Logo PWM Sulbar

Hadapi Tantangan Zaman H. Abd. Azis Ghozal Ajak Mahasiswa Teguh Berideologi, Berkarakter dan Berkemajuan

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
Hadapi Tantangan Zaman H. Abd. Azis Ghozal Ajak Mahasiswa Teguh Berideologi, Berkarakter dan Berkemajuan
PWMSULBAR.ID - Wonomulyo - Jum'at 21 Agustus 2026 Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar H. Abd. Azis Ghozal hadir membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ITBM Polman yang ke 5. Pada kesempatan ini, Ketua PDM Polman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan amal usaha, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini. Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar seremonial. Baitul Arqam adalah proses pembentukan Manusia Muhammadiyah. "Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi Mahasiswa yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan Mahasiswa yang kuat iman, kokoh ideologi, mulia akhlaknya, luas wawasan berpikirnya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat". Dalam sambutannya ia membedah tema BAM yang menjadi tujuan dari kegiatan BAM 5 ITBM Polman. Menurutnya mahasiswa harus menjadikan tema tersebut sebagai nilai-nilai dalam mahasiswa ITBM Polman. "Karena itu, tema BAM ke-V: Berideologi, Berkarakter, Berkemajuan. Adalah tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman". kata Abd. Azis Ghozal. Pertama, Berideologi. Menjadi Mahasiswa Muhammadiyah berarti memiliki pondasi nilai dan pemahaman keislaman yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Maqbulah, serta memahami dan menghayati prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah. Ideologi bukan sekedar hafalan. Ideologi harus menjadi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak. Allah SWT berfirman: وَقُلْ رَبٌِ زِدْنِي عِلْمًا Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. QS. Taha: 114. Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi insan yang mencintai ilmu, tetapi ilmu yang dimiliki harus melahirkan amal. Ilmu tanpa amal akan kehilangan makna. Amal tanpa ilmu dapat kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa dalam mengikuti BAM tidak hanya memahami Muhammadiyah secara organisasi, tetapi juga memahami islam sebagai jalan hidup, dan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar serta gerakan tajdid. Kedua, Berkarakter, kita sedang menghadapi zaman yang luar biasa cepat berubah. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan berkembang, media sosial berkembang, tetapi tantangan moral juga semakin besar. Karena itu perguruan tinggi Muhammadiyah harus melahirkan Manusia yang jujur, disiplin, amanah, bertanggung jawab, rendah hati, menghargai perbedaan, dan memiliki integritas. Rasulullah saw bersabda: اِنٌَمَا بُعِثْتُ لِأُتَمٌِمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Maka ukuran keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya berapa nilai yang diperoleh, tetapi juga siapa dirinya setelah memperoleh ilmu tersebut. Jangan sampai