Logo PWM Sulbar

Di Musyda PIMDA 133, PDM Polman Tekankan 5 Agenda Prioritas Tapak Suci

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
Di Musyda PIMDA 133, PDM Polman Tekankan 5 Agenda Prioritas Tapak Suci

PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Polewali Mandar, H. Abd. Azis Ghozal, memberikan sambutan penuh pesan di hadapan peserta Musyawarah Daerah (Musyda) PIMDA 133 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Polman di Aula SMK Muhammadiyah Wonomulyo, Sabtu (10/10/2026).

Mengawali sambutannya, atas nama PDM Polman ia menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci Polman.

"Semoga musyawarah hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, mempererat persatuan dan persaudaraan, melahirkan kepemimpinan yang amanah, dan merumuskan program yang membawa Tapak Suci semakin maju serta bermanfaat bagi umat, bangsa dan Persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.

Ia menegaskan, musyawarah bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Musyawarah adalah ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyatukan gagasan, dan menentukan arah perjuangan ke depan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Asy-Syura ayat 38: Wa amruhum syura bainahum.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh peserta mengedepankan kedewasaan, keterbukaan, dan semangat kebersamaan.

"Jangan sampai perbedaan pendapat memutuskan tali persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pilihan merusak ukhuwah, dan jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan organisasi. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan," tegasnya.

Jabatan Adalah Amanah

H. Abd. Azis Ghozal menegaskan bahwa dalam Muhammadiyah, yang diutamakan bukan siapa orangnya, melainkan bagaimana amanah itu dijalankan. Siapapun yang terpilih harus dihormati dan didukung bersama sesuai mekanisme organisasi.

"Jabatan dalam organisasi bukanlah hadiah, bukan pula sekadar kehormatan. Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab," tegasnya seraya mengutip QS. An-Nisa ayat 58: Innallaha ya'murukum an tuaddul amanati ila ahliha - Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.

Karena itu, ia meminta peserta memilih pemimpin yang memiliki integritas, komitmen, kemampuan bekerja, dan kesediaan berkorban.

"Kita butuh pemimpin yang tidak hanya pandai menyusun program, tetapi juga bersedia melaksanakan program tersebut. Pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader, bukan hanya kelompoknya sendiri, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang," pesannya.

5 Agenda Prioritas Tapak Suci Polman

Dalam sambutannya, Ketua PDM Polman juga menitipkan 5 agenda prioritas yang harus menjadi perhatian PIMDA 133 Tapak Suci periode mendatang:

Pertama, Perluas pembinaan Tapak Suci di sekolah-sekolah Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan di lingkungan masyarakat.

Kedua, Jadikan Tapak Suci sebagai ruang pembinaan generasi muda yang sehat, disiplin, berakhlak, dan berkemajuan.

Ketiga, Tapak Suci Polman harus mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan di tingkat Daerah, Provinsi, Nasional, bahkan Internasional.

Keempat, Prestasi harus dibangun melalui latihan teratur, pembinaan berjenjang, sportivitas, dan manajemen yang baik.

Kelima, Susun program kerja yang realistis, tertibkan administrasi keanggotaan, bangun komunikasi antar cabang, serta lakukan evaluasi berkala.

Lahirkan Pendekar Sejati

Ia mengingatkan, Tapak Suci bukan sekadar tempat belajar pukulan, tendangan, dan teknik bela diri. Tapak Suci adalah Ortom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman.

"Kita ingin melahirkan pendekar yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat akidahnya, luas ibadahnya, mulia akhlaknya, dan tinggi kepedulian sosialnya," ujarnya.

Ia kemudian mengutip Hadits Nabi SAW: Laisasy syadidu bish-shur'ah, innamasy syadidulladzi yamliku nafsahu 'indal ghadab - Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah (HR. Bukhari dan Muslim).

Di akhir sambutan, ia menyampaikan tiga pesan penting: Pertama, jaga akidah dan akhlak. Kedua, jaga persaudaraan dan persatuan. Ketiga, jaga amanah dan prestasi.

"Mari kita buktikan bahwa Tapak Suci bukan sekadar perguruan pencak silat, tetapi tempat lahirnya kader-kader berprestasi, berintegritas, dan siap berkhidmat untuk umat dan bangsa," tutupnya.

Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp