil VIII IPM Sulawesi Barat dijadwalkan akan membahas Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Wilayah IPM periode sebelumnya, merumuskan program kerja periode mendatang, serta memilih formatur Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Barat yang baru.Semangat pelajar Muhammadiyah Sulbar untuk terus berkemajuan tampak begitu kuat dalam pembukaan Musywil kali ini.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo – Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di halaman TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Wonomulyo, Polewali Mandar, Jumat pagi (18/9). Puluhan murid dengan seragam kuning-hijau khas 'Aisyiyah tampak kompak mengikuti gerakan Senam Sehat Anak Indonesia Hebat.Kegiatan senam pagi ini merupakan program rutin sekolah dalam rangka membudayakan hidup sehat dan aktif sejak usia dini. Dengan dipandu oleh para bunda guru, anak-anak mengikuti setiap gerakan dengan antusias, mulai dari pemanasan hingga gerakan inti yang melatih motorik dan kekompakan.Kepala TK 'Aisyiyah Wonomulyo Hj. Suhumiah menyampaikan bahwa senam ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. "Kami ingin anak-anak 'Aisyiyah tumbuh menjadi anak yang sehat jasmani, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Melalui senam sehat ini, kita tanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta pada olahraga," ujarnya.Pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung di area bermain sekolah yang asri dengan latar gedung hijau dan pohon mangga. Para guru dengan sabar mendampingi dan memberi contoh gerakan, sementara anak-anak terlihat sangat menikmati.Program ini sejalan dengan gerakan 'Aisyiyah untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan anak-anak lebih siap menerima pelajaran dan menjadi generasi penerus Muhammadiyah yang unggul dan membanggakan.Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dan doa bersama.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo–Pemandangan penuh khidmat terlihat di halaman SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, pagi ini. Ratusan siswa dengan busana muslim putih dan hitam tampak khusyuk melaksanakan sholat Dhuha berjamaah di pelataran sekolah.Kegiatan yang dilaksanakan di bawah sinar mentari pagi ini merupakan program pembiasaan ibadah rutin sekolah. Seorang siswa dipercaya menjadi imam di depan, diikuti oleh teman-temannya yang berbaris rapi dalam shaf laki-laki dan perempuan yang terpisah.Sholat Dhuha bersama ini bukan sekadar rutinitas, namun menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami yang menjadi ciri khas Amal Usaha Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Sekolah ingin menanamkan kecintaan anak pada sholat sunnah, kedisiplinan waktu, serta melatih keberanian menjadi imam sejak usia sekolah dasar."Kami di SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo membiasakan anak-anak untuk memulai hari dengan ibadah. Sebelum masuk kelas, mereka sholat Dhuha bersama, berdzikir dan berdoa. Harapannya ilmu yang mereka dapat menjadi berkah dan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus sholeh dan sholehah," ujar Zainal Abidin,S.Pd.,Gr. Kepala SD 'Aisyiyah Wonomulyo.Setelah sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tausiyah singkat dari guru tentang keutamaan sholat Dhuha sebagai pembuka pintu rezeki dan bentuk rasa syukur.Dengan pembiasaan ini, SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo terus berkomitmen mencetak kader pelajar Muhammadiyah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam ibadah dan akhlak mulia.
PWMSULBAR.ID -Mamuju - Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju secara resmi melepas 10 santri terbaiknya untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Nasional Ke-2, yang akan berlangsung pada 21-24 September 2026 di Coban Rondo, Malang, Jawa Timur.Prosesi pelepasan digelar penuh khidmat pada malam hari di lingkungan pondok, dihadiri oleh Mudir MBS, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PWM Sulbar, Kepala Sekolah SMP At Tanwir, serta para ustadz pembina. Para santri yang akan berangkat tampak kompak mengenakan jas almamater kuning kebanggaan.Ke-10 delegasi santri MBS At-Tanwir ini akan bergabung dengan ribuan santri Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia. KSM Nasional Ke-2 merupakan agenda besar Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PP Muhammadiyah sebagai ajang silaturahim, penguatan ideologi, karakter kepanduan Hizbul Wathan, dan kreativitas santri.Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Pimpinan MBS At-Tanwir Mamuju dalam arahannya berpesan agar para santri menjaga adab, disiplin, dan nama baik pondok serta Persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Barat selama mengikuti kemah."Kalian adalah duta MBS At-Tanwir Mamuju dan duta Sulbar di kancah nasional. Tampilkan akhlak santri Muhammadiyah yang unggul, berilmu, dan beradab. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya di Malang," pesannya.Keikutsertaan ini menjadi bukti eksistensi dan kiprah pesantren Muhammadiyah di Sulbar yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Mohon doa dari seluruh warga Muhammadiyah agar perjalanan dan kegiatan ananda santri selama di Coban Rondo berjalan lancar, selamat, dan membawa prestasi.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo –Suasana pagi yang cerah dan penuh keceriaan terlihat di halaman SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, Jum'at (18/9). Ratusan siswa dengan seragam busana muslim putih, jubah, dan peci kompak mengikuti kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat.Kegiatan yang digelar di pelataran sekolah dengan latar gedung kuning-hijau khas Aisyiyah ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Dengan dipandu oleh para guru olahraga dan wali kelas, para siswa mengikuti setiap gerakan senam dengan antusias, tertib, dan penuh semangat.Meski mengenakan gamis dan jubah, hal tersebut tidak mengurangi kelincahan siswa dalam bergerak. Gerakan senam yang energik diiringi musik ceria membuat halaman sekolah semakin semarak.Kepala SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo Zainal Abidin,S.Pd.,Gr. menyampaikan bahwa Senam Anak Indonesia Sehat ini merupakan program pembiasaan hidup sehat dan bugar di lingkungan sekolah."Kami di SD 'Aisyiyah 1 Wonomulyo ingin membiasakan anak-anak untuk hidup sehat sejak dini. Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Anak yang sehat jasmaninya, insyaAllah lebih semangat belajar dan beribadah," ujarnya.Senam ini menjadi agenda rutin Jum'at Sehat sebagai upaya membentuk generasi pelajar Aisyiyah yang sehat, ceria, disiplin, dan berakhlak mulia. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dan persiapan masuk kelas.
PWMSULBAR.ID, Polewali Mandar – Kabar membanggakan datang dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman). Pimpinan dan Civitas Academica ITBM Polman mengucapkan apresiasi atas kelulusan Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026.Empat dosen terbaik ITBM Polman dinyatakan lulus sebagai dosen profesional tersertifikasi, yakni:1. Dr. Asia Masita Haidir, M.Pd. – Dosen Prodi Bisnis Digital, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Inggris.2. Arfah Sahabudin, S.Kom., M.Par.– Dosen Prodi Bisnis Digital, Bidang Ilmu Pariwisata Berkelanjutan.3. Ridayani, S.Pd., M.Pd. – Dosen Prodi Informatika, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris.4. Adi Putra Rahman, S.Si., M.Si. – Dosen Prodi Agribisnis, Bidang Ilmu Bioteknologi Pertanian dan Produk Hayati.Kelulusan ini menjadi bukti komitmen ITBM Polman sebagai kampus Unggul, Profesional, dan Islami dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia. Dengan bertambahnya jumlah dosen bersertifikat pendidik, ITBM Polman semakin mengukuhkan diri sebagai Kampus Technopreneur yang diakui kualitasnya, yang telah terakreditasi BAIK oleh BAN-PT.Sertifikasi dosen merupakan pengakuan negara atas profesionalitas dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen yang telah tersertifikasi dianggap memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang mumpuni.Dr. Ir. Nursahdi Saleh,M.Si. Rektor ITBM Polman menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Bumi Tipalayo, Sulawesi Barat.Selamat dan sukses kepada para dosen. Semoga amanah ini semakin memotivasi untuk melahirkan inovasi dan karya yang berdampak bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.
PWMSUBAR.ID - Matakali – Hikmah pernikahan disampaikan oleh Sekretaris PWM Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I., dalam acara resepsi pernikahan Muh. Rivaldi dengan Nurhidayah yang digelar pada Kamis, 17 September 2026 di Barumbung, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.Dalam tausiyahnya, H. Ismail Ibrahim menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk saling mengenal, memahami, menjaga, dan menguatkan.Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum: 21 bahwa pernikahan adalah tanda kebesaran Allah untuk menciptakan rasa tenteram (sakinah), kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).Pesan untuk kedua mempelai:1. Untuk Suami, Muh. Rivaldi: Setelah akad, istri adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Seorang suami tidak harus sempurna, tetapi harus berusaha menjadi baik, bertanggung jawab, dan memberikan rasa aman. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi).Ketika istri lelah, pahami. Ketika sedih, jadilah tempat berbagi. Saat berbeda pendapat, jangan meninggikan suara, bicarakan dengan kepala dingin.2. Untuk Istri, Nurhidayah: Suami juga manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting bukan mencari pasangan yang sempurna, tetapi belajar menjadi pasangan yang baik. Berikan dukungan saat suami menghadapi kesulitan dan ketenangan saat ia lelah.3. Menghadapi Ujian Rumah Tangga: Rumah tangga pasti akan diuji, baik perbedaan pendapat maupun kesulitan ekonomi. Semua itu bukan tanda kegagalan, tetapi proses belajar kesabaran dan kesetiaan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).Jangan saling menyalahkan. Ingat prinsip rumah tangga: bukan “aku menang dan kamu kalah”, tetapi “kita bersama-sama menghadapi masalah”.H. Ismail juga mengangkat teladan Rasulullah SAW dan Khadijah RA. Khadijah bukan hanya istri, tetapi sumber ketenangan dan dukungan di masa-masa berat. Pasangan hidup adalah orang yang tetap di samping kita, bukan hanya saat bahagia, tetapi juga saat sulit.Rumah tangga adalah ladang ibadah. Suami bekerja mencari nafkah halal adalah ibadah, istri mengurus keluarga dengan ikhlas adalah ibadah, saling membantu dan menghormati adalah pahala.Ia menutup dengan doa QS. Al-Furqan: 74: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”Acara diakhiri dengan doa barakah: “Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair” – Semoga Allah memberkahi pernikahan Muh. Rivaldi dan Nurhidayah menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah, diberi rezeki halal, kesehatan, dan keturunan yang saleh dan salehah.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun Akademik 2025/2026Acara pelepasan digelar di kampus ITBM Polman. Rabu, 16 September 2026 dengan mengusung tema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi”.Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik untuk menggugurkan SKS, melainkan wujud nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang meliputi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.Rektor menyoroti dua masalah besar yang masih dihadapi desa saat ini. Pertama, desa belum terkoneksi secara digital. Produk desa bagus namun tidak terkoneksi dengan pasar, potensi wisata ada namun tidak terkoneksi dengan informasi. Kedua, UMKM belum berinovasi, masih menjual apa adanya dengan kemasan dan pemasaran seadanya sehingga nilai jual rendah.Untuk menjawab dua persoalan tersebut, Rektor memberikan tiga pesan utama kepada mahasiswa:1. Koneksikan Desa: Bantu desa membuat profil desa digital, aktifkan website dan media sosial desa, serta bantu UMKM membuat akun marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, dan Google Maps. Ajari warga membuat konten dan berjualan online.2. Inovasikan UMKM: Jangan biarkan UMKM menjual bahan mentah. Lakukan inovasi produk, seperti pisang menjadi keripik pisang premium, gula aren menjadi kopi gula aren kekinian, dan ikan menjadi abon ikan dengan branding bagus. Bantu dari segi logo, kemasan, foto produk, hingga perhitungan HPP.3. Jaga Nama Baik Almamater: Mahasiswa adalah duta kampus dan duta Muhammadiyah. Tunjukkan akhlak mahasiswa Muhammadiyah, hormati adat desa, tokoh masyarakat, dan makmurkan masjid.“Saya tidak ingin laporan KKN kalian hanya formalitas 100 halaman. Saya ingin setelah KKN, ada UMKM yang omsetnya naik 2x lipat karena kalian. Ada desa yang websitenya aktif karena kalian. Itulah KKN yang sesungguhnya,” tegas Rektor.Sementara itu Ketua Panitia KKN Tematik 2026, Asrandi, S.M., M.M., dalam laporan menyampaikan bahwa sebanyak 115 mahasiswa akan ditempatkan di 10 desa/kelurahan dengan berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
PWMSULBAR.ID – Polewal Mandar - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal memberikan sambutan pada acara Pelepasan dan Pemberangkatan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026 (16/9/2026) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar.Dalam sambutannya, H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ITBM Polman yang terus berkomitmen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Ketua PDM Polman menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik yang wajib diselesaikan mahasiswa, melainkan bentuk nyata pengamalan ilmu, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat.Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 105:“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, tetapi harus melahirkan amal, karya, inovasi, dan kemanfaatan.Abd. Azis Ghoza juga sangat mengapresiasi tema KKN Tematik tahun ini, "Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi". Tema ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman.“Desa hari ini tidak boleh dipandang sebagai wilayah yang jauh dari teknologi dan inovasi. Desa memiliki potensi luar biasa, mulai dari SDA, SDM, budaya, pertanian, perkebunan, perikanan, kuliner, kerajinan, dan berbagai produk UMKM yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” demikian petikan sambutan H. Abd. Azis Ghozal.Namun, potensi besar tersebut membutuhkan koneksi, inovasi, dan kolaborasi, terutama koneksi antara ilmu mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat.Lima Pesan Ketua PDM Polman untuk Mahasiswa KKNKepada para peserta KKN, Abd. Azis Ghoza berpesan agar hadir di tengah masyarakat bukan sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai pembelajar. Hormati kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, ibu-ibu, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan seluruh warga.Ada lima pesan penting yang ditekankan:Pertama, Jagalah nama baik almamater dan persyarikatan Muhammadiyah. Tunjukkan sikap santun, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan menjadi teladan.Kedua, Bangun komunikasi dan silaturahmi yang baik. Jadikan masyarakat sebagai mitra, dengarkan kebutuhan mereka, hormati adat setempat, dan libatkan mereka dalam setiap program.Ketiga, Amalkan ilmu yang telah diperoleh. Jadikan IPTEK sebagai sarana membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui program yang bermanfaat dan tepat sasaran.Keempat, Tumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Keberhasilan KKN sangat bergantung pada kerja sama mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah setempat, dan masyarakat.Kelima, Tetap jaga ibadah dan akhlak. Jadikan nilai Islam sebagai pedoman, shalat tepat waktu, jaga pergaulan, dan senantiasa amanah.“Jangan pernah berpikir kontribusi harus selalu besar dan luar biasa. Terkadang kegiatan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain,” pesannya.H. Abd. Azis Ghoza berharap KKN Tematik Angkatan IV Tahun 2026 ini dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi penempatan, serta senantiasa mendukung kegiatan positif ITBM Polman.
PWMSULBAR.ID - Mapilli – Sebanyak 115 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Tahun 2026 resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.Jaminan tersebut diberikan melalui kerja sama ITBM Polman dengan BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis dilakukan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Polewali Mandar, Melania Theresia Mokalu, di Kampus ITBM Polman, Rabu (16/9/2026).Rektor ITBM Polman, Dr. Nursahdi Saleh, M.Si., menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab kampus dalam menjamin keselamatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lapangan.Menurutnya, seluruh peserta KKN Angkatan IV tahun ini dipastikan terlindungi asuransi secara penuh selama masa pelaksanaan di berbagai lokasi penempatan.“Kami mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan bagi 115 mahasiswa KKN kami. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi mahasiswa maupun orang tua selama anak-anaknya mengabdi di desa,” ujar Dr. Sahdi.Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Polman, Melania Theresia Mokalu, menjelaskan bahwa 115 mahasiswa tersebut telah terdaftar sebagai peserta dengan dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).Ia menyampaikan terima kasih kepada ITBM Polman yang telah proaktif mendaftarkan mahasiswanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.“Ini adalah bentuk perlindungan untuk memberikan ketenangan bagi mahasiswa dalam beraktivitas KKN, terutama jika terjadi risiko yang tidak diinginkan,” ungkap Melania.Melania menambahkan, dengan iuran yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp16.800 per bulan, mahasiswa sudah mendapatkan dua perlindungan sekaligus.Manfaat yang diperoleh meliputi perlindungan sejak berangkat, saat melakukan aktivitas pengabdian, hingga perjalanan pulang. Jika terjadi kecelakaan kerja, peserta akan mendapatkan perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, serta santunan kematian sebesar Rp42 juta.“Semua risiko kerja selama KKN sudah ter-cover oleh BPJamsostek. Harapannya mahasiswa bisa fokus mengabdi dengan aman,” pungkasnya.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menggelar Pengajian Bulanan pada Rabu, 16 September 2026 di kampus ITBM Polman. Materi disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I dengan tema "Pentingnya Mengawasi Iman Seperti Mengawasi BBM".Dalam pendahuluannya, H. Ismail Ibrahim menyampaikan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika bepergian dengan kendaraan, hal pertama yang paling diperhatikan adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak ada yang berani menempuh perjalanan jauh jika tangki hampir kosong. Selalu diperiksa indikatornya, diisi penuh, dan waspada agar tidak kehabisan di tengah jalan.Begitu pula dengan iman. Iman adalah bahan bakar kehidupan. Tanpa iman, hati mati, perjalanan menuju akhirat terhenti, dan tidak akan sampai pada tujuan yang diridhai Allah SWT.Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan:"Sesungguhnya iman itu akan menjadi usang di dalam dada salah seorang di antara kalian sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hatimu." (HR. Al-Hakim).Materi pengajian memaparkan persamaan antara BBM Kendaraan dan Iman di Hati:- BBM menggerakkan kendaraan di dunia, Iman menggerakkan jiwa menuju ridha Allah.- BBM habis di tengah jalan maka kendaraan berhenti, Iman berkurang/habis maka hati mati dan terhenti di jalan akhirat.- Keduanya perlu diisi ulang secara berkala.- Kualitas BBM menentukan awet tidaknya mesin, kualitas iman menentukan selamat tidaknya di akhirat.- Keduanya memiliki indikator untuk dipantau.Kajian ini juga mengangkat kisah teladan. Kisah Umar bin Khattab yang setiap malam sebelum tidur selalu bermuhasabah: "Hai Umar, untuk apa engkau hari ini? Dan apa yang telah engkau kerjakan untuk akhiratmu?" Beliau memeriksa imannya setiap hari seperti memeriksa indikator BBM.Kisah Abdullah bin Amr bin Ash yang berkata: "Iman itu seperti kendaraan, jika engkau tidak memberi makan (mengisi) dengan ketaatan, pasti ia akan mati."Untuk itu, ada dua cara menjaga dan mengisi iman seperti menjaga BBM:1. Periksa Iman Setiap Hari (Cek Indikator)Sesuai QS. At-Taubah: 105. Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana shalatku hari ini? Apakah hatiku ingat Allah? Apakah aku menjauhi yang haram? Jika terasa berat, berarti indikator sudah turun dan harus segera diisi ulang.2. Isi Ulang dengan Ibadah (Isi Bahan Bakar)Sesuai QS. Al-Baqarah: 43. Shalat, puasa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an adalah bahan bakar iman.Acara ditutup dengan penegasan, "Kendaraan tanpa BBM berhenti di tengah jalan dan tidak sampai ke tujuan. Manusia tanpa iman berhenti di pintu surga dan tidak dapat masuk ke dalamnya. Maka jagalah iman kalian lebih teliti daripada menjaga BBM kendaraan kalian."Pengajian diakhiri dengan doa: “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik - Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
PWMSULBAR.ID - MAMUJU - Lazismu Sulawesi Barat segera melaunching program kemanusiaan terbaru bertajuk Nasi Darurat Sulawesi Barat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di sektor pangan.Program yang dicanangkan ini berdasarkan pada Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi, dan Pilar Kemanusiaan. Nasi Darurat Sulawesi Barat ditujukan pada yatim dhuafa, mahasiswa, para pencari kerja, dan perantau. Program ini terbuka untuk seluruh masyarakat di Sulawesi Barat dan tidak hanya diperuntukkan pada warga Muhammadiyah saja.Lazismu Sulawesi Barat berfokus pada dampak dan pemberdayaan. Program ini diharap tidak memberikan ketergantungan pada penerima manfaat, melainkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terutama yang berkaitan dengan urusan perut.Nasi Darurat Sulawesi Barat diharap dapat segera beroperasi dan membantu masyarakat terutama mahasiswa di perantauan. Program ini ditargetkan berjalan paling lambat pada November 2026Untuk mendukung program ini Lazismu Sulawesi Barat mengajak Pimpinan Muhammadiyah, Pelaku Amal Usaha Muhammadiyah, Ortom, Simpatisan, dan seluruh masyarakat untuk turut serta menyukseskan program ini dan dapat terlaksana lebih cepat daripada waktu yang ditargetkan.Hanya dengan Rp50.000 anda sudah menyalurkan 1 paket nasi darurat .Salurkan paket Nasi Darurat anda melalui rekening Muamalat Lazismu Sulawesi Barat8910067554Konfirmasi dapat dilakukan melalui WA085240662416 atau 081243018900
PWMSULBAR.ID - MAMUJU - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, M.Pd., menekankan bahwa ketakwaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA).Pesan tersebut disampaikan Wahyun saat mengisi Pengajian Rutin Bulanan yang digelar oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju).Pengajian yang berlangsung di Aula Kampus II Unimaju pada Selasa, 15 September 2026 itu mengusung tema "PTMA Unggul dengan Ilmu, Amal, Ketekunan dan Profesionalisme". Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika Unimaju.Dalam tausiyahnya, Wahyun mengulas makna mendalam dari QS. Al-Hasyr ayat 18:"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar setiap insan akademik senantiasa melakukan muhasabah dan menjadikan takwa sebagai landasan kerja.Lebih lanjut, terkait profesionalisme, Wahyun menjelaskan bahwa profesionalisme tidak bisa dipisahkan dari amanah. Ia mengaitkannya dengan kisah Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qashash ayat 26:"Salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya'."Menurutnya, ayat ini menegaskan dua kriteria utama dalam memilih tenaga kerja, yaitu kekuatan (kompetensi) dan amanah (integritas).Wahyun juga mencontohkan keteladanan Nabi Yusuf AS sebagaimana termaktub dalam QS. Yusuf ayat 55:"Dia (Yusuf) berkata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan'."Kisah tersebut menunjukkan bahwa jabatan harus diemban oleh orang yang memiliki ilmu dan mampu menjaga amanah.Di akhir ceramahnya, Wahyun mengingatkan seluruh pengelola dan sivitas akademika Unimaju sebagai Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus membangun budaya akademik yang sehat, unggul, dan profesional. Ia menegaskan bahwa pengabdian di Muhammadiyah sejatinya adalah ikhtiar untuk meningkatkan amal saleh dan meraih rida Allah SWT.
PWMSULBAR.ID - POLEWALI MANDAR - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menggelar Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026, Senin, 15 September 2026.Pembekalan ini merupakan tahapan wajib bagi mahasiswa sebelum diterjunkan untuk melakukan pengabdian di tengah masyarakat.Tahun ini, KKN Tematik ITBM Polman mengusung tema "Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi". Tema tersebut menegaskan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan memberikan dampak nyata melalui pemanfaatan potensi desa dan teknologi digital.Pada pembekalan tersebut, peserta dibekali lima materi utama dari narasumber berkompeten, yakni:1. Materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) oleh H. Ismail Ibrahim, S.Pd.I., M.Pd.I.2. Strategi Pelaksanaan KKN oleh Muhammad Alwi, S.Pd., M.M.3. Dokumentasi dan Luaran KKN oleh Alvin Syahril Fauzi, S.Kom., M.Kom.4. Digitalisasi dan Visual Content oleh Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom.5. Pengembangan UMKM oleh Apt. Miftahurrahman Hafid, S.Farm., M.P.H., M.M.Ketua Panitia KKN Tematik 2026, Asrandi, mengatakan pembekalan tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan rasa tanggung jawab mahasiswa selama berada di lokasi KKN."Kami berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik ITBM Polman sekaligus memberikan kontribusi yang nyata bagi desa tempat mereka mengabdi," ujarnya.Melalui KKN Tematik 2026 ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa, membangun kolaborasi yang solid bersama masyarakat, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pengelolaan usaha, serta mendorong pelaku UMKM agar lebih inovatif dan berdaya saing.Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi. Bersama Mengabdi, Bersama Memberi Dampak.
PWMSULBAR.ID – WONOMULYO - Fenomena alam seperti kemarau panjang dan langit yang menahan hujan harus dibaca sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Semua yang terjadi di langit dan bumi tidak lepas dari kehendak Allah.Pada Pengajian Bulanan Muhammadiyah Wonomulyo di Masjid Al-Ikhwan Ranting Cerbon, Selasa (15/9/2026), Ustadz Drs. Rudi Tarenre, M.Pd.I menjelaskan bahwa kekeringan yang membuat manusia menderita dan tersiksa adalah ujian akidah bagi kita.Setidaknya ada tiga makna di balik Allah menahan hujan:Pertama, Sebagai Teguran dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengingatkan, ketika manusia enggan berzakat, maka Allah akan menahan hujan. Jika hujan masih turun, itu semata-mata karena rahmat untuk hewan ternak dan makhluk lain. Ini teguran agar kita kembali memeriksa kewajiban zakat dan kepedulian sosial.Kedua, Sebagai Ujian Keimanan, Allah Swt menguji hamba-Nya dengan cobaan dan nikmat. Ketika diberi cobaan kekeringan, terimalah dengan kesabaran. Ketika diberi nikmat hujan dan rezeki, bersyukurlah.Sebagaimana firman Allah Swt : "Maka jika kalian kufur, ketahuilah azab-Ku sangat pedih."Ketiga, Sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah, Ditahannya hujan adalah cara Allah agar manusia kembali mengingat-Nya, bertaubat, dan bersyukur ketika hujan akhirnya turun dan bumi kembali berbuah.Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan?Ustadz Rudi Tarenre menegaskan 4 ikhtiar yang harus dilakukan:1. Memperbanyak IstighfarPerintah ini jelas dalam QS. Nuh ayat 10-11: "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat'."2. Melaksanakan Shalat Istisqa dan Doa BersamaMinta kepada Allah agar apa yang ditahan, dicabut dan diturunkan kembali keberkahannya untuk kita. Ini adalah sunnah Nabi saat menghadapi kekeringan.3. Bersyukur dan Tidak Kufur Nikmat4. Melakukan Ikhtiar Menjaga Keseimbangan AlamTidak merusak hutan, tidak membakar lahan sembarangan, menjaga sumber air, dan melakukan reboisasi. Kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah tangan manusia sendiri."Hujan adalah rezeki. Ketika langit menahan hujan, jangan hanya mengeluh, tapi perbanyak istighfar, perbaiki hubungan dengan Allah dan dengan alam," tutup Wakil Ketua PWM Sulbar tersebut.
PWMSULBAR.ID – MAMUJU - Lazismu Sulawesi Barat menerima donasi dari Kantor Layanan Lazismu MBS At-Tanwir Mamuju untuk korban bencana alam gempa magnitudo 7,7 SR di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.Penyerahan donasi dilakukan langsung di Kantor Lazismu Sulawesi Barat, Jl. Teuku Umar, Belakang Patung Ahmad Kirang, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.Donasi yang diserahkan oleh Abdul Saidin, Ketua KL MBS At-Tanwir Mamuju, diterima langsung oleh Abdul Rahman Djafar, Ketua Lazismu Sulawesi Barat. Donasi yang terhimpun hingga saat ini berjumlah Rp2.124.000. Lazismu Sulbar menyampaikan terima kasih atas kepedulian KL MBS At-Tanwir Mamuju dan seluruh donatur.“Jazakumullah khairan kepada KL MBS At-Tanwir Mamuju. InsyaAllah amanah ini akan segera kami salurkan untuk membantu pemulihan pasca bencana di Nagekeo, NTT,” ujar Abdul Rahman Djafar.Lazismu Sulawesi Barat mengajak seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah, serta masyarakat umum untuk terus membantu meringankan beban masyarakat Nagekeo. Donasi masih terus dibuka melalui:Rekening Muamalat Lazismu Sulawesi Barat: 8910067554Konfirmasi: 085240662416 atau 081243018900Laporan : Filda Adelia
PWMSULBAR.ID – POLEWALI MANDAR - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) untuk Operator Satuan Pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kegiatan bertema “Pendampingan Pengajuan SK AUM dan NIB” ini dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 di Kampus ITBM Polman, Desa Ugi Baru, Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan ini dibuka pukul 09.00 WITA dan diikuti oleh para operator dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Sulawesi Barat.Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Halima Mide, S.Pd., M.Pd. hadir dan memberikan arahan. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya tertib administrasi dan legalitas bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan.“Kami ingin memastikan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Sulbar memiliki SK AUM dan NIB. Ini adalah pondasi agar amal usaha kita kuat secara hukum dan dapat mengakses program pemerintah,” ujarnya.Hadir dalam kegiatan ini Ketua PDM Polman H. Abd. Azis Ghozal, Ketua PDA Polman Dra. Hj. Kartini Karama, M.Pd, Wakil Ketua PDA H. Elly SE., Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PDM Poman Muh. Yakub, S.P. Kepala sekolah dan Operator AUM Pendidikan se Polewali Mandar.Hadir pula sebagai narasumber Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si., Rektor ITBM Polman, dan Alvin Syahril Fauzi, S.Kom., M.Kom., Kepala UPT TIK ITBM Polman. Keduanya memberikan materi teknis terkait proses pengajuan SK AUM melalui PWM dan PWA dan pengurusan NIB melalui sistem OSS.Melalui TOT ini, peserta diharapkan mampu untuk mendampingi sekolah dalam menyelesaikan administrasi legalitas.Dengan penguatan operator ini, PWA Sulbar berharap seluruh AUM Pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sulawesi Barat segera memiliki dokumen resmi sehingga dapat berkembang lebih maju dan berkemajuan.
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar melepas 41 mahasiswa Program Magang Mandiri Batch-5 Tahun 2026/2027 untuk melaksanakan kegiatan magang di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Program magang ini merupakan bagian dari upaya ITBM Polman dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja secara langsung di dunia kerja. Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) serta visi dan misi perguruan tinggi. Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Aula Kampus ITBM Polman, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kapala UPT Pusat Karir, Kewirausahaan dan Alumni ITBM Polman, Ramli, S.Kom., M.Kom. dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik almamater serta menjadikan kegiatan magang sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme. “Magang bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja, membangun pengalaman profesional, serta menunjukkan karakter dan integritas sebagai mahasiswa ITBM Polman,” pesan Ramli. Mahasiswa peserta magang berasal dari beberapa program studi di lingkungan ITBM Polman, di antaranya Agribisnis, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan, dengan mayoritas peserta berasal dari semester 5 dan 7 serta satu peserta dari semester 9. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai mitra magang, di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Disperindagkop UKM Polewali Mandar, Bank Muamalat, Bank BRI Cabang Polewali, PT Rahmat Pratama Nusantara, PT Untuk Indonesia Hijau, serta sejumlah pelaku usaha lainnya. Program Magang Mandiri Batch-5 Tahun 2026/2027 dilaksanakan mulai 7 September 2026 hingga 3 Januari 2027. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi dari Dosen Pembimbing Lapangan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor ITBM Polman. Melalui program ini, ITBM Polman berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan kerja, memperluas pengalaman profesional, serta menjadi lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki integritas.
PWMSULBAR.ID – Mamuju - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Mamuju. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 5-6 September 2026 di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah. Tim dari PWM Sulbar mengunjungi beberapa lokasi KKN mahasiswa UNIMAJU untuk melihat langsung pelaksanaan program kerja di masyarakat. Ketua PWM Sulbar Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan program-program Muhammadiyah dengan program KKN mahasiswa di daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Muhammadiyah melalui amal usahanya kepada masyarakat.“Mahasiswa KKN adalah duta persyarikatan di desa. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan program yang dijalankan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dalam monitoring tersebut, tim PWM Sulbar berdiskusi dengan mahasiswa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Berbagai program yang dijalankan mahasiswa meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan. PWM Sulbar berharap melalui kegiatan KKN ini, Universitas Muhammadiyah Mamuju dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat dakwah.
PWMSULBAR.ID – POLEWALI MANDAR - Kabar gembira datang dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar atau ITBM Polman. Perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulbar ini selangkah lagi membuka Program Studi S1 Administrasi Kesehatan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor ITBM Polman, Dr. Ir. Nursahdi Saleh, M.Si.“Alhamdulillah, usulan Pembukaan Program Studi S1 Administrasi Kesehatan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar saat ini berstatus Evaluasi Direkomendasi oleh Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek. Selanjutnya akan masuk tahap validasi oleh BAN-PT/LAM-PTKes,” ujar Rektor, Senin 7 September 2026.Nursahdi Saleh berharap Surat Keputusan izin pembukaan prodi dari Kementerian segera terbit. Dengan hadirnya prodi baru ini, ITBM Polman dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak SDM kesehatan yang profesional dan Islami. “Ini juga menjadi salah satu langkah strategis kami untuk mendorong perubahan bentuk ITBM Polman dari Institut menjadi Universitas,” tambahnya. Berdasarkan data pada 7 September 2026 pukul 12.07 WITA, usulan pembukaan Prodi S1 Administrasi Kesehatan ITBM Polman telah memasuki tahap Evaluasi Direkomendasi. Status tersebut berarti usulan dari ITBM Polman telah lolos evaluasi awal di Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek. Tahapan selanjutnya adalah proses validasi pemenuhan syarat akreditasi oleh BAN-PT/LAM-PTKes. Dengan demikian, pembukaan Prodi S1 Administrasi Kesehatan di ITBM Polman tinggal selangkah lagi menuju penerbitan SK Izin Pembukaan Program Studi.
PWMSULBAR.ID – Mamuju Tengah - Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRM-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah dan Pengajian Bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 6 September 2026 dan diikuti oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Mamuju Tengah. Ketua LPCR – PM PWM Sulbar Dr. Furqon Mawardi mengatakan semoga semangat mengembangkan cabang dan ranting makin menggema di Mateng. “Alhamdullallah, semoga semangat untuk menguatkan dan mengembangkan cabang serta ranting semakin menggema di Bumi Lalla Tassisara”. Kata Furqon. Semoga segera menyusul pembentukan cabang dan ranting baru sebagai penanda bahwa Sang Surya Muhammadiyah terus bersinar di Mamuju Tengah.
PWMSULBAR.ID – Mamuju Tengah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah laksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan dan ToT bagi Agen dan Verifikator SatuMu Pimpinan Ranting Muhammadiyah se Mamuju Tengah sekaligus pengajian bulanan.
