Logo PWM Sulbar
Khutbah Jum'at

Khutbah Jum'at : Menjaga Hati Di Tengah Ujian Kehidupan (Sabar, Tawakal, Tidak Mudah Mengeluh, dan Tetap Husnuzan kepada Allah)

Oleh: H. Ismail Ibrahim, S.Pd.I.,M.Pd.I.
16 September 2026
Khutbah Jum'at : Menjaga Hati Di Tengah Ujian Kehidupan (Sabar, Tawakal, Tidak Mudah Mengeluh, dan Tetap Husnuzan kepada Allah)

 

KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Jamaah Jum’at rahimakumullah. 

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Kehidupan dunia adalah kehidupan yang penuh dengan ujian. Ada kalanya kita mendapatkan kebahagiaan, kelapangan rezeki, kesehatan, dan keberhasilan. Namun ada pula saatnya kita menghadapi kesedihan, kesempitan rezeki, sakit, kehilangan, masalah keluarga, maupun berbagai persoalan yang tidak diketahui oleh orang lain.

Ketika ujian datang, kita tentu berharap agar masalah segera selesai. Namun yang lebih penting adalah bagaimana keadaan hati kita ketika menghadapi ujian tersebut. Apakah kita semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh? Apakah kita semakin rajin berdoa atau malah meninggalkan ibadah? Apakah kita tetap percaya kepada Allah atau mulai berburuk sangka kepada-Nya? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝١٥٥

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝١٥٦

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ۝١٥٧

“Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’ Mereka itulah yang memperoleh keberkahan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155–157).

Jamaah yang dimuliakan Allah. 

Ayat ini mengajarkan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan. Karena itu, ketika mendapatkan ujian, jangan hanya bertanya, “Mengapa saya mendapatkan masalah ini?” Tetapi tanyakan pula, “Bagaimana saya harus bersikap agar ujian ini menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah? ”Jangan pula kita mengukur kasih sayang Allah hanya dari banyaknya kenikmatan. Ketika mendapatkan rezeki, kita merasa Allah menyayangi kita. Tetapi ketika mendapat kesulitan, kita merasa Allah meninggalkan kita. Padahal Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Kita hanya melihat apa yang terjadi hari ini, sedangkan Allah mengetahui seluruh perjalanan hidup kita. Apa yang kita anggap sebagai kehilangan, bisa jadi merupakan perlindungan. Apa yang kita anggap sebagai kegagalan, bisa jadi merupakan jalan menuju sesuatu yang lebih baik.

Karena itu, seorang mukmin harus belajar husnuzan kepada Allah, yaitu selalu berprasangka baik kepada-Nya. Ketika belum memahami hikmah suatu ujian, katakan dalam hati: “Saya belum memahami hikmah dari semua ini, tetapi saya yakin Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan tidak ada ketetapan Allah yang sia-sia.” Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis qudsi:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jamaah Jum’at rahimakumullah. 

Dalam menghadapi ujian, kita membutuhkan kesabaran. Sabar bukan berarti tidak boleh menangis dan bersedih. Rasulullah ﷺ pun pernah menangis ketika putranya, Ibrahim, meninggal dunia. Beliau bersabda:

إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ، وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا

“Sesungguhnya mata menangis, hati bersedih, dan kami tidak mengatakan kecuali apa yang diridai oleh Tuhan kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka kita boleh menangis, tetapi jangan mencela takdir Allah. Kita boleh sedih, tetapi jangan meninggalkan salat. Kita boleh merasa lelah, tetapi jangan berputus asa dari rahmat Allah. Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى

“Sesungguhnya kesabaran itu adalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, ketika musibah datang, mari kita menenangkan diri dan mengucapkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Kemudian kita belajar melihat hikmah di balik ujian. Sakit mengajarkan kita menghargai kesehatan. Kesempitan rezeki mengajarkan kesabaran dan qanaah. Kehilangan mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang kekal. Kegagalan mengajarkan kita untuk memperbaiki diri dan mencoba kembali.

Jamaah yang dirahmati Allah.

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ketika sakit, kita berobat. Ketika tidak memiliki pekerjaan, kita berusaha mencari rezeki. Ketika rumah tangga bermasalah, kita berusaha memperbaikinya. Setelah berusaha semaksimal mungkin, barulah kita menyerahkan hasilnya kepada Allah. Inilah tawakal. Allah berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq: 3). Rasulullah ﷺ juga bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya.” 

Jangan pula terlalu banyak mengeluh kepada manusia hingga hati kita bergantung kepada manusia. Kita boleh meminta bantuan dan menceritakan masalah kepada orang yang dipercaya, tetapi tempat mengadu yang utama adalah Allah. Nabi Ya'qub ' Alaihissalam berkata:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS. Yusuf: 86).

Ketika hati terasa berat, berdoalah kepada Allah. Ketika jalan terasa buntu, mintalah pertolongan kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah mengetahui setiap air mata dan setiap kesedihan yang tidak mampu kita ungkapkan.

Jamaah yang dirahmati Allah. 

Jangan sampai satu masalah membuat kita lupa terhadap begitu banyak nikmat Allah. Kita mungkin kehilangan pekerjaan, tetapi masih memiliki kesehatan. Kita mungkin kehilangan harta, tetapi masih memiliki keluarga. Kita mungkin sedang menghadapi masalah, tetapi masih diberikan kesempatan untuk bersujud dan bertaubat. Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34).

Maka ketika ujian datang, lihatlah bukan hanya apa yang hilang, tetapi juga apa yang masih Allah berikan. Dan sebesar apa pun ujian yang kita hadapi, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Allah berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Yusuf: 87).

 

Dari uraian khutbah di atas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa ada empat sikap yang harus kita pegang ketika menghadapi ujian kehidupan:

Pertama,  Bersabar, karena setiap ujian pasti ada batasnya dan Allah menjanjikan pahala bagi orang-orang yang sabar.

Kedua,  Bertawakal, yaitu tetap berusaha dengan sungguh-sungguh lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Ketiga, Tidak mudah mengeluh, tetapi menjadikan doa dan Allah sebagai tempat utama untuk mengadu.

Keempat, Berhusnuzan kepada Allah, yakin bahwa di balik setiap ketetapan-Nya ada hikmah, meskipun belum mampu kita pahami.

Ujian mungkin tidak dapat kita pilih, tetapi kita dapat memilih bagaimana hati kita menghadapinya. Jangan biarkan kesulitan menghancurkan iman, jangan biarkan kesedihan menghapus rasa syukur, dan jangan biarkan kegagalan membuat kita berputus asa.

Ketika diuji, bersabarlah. Ketika berusaha, bertawakallah. Ketika belum memahami takdir, berhusnuzanlah kepada Allah. Dan ketika hati terasa berat, jangan menjauh dari Allah, tetapi datanglah lebih dekat kepada-Nya.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH KEDUA

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ الدُّنْيَا دَارُ ابْتِلَاءٍ، وَالْآخِرَةَ دَارُ جَزَاءٍ

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dunia adalah tempat ujian, sedangkan akhirat adalah tempat pembalasan. Karena itu, jangan hanya takut terhadap beratnya ujian, tetapi takutlah apabila ujian tersebut membuat kita jauh dari Allah.

Jika kita sedang diuji dengan kesulitan, semoga Allah memberikan kesabaran. Jika sedang diuji dengan kelapangan, semoga Allah memberikan rasa syukur. Jika sedang sakit, semoga Allah memberikan kesembuhan. Jika sedang kehilangan, semoga Allah memberikan ketabahan. Dan jika sedang menghadapi masalah yang belum menemukan jalan keluar, semoga Allah membukakan jalan keluar yang terbaik.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قُلُوبًا صَابِرَةً، وَنُفُوسًا مُطْمَئِنَّةً، وَإِيمَانًا ثَابِتًا، وَيَقِينًا صَادِقًا

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَاشْرَحْ صُدُورَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَفَرِّجْ هُمُومَنَا، وَنَفِّسْ كُرُوبَنَا

اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنَّا مُبْتَلًى فَخَفِّفْ عَنْهُ بَلَاءَهُ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا مَرِيضًا فَاشْفِهِ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا مَدْيُونًا فَاقْضِ دَيْنَهُ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا فِي ضِيقٍ فَوَسِّعْ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا فِي هَمٍّ وَحُزْنٍ فَفَرِّجْ هَمَّهُ وَحُزْنَهُ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُحْسِنِينَ الظَّنَّ بِكَ

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ  يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

 

Chat WhatsApp