Logo PWM Sulbar

Muhammadiyah: Gerakan Berkemajuan Yang Beriman Dan Berakhlak

H

H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I.

Sekretaris PWM Sulawesi Barat

17 September 2026 Dibaca 41 kali
Muhammadiyah: Gerakan Berkemajuan Yang Beriman Dan Berakhlak
Muhammadiyah sejak awal tidak lahir sekadar sebagai sebuah organisasi, melainkan sebagai gerakan dakwah yang memiliki cita-cita besar: menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mencerahkan kehidupan, menebarkan kemanfaatan, dan mencegah segala bentuk kerusakan. Karena itu, Muhammadiyah tidak cukup hanya berbicara tentang kemajuan, tetapi harus memastikan bahwa setiap kemajuan selalu berpijak pada iman, ilmu, dan akhlak. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, tantangan Muhammadiyah juga semakin kompleks. Kemajuan teknologi, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, dan dinamika kehidupan masyarakat menghadirkan peluang sekaligus risiko. Dalam situasi seperti ini, gerakan berkemajuan tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai kemampuan mengikuti perkembangan zaman. Berkemajuan harus berarti mampu menjadikan perubahan sebagai jalan untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. Di sinilah iman dan akhlak menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan. Ilmu memberikan kemampuan untuk membaca persoalan, sementara iman memberikan arah tentang untuk apa kemampuan itu digunakan. Ilmu tanpa iman dapat kehilangan orientasi moral, sedangkan iman tanpa ilmu dapat kehilangan daya untuk menjawab persoalan kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan agar kemajuan tidak hanya menghasilkan kecanggihan, tetapi juga menghadirkan kebijaksanaan dan kemanusiaan. Dalam konteks kepemimpinan Muhammadiyah, prinsip tersebut menjadi semakin penting. Pimpinan bukanlah penguasa yang harus dilayani, tetapi pelayan yang diberi amanah untuk melayani. Jabatan dalam persyarikatan bukanlah simbol kedudukan, melainkan ruang pengabdian. Semakin tinggi amanah yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan umat. Kepemimpinan yang demikian tidak dibangun dengan jarak, melainkan dengan keteladanan. Seorang pimpinan tidak cukup hanya pandai memberikan arahan, tetapi harus mampu menunjukkan contoh dalam keikhlasan, kedisiplinan, kesederhanaan, keterbukaan, dan kesediaan mendengar. Sebab, organisasi yang besar tidak akan kokoh hanya karena struktur yang kuat. Ia membutuhkan manusia-manusia yang memiliki integritas dan kesediaan untuk menempatkan kepentingan persyarikatan di atas kepentingan pribadi. Kekuatan Muhammadiyah sesungguhnya bukan hanya terletak pada banyaknya amal usaha, luasnya jaringan organisasi, megahnya gedung, atau besarnya jumlah anggota. Semua itu penting sebagai instrumen perjuangan, tetapi yang menentukan ruh gerakan adalah ketakwaan, keikhlasan, ilmu, dan persatuan. Gedung dapat dibangun, institusi dapat dikembangkan, dan jumlah anggota dapat bertambah. Namun, jika keikhlasan melemah, ukhuwah retak, dan orientasi pengabdian bergeser menjadi kepentingan pribadi atau kelompok, maka kemajuan material tidak otomatis menunjukkan kemajuan gerakan. Karena itu, Muhammadiyah perlu terus merawat budaya organisasi yang sehat: budaya saling menghormati, terbuka terhadap gagasan, dewasa dalam menghadapi perbedaan, dan mengutamakan musyawarah. Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi yang hidup. Yang harus dijaga adalah agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan dan kritik tidak berubah menjadi permusuhan. Ukhuwah bukan berarti menghilangkan perbedaan. Ukhuwah berarti memiliki kesadaran bahwa di balik perbedaan terdapat tujuan perjuangan yang lebih besar. Kita boleh berbeda dalam cara berpikir, tetapi tidak boleh kehilangan kesamaan dalam semangat berkhidmat. Kita boleh memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi tetap berjalan menuju cita-cita yang sama: menghadirkan Islam yang mencerahkan dan memberi manfaat bagi kehidupan. Bagi PWM Sulawesi Barat, semangat tersebut dapat menjadi pijakan penting dalam menjalankan amanah persyarikatan. Sulawesi Barat memiliki realitas sosial yang beragam dan tantangan pembangunan yang membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat. Muhammadiyah dapat mengambil peran melalui pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Namun, kontribusi tersebut harus selalu dimulai dari pembenahan internal. Gerakan yang ingin mencerahkan masyarakat harus terlebih dahulu memastikan bahwa nilai-nilai pencerahan hidup dalam diri para kader dan pimpinannya. Gerakan yang berbicara tentang keadilan harus menghadirkan keadilan dalam relasi internalnya. Gerakan yang mengajarkan keikhlasan harus menunjukkan keikhlasan dalam pengabdiannya. Inilah makna penting dari Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan yang beriman dan berakhlak. Berkemajuan bukan sekadar bergerak cepat, tetapi bergerak ke arah yang benar. Bukan sekadar memperbesar organisasi, tetapi memperbesar manfaat. Bukan sekadar membangun institusi, tetapi membangun manusia. Bukan sekadar mengejar pencapaian, tetapi memastikan setiap pencapaian membawa keberkahan. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pimpinan bukanlah seberapa lama ia memegang jabatan, tetapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya. Ukuran keberhasilan sebuah kepemimpinan bukan seberapa banyak orang yang tunduk kepada keputusan pimpinan, tetapi seberapa banyak orang yang tumbuh, terberdayakan, dan merasakan manfaat dari keberadaan organisasi. Maka, mari menjadikan Muhammadiyah sebagai ruang pengabdian yang bekerja dengan hati, berpikir dengan ilmu, bergerak dengan ketulusan, dan menjaga persatuan dengan ukhuwah. Sebab, gerakan yang kuat bukan gerakan yang tidak pernah menghadapi perbedaan, melainkan gerakan yang mampu mengelola perbedaan menjadi energi untuk melahirkan kebaikan. PWM Sulawesi Barat harus terus melangkah sebagai bagian dari gerakan yang tidak hanya ingin menjadi besar, tetapi juga ingin menjadi bermakna. Tidak hanya ingin hadir, tetapi memberi solusi. Tidak hanya ingin berkembang, tetapi membawa kemajuan yang berakar pada iman dan akhlak. Semoga setiap amanah yang dipikul, setiap ikhtiar yang dilakukan, dan setiap langkah yang ditempuh oleh seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Sulawesi Barat menjadi bagian dari amal kebajikan yang terus mengalir manfaatnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Wallahu a'lam bish-shawab.
Chat WhatsApp