Kegiatan dilaksanakan di Aula MBS Topoyo pada 6 September 2026 kegiatan dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Pimpinan Daerah, Cabang dan Ranting Muhammadiyah Mamuju Tengah.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat hadir dalam kegiatan tersebut ia mengapresiasi langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah sebagai daerah pertama di Sulawesi Barat yang melaksanakan ToT di tingkat Pimpinan Ranting.
Selain itu Ketua PWM Sulbar juga berharap agar pelaksanaan ToT dan Rakor ini mempercepat penyelesaian Digitalisasi Muhammadiyah dan pendataan ranting dan Pimpinan di Mamuju Tengah.
Ketua PDM Mamuju Tengah Drs, H. Babang Suparni mengajak para Pimpinan Muhammadiyah untuk terus bergerak untuk memajukan dakwah Muhammadiyah di Masyarakat, ia Berharap semoga ToT dan Rapat Koordinasi ini untuk memperkuat Gerakan Muhammadiyah di Mamuju Tengah.
Bambang Suparni Juga menyampaikan ToT ini digelar sebagai langkah percepatan transformasi digital persyarikatan Muhammadiyah, serta mendorong Optimalisasi E-KTM Muhammadiyah bagi warga persyarikatan. Kata Bambang.
PWMSULBAR.ID – Majene – Membanggakan, Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Barat Mesya Putri Ramadhani terpilih menjadi Duta Hubungan Internasional (HI) Putri Universitas Sulawesi Barat tahun 2026, Duta HI Unsulbar adalah ajang pemilihan representasi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Sulawesi Barat yang bertugas sebagai wajah dan perwakilan program studi (5/9/2026). Mesya menjelaskan dirinya tertarik mengikuti pemilihan Duta Hubungan Internasional karena ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus membawa pengetahuan yang dimiliki agar dapat memberikan dampak di lingkungan kampus. “Bagi saya, menjadi Duta HI bukan hanya tentang mengikuti sebuah kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang saya punya dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang lain”. Kata Mesya. Sebelum dinobatkan menjadi Duta HI, Mesya menceritakan pengalaman yang dilalui hingga akhirnya menjadi pemenang dan dalam ceritanya tak sedikit tantangan yang dihadapi. “Prosesnya cukup panjang. Saya banyak memperdalam pemahaman mengenai Hubungan Internasional, mulai dari konsep dasar hingga isu-isu internasional yang sedang berkembang. Saya juga berusaha meningkatkan kemampuan public speaking karena saya menyadari bahwa seorang Duta HI harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan percaya diri”. “Tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, yaitu melawan rasa tidak yakin terhadap kemampuan diri. Saya sempat berpikir apakah saya mampu menjadi The Winner, apalagi ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti pemilihan duta. Namun, saya mencoba untuk tetap menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin”. Ucap Mesya. Selain itu Mesya membagikan perasaannya ketika dinobatkan sebagai The Winner Duta HI Unsulbar, Mesya merasa terharu dan bangga. “Ada rasa bahagia karena usaha yang saya lakukan selama proses pemilihan akhirnya membuahkan hasil. Tetapi lebih dari itu, saya juga teringat pada usaha keluarga, sahabat, dan teman-teman yang selama ini memberikan dukungan dan membantu saya. Rasanya semua perjuangan dan usaha mereka tidak sia-sia”. Menurutnya, kemenangan ini menjadi sebuah tanda bagi saya bahwa saya mampu dan bahwa ada orang-orang yang memberikan kepercayaan kepada saya karena melihat potensi yang saya miliki. Kemenangan ini bukan akhir, tetapi justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut dapat saya gunakan dengan baik. Meysa melanjutkan bahwa menjadi Duta Hubungan Internasional bukan sekadar mendapatkan gelar atau menjadi representatif. Lebih dari itu, seorang duta harus mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan dampak. Karena menurut saya, pengetahuan akan lebih berarti ketika tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan dan digunakan untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Visi dan Misi serta Isu Hubungan Internasional apa yang paling ingin disuarakan sebagai Duta HI Saya ingin mendorong lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun relasi. Saya juga ingin meningkatkan kepedulian mahasiswa Hubungan Internasional terhadap berbagai isu global. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami isu internasional secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dan memberikan kontribusi nyata. Salah satu isu yang paling ingin saya suarakan adalah isu Hak Asasi Manusia, khususnya Female Genital Mutilation atau sunat perempuan.Saya tidak ingin melihat semakin banyak korban akibat praktik budaya dan tradisi yang terus dipertahankan tanpa mempertimbangkan hak, keselamatan, dan masa depan perempuan. “Ketertarikan saya terhadap isu ini juga sejalan dengan pengalaman saya dalam VOICE, di mana saya terlibat dalam pembahasan dan edukasi mengenai FGM dan child marriage. Bagi saya, isu perempuan dan anak bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan hak asasi manusia dan isu global”. Langkah yang ingin dilakukan setelah menjadi Duta HI “Saya ingin menghadirkan lebih banyak edukasi, kegiatan diskusi, serta kolaborasi yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengetahuan dan perspektif mengenai isu-isu global. Saya juga ingin membangun lebih banyak relasi agar semakin banyak pihak yang dapat terlibat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sadar terhadap isu internasional”. Ungkap Mesya. Profil Singkat Mesya Putri Ramadhani: Mesya Putri Ramadhani merupakan mahasiswa Hubungan Internasional yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan advokasi. Mesya aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta terlibat dalam VOICE (Voicing Our Identity Courage & Empowerment), sebuah inisiatif PP IPM bersama UNICEF yang bergerak dalam edukasi dan advokasi isu perempuan dan anak, termasuk female genital mutilation (FGM) dan child marriage.
PWMSULBAR.ID – Mamuju - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa melakukan kunjungan silaturahim sekaligus Rapat Koordinasi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.
Kunjungan yang digelar di Gedung PUSDIM PWM Sulbar, Mamuju (5/8/2026). PDM Mamasa diterima lansung oleh Ketua PWM Sulbar, Dr. KH. Wahyun Mawardi, bersama Pimpinan PWM lainnya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa dalam silaturahim tersebut membahas aganda utama untuk pengambangan Amal Usaha Muhammadiyah di Mamasa:
Pertama, Tindak lanjut Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di Mamasa. Kedua, Rencana Waqaf Amal Usaha Masjid untuk Muhammadiyah Mamasa.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, menyampikan Semoga sinergi ini menjadi langkah nyata memajukan dakwah, pendidikan, dan amal usaha Muhammadiyah di Mamasa.
"Kami mendorong agar lahir amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Mamasa yang dapat menjadi Pusat Dakwah Islam Muhammadiyah". Kata KH Wahyun.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar, 5 September 2026 — Sejumlah mahasiswa bersama anak-anak dan masyarakat tampak membaca buku di kawasan Alun-Alun Wonomulyo, Masjid Merdeka, pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kegiatan tersebut merupakan SABACA (Sabtu Membaca) yang digagas oleh Komunitas Mahasiswa Kritis Polewali Mandar sebagai upaya menghidupkan kembali budaya membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu dikemas dalam bentuk lapak baca terbuka. Berbagai buku disediakan untuk dibaca secara bebas, mulai dari buku sejarah, sosial, politik, hingga buku-buku yang membahas persoalan kehidupan masyarakat.
Mahasiswa ITBM Polman, Nasrul, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan terhadap fenomena penggunaan teknologi yang semakin mendominasi kehidupan mahasiswa dan masyarakat.
“Melihat fenomena hari ini, mahasiswa dan masyarakat telah dininabobokan oleh teknologi. Mahasiswa hari ini tidak lagi dipermudah oleh teknologi, melainkan diperbudak,” ujar Nasrul.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan budaya literasi dapat membuat mahasiswa dan masyarakat semakin jauh dari kebiasaan membaca secara mendalam. Karena itu, Komunitas Mahasiswa Kritis Polman mencoba mengambil langkah awal melalui kegiatan SABACA.
“Budaya-budaya literasi hari ini bisa kita bilang hanya segelintir orang yang melek akan hal itu. Komunitas Mahasiswa Kritis Polman hadir mengadakan lapak baca untuk memulai langkah awal memperbaiki budaya membaca,” lanjutnya.
Nasrul menjelaskan, pemilihan buku dalam lapak baca tersebut juga memiliki alasan tersendiri. Sebagian besar buku yang disediakan merupakan literatur sejarah. Menurutnya, sejarah menjadi salah satu pintu untuk memahami berbagai persoalan yang terjadi pada masa kini.
“Berangkat dari sejarah, kita bisa mengetahui kejadian aktual hari ini dan melihat apakah ada kaitannya dengan masa lampau,” jelasnya.
Selain buku sejarah, lapak baca tersebut juga menyediakan sejumlah buku yang membahas persoalan sosial dan politik. Literatur tersebut diharapkan dapat membuka ruang refleksi bagi pembaca mengenai berbagai persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan, hingga persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS).
Bagi Komunitas Mahasiswa Kritis Polman, membaca tidak berhenti pada aktivitas memahami tulisan dalam buku. Membaca juga menjadi bagian dari proses memahami realitas sosial dan membangun kesadaran untuk melihat berbagai persoalan secara lebih kritis.
Melalui SABACA, komunitas tersebut berharap ruang-ruang literasi dapat terus tumbuh dan menjadi wadah bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk bertemu, membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan.
SABACA pun menjadi langkah kecil untuk melawan budaya instan: mengembalikan buku ke ruang publik dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gerakan kesadaran mahasiswa dan masyarakat.
Laporan : Salman
Mahasiswa ITBM Polman.
PWMSULBAR.ID - Mamuju – Universitas Muhammadiyah Mamuju sambut mahasiswa baru tahun 2026 dengan kegiatan Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru (MASTAMA), Senin, 31 Agustus 2026.
Acara berlansung di Aula Masjid Fastabiqulkhaerat Muhammadiyah Mamuju, acara berlansung meriah diikuti ratusan mahasiswa baru, dengan rincian jurusan Manajemen 197 orang, Ekonomi Pembangunan 65 orang, Peternakan 11 orang, Agribisnis 96 orang, Teknologi Hasil Perikanan 5 orang dan Manajemen Sumber Daya Perairan 13 orang.
Rektor Unimaju Dr. H. Muh. Tahir, M. Si. dalam acara tersebut menegaskan bahwa Perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat manusia mengubah dirinya: dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mampu, dari mampu menjadi berkarya, dan dari berkarya menjadi bermanfaat. Karena itu, ketika mahasiswa baru memasuki gerbang kampus, sesungguhnya ia sedang memasuki sebuah fase kehidupan yang menuntut perubahan cara berpikir, cara belajar, cara bersikap dan cara memandang masa depan.
“Mahasiswa baru adalah orang baru yang datang ke dunia baru. Ia kemudian disambut oleh “orang lama” pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, senior, organisasi mahasiswa dan seluruh civitas akademika, bukan sekadar untuk mengatakan selamat datang, tetapi untuk mewariskan pengalaman dan menunjukkan jalan agar perjalanan akademiknya tidak tersesat. Kampus bukan hanya menyediakan ruang kuliah, tetapi menyediakan ekosistem untuk belajar, bertumbuh, menemukan talenta, membangun jejaring, melakukan penelitian, mengabdi dan melahirkan karya”.
Lebih lanjut Rektor Unimaju menyampaikan jika Perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki kekhasan yang tidak boleh hilang di tengah derasnya perubahan zaman. Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi satu kesatuan.
“Kecerdasan akademik harus bertemu dengan iman; kompetensi harus berjalan bersama integritas; kebebasan berpikir harus tetap berpijak pada etika; dan kemajuan teknologi harus dikendalikan oleh nilai kemanusiaan. Budaya Malaqbi mengajarkan bahwa keunggulan tidak cukup hanya tampak pada kemampuan, tetapi juga pada martabat dalam perilaku”. Kata Muh. Tahir.
PWMSULBAR.DI - Pasangkayu– Semangat juang dan akhlak Tapak Suci kembali diuji. Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pasangkayu resmi turun bertanding dan meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI CUP 1 Kabupaten Pasangkayu setelah mengamankan 13 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu dari 37 atlit yang diturunkan.
Kejuaraan yang digelar oleh IPSI Kabupaten Pasangkayu ini menjadi ajang bergengsi bagi pesilat muda di seluruh Pasangkayu untuk mengasah kemampuan, menjunjung sportivitas, dan mempererat silaturahmi. Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah mendominasi jalannya lomba dan berhasil amankan juara kategori Usia Dini dan Pra Remaja.
Narjiman Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pasangkayu menyampaikan bahwa keikutsertaan ini bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi juga untuk membuktikan bahwa Tapak Suci hadir sebagai wadah pembinaan jasmani dan rohani.
"Kami turun bukan sekedar bertanding. Tapi membawa nama Muhammadiyah dan nilai-nilai Tapak Suci, Menang kalah itu biasa, yang penting akhlak dan disiplin tetap dijaga," ujarnya.
Para atlet Tapak Suci Pasangkayu tampil dengan penuh semangat. Dukungan dari pelatih, orang tua, dan warga Muhammadiyah turut menguatkan mental para pesilat di arena.
Kejuaraan IPSI CUP 1 ini juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Pasangkayu yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi dan nasional.
Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup I Kabupaten Pasangkayu diadakan di Lapangan Pelti Kabupaten Pasangkayu, 25–26 Agustus 2026. Kejuaraan tersebut diikuti delapan perguruan pencak silat, yakni Persinas ASAD, IKS, Tapak Suci, Naga Kembar, Kuntau, PSM, dan PSHT.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar- Pusat Al-Islam & KeMuhammadiyahan ITBM Polman sukses gelar Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) ke V.
Acara berlangsung mulai 21 - 23 Agustus 2026 di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Polewali Mandar, dengan mengusung tema“Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan".
Kegiatan dihadiri Ketua PWM Sulbar, Dr.KH. Wahyun Mawardi,M.Pd. Sekretaris PWM H. Ismail Ibrahim,M.Pd.I., Ketua PDM Polman, H. Abd. Azis Ghozal, Dewan Pakar MPKSDI PWM Sulbar Ir. Nuryadin sekalian Master of Training BAM V, Ketua PDA Polman, Dra. Hj. Kartini Karama,M.Pd. Wakil Ketua PDA H. Elly, S.E, Ketua PRM Sidorejo Syamsuddin,M.Pd.I., Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apt. Miftahurrahman, M.M., Tim Instruktur, Civitas Akademik ITBM Polman & Pimpinan Ortom se Polman.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan dalam sambutan penutupan acara, Baitul Arqam ini adalah "rumah kita" untuk menguatkan rumah, pikiran, dan komitmen. Menurutnya, selama tiga hari ini, para peserta di tempa dengan 3 hal pokok dalam Muhammadiyah.
Pertama, Al-Islam : Memurnikan akidah, memperkokoh ibadah, dan memahami islam yang berkemajuan.
Kedua, KeMuhammadiyahan : Mengenal sejarah, manajemen, dan gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
ketiga, Kepemimpinan dan Keorganisasian : Melatih tanggung jawab, disiplin, dan semangat berkhidmat untuk umat dan bangsa.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia yang telah bekerja keras dengan penuh ikhlas. Begitu juga kepada para pemateri yang sudah meluangkan waktunya untuk mengantarkan ilmu. Terima kasih juga kepada Pak Rektor, Kepala. Pusat AIK, ITB Muhammadiyah Polewali Mandar. Yang terus membuka ruang untuk kaderisasi".
Ilmu yang didapat di tempat ini harus dibawa pulang ke Kampus, ke keluarga, dan ke Masyarakat. Jadilah mahasiswa yang berkemajuan, cerdas secara intelektual, kuat secara spritual , dan tangguh secara sosial.
Muhammadiyah hari ini butuh kader seperti kalian. Kader yang tidak hanya pintar berdebat, tapi juga turun tangan. Tidak hanya pandai berorientasi, tetapi juga berakhlak. Tidak hanya cinta Muhammadiyah, tapi juga cinta Indonesia.
Selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar berharap, setelah Baitul Arqam ini, lahir kader-kader baru yang siap menggerakkan IMM, ortom, dan amal usaha Muhammadiyah di daerah kita.
"Bantu dakwah di Kampus, bantu pendidikan, bantu kesehatan, dan bantu gerakan sosial yang menyentuh masyarakat,". Kata Abd. Azis.
PWMSULBAR.ID - Gadingkulon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 10 sukses meluncurkan program keberlanjutan lingkungan di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pada Senin (24/8/2026), kelompok mahasiswa ini menyelenggarakan kegiatan edukasi sekaligus praktik langsung pemanfaatan limbah organik, khususnya kulit jeruk, untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
KKN MAS sendiri merupakan program KKN kolaborasi nasional yang melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Malang Raya berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KKN MAS yang diikuti oleh 59 PTMA se-Indonesia, dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertindak sebagai kampus penyelenggara (host).
Keberagaman tersebut tercermin nyata dalam komposisi Kelompok 10. Kelompok ini terdiri dari gabungan mahasiswa yang berasal dari 10 kampus PTMA di berbagai penjuru Nusantara, yaitu:
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Melalui kolaborasi lintas daerah ini, Kelompok 10 hadir membawakan serangkaian gagasan inovatif bagi masyarakat Desa Gadingkulon. Kegiatan pengolahan pupuk organik cair dari kulit jeruk di Balai Dusun Princi bersama ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mereka. Program ini digagas untuk mengatasi melimpahnya limbah kulit jeruk di kawasan setempat yang selama ini belum terolah secara optimal.
Di dalam limbah kulit jeruk terdapat kandungan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, potassium, serta minyak atsiri yang efektif menyuburkan tanah dan bertindak sebagai pestisida alami pengusir hama. Dalam sesi praktik, ibu-ibu PKK diajak langsung mempraktikkan proses fermentasi sederhana, mulai dari pencincangan kulit jeruk, pencampuran larutan starter gula, hingga proses penyegelan wadah fermentasi.
Selain pengolahan limbah organik, Kelompok 10 KKN MAS juga mengusung lima program kerja unggulan lainnya yang dirancang untuk membangun Dusun Princi secara komprehensif dari berbagai sektor, antara lain:
• SI-MBOK (Strategi Inovasi Mineral Block Ternak): Program peningkatan kualitas dan nutrisi pakan ternak warga melalui pembuatan blok mineral.
• Laskar Cilik Pahlawan Bangsa (Belajar Sehat, Beraksi Hebat, Cinta Indonesia): Kegiatan edukasi kesehatan sekaligus perayaan Hari Kemerdekaan RI di Sekolah Dasar.
• Penataan Identitas dan Aksesibilitas Jalan Dusun Princi: Upaya perapihan serta pembuatan penanda jalan untuk memudahkan navigasi di lingkungan dusun.
• MediaEdu (Pelatihan Inovasi Media Belajar Sederhana): Pendampingan bagi pendidik dalam menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.
• TITIK TOKO (Digitalisasi Lokasi dan Identitas Toko Kelontong): Membantu digitalisasi UMKM lokal agar lokasi dan identitas toko kelontong warga terekam di peta digital.
• CERMAT (Cegah Hipertensi dan Diabetes Melitus): Kegiatan edukasi pencegahan serta pemeriksaan kesehatan dini terkait hipertensi dan diabetes melitus bagi warga.
Melalui sinergi antar-kampus PTMA dalam KKN MAS Kelompok 10 ini, diharapkan ragam program kerja yang dijalankan termasuk edukasi dan praktik pembinaan dalam pembuatan POC kulit jeruk dapat memberikan dampak positif, mandiri, dan berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Desa Gadingkulon, khususnya Dusun Princi.
PWMSULBAR. ID – Surabaya - Rektor dan Ketua Senat ITB Muhammadiyah Polewali Mandar gelar Wisuda Doktor S3 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jawa Timur.
Rektor ITBM Polman Dr. Ir. Nursahdi Saleh, S.M., S.T., M.Si. Bersama Ketua Senat ITBM Polman Dr. Muhammad Sain, S.E., M.E., M.M., M.H. meraih gelar doktor di bidang Ilmu Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jawa Timur.
Wisuda ini merupakan wisuda ke-133 yang digelar pada 22–23 Agustus 2026, adapun jumlah lulusan sebanyak 1.958 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor diwisuda pada periode ini. Wisuda ini mengangkat tema acara "Berkarya untuk Bangsa, Berdampak bagi Dunia". Acara wisuda dilaksanakan di Gedung Graha Widya, Untag Surabaya.
Rekor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. mengatakan, tema tersebut menjadi pesan bagi para lulusan agar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat lebih luas.
“Maknanya kami memotivasi lulusan untuk selalu berkarya. Kemudian karya itu harus bisa memberikan dampak bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof Harjo.
Dr. Nursahdi Saleh mengatakan, gelar doktor ini sebagai wujud peningkatan SDM di jajaran pimpinan ITBM Polman, serta diharapkan tata kelola kampus, riset, dan akreditasi ITBM Polman makin meningkat.
"Ini jadi bukti komitmen ITBM Polman untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Dengan pimpinan yang bergelar doktor, diharapkan tata kelola kampus, riset, dan akreditasi ITBM Polman makin meningkat". Ujar Nursahdi.
Pimpinan civita akademik ITBM Polman menyampaikan selamat atas gelar doktor yang diraih oleh Rektor dan ketua Senat ITBM Polman, semoga gelar doktor yang diraih menjadi keberkahan, menambah dedikasi dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta semakin menguatkan langkah dalam memajukan ITBM Polman dan pendidikan tinggi di Indonesia.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar- Pusat Al-Islam & KeMuhammadiyahan ITBM Polman gelar Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) ke V.
Acara berlangsung mulai 21 - 23 Agustus 2026 di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Polewali Mandar, dengan mengusung tema“Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan".
Kegiatan dihadiri Ketua PWM Sulbar, Dr.KH. Wahyun Mawardi,M.Pd. Sekretaris PWM H. Ismail Ibrahim,M.Pd.I., Ketua PDM Polman, H. Abd. Azis Ghozal, Dewan Pakar MPKSDI PWM Sulbar Ir. Nuryadin sekalian Master of Training BAM V, Ketua PDA Polman, Dra. Hj. Kartini Karama,M.Pd. Wakil Ketua PDA H. Elly, S.E, Ketua PRM Sidorejo Syamsuddin,M.Pd.I., Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apt. Miftahurrahman, M.M., Tim Instruktur, Civitas Akademik ITBM Polman & Pimpinan Ortom se Polman.
Ketua Panitia Muh. Fitrah, M.Pd.I menyampaikan dalam laporannya kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat ideologi, membentuk karakter yang berintegritas serta menumbuhkan semangat untuk terus maju dan berkontribusi bagi agama, bangsa, dan persyarikatan bagi Mahasiswa ITBM Polman.
Senada dengan hal tersebut Kepala Pusat AIK ITBM Polman Apr. Miftahurrahman,S.Farm.,M.PH.,MM. menerangkan bahwa kampus Muhammadiyah senantiasa menjadi pusat pendidikan Islami bagi penerus bangsa, melalui BAM ini ITBM Polman akan mencetak generasi yang unggul profesional dan Islami.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal menyampaikan kepada para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi Mahasiswa yang cerdas secara akademik.
"Kita membutuhkan Mahasiswa yang kuat iman, kokoh ideologi, mulia akhlaknya, luas wawasan berpikirnya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat".
Abd. Azis Ghozal menegaskan melalui BAM Mahasiswa tidak hanya di belajar, tetapi menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi untuk semesta.
Ketua PWM Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. menyampaikan dalam amanahnya kepada Mahasiswa ITBM Polman untuk tidak malu menyandang status sebagai mahasiswa di kampus Muhammadiyah.
"Berbanggalah menjadi mahasiswa Muhammadiyah". Menurutnya menjadi mahasiswa Muhammadiyah memiliki nilai plus karena, karena mahasiswa Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas terhubung dengan seluruh kampus Muhammadiyah yang ada di Indonesia, jumlahnya kini mencapai 174 kampus termasuk ITBM Polman.
Wahyun menambahkan bahwa ITBM Polman yang baru berumur 6 tahun sudah memiliki gedung sendiri, merupakan prestasi yang luar biasa. Selain memiliki gedung sendiri ia juga memuji peningkatan jumlah mahasiswa baru tiap tahun yang mendaftar di ITBM Polman. Tambahnya.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo - bertempat di Masjid Nurul Yaqin Ranting Muhammadiyah Sidorejo, Pusat Al-Islam dan KeMuhammadiyahan ITBM Polman melaksana Baitul Arqam Mahasiswa ke 5.
BAM 5 ITBM Polman hadirkan Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. Ketua PWM Sulbar untuk menjabarkan materi tentang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan kepada peserta Baitul Arqam Mahasiswa ITBM Polman, Jum'at 21 Agustus 2026.
Dihadapan para peserta yang berjumlah 90 Mahasiswa Wahyun Mawardi menjabarkan secara mendalam hakikat, jati diri, serta tujuan lahirnya Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
"Muhammadiyah bukan sekadar persyarikatan biasa, melainkan gerakan yang senantiasa berjuang membersihkan agama dari segala bentuk khurafat, takhayul, dan bid'ah, sekaligus mengangkat derajat umat melalui pendidikan dan pengabdian sosial".
Wahyun Mawardi mengatakan bahwa Muhammadiyah itu adalah Islam dan Islam itu adalah Muhammadiyah, sehingga yang tidak sesuai dengan Islam itu juga tidak sesuai dengan Muhammadiyah. Bila kita ber-Islam secara benar berarti kita sudah ber-Muhammadiyah.
Pernyataan tersebut di sampaikan untuk menjawab anggapan mengapa Muhammadiyah sering dianggap berbeda dengan Islam yang ada di masyarakat.
"Muhammadiyah lahir untuk memurnikan kembali ajaran Islam "Tajdid" sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits, serta merespon berbagai persoalan menyimpang di masyarakat".
Muhammadiyah tidaklah berbeda dengan Islam, justru Muhammadiyah melakukan pembaharuan dalam Islam, karena Islam yang dahulu berkembang dimasyarakat telah mengalami akulturasi ( percampuran dengan budaya lokal) dan sinkritisme (percampuran dengan unsur kepercayaan agama lain) yang lebih dahulu dianut oleh nenek moyang kita.
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo - Jum'at 21 Agustus 2026 Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal hadir membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ITBM Polman yang ke 5.
Pada kesempatan ini, Ketua PDM Polman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan amal usaha, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini.
Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar seremonial. Baitul Arqam adalah proses pembentukan Manusia Muhammadiyah.
"Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi Mahasiswa yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan Mahasiswa yang kuat iman, kokoh ideologi, mulia akhlaknya, luas wawasan berpikirnya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat".
Dalam sambutannya ia membedah tema BAM yang menjadi tujuan dari kegiatan BAM 5 ITBM Polman. Menurutnya mahasiswa harus menjadikan tema tersebut sebagai nilai-nilai dalam mahasiswa ITBM Polman.
"Karena itu, tema BAM ke-V: Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan. Adalah tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman". kata Abd. Azis Ghozal.
Pertama, Berideologi. Menjadi Mahasiswa Muhammadiyah berarti memiliki pondasi nilai dan pemahaman keislaman yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Maqbulah, serta memahami dan menghayati prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah.
Ideologi bukan sekedar hafalan.
Ideologi harus menjadi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak.
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ رَبٌِ زِدْنِي عِلْمًا
Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.
QS. Taha: 114.
Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi insan yang mencintai ilmu, tetapi ilmu yang dimiliki harus melahirkan amal.
Ilmu tanpa amal akan kehilangan makna. Amal tanpa ilmu dapat kehilangan arah.
Karena itu, mahasiswa dalam mengikuti BAM tidak hanya memahami Muhammadiyah secara organisasi, tetapi juga memahami islam sebagai jalan hidup, dan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar serta gerakan tajdid.
Kedua, Berkarakter, kita sedang menghadapi zaman yang luar biasa cepat berubah. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan berkembang, media sosial berkembang, tetapi tantangan moral juga semakin besar.
Karena itu perguruan tinggi Muhammadiyah harus melahirkan Manusia yang jujur, disiplin, amanah, bertanggung jawab, rendah hati, menghargai perbedaan, dan memiliki integritas.
Rasulullah saw bersabda:
اِنٌَمَا بُعِثْتُ لِأُتَمٌِمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.
Maka ukuran keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya berapa nilai yang diperoleh, tetapi juga siapa dirinya setelah memperoleh ilmu tersebut.
Jangan sampai menjadi sarjana yang kehilangan kejujuran. Jangan sampai menjadi orang pintar tetapi tidak amanah.
Jangan sampai memiliki jabatan tetapi tidak memiliki integritas. Dan jangan sampai menguasai teknologi tetapi kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Ketiga, Berkemajuan. Muhammadiyah sejak awal berdirinya adalah gerakan yang mendorong kemajuan umat.
Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki mentalitas berkemajuan, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, kreatif, inovatif, produktif, adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap memiliki akar nilai keislaman yang kuat.
Kemajuan bukan berarti meninggalkan agama. Sebaliknya agama harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan kemajuan. Karena itu saya berharap mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta teknologi.
Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.
Jangan hanya bertanya, apa yang bisa saya dapatkan dari Muhammadiyah?.
Tetapi mulai bertanya: Apa yang bisa saya berikan kepada Muhammadiyah?. Jangan hanya menjadi penonton perubahan zaman. Jadilah pelaku perubahan.
Baitul Arqam adalah momentum untuk memperkuat tiga hal sekaligus. Ideologi yang kokoh, karakter yang mulia, dan pikiran yang berkemajuan.
Kalau ketiganya bersatu, insya Allah akan lahir kader-kader Muhammadiyah yang luar biasa.
Ideologi memberi arah.
Karakter memberi integritas.
Kemajuan memberi daya juang.
Dalam kesempatan yang sama ketua PDM Polman berharap setelah mengikuti BAM ini, mahasiswa tidak hanya karena mengikuti persyaratan, tetapi membawa semangat baru, pemahaman baru, komitmen baru, dan gerakan baru.
"Jadilah mahasiswa yang ketika hadir membawa manfaat. Ketika berbicara membawa kebaikan. Ketika memimpin membawa keadilan. Ketika di beri amanah menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Dan ketika telah menjadi alumni nanti, tetaplah menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah".
Mari kita jadikan BAM ke-V ini sebagai ruang untuk menguatkan ukhuwah, memperdalam pemahaman islam, memahami Muhammadiyah secara sempurna, membangun karakter, dan menumbuhkan keberanian untuk menghadapi masa depan.
Saya juga mengajak seluruh mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar untuk menjadi generasi yang memiliki prinsip, iman kuat, ilmu luas, akhlak mulia, karya nyata.
Insya Allah dengan generasi seperti inilah kita akan membangun Muhammadiyah yang semakin maju, kampus yang semakin unggul, dan masyarakat Polewali Mandar yang semakin berkemajuan. Kata Abd. Azis Ghozal.
PWMSULBAR.ID - Majene - Memangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa meriah di Lapangan Bola Mandar pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut, salah satunya lomba bercerita yang melibatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah Ananda Hafizah, siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 1 Majene. Dengan semangat dan keberanian yang mencerminkan slogan “Mudisat Hebat”, Hafizah tampil mengikuti lomba bercerita di hadapan peserta, panitia, orang tua, guru, dan masyarakat yang hadir di Lapangan Bola Mandar.
Keikutsertaan Hafizah dalam kegiatan tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga. Di usia yang masih sangat muda, siswa kelas 1 sekolah dasar tersebut telah berani mengambil kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat. Keberanian itu menjadi bagian penting dari proses pendidikan dan pembentukan karakter seorang anak.
Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momentum yang dinantikan masyarakat. Selain menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, perayaan kemerdekaan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kreativitas.
Pada 19 Agustus 2026, suasana di Lapangan Bola Mandar berlangsung meriah. Masyarakat berkumpul untuk mengikuti serta menyaksikan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.
Kehadiran anak-anak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai kegiatan. Semangat anak-anak yang penuh keceriaan memberikan warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan.Lomba bercerita menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara, keberanian, kreativitas, serta kemampuan dalam menyampaikan pesan melalui sebuah cerita.
Di tengah suasana perayaan tersebut, Hafizah hadir sebagai salah satu peserta yang membawa nama sekolahnya, SD Muhammadiyah 1 Majene.
Nursalam, S.Pd.,M.Pd. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Majene mengatakan bahwa Hafizah Sebagai siswa kelas 1, menjadi pengalaman mengikuti perlombaan di hadapan masyarakat tentu menjadi tantangan tersendiri. Dunia sekolah dasar merupakan tahap awal bagi anak untuk mengenal berbagai pengalaman baru. Tampil di depan banyak orang menjadi salah satu pengalaman yang dapat membantu membangun rasa percaya diri.
PWMSULBAR.ID - Majene - Lembaga Kesejateraan Sosial Anak Aisyiyah Panti Asuhan Amanah Aisyiyah Majene gelar kegaiatan Semarak Lomba HUT RI Ke-81 di LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah.
Acara digelar pada 17 Agustus 2026, acara dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Kegiatan ini mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan Wujudkan Generasi Hebat dan Berkarakter”. bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus mengasah bakat serta kerja sama tim di antara anak-anak panti. Anak dari jenjang SD hingga SMA larut dalam keseruan.
Sejak pagi hari, anak-anak sudah bersiap di lapangan. Berbagai perlombaan menarik digelar, mulai dari lomba Senam Anak Indonesia Hebat, estafet air yang melatih kerja sama, hingga lomba redi papan untuk melestarian permainan tradisional. Salah satu kompetisi yang paling mengundang gelak tawa adalah estafet air, di mana para peserta harus mengoper air tampa tertumpah, namun sulitnya permainan ini menjadi para peserta menjadi basah karena air yang tumpah membasahi para peserta.
"Saya senang sekali bisa ikut lomba hari ini. Paling seru saat lomba estafet air karena pakaian teman-teman jadi basah semua. Menang atau kalah tidak apa-apa, yang penting bisa tertawa bersama," ujar Ima.
Nurhalima pengurus LKSA mengatakan para Anak-anak di LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah mengikuti berbagai kegiatan lomba dengan penuh semangat dan keceriaan. Acara dihadiri Pimpinan Daerah Aisyiyah Majene dan Pengurus LKSA Panti Asuhan Amanah Aisyiyah.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Ketua Majelis Pustaka & Informasi PWM Sulawesi Barat Agung Hidayat Mansur menyampaikan mempelajari sejarah Muhammadiyah memiliki makna penting, baik bagi warga Muhammadiyah maupun bagi masyarakat umum.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Forum Ta'aruf & Orientasi Mahasiswa ITBM Polman, menurutnya Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar di Indonesia memiliki rekam jejak sebagai pelopor gerakan Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat.
"Mempelajari sejarah Muhammadiyah baik dalam konteks Amal Usaha Muhammadiyah ditingkatan lokal, kita dapat mengambil banyak pelajaran utamanya bagi generasi muda untuk mengetahui ide dan gagasan para pendiri atau perintis AUM. Serta perjuangan dalam mengembangkan Muhammadiyah". Kata Agung.
Materi yang berjudul sejarah pendirian ITBM Polman yang dipersentasikan oleh Ketua MPI PWM Sulbar, ITBM Polman berdiri pada tanggal 5 Agustus 2020 berdasarkan SK Kemendikbud nomor 147/M/2020 tahun 2020.
ITBM Polman didirikan sebagai media dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi di Polewali Mandar, kehadiran ITBM Polman ini didorong oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar yang saat itu di pimpin oleh H. Abd. Azis Ghozal sebagai ketua.
Agung Hidayat menambahkan kepada para mahasiswa baru yang kelak akan menjadi penerus perjuangan Muhammadiyah di Polewali Mandar untuk terus belajar dan terlibat aktif dalam gerakan Muhammadiyah sebagai penerus perjuangan dakwah Islam Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID - Majene - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene serahkan dokumen permohonan penerbitan lahan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene untuk lokasi pembangunan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam penyerahan dokumen permohonan penerbitan lahan yang berlokasi di Talumung, Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dihadiri Darmawan Hafid Ketua PDM Majene didampingi Farhanuddin Sekretaris dan Ketua PDA Majene Desi Renianty.
Farhanuddin menyampaikan lahan ini hadir sebagai upaya Muhammadiyah Majene untuk menghadirkan amal usaha muhammadiyah di bidang pendidikan yang berkualitas, adapun lembaga pendidikan yang diperuntukan adalah Sekolah Dasar Muhammadiyah yang dimana sekolah ini memadukan Pendidikan Sains dan Tahfidz.
“Lahan ini diupayakan hadir sebagai upaya pendidikan Muhammadiyah untuk menghadirkan amal usaha pendidikan yang berkualitas, yang berbasis pada sains dan tahfidz”.
Farhanuddin menambahkan semoga urusan penerbitan sertifikat lahan ini berjalan dengan baik. Kemudian progres untuk pembangunan sekolah juga berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Ucap Farhanuddin.
PWMSULBAR.ID - Majene — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 turut mewarnai aktivitas keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Majene.
Dalam rangka menyemarakkan momentum kemerdekaan, enam siswa SD Muhammadiyah 1 Majene berpartisipasi dalam berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di Lapangan Bola Mandar, Majene. Keenam siswa tersebut mengikuti sejumlah cabang lomba yang mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik, yaitu Senam Anak Indonesia Hebat, kultum, adzan, nyanyi solo, dan bercerita.
Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi siswa dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif, edukatif, kreatif, dan membangun karakter. Bagi siswa sekolah dasar, mengikuti perlombaan bukan semata-mata tentang memperoleh juara.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berani tampil, bekerja keras, berlatih, menghargai orang lain, menaati aturan, mengembangkan bakat, serta menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan masyarakat.
Kegiatan di Lapangan Bola Mandar juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya menjalani aktivitas pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain, mengenal suasana kompetisi, dan merasakan secara langsung semarak peringatan kemerdekaan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Majene Nursalam, S.Pd.,M.Pd., mengatakan Enam siswa SD Muhammadiyah 1 Majene hadir dengan membawa semangat sekolah. Masing-masing mengikuti bidang lomba sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki.
“Ada yang menunjukkan kemampuan dalam gerak dan olahraga melalui Senam Anak Indonesia Hebat, ada yang mengembangkan kemampuan berbicara melalui kultum dan bercerita, ada yang memperlihatkan kemampuan dalam bidang keagamaan melalui adzan, serta ada yang menampilkan bakat seni melalui lomba menyanyi”.
“Keberagaman cabang lomba tersebut sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak mempunyai potensi yang berbeda. Pendidikan tidak hanya memberikan ruang bagi anak yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang dalam bidang olahraga, seni, komunikasi, agama, dan kreativitas”.
Kegiatan partisipasi siswa dalam rangka HUT RI ke-81 tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pendidikan para peserta didik, kata Nursalam.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo menggelar pengajian Ba'da Shubuh di Masjid Al-Ikhwan PRM Cerbon (17/8/2026).
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd. hadir sebagai narasumber pengajian membahas tantang penguatan organisasi Muhammadiyah, pengembangan pendidikan, dukungan terhadap kader dalam penyelesaian pendidikan atau beasiswa kader.
Wahyun Mawardi menyampaikan dalam ceramahnya jika Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo memiliki kekuatan organisasi yang menjadi modal menjadi cabang Muhammadiyah percontohan di Sulawesi Barat.
"Muhammadiyah Wonomulyo memiliki modal organisasi yang cukup kuat. Di wilayah ini telah tumbuh berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi Muhmmadiyah".
Menurutnya kekuatan Cabang Wonomulyo dilihat dari masing-masing ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki Amal Usaha baik di bidang pendidikan, sosial dan religi sebagai pusat dakwah dan pusat pembinaan jamaah dan pengembangan kader dimana seluruh ranting Muhammadiyah memiliki masjid atau musholah.
"Hampir setiap ranting memiliki masjid yang dapat menjadi pusat pembinaan umat sekaligus pusat aktivitas persyarikatan. Keberadaan AUM masjid ini terus gerakkan agar tidak berhenti sebagai capaian kelembagaan, tetapi mampu melahirkan gerakan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat".
Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di Cabang Wonomuluyo sebagai kekuatan strategis gerakan Muhammadiyah di Sulawesi Barat jika dikelola dan dikembangkan dengan serius dapat menjadi model pengembangan dan percontohan gerakan Muhammadiyah di Sulbar bagi daerah lain.
Ketua PWM Sulbar mendorong Cabang Muhammadiyah dapat menjadi Cabang Unggulan di Sulbar, dan memperkenalkan Muhammadiyah Wonomulyo di forum LPCR-PM Awards atau ajang penghargaan bagi Cabang, Ranting unggulan yang di laksanakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid Muhammadiyah PP Muhammadiyah.
Pendidikan Anak dan Pesantren
Wahyun Mawardi dalam kesempatan ini juga mengajak kepada jamaah pengajian untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan agama atau pesantren.
Menurutnya orang tua dan jamaah memiliki peran dalam mengarahkan anak dan juga kader untuk menempuh pendidikan di pesantren.
"Kalau ada anak kita masuk pesantren agar didukung baik secara materil dan moral, baik melalui beasiswa dan juga infak untuk meringankan beban bersama". Tutur Wahyun
Pesan ini mengandung penekanan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak tidak hanya berbentuk dorongan moral, tetapi juga kesediaan berkorban secara materi.
Dalam perspektif gerakan Muhammadiyah, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun generasi. Karena itu, biaya pendidikan hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai beban, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bagian dari infak dan investasi kebaikan untuk masa depan anak, keluarga, umat, dan persyarikatan.
Sikap tersebut sekaligus mengajak jamaah untuk membangun kesadaran bahwa keberlangsungan lembaga pendidikan membutuhkan partisipasi bersama.
Ketika masyarakat mampu dan bersedia berinfak, lembaga pendidikan akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan memberikan pelayanan kepada generasi berikutnya.
Pengajian yang digelar oleh PCM Wonomulyo dihadiri oleh pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Se Sulawesi Barat ini menjadi momentum kebersamaan dan menyambut peringatan hari kemerdekaan RI ke 81 dan refleksi untuk memajukan persyarikatan secara bersama.
Pengembangan AUM dan kaderisasi Muhammadiyah adalah 2 hal menjadi perhatian Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi ummah serta dakwah Muhammadiyah.
PWMSULBAR.ID - Mamuju - Semarak Agustus dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diselenggarakan oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah‘Aisyiyah Sulawesi Barat, bekerja sama dengan Majelis Lembaga Seni dan Olahraga, telah terlaksana dengan lancar, sukses, dan penuh keceriaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Ruang Kelas TK ABA Kumbang Lollo diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak dari TK ABA Kumbang Lollo, TK ABA Axuri, TK ABA Pasokkorang, RA MBS At-Tanwir.
Berbagai kegiatan dan perlombaan berlangsung meriah, di antaranya Lomba Mewarnai, Lomba Sambung Ayat Surah-Surah Pendek, Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Puisi.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghadirkan keceriaan, kreativitas, keberanian, sportivitas, serta kebersamaan anak-anak, sejalan dengan semangat "GACA" Gerakan‘Aisyiyah Cinta Anak.
Irdha Yanti Musyawarah SH., M.Si Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PW‘Aisyiyah Sulawesi Barat menyampaikan maksud dan tujuan lomba semarak kemerdekaan dilaksanakan adalah mengenang jasa para pahlawan, memupuk rasa nasionalisme, serta mempererat kebersamaan dan kerukunan antar Siswa dan siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal se Kab. Mamuju melalui kegiatan yang penuh kegembiraan.
"Kegiatan ini dilaksanakan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia. Menyalurkan sportivitas dan kreativitas warga, menghidupkan tradisi perayaan hari ulang tahun kemerdekaan tujuan kegiatan Meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme bagi generasi muda. Serta memperkuat tali persaudaraan dan gotong royong antar Siswa dan siswi TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal,".
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Upacara Peringatan HUT RI ke 81 Tahun di ITBM Polman berlangsung meriah, ratusan warga persyarikatan Muhammadiyah Polewali Mandar hadir dalam pelaksanaan upacara yang di pimpin langsung oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyaj Sulawesi Barat Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd.
Upacara 17 Agustus 2026 dalam rangka peringatan HUT RI ke 81 tahun ini di isi berbagai kegiatan, diantaranya penaikan bendera merah putih oleh tim Paskibraka ITBM Polman, penyerahan Sertifikat dan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa ITBM Polman atas pretasi akademik dan non akademik bagi mahasiswa kenaikan jabatan fungsional serta penerimaan dana hibah penelitian bagi Dosen di lingkup ITBM Polman.
Rektor ITBM Polman Nursahdi Saleh menyampaikan apresiasinya kepada civitas akademik ITBM Polman atas prestasi dan penghargaan kepada para dosen dan mahasiswa ITBM Polman selama satu tahun terakhir.
Katua PWM Sulbar Dr. KH. Wahyun Mawardi, bertindak selaku inspektur memimpin jalannya upacara hadir bersama jajaran pengurus PWM dan PWA Sulbar.
Hadir Pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal, H. Marwah Tasman Ketua PWA Sulbar pertama, Hj.Parida Istri Almarhum Rektor ITBM Polman yang pertama, Pimpinan BPH ITBM Polman, Pimpinan PD 'Aisyiyah Polman, serta Pimpinan Persyaratan dan Amal Usaha Muhammadiyah.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. mengapresiasi antusias dan kebersamaan warga persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Polewali Mandar, dirinya menilai semangat dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan dakwah Islam Muhammadiyah di Lita Mandar.
Momentum peringatan HUT RI ke 81 yang di laksanakan di ITBM Polman ini yang dihadiri oleh Warga persyarikatan Muhammadiyah Polman dan Sulawesi Barat adalah wujud kecintaan kita kepada negara Republik Indonesia dan Muhammadiyah akan terus berkontribusi untuk kemajuan Bangsa Indonesia.
"Muhammadiyah Sulawesi Barat terus menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan (At-Tanwir) dan berkemajuan (At-Taqaddum) dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin," ucap Wahyun Mawardi.
PWMSULBAR.ID - Mamuju Tengah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mamuju Tengah resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat, Sabtu 15 Agustus 2026 bertempat di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah.
Taufiq Wal Hidayat Ketua Umun Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mamuju Tengah mengatakan jika pelantikan ini adalah momentum PDPM Mateng untuk meneguhkan komitmen dan langkah untuk kebersamaan pengurus bersama dengan persyarikatan Muhammadiyah.
"Lewat Pelantikan ini PDPM Mateng meneguhkan Komitmen pengurus pemuda Muhammadiyah Mateng yang insya Allah berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah yang ada di Mamuju Tengah.
Ketua PDPM Mateng menambahkan, sebelum pelantikan ini digelar pihaknya bersama pengurus lainnya telah banyak menjalankan program kerja yang terlaksana. Yaitu Kolaborasi Pemuda Muhammadiyah bersama dengan komunitas suku Bali di Mateng dalam berbagai kegiatan sosial, dirinya menegaskan bahwa pemuda Muhammadiyah terbuka untuk semua golongan tidak hanya dengan umat Islam saja.
Angka putus sekolah yang tinggi menjadi perhatian khusus PDPM Mateng, langka tersebut dientaskan dengan mendirikan dan membuka PKBM "Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pemuda Muhammadiyah di Bumi Lallatasisara.
Taufiq menjelaskan bahwa PKBM PDPM Mateng sudah punya peserta didik lebih dari 50 murid, PKBM ini adalah langkah kolaborasi bersama dengan Pemerintah daerah dan saat ini PKBM PD PM Mateng membina siswa untuk melaksanakan Magang diberbagai institusi.
H. Ahmad Junaedi, M.IP Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat hadir melantik PDPM Mateng dalam sambutannya berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk bersama-sama berkomitmen untuk membesarkan organisasi dan menjaga nama baik organisasi Pemuda Muhammadiyah.
"Teman-teman hari ini dilantik kami berpesan untuk mampu membawa nama baik Pemuda Muhammadiyah dimanapun berada baik di persyarikatan maupun di ranah sosial dan kemasyarakatan".
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki jatidiri yang membedakan Pemuda Muhammadiyah dengan dengan organisasi Islam kepemudaan lainnya. Pemuda Muhammadiyah punya gagasan, Punya komitmen untuk membesarkan Pemuda Muhammadiyah.
Wakil Bupati Mamuju Tengah Dr. Askary Anwar, S.Sos.,M.Si. turut hadir mewakili Pemerintah Daerah dirinya mengapresiasi serta mengucapkan selamat mengembang amanah dan mengajak untuk berkolaborasi membangun daerah.
Dr. Askary, M.Si. menyinggung tentang Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tantangan bagi masyarakat jika tidak digunakan dengan baik sehingga dirinya berharap kepada Pemuda Muhammadiyah Mateng yang merupakan bagian dari Muhammadiyah yang merupakan organisasi terbesar di Indonesia dan memiliki pengaruh besar ini, pihaknya mengajak untuk bersama dalam membangun Kabupaten Mamuju Tengah.
Wabup Mateng menilai eksistensi dan aksi Pemuda Muhammadiyah sangat dibutuhkan terutama dalam bidang Kepemudaan untuk mengentaskan angka putus sekolah yang dinilai tinggi.
"Maka Pemerintah Mateng berharap kepada Muhammadiyah menyiapkan generasi berpendidikan dan cerdas yang Insya Allah menjadi Kabupaten Mateng maju". Harapnya.
Selain angkat putus sekolah yang tinggi, angka penguna obat terlarang dan juga protitusi di Bumi Lallatasisara yang nilai tinggi, Pemda Mateng mengajak untuk berkolaborasi memberikan pencerahan dan sosialisasi dimasyarakat untuk menurunkan angka protitusi dan penggunaan obat-obatan terlarang.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Tengah, Drs. H. Bambang Suparni, M.Si. yang hadiri dan memberikan amanah menyampaikan kepada PDPM Mateng untuk terus menjalankan dakwa Islam dan menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi untuk melawan dan mengalahkan kemungkaran.
Menurut, Kejahatan terorganisasi dapat mengalahkan kebenaran yang tidak di organisasi, maka mari kita menjadi kebenaran ini terorganisasi untuk mengalahkan kejahatan yang terorganisasi.
Ia juga menginginkan lahir kepengurusan Hizbul Wathan di Kabupaten Mateng dan menantikan peran pemudah Muhammadiyah khusus KOKAM di Mateng bisa bergeliat dengan masyarakat.
"Mari pemuda Muhammadiyah menjaga basis gerakan dakwah dan basis gerakan sosial, Pemuda Muhammadiyah harus kuat dan resposif di tengah umat,". Kata Bambang Suparni.
MAMUJU – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) resmi menggelar Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VI Tahun 2026. Berlangsung di Aula Kampus II Unimaju pada Jumat (14/8/2026), kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk mematangkan kesiapan para dosen sebelum mendampingi mahasiswa di lokasi pengabdian.
Pada gelaran tahun ini, KKN Unimaju mengusung tema yang cukup visioner: “Mencerahkan Semesta Membangun Peradaban Berkelanjutan Melalui Literasi untuk Ekonomi Sosial dan Lingkungan Berbasis Ecodesign”. Tema ini menegaskan komitmen Unimaju dalam menghadirkan solusi konkret bagi isu-isu ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan di tengah masyarakat.
Penegakan Catur Darma dan Amanah DPL
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unimaju, Muhammad Arsyad, S.Pd.I., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran DPL bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah amanah kepemimpinan dan pengabdian yang utuh.
“Tugas DPL adalah melaksanakan amanah dan tanggung jawab secara keseluruhan. Kehadiran DPL harus mampu mengarahkan program mahasiswa agar benar-benar memberikan dampak positif,” tegas Muhammad Arsyad di hadapan para peserta pembekalan.
Ia juga menggembleng para dosen untuk terus memegang teguh komitmen Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang mencakup:
Pendidikan dan Pengajaran: Proses transfer ilmu dan pembimbingan untuk melahirkan mahasiswa yang kompeten.
Penelitian dan Pengembangan: Riset adaptif guna menemukan inovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada Masyarakat: Penerapan sains dan teknologi secara langsung untuk menyelesaikan masalah warga local.
Dharma Khusus/Kekhasan: Penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai fondasi karakter.
Dorong Pembentukan Ranting Muhammadiyah dan Etika Lapangan
Tak hanya berfokus pada akademis, Muhammad Arsyad mengingatkan pentingnya peran DPL dalam mendukung perluasan dakwah persyarikatan melalui pembentukan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di lokasi KKN.
Di sisi lain, aspek etika mahasiswa juga menjadi sorotan utama. Ia meminta para DPL untuk tak henti-hentinya mengawal moralitas dan kemampuan adaptasi mahasiswa selama membaur dengan warga.
“DPL harus selalu mengingatkan mahasiswa KKN agar mampu beradaptasi dengan kearifan lokal serta menjaga etika di lokasi penempatan,” tambahnya. Ia juga mendorong para dosen untuk dapat mengidentifikasi potensi penelitian yang ada di daerah tempat mahasiswa mengabdi.
Sajikan Materi Teknis dan Penguatan Organisasi
Untuk memperkuat kesiapan para pembimbing, pembekalan ini menghadirkan dua narasumber utama:
Muhammad Rivai, S.Pd.I., M.Pd.I. (Wakil Rektor III Unimaju), membawakan materi strategis mengenai "Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah".
Mu’fidatul Nurul Hajjad, S.E., M.M. (Ketua LPPM Unimaju), memaparkan materi teknis bertajuk "Teknis Pelaksanaan KKN Angkatan VI Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Mamuju".
Melalui pembekalan intensif ini, LPPM Unimaju berharap para DPL siap mengawal pelaksanaan KKN Angkatan VI berjalan lancar, beretika, serta mampu melahirkan karya berbasis ecodesign yang bermanfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Barat.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Forum Ta’aruf & Orientasi Mahasiswa (FORTAMA) ITB Muhammadiyah Polman kembali digelar, acara berlangsung mulai 13 hingga 17 Agustus 2026 di Kampus ITBM Polman Ugibaru Mapilli.
Acara pembukaan yang dilaksanakan 14 Agustus 2026 yang diikuti 115 Peserta Mahasiswa Baru ITBM Polman angkatan 2026 berlansung meriah dengan dihadiri oleh Civitas Akademika dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Polewali Mandar dan Sulawesi Barat.
Dr. Nursahdi Saleh, Rektor ITBM Polman dalam sambutan pada pembukaan fortama 2026 pihaknya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Kampus Berkemajuan ITBM Polman.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi ananda semua. Hari ini ananda resmi menjadi bagian dari keluarga besar ITBM Polman - Kampus Berkemajuan di Bumi Mandar”.
“Selamat datang di rumah kedua kalian. Selamat bergabung di ITBM Polman, kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga mencetak manusia berkemajuan, berintelektual, berakhlak, dan berjiwa entrepreneur”. sambut Rektor ITBM Polman.
Ketua BEM ITBM Polman, Umar Syaifuddin menyampaikan dalam sambutannya bahwa Fortama 2026 ini merupakan agenda penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampus ITBM Polman sebagai rumah baru dalam menuntut ilmu serta menjadi akadimisi yang kelak berguna bagi bangsa dan masyarakat.
Sementara itu Badan Pembina Harian ITBM Polman Syamsuddin, M.Pd.I yang hadir dan memberikan sambutan mengatakan bahwa ITBM Polman memiliki Tanggu jawab dalam mencetak generasi yang unggul dan berkemajuan.
“ITBM Polman memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga membentuk insan yang memiliki integritas, akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkemajuan sebagaimana nilai-nilai yang menjadi ruh perjuangan Muhammadiyah”. Pungkasnya.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Muhammadiyah membutuhkan generasi muda yang menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, namun tetap mengedepankan akhlah yang mulia, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I dalam amanahnya saat pembukaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Mahasiswa ITBM Polewali Mandar tahun 2026.
H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I menegaskan kepada peserta Fortama 2026 ITBM Polman bahwa Muhammadiyah hari ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku sejarah.
“Masa depan Muhammadiyah, masa depan perguruan tinggi Muhammadiyah, dan masa depan masyarakat kita akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, saya berharap dari ITBM Polewali Mandar akan lahir generasi yang mampu melanjutkan perjuangan Muhammadiyah dengan ilmu, dengan amal, dengan kreativitas, dan dengan integritas.” tegasnya.
Pihaknya berharap mahasiswa ITBM Polewali Mandar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkemajuan, yaitu generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memiliki iman dan akhlak yang kuat. Jadilah mahasiswa yang kritis tetapi tetap santun, jadilah mahasiswa yang berani menyampaikan kebenaran tetapi tetap menghormati orang lain, jadilah mahasiswa yang memiliki cita-cita tinggi tetapi tidak pernah melupakan masyarakat dan daerah tempat saudara berasal. Jangan pernah merasa bahwa karena saudara belajar di Polewali Mandar maka cita-cita saudara harus terbatas pada Polewali Mandar. Justru dari daerah inilah saudara harus membangun mimpi besar untuk Sulawesi Barat, untuk Indonesia, bahkan untuk dunia.
Ismail menambahkan untuk mengingatkan pesan yang sering kita dengar dalam lingkungan Muhammadiyah, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Pesan ini mengajarkan kepada kita agar keberadaan kita di Muhammadiyah bukan hanya untuk mendapatkan sesuatu, tetapi juga untuk memberikan sesuatu.
“Bukan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan dari Muhammadiyah, tetapi juga bertanya apa yang dapat kita berikan kepada Muhammadiyah, kepada umat, kepada masyarakat, kepada bangsa, dan kepada negara.” Tambahnya.
Fortama 2026 ITBM Polman menjadi forum pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, sebanyak 115 mahasiswa baru mengikuti kegiatan fortama yang digelar di kampus ITBM Polman di Jalan Assamaturusengnge, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi,(14/8/2026).
Panitia Fortama yang terdiri dari Mahasiswa permawakilan organisasi kemahasiswa ITBM Polman mengoordinaskanikan rangkaian kegiatan selama 5 hari sejak 13 hingga 17 Agustus, bersama sivitas akademika dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah menghadiri kegiatan pembukaan dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan menyambut mahasiswa baru ITBM Polman.
PW Muhammadiyah Sulbar yang diwakili oleh sekretaris H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polman H. Abd.Azis Ghozal bersama Wakil Ketua PDM Drs. H.Bohari, M.Pd. Syamsuddin, M.Pd.I. Anggota BPH ITBM Polman, Ketua PD ‘Aisyiyah Polman Dra. Hj. Kartini Karama, M.Pd., Sekretaris PDA Hj. Hartati, S.Pd., Wakil Ketua PDA, Hj. Elly, S.E. Kepala TK ABA Cab. Wonomulya Hj. Suhumia, S.Pd. Kepala SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Nuraeny, S.Pd.,Gr., turut hadir menyambut mahasiswa baru ITBM Polman tahun 2026.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal lewat kegiatan Fortama ITBM Polman mengajak mahasiswa untuk menjadi manusia yang berilmu dan iman,(14/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya cukup di bekali dengan ilmu semata, namun harus dibarengi dengan keimanan.
"Di kampus ini, kalian akan belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi lebih dari itu, kalian juga akan belajar tentang integritas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman".
H. Abd. Azis Ghozal menegaskan bahwa Ilmu tanpa iman dapat kehilangan arah.Sebaliknya, semangat beragama tanpa ilmu dapat kehilangan pijakan, hal ini disampaikan kepada ratusan mahasiswa baru ITBM Polman.
Ia menjelaskan jika lewat perguruan tinggi (ITBM Polman)Muhammadiyah ingin membangun generasi yang berkemajuan, berilmu, beriman, dan beramal nyata.
"Hari ini adalah hari yang penting dalam perjalanan hidup kalian. Kalian bukan sekadar memasuki sebuah Kampus untuk memperoleh gelar akademik. Kalian sedang memasuki sebuah ruang pembentukan Manusia." Kata Abd. Azis Ghozal.
Lebih jauh lagi dirinya berharap bahwa Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki keberanian untuk berpikir maju.
"Kita hidup dalam zaman yang sangat cepat berubah. Teknologi berkembang, adanya perkembangan Artificial Intelligence, dunia bisnis berubah, ekonomi digital berkembang serta persaingan global semakin terbuka".
Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Mahasiswa harus belajar menjadi pencipta, inovator, dan pemecah masalah. Harapnya.
Khusus di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, saya berharap lahir generasi yang mampu menggabungkan antara Iman, ilmu, teknologi, kewirausahaan, kepemimpinan dan pengabdian untuk masyarakat, bangsa dan agama Islam.
PWMSULBAR.ID - Thailand - Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Muhamamdiyah Polewali Mandar Muhammad Al-Hasani kembali menorehkan prestasi Internasional yang membanggakan bagi ITBM Polman.
Muhammad Al-Hasani Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital mewakili Timnas Indonesia cabang olahraga Sepak Takraw pada ajak King Cup 2026 di Thailand dengan berhasil menyabet Medali Perunggu, Perolehan medali perunggu diraih dari nomor Team Regu Putra setelah melaju hingga babak semifinal sebelum dihentikan oleh Malaysia.
Kejuaraan dunia ISTAF World Sepaktakraw Championship / Thai King's Cup 2026 diselenggarakan di Fashion Island, Bangkok, Thailand.
Rektot ITBM Polman Nursahdi Saleh menyampaikan rasa bangga terhadap Prestasi Muhammad Al-Hassani dan Timnas Indonesia, yang sukses membawa pulang medali perunggu dari ajang bergengsi ini merupakan kebanggan bagi Kampus ITBM Polman dan Indonesia.
“Prestasi ini menegaskan kualitas Mahasiswa ITBM Polman di Kanca Internasional, Muhammad Al-Hasani adalah contoh nyata komitmen kami terhadap pendidikan dan pengembangan bakat’’. Ucap bangga Nursahdi Saleh.
PWMSULBAR.ID - Mamuju — Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sulawesi Barat resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Mitra Kamtibmas Polda Sulbar dalam Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Tri Brata Polda Sulbar, Kamis (13/8/2026).
Apel dipimpin Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deryan Jayamarta, S.I.K., M.H. dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai organisasi kepemudaan, buruh, nelayan, pengemudi ojek online hingga kelompok masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulbar menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui gerakan Sabuk Kamtibmas, Polda Sulbar mendorong penguatan sinergitas aparat dan masyarakat, peningkatan deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan, termasuk menghidupkan kembali Poskamling dan patroli bersama.
Komandan Kokam Sulbar Hadi Eka Saputra menyambut baik kemitraan tersebut. Menurutnya, Kokam siap bersinergi dan mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Sulawesi Barat.
“Kemitraan ini harus terus diperkuat. Kokam siap bersinergi dengan Polda Sulbar dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan di Sulawesi Barat,” kata Hadi.»
Ia menegaskan, Kokam akan terus hadir sebagai kekuatan yang menyejukkan, menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apel ditutup dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada mitra Kamtibmas dan foto bersama. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan.
PWMSULBAR.ID - Tapalang Barat, - Komitmen untuk membantu mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diwujudkan oleh keluarga besar Muhammadiyah Mamuju. Melalui kolaborasi antara SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju bersama Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju, dilaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan dan berbagi bingkisan kepada masyarakat di kawasan Pantai Labuan Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sekaligus mendorong anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah agar dapat kembali memperoleh hak pendidikan. Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, Tim SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju bersama Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan keluarga. Pendidikan dipandang bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai jalan untuk membuka kesempatan, meningkatkan kualitas hidup, serta mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan.
Upaya mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi bagi anak-anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain sosialisasi pendidikan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian bingkisan kepada sejumlah keluarga dan anak-anak di sekitar Labuan Rano. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus sarana untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar Muhammadiyah dengan masyarakat setempat.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Tim bersama masyarakat dan anak-anak berinteraksi secara langsung serta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama. Kehadiran tim di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap anak.
Bagi SMA & SMK Muhammadiyah Mamuju, keterlibatan dalam gerakan pengentasan ATS merupakan bagian dari komitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan di lingkungan sekolah, tetapi juga mengambil peran dalam menghadirkan akses dan kesadaran pendidikan di tengah masyarakat.
Sementara itu, melalui Lazismu KLL MBS At-Tanwir Mamuju, semangat kepedulian sosial terus diarahkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata bahwa gerakan pendidikan dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan dalam menjawab persoalan yang ada di masyarakat.
Kegiatan di Labuan Rano diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Mamuju dan sekitarnya. Dengan sinergi berbagai pihak, semakin banyak anak diharapkan dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Lembaga Amil Zakat, Infak & Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Polewali Mandar salurkan 150 Iqro dan 10 Al-Qur’an kepada 22 Masjid di Polewali Mandar.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Gerakan Sedekah Jum’at Sulawesi Barat kolaborasi bersama Mahasiswa KKN Polewali Mandar dalam rangka penyebaran Al-Qur’an untuk 6 Desa di Polman dengan jumlah 22 Masjid.
Ketua Lazismu Polewali Mandar Zainal Abidin, S.Pd.,Gr melaporakan bahwa desa yang menjadi penerima manfaat yaitu Desa Tapango, Lembang-Lembang, Poda-Poda, Arabua, Bussu dan Mosso.
Zainal Menambahkan bahwa menyalurkan bantuan ratusan mushaf Al-Qur'an dan buku Iqro kepada sejumlah masjid di kawasan pelosok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an sekaligus mendukung penguatan pendidikan karakter generasi muda Islam sejak usia dini.
PWMSULBAR.ID - Polman – Gelaran perlombaan tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun antar Sekolah Dasar berlangsung meriah.
Perhatian penonton tertuju pada lomba balap karung yang berhasil dimenangkan oleh perwakilan siswi SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo Ananda Jihan setelah menyingkirkan puluhan peserta tangguh dari berbagai sekolah saingan lainnya.
Kompetisi yang diadakan di lapangan Gaswon Wonomulyo ini berlangsung sengit sejak babak kualifikasi dimulai. Sorak-sorai dari para guru, orang tua, dan rekan antar sekolah bergemuruh riuh saat para peserta melompat secepat mungkin menuju garis finis demi memperebutkan podium juara utama.
Siswa SD ‘Aisyiyah Wonomulyo peraih Juara 1 tersebut menunjukkan teknik melompat yang sangat stabil dan cepat sejak awal peluit dibunyikan. Meskipun beberapa peserta lain sempat terjatuh akibat kehilangan keseimbangan, konsentrasi tinggi dan ketahanan fisik yang kuat berhasil membawanya mengamankan posisi terdepan hingga menyentuh garis finis.
PWMSULBAR.ID - Mamuju - Tim Penerimaan Santri Baru MBS At-Tanwir Mamuju bersama Mudir MBS At-Tanwir Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd. yang juga Pengawas Madrasah Kemenag Prov. Sulawesi Barat berkunjung ke Pulau Karampuang (8/10/2026).
Dalam kunjuangan ke Pulau Karampuan Tim Penerimaan Santri Baru MBS At-Tanwir Mamuju Sosialisasi SMA dan SMK Muhammadiyah Mamuju serta melakukan identifikasi kepada anak-anak yang putus sekolah dijenjang SMA/SMK agar bisa kita lanjutkan pendidikan.
Kepala SMK Muhammadiyah Mamuju Abdul Saidin, S.E., M.M. menyampaikan jika dalam kunjungan ke pulau Karampuang pihaknya bersama tim PSB mensosialisasikan dan melakukan identifikasi anak putus sekolah dan Kepala SMK Muhammadiyah Mamuju membenarkan jika terdapat beberapa anak yang putus sekolah di pulau Karampuang Mamuju.
Selain identifikasi APS dan juga tim PSB AT-Tanwir Mamuju sekaligus identifikasi potensi pendidikan di Pulau Karampuang, serta membangun silaturrahim kepada tenaga pendidik dan salah satu gurunya adalah Alumni Unimaju.
“Insya Allah kita akan membuka Kelas SMK di Pulau Karampuang agar akses pendidikan anak-anak di pulau karampuang semakin dekat & memudahkan warga setempat” Ucap Saidin.
Pendidikan di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju memiliki tantangan akses. Fasilitas dasar seperti SD Inpres Karampuang tersedia di pulau ini, sementara siswa tingkat lanjut sering kali harus menyeberang ke Kota Mamuju dengan transportasi laut dari pemerintah (AHM).
PWMSULBAR.ID - MAMUJU– Semarak kemerdekaan terasa di Kota Mamuju. Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat berkolaborasi dengan SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju sukses menggelar Pawai Semarak HUT RI ke-81 dan Pekan Olahraga Seni atau Porseni, Sabtu [10/08/2026].
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta didik, guru, orang tua, serta kader Aisyiyah se-Kota Mamuju. Dengan mengusung tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", acara dimulai dengan pawai keliling jalan protokol Mamuju.
Peserta pawai tampil dengan berbagai atribut kemerdekaan. Mulai dari kostum profesi, adat Nusantara, yang menampilkan kreativitas siswa SD At Tanwir. Sepanjang rute, masyarakat menyambut dengan antusias dan mengibarkan bendera Merah Putih.
Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga PWA Sulawesi Barat, Hj. Irnayati, SH., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini kepada anak-anak.
"Melalui pawai dan Porseni ini kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, sportivitas, dan kebanggaan sebagai anak bangsa Indonesia. Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berkemajuan turut hadir untuk mengawal pendidikan karakter anak," ujarnya.
Kepala SD At Tanwir Muhammadiyah Mamuju, Fety Komayanti, SE, S. Pd. menambahkan bahwa Porseni yang digelar setelah pawai menjadi ajang unjuk bakat siswa. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi lomba fashion show, mewarnai, baca puisi, bertutur, bulutangkis, balap bakiak dll.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dan unsur pembina Muhammadiyah Boarding school. Dalam sambutannya, panitia berharap kolaborasi antara lembaga persyarikatan dan sekolah dapat terus berlanjut untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya.
Setelah kegiatan pawai dilanjutkan dengan lomba fashion Show yang sangat meriah dengan tampilan peserta dengan fashion latar belakang berbeda-beda. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus bergerak, terus mengabdi untuk negeri.
#HUTRI81 #AisyiyahSulbar #SDAtTanwirMamuju #Porseni #MuhammadiyahBerkemajuan
PWMSULBAR.ID - Mamuju Tengah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melaksanakan pengajian Bulanan pada Ahad 9 Agustus 2026 kegiatan di laksanakan di Halaman Masjid Babussalam Muhammadiyah Karossa.
Selain pengajian bulanan kegiatahn dirangkaian pula dengan Pelantikan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kadaila periode 2022-2027.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua LPCRM PWM Sulbar Dr. Furqon Mawardi,M.PI sekaligus sebagai narasumber pada pengajian bulanan yang bertemakan “Fiqih Mawaris”, turut hadir pula Ketua PCM Karossa Harun Mahmud bersama unsur pimpinan PCM karossa, Ketua PC ‘Aisyiyah Karosssa Hj. Anita bersama unsur pimpinan PCA Karossa serta para simpatisan.
Ketua PC ‘Aisyiyah Karosssa Hj. Anita melantik Pinpinan Ranting Kadaila dengan penuh hikmat
Adapu Nama-nama Pimpinan PR Aisyiyah Kadaila Periode 2022-2027 yaitu: Mariani sebagai ketua, Erna, Riska, Samsinar Rasna Ali, Muamanah Qalbi, Ratna Ali selaku anggota PRA Kadaila berdasarkan SK Nomor 001/SK-PCA/A/VIII/D/2026.
PWMSULBAR.ID - Majene - Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Sulawesi Barat bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat tinjau lokasi pembangunan SD Muhammadiyah 1 Majene (9/1002026).
Lokasi Pembangunan berada di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.
Sekretaris PWM Sulbar Ismail Ibrahim menyampaikan bahwa lokasi pembangunan SD Muhammadiyah 1 Majene & SLB ABCD ‘Aisyiyah Majene tersebut sangat strategis melihat tempatnya yang berada di pusat kota Majene.
Ismail menambahkan bahwa PWM Sulbar mengapresiasi PDM Majene terkait usahanya dalam mewujudkan Sekolah Muhammadiyah yang unggul di Kabupaten Majene.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah & Pendidikan Non Formal PDM Majene Nursahdi Saleh mengatakan bahwa PDM Majene membutuhkan dukungan dari warga persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka pembebasan lahan seluas 2.000 Meter dengan harga permeter Rp.300.000,- dengan total biaya yang di butuhkan Rp. 600.000.000,-.
Nursahdi Saleh mengatakan bahwa Lokasi ini untuk pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Majene selain SD Muhammadiyah 1 Majene lokasi ini juga di gunakan untuk SLB ABCD ‘Aisyiyah Majene.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penyelenggaraan Kelas Kerja Sama Program Pascasarjana S2 Pendidikan Dasar dan S2 Pendidikan Umum dan Karakter. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Kampus ITBM Polewali Mandar Jl. Assamaturusengnge Desa Ugi Baru, Kec. Mapilli, Kab, Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan jenjang magister. Melalui kerja sama ini, dibuka kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan, alumni, serta masyarakat untuk melanjutkan studi pada Program Magister Pendidikan Dasar dan Program Magister Pendidikan Umum dan Karakter yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan pascasarjana yang berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya. Selain itu, kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kedua perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Suasana penandatanganan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh pimpinan kedua perguruan tinggi beserta jajaran. Momentum ini juga menjadi awal dari berbagai bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan di masa mendatang, tidak hanya pada penyelenggaraan kelas kerja sama, tetapi juga dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas akademik.
Melalui terjalinnya nota kesepahaman ini, Universitas Muhammadiyah Enrekang dan ITBM Polewali Mandar optimistis dapat menciptakan kemitraan yang berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta melahirkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar secara resmi melepas tiga mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKNMAs) Tahun 2026, Kamis (23/7/2026), di Kampus ITBM Polman.
KKNMAs merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pada tahun ini, kegiatan dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”
Melalui program ini, para peserta akan diterjunkan ke berbagai lokasi di wilayah Malang, Jawa Timur, untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Adapun mahasiswa ITBM Polman yang dipercaya menjadi peserta KKNMAs Tahun 2026 yaitu:
Siti Asisyah – Program Studi Bisnis Digital
Humaerah Herman – Program Studi Agribisnis
Hijrana – Program Studi Kewirausahaan
Ketiga mahasiswa tersebut akan bergabung dengan peserta dari berbagai PTMA di Indonesia dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas terpilihnya mahasiswa ITBM Polman sebagai peserta KKNMAs nasional. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kompetensi, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan sosial mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.
ITBM Polman berharap ketiga mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah, serta memberikan kontribusi terbaik selama pelaksanaan KKNMAs di Malang, Jawa Timur. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar — Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa di Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat tersebut diikuti sebanyak 12 peserta dari kalangan mahasiswa ITBM Polman. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang jurnalistik, literasi informasi, serta pengelolaan media di era digital.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda, yakni Agung Hidayat, S.Bns Majelis Pustaka Dan Informasi PWM Sulbar. Supriadi, S.Pd.I., Pimpinan Redaksi sandeqnews.id, serta Basri, S.Kom., M.Kom., Co Founder Academy Digital Mandiri Nusantara.
Dalam pemaparannya, Agung Hidayat menekankan pentingnya pemahaman terhadap informasi publik dan peran media dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat sehingga dibutuhkan kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi secara bijak.
Sementara itu, Supriadi membawakan materi bertajuk “Jurnalis Muda dan Kekuatan Informasi: Memahami Peran Media Massa, Opini Publik, dan Geopolitik Dunia.” Ia menjelaskan bahwa informasi memiliki kekuatan besar dalam membentuk pemahaman masyarakat, memengaruhi opini publik, hingga menentukan cara pandang terhadap berbagai peristiwa.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar jurnalis saat ini bukan hanya kecepatan dalam menyampaikan berita, tetapi kemampuan membedakan fakta dan opini serta memahami adanya berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi penyebaran informasi.
“Jurnalis harus memiliki sikap kritis, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik. Informasi yang benar adalah fondasi bagi masyarakat yang cerdas,” ujar Supriadi.
Pada sesi berikutnya, Basri memberikan materi tentang pengelolaan website dan media sosial. Peserta dibekali pemahaman mengenai strategi membangun media digital, produksi konten, serta pemanfaatan platform online sebagai sarana penyebaran informasi yang efektif.
Melalui kegiatan tersebut, Lapersma ITBM Polman berharap mahasiswa mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya mampu membuat berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital.
Ketua panitia kegiatan, Salman Unding, bersama Ketua Lapersma ITBM Polman Baharuddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pers mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam dunia informasi dan komunikasi.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ITBM Polewali Mandar menggelar Pelatihan Jurnalistik dengan mengusung materi perdana bertajuk “Pengenalan Jurnalistik” pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai di Ruang Studio Kampus ITBM Polewali Mandar, Ugi Baru, Mapilli.
Pelatihan ini menghadirkan Ahmad Qumaeni, Creative Idea & Director Pro
gram TV “Wajah Urban” Celebes TV Makassar, sebagai narasumber utama. Melalui materi yang disampaikan, peserta diperkenalkan pada konsep dasar jurnalistik, peran pers dalam kehidupan demokrasi, etika profesi wartawan, hingga pentingnya kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa ITBM Polewali Mandar ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang jurnalistik sekaligus membangun budaya literasi, menulis, dan menyebarluaskan informasi yang bertanggung jawab di lingkungan kampus.
Baharuddin selaku Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa ITBM Polewali Mandar menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mencetak insan pers mahasiswa yang profesional, berintegritas, serta mampu mengikuti perkembangan media di era digital.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga memahami tanggung jawab moral seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.”
Dalam pemaparannya, Ahmad Qumaeni menekankan bahwa jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis berita, melainkan proses mencari, mengolah, memverifikasi, dan menyampaikan fakta kepada publik secara objektif. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan observasi, wawancara, dan penulisan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai praktik jurnalistik, tantangan media digital, hingga peluang pers mahasiswa dalam membangun budaya informasi yang sehat di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan ini, LPM ITBM Polewali Mandar berharap dapat melahirkan kader-kader jurnalis kampus yang kritis, kreatif, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sehingga mampu menjadi sumber informasi yang kredibel bagi civitas akademika maupun masyarakat luas.
PWMSULBAR.ID - MAMUJU, 5 Juli 2026 - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainers (ToT) untuk Agen dan Verifikator SatuMu. Acara yang berlangsung di Mamuju pada Minggu, 5 Juli 2026, ini merupakan langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi digital organisasi, khususnya dalam membangun sistem data yang terintegrasi dari pusat hingga tingkat ranting.
Pelatihan selama sehari penuh tersebut diikuti oleh perwakilan pimpinan dari seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulawesi Barat. Peserta terdiri atas ketua dan sekretaris PDM, serta para agen dan verifikator SatuMu yang nantinya akan bertanggung jawab mengawal implementasi sistem ini di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Ketua PWM Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ToT SatuMu adalah respon Muhammadiyah terhadap tantangan era digital. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi yang berbasis data. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti sekolah, rumah sakit, masjid, dan panti asuhan, dengan jutaan kader di seluruh Indonesia. Namun, selama ini data organisasi masih tersebar, yang kerap menghambat proses pengambilan keputusan.
"Selama ini data kita masih tercerai-berai. Ada yang tersimpan di Excel, buku administrasi, bahkan hanya diingat oleh pengurus. Akibatnya, ketika dibutuhkan, proses pencarian data membutuhkan waktu yang lama," ungkap Dr. Wahyun Mawardi.
Ia melanjutkan, kehadiran SatuMu, atau Satu Data Muhammadiyah, diharapkan menjadi solusi untuk menyatukan seluruh informasi organisasi dalam satu sistem terintegrasi. "Tujuannya sederhana, yaitu satu data, satu sistem, dan satu pemahaman. Dengan data yang valid, cepat, dan terintegrasi, Muhammadiyah dapat menyusun program secara lebih tepat, mempermudah pelaporan, serta mempercepat pengambilan keputusan," jelasnya.
Dr. Wahyun Mawardi juga menegaskan bahwa peserta ToT tidak hanya dibekali kemampuan teknis mengoperasikan aplikasi, tetapi juga dipersiapkan sebagai pelatih di wilayah masing-masing. Mereka diharapkan mampu mendampingi implementasi SatuMu di PDM, PCM, hingga ranting. "Peserta hari ini adalah guru bagi para pengelola data di daerah. Setelah pelatihan ini mereka memiliki tanggung jawab untuk melatih kembali pengurus di seluruh tingkatan. Data yang baik akan menjadi fondasi dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan," tuturnya.
Lebih lanjut, PWM Sulawesi Barat berkomitmen menjadikan SatuMu sebagai sistem utama dalam tata kelola organisasi di wilayah tersebut, demi pelaporan yang lebih akurat, terukur, dan akuntabel. "Kami ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan dapat dipercaya, baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun para mitra," tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Wakil Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muh. Amir Nashiruddin. Ia didampingi oleh Arwan Isman dari Sekretariat PP Muhammadiyah bidang Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) serta Assyifa Maulida dari Muhammadiyah Software Labs.
Dalam presentasinya, Muh. Amir Nashiruddin memaparkan bahwa SatuMu merupakan wujud implementasi amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah untuk membangun tata kelola organisasi berbasis digital melalui ekosistem satu data. "SatuMu adalah program nasional Muhammadiyah yang membangun identitas tunggal organisasi. Platform ini menjadi kantor digital Muhammadiyah yang memuat struktur organisasi dari tingkat pusat hingga ranting, lengkap dengan profil organisasi dan data kepengurusannya," urainya.
Ia juga menyoroti tantangan pengelolaan arsip Muhammadiyah yang selama ini masih bersifat konvensional. Banyak dokumen penting, seperti Surat Keputusan kepengurusan, SK pendirian organisasi, hingga arsip sejarah, seringkali tersimpan secara pribadi oleh pengurus, sehingga berisiko hilang atau sulit ditemukan saat diperlukan. Menurutnya, digitalisasi melalui SatuMu menjadi solusi efektif untuk menjaga, mengarsipkan, dan mengintegrasikan seluruh dokumen penting Muhammadiyah agar dapat diakses secara aman, tertata, dan berkelanjutan sebagai warisan organisasi di masa mendatang.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar– Suasana haru sekaligus kebanggaan mewarnai acara pelepasan dan penamatan bagi 22 siswa kelas VI SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan digelar di Aula SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Kamis (18/6/2026), dengan mengusung tema: “Melangkah dengan Iman, Menggapai Cita-Cita Gemilang”.
Acara dihadiri oleh unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, perwakilan pemerintah daerah, komite sekolah, para pendidik, orang tua wali murid, serta seluruh siswa sekolah terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah. Momen inti berlangsung khidmat ketika para siswa kelas VI berbaris mengenakan jubah kelulusan dalam prosesi penamatan yang penuh makna.
Kepala SD ‘Aisyiyah 1 Wonomulyo, Zainal Abidin, S.Pd., Gr., mengawali sambutannya dengan rasa syukur karena seluruh 22 siswa angkatan ini dinyatakan lulus 100 persen. Ia turut mengenang perjalanan panjang sekolah yang dibangun di atas perjuangan bersama, hingga kini mampu memiliki fasilitas yang semakin memadai dan secara konsisten melahirkan beragam prestasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Wonomulyo, Hj. Kasmia, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan dasar dengan baik. Penghargaan juga disampaikan khusus kepada para guru dan orang tua yang telah bersinergi membimbing serta mendukung pertumbuhan dan proses belajar anak-anak selama enam tahun menempuh pendidikan.
Sementara itu, Ketua PD ‘Aisyiyah Polewali Mandar, Hj. Dra. Kartini Karama, M.Pd., berpesan secara khusus kepada para lulusan. Beliau mengingatkan agar senantiasa menjaga kewajiban salat, menghormati orang tua serta guru, dan terus menebarkan kebaikan di mana pun berada. Menurutnya, pendidikan bukan hanya bertujuan membentuk kecerdasan akademik, melainkan lebih utama membangun akhlak mulia dan karakter yang kuat sebagai bekal utama menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.
Sekretaris PW ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Halima Mide, S.Pd., M.Pd., menekankan perlunya sinergi yang terus diperkuat antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat luas. Menurutnya, kerja sama ini sangat dibutuhkan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus mampu mendorong peningkatan prestasi siswa serta pengembangan kualitas tenaga pendidik secara berkelanjutan.
Bagian yang paling menyentuh hati hadirin terjadi saat perwakilan siswa kelas VI mempersembahkan lagu perpisahan, dilanjutkan dengan tradisi sungkeman kepada orang tua dan para guru sebagai tanda bakti dan terima kasih.
Selain rangkaian prosesi resmi, acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan kreatif dari para siswa, di antaranya hafalan hadis dan surah-surah pendek, pertunjukan pantomim, pencak silat, hingga tarian empat etnis yang mencerminkan keberagaman budaya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi pengambilan foto bersama, menjadi kenang-kenangan berharga sebelum para lulusan melangkah menuju jenjang pendidikan selanjutnya di tingkat SMP atau MTs.(AHM)
PWMSULBAR.ID - Majene– Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah tingkat Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) berlangsung di Aula Masjid BPMP Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene, pada Senin, 14 Juni 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” dan dihadiri sekitar 300 peserta dari seluruh 6 kabupaten se-Sulawesi Barat.
Resepsi milad ini tidak hanya menjadi seremoni, melainkan juga ruang refleksi atas perjalanan panjang ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan yang telah berumur lebih dari satu abad. ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus menjawab berbagai persoalan kemanusiaan melalui gerakan pendidikan, penguatan keluarga, pendampingan hukum, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Hj. Sunarti Marlianti, SH., M.Kn. Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat Dalam pidatonya menegaskan lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah menapaki jalan dakwah dengan penuh keteguhan, menghadirkan pencerahan, pemberdayaan, dan pelayanan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Milad ke-109 ini mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Tema ini sangat relevan dengan tantangan kehidupan yang kita hadapi saat ini. Dunia masih diwarnai oleh berbagai konflik, ketimpangan sosial, krisis kemanusiaan, kerusakan lingkungan, serta berbagai bentuk kekerasan yang mengancam martabat manusia.
Surnarti menyatakan dalam situasi seperti ini, dakwah Islam tidak cukup hanya dipahami sebagai penyampaian ajaran secara verbal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa rahmat, keadilan, kasih sayang, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia. “Sejak didirikan oleh Siti Walidah pada 19 Mei 1917, ‘Aisyiyah telah menunjukkan bahwa dakwah dan kemanusiaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan keluarga, ‘Aisyiyah telah menghadirkan dakwah yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata,” tegasnya.
Sunarti menegaskan dakwah kemanusiaan yang diperjuangkan ‘Aisyiyah adalah dakwah yang menghargai harkat dan martabat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial. Dakwah yang mengedepankan dialog, empati, dan kerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan. Dakwah yang menumbuhkan harapan dan menghadirkan solusi. “Perdamaian yang kita cita-citakan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi kondisi ketika keadilan ditegakkan, hak-hak manusia dihormati, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup secara bermartabat. Karena itu, membangun perdamaian harus dimulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan sekitar kita,” tegasnya.
Ketua PW Aisyiyah Sulbar menjelaskan bahwa pada usia ke-109 tahun ini, ‘Aisyiyah perlu terus memperkuat komitmen untuk: (1) Mengembangkan dakwah yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan kemaslahatan. (2) Meningkatkan kualitas pendidikan yang membentuk generasi berkarakter, toleran dan cinta damai. (3) Memperluas pelayanan kesehatan dan sosial bagi kelompok rentan. (4) Memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga. (5) Berpartisipasi aktif dalam upaya penyelesaian persoalan kemanusiaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. (6) Menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan. Kita percaya bahwa perdamaian yang sejati hanya dapat terwujud apabila setiap individu, keluarga, dan masyarakat memiliki kepedulian terhadap sesama serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani Bashar, M.Pd., menghadiri langsung puncak peringatan Milad ‘Aisyiyah. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Majene sebagai tuan rumah tingkat provinsi. “Terima kasih kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulbar atas terpilihnya Kabupaten Majene sebagai lokasi pelaksanaan Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Kehadiran bapak dan ibu sekalian tentu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Andi Rita Mariani Basha dalam sambutannya mengajak Kader ‘Aisyiyah Sulbar untuk berkerja bersama dalam penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia menilai keterlibatan organisasi keagamaan, khususnya organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah, sangat strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pemantauan rutin di Posyandu harus terus dilakukan setiap bulan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Data mengenai jumlah sasaran, kenaikan maupun penurunan berat badan balita perlu dipantau secara berkala agar intervensi yang tepat dapat segera dilakukan.
la menjelaskan bahwa stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Namun, stunting dapat berdampak serius terhadap perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti jantung. “Kalau hanya fisik, banyak orang bertubuh pendek yang cerdas. Tetapi jika perkembangan otaknya terganggu, itu yang berbahaya karena akan mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan,” jelasnya.
Dr. KH.Wahyun Mawardi, S.Ag., M.Pd. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat. Ia mengapresiasi capaian ‘Aisyiyah Sulbar dan tak pernah lelah dalam menjalankan dakwah kemanusiaan dan aksi nyata di masyarakat, ‘Aisyiyah yang hari ini genap 109 tahun. 19 Mei 1917 Masehi – 19 Mei 2026 Masehi. 109 tahun bukan waktu sebentar. 109 tahun ‘Aisyiyah istiqamah jadi “sayap kiri” Muhammadiyah yang tak pernah lelah. “Dari Sopo, Kotagede Yogyakarta sampai ke Majene, Mamuju, Polewali, Pasangkayu, Mamasa, dan Mamuju Tengah. Dari Nyai Ahmad Dahlan, Nyai Walidah, sampai Ibu-ibu ‘Aisyiyah Sulbar hari ini. Tongkat estafet itu sudah sampai di tangan. Dan jaga dengan sangat baik,”.
Wahyun Mawardi menjelaskan bawah Gerakan Perempuan Berkemajuan adalah mesin dalam Muhammadiyah untuk menggerakan misi “memajukan umat”, menurutnya ada tiga amal besar ‘Aisyiyah selama 109 tahun yang dalapt dibuktikan : Amal pertama, Bidang Pendidikan: Dulu perempuan dilarang sekolah. ‘Aisyiyah buka TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Hari ini ribuan anak perempuan Sulbar bisa baca tulis, jadi guru, dokter, dosen, karena ada ‘Aisyiyah. Itu jihad akbar. Amal Kedua, Bidang Sosial-Kesehatan: Dari zaman wabah sampai pandemi, ‘Aisyiyah terdepan. Posyandu, Rumah Sakit, Panti Asuhan, Lembaga Zakat. ‘Aisyiyah ajarkan: perempuan kuat itu bukan yang teriak, tapi yang turun tangan. Amal Kegita, Bidang Dakwah & Keluarga Sakinah: ‘Aisyiyah selamatkan keluarga dari narkoba, KDRT, stunting, HP. Lewat majelis taklim, parenting, kajian. Karena ‘Aisyiyah paham kalau ingin memperbaiki bangsa, mulai dari perbaiki Ibu.
Muhammadiyah Sulbar menitip untuk ‘Aisyiyah SulbarPesan PWM untuk ‘Aisyiyah Sulbar di Usia 109 Tahun, Usia 109 itu usia “emas”. Sudah matang, tapi harus tetap lincah. Muhammadiyah Sulbar menitip tiga pesan:1.Kembali ke Khittah: ‘Aisyiyah lahir bukan untuk politik praktis, tapi untuk dakwah. Jaga marwah. Jaga independensi. Tetap jadi mitra kritis Muhammadiyah, bukan “ban serep”.2.Hadapi Tantangan Zaman: Tantangan hari ini beda dengan 1917. Dulu musuhnya kebodohan. Sekarang musuhnya: gadget, judi online, LGBT, radikalisme, stunting. ‘Aisyiyah harus jadi garda terdepan. Kuatkan digitalisasi, kuatkan kajian tafsir tematik perempuan, kuatkan ekonomi ummat lewat UMKM.3.Regenerasi Tanpa Henti: 109 tahun butuh kader baru. Jangan sampai ‘Aisyiyah jadi organisasi “Ibu-ibu saja”. Ajak anak muda, ajak mahasiswi, ajak pelajar. Bentuk ‘Aisyiyah Muda yang kreatif. Karena masa depan ‘Aisyiyah ada di tangan mereka.
Komitmen PWM Sulbar Muhammadiyah tidak akan pernah besar tanpa ‘Aisyiyah. Maka komitmen kami kepada ‘Aisyiyah: Komitmen pertama yakni Anggaran, bahwa anggaran setiap program PWM wajib ada porsi untuk ‘Aisyiyah. Kedua Sinergi: Semua Amal Usaha Muhammadiyah wajib buka pintu selebar-lebarnya untuk program ‘Aisyiyah. Komitmen Ketiga, Apresiasi: Kami catat, kami doakan, kami sebarluaskan amal Ibu-ibu ke seluruh persyarikatan. Komitmen Keempat Tantangan 110 tahun ke depan lebih berat. Tapi saya yakin. Karena Ibu-ibu ‘Aisyiyah itu seperti “bidadari bumi”. Lembut tapi baja. Sabar tapi berani. Di rumah jadi madrasah pertama, di masyarakat jadi suluh peradaban.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Wakil Bupati Majene. Turut hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju, Rektor Institut ‘Teknologi & Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar beserta jajaran, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, organisasi perempuan Islam, serta para Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting ‘Aisyiyah se-Sulawesi Barat.
Melalui Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Sulawesi Barat kembali menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pendampingan hukum, penguatan keluarga, dan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah untuk membangun perdamaian dan peradaban yang berkemajuan.
PWMSUBAR.ID - Plewali Mandar– Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Polewali Mandar bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi melakukan penandatanganan kerja sama strategis terkait optimalisasi perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan ekosistem Muhammadiyah. Kegiatan ini digelar di SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Rabu, 10 Juni 2026.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan perlindungan tenaga kerja, investasi, serta pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas sinergi dalam menghadirkan layanan jaminan sosial yang inklusif bagi seluruh pekerja di amal usaha Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar, Abd. Azis Ghozal, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis yang harus diwujudkan dalam program nyata, khususnya perlindungan bagi guru, tenaga kesehatan, karyawan, dan seluruh SDM di lingkungan Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal memiliki komitmen terhadap kesejahteraan umat, termasuk memastikan pekerja memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kerja. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan nilai kolaborasi dengan mengutip semangat Al-Qur’an dan hadits tentang tolong-menolong dalam kebaikan serta manfaat bagi sesama.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Polewali Mandar, Melania Theresia Mokalu, menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan kepastian perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh bagi seluruh pekerja di lingkungan Muhammadiyah Polman. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja yang lebih luas dan berkeadilan.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi juga berkembang dalam bentuk edukasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada masyarakat agar semakin banyak pekerja memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
PWMSULBAR.ID - Polewali Mandar - Pembukaan Pelaksanaan Darul Arqam Dasar oleh tiga Pimpinan Komisariat IMM ITBM Polman berlansung Hikmat. Acara dilaksanakan di Aula ITBM Polman pada selasa, 2 Juli 2026.
DAD akan berlansung mulai tanggal 2 hingga 7 Juli di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo Kecamatan Wonomulyo.
Acara dihadiri oleh Rektor ITBM Polman beserta Civitas Akademika, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Polewali Mandar, Pimpinan Cabang IMM Polewali Mandar, dan Pengurus Ormawa ITBM Polman.
Rektor ITBM Polewali Mandar Dr. Nursahdi Saleh sampaikan apresiasi Apresiasi dan Kebanggaankepada IMM ITBM Polewali Mandar
Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IMM komisariat itbm polamn yang konsisten menyelenggarakan Darul Arqam Dasar.
“Darul Arqam bukan sekadar pengakderan. Ini adalah rumah pertama kaderisasi. Di sinilah mahasiswa ditempa 3 hal: Iman, Ilmu, Amal Shalih — yang juga menjadi ruh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kita emban bersama” Ucap Rektor.
Lanjutnya Rektor menambahkan dirinya bangga melihat semangat Mahasiswa. Di tengah arus digital dan budaya instan, adik-adik memilih jalan panjang: belajar Islam, belajar organisasi, belajar jadi pemimpin. Itu pilihan yang tidak semua mahasiswa berani ambil.
Pesan untuk Peserta: “Jadilah Intelektual yang Beriman”
Adik-adik peserta Darul Arqam Dasar yang saya banggakan,
Universitas ini mendidik adik-adik jadi sarjana. IMM lewat Darul Arqam mendidik adik-adik jadi sarjana yang beriman dan berakhlak. Dua-duanya harus jalan.
Tiga pesan Rektor untuk Peserta DAD IMM ke depan:
Pertama, jadilah “muhammadiyah muda” yang cerdas dan kritis.
IQ tanpa Iman bahaya. Iman tanpa Ilmu lemah. Darul Arqam ajarkan adik-adik cara berislam yang berkemajuan: Islam yang mencerahkan, bukan mengeras. Diskusikan, tanyakan, bedah materi. Jangan jadi peserta pasif.
Kedua, jadilah pemimpin yang merakyat, bukan yang menjauh.
IMM lahir dari rahim Muhammadiyah untuk mengabdi ke umat. Setelah 3 hari ini, turunlah ke masyarakat. Buktikan ilmu yang adik-adik dapat dengan pengabdian. Kampus kita ada di tengah masyarakat 3T. Itu ladang amal adik-adik.
Ketiga, jaga ukhuwah dan militansi.
Militan bukan berarti kasar. Militan artinya konsisten. Konsisten shalat, konsisten baca, konsisten berorganisasi walau skripsi menumpuk. Saudara-saudara di Darul Arqam inilah yang kelak jadi tim inti adik-adik mengabdi untuk bangsa.
Komitmen Kampus
Kepada panitia dan Pembina IMM, saya sampaikan universitas mendukung penuh kaderisasi IMM. Kami siap fasilitasi ruang, waktu, dan narasumber. Karena bagi kami, mahasiswa yang aktif di IMM adalah investasi kampus. Mereka inilah yang nanti jadi alumni yang mengharumkan nama almamater.
Kepada adik-adik peserta: 3 hari ke depan mungkin melelahkan. Kurang tidur, materi padat, dinamika kelompok. Tapi percayalah, 10 tahun dari sekarang adik-adik akan bersyukur pernah “menderita” 3 hari di Darul Arqam ini.
Di lokasi yang sama Ketua PDM Polman menyampaikan Sambutan pada pembukaan DAD IMM Se ITBM Polman.
H.Abd Azis Ghozal menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada Pimpinan komisariat se-ITBM Polman yang telah berikhtiar menyelengarakan DAD IMM Akbar IV se ITBM Polman ini.
“Darul Arqam Dasar adalah gerbang awal pengkaderan IMM. Dari sinilah benih ideologi, spirit tajdid, dan karakter kader Muhammadiyah di tempa.
Disinilah jawaban soal yang sering muncul dari berita yang tidak jelas” teras Ketua PDM Polman.
Dalam sambutannya H. Abd. Azis Ghozal menyinggu Tema DAD yang relewan dengan kondisi IMM saat ini.
“Tema yang diusung kali ini saya kira ini sangat tepat: megusahakan kader berintegritas dan berkemajuan. Dua kata kunci yang tidak bisa dipisahkan”.
1. Integritas
Integritas adalah menyatunya kata dan perbuatan, keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan yang dilandasi nilai-nilai kejujuran, konsisten dan moral. Seseorang yang berintegritas selalu memegang teguh komitmen dan norma yang berlaku. Bahkan ketika tidak ada orang yang mengawasi.
Kader IMM ke depan bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara moral. Jujur saat tidak ada yang melihat, amanah saat di beri kepercayaan, dan istiqamah diatas nilai islam berkemajuan.
Di tengah tantangan hoaks, pragmatisme, dan krisis keteladanan, maka integritas adalah menjadi benteng kita.
Kata kunci yang ke Dua
2.Berkemajuan
Muhammadiyah adalah gerakan tajdid. Berkemajuan berarti berani berpikir kritis, terbuka pada ilmu, dan solutif atas masalah umat.
Kader IMM bukan hanya mengkritik, tapi memberi solusi. Bukan hanya jago berdiskusi di forum, tapi juga turun menyelesaikan masalah masyarakat.
Ideologi Muhammadiyah juga berwatak kemajuan. Penggunaan istilah "islam yang berkemajuan" adalah lebih tepat dan meng Indonesia bagi Muhammadiyah.
Dalam "Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua" tersebut dideklarasikan, bahwa Muhammadiyah gerakan islam yg melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
Bagi Muhammadiyah islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut nadi gerakan. Tutup H. Abd Azis Gozal.(AHM)
PWMSULBAR.ID - Majene - Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat. Sebuah Sekolah Dasar (SD) Unggulan baru dijadwalkan segera beroperasi di Kabupaten Majene.
Sekolah ini hadir dengan konsep kurikulum inovatif yang mengintegrasikan eksplorasi sains dengan nilai-nilai religius yang kuat. Dalam rencana kurikulum, siswa akan diperkenalkan dengan teknologi Koding- AI dan Tahfidz Al Quran.
Kehadiran SD unggulan di Majene yang direncakanan beroperasi mulai tahun ajaran 2026 ini, disampaikan dalam acara “Launching SD Muhammadiyah 1 Majene”, pada Selasa (10/3/2026).
Sekolah unggulan milik persyarikan Muhammadiyah itu berlokasi di Kampung Baru, Majene.
Hadir dalam acara itu antara lain, Ketua Pimpinian Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulbar, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, Kepala Dinas Pendidikan Majene Asraf T, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Udztads Darmawan Hafied, Penanggung Jawab Pendirian SD Muhammadiyah 1 (Mudisat) Majene, Dr. Haksan Darmawan serta kepala sekolah SD Muh 1 Majene, Nursalam.
Sekolah unggulan milik persyarikan Muhammadiyah itu berlokasi di Kampung Baru, Majene.
Hadir dalam acara itu antara lain, Ketua Pimpinian Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulbar, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, Kepala Dinas Pendidikan Majene Asraf T, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Udztads Darmawan Hafied, Penanggung Jawab Pendirian SD Muhammadiyah 1 (Mudisat) Majene, Dr. Haksan Darmawan serta kepala sekolah SD Muh 1 Majene, Nursalam.
Kepala Dinas Pendidikan Majene, Andi Asraf T memuji langkah organisasi kemasyarakatan (ormas) Muhammadiyah membangun sekolah unggulan.
Menuurutnya upaya Muhammadiyah itu membantu pemerintah meningkatan kualitas Pendidikan di Majene.
” SD ini merupakan suatu kebutuhan, khususnya untuk Majene sebagai kota Pendidikan,” kata Asraf.
Sains AI dan Tahfidz
Dalam perencanaan kurikulum SD Muh 1 Majene, akan terbagi dalam kelas Reguler dan Tahfidz.
Mata pelajaran yang akan diberikan ke siswa mulai pendiikan Islam, Kemuhammadiyahan, Budi Pekerti, Tahfdz Al Quran hingga teknologi terkini, Koding dan AI.
Penguatan lainnya adalah pelajaran Bahasa Arab – Inggris, Matematika, IPA – IPS serta Seni dan budaya.
Ketua PW Muhammadiyah Sulbar, Dr. KH. Wahyun Mawardi mengapresiasi kinerja tim pendiri serta PD Majene yang berjuang menghadirkan sekolah unggulan di Majene.
Dalam kesempatan itu, PW Muhammadiyah Sulbar memberikan bantuan Rp 10 juta membantu pembangunan sekolah unggulan tersebut.
“Muhammadiyah akan terus hadir untuk memajukan Keislaman, kualitas Pendidikan dan Kesehatan serta bidang – bidang lainnya,” katanya.
Kepala Sekolah Mudisat Majene, Nursalam menambahkan, Proses pendaftaran direncanakan akan dibuka pada tahun ajaran 2026 dengan kuota terbatas guna menjaga kualitas belajar-mengajar tetap terjaga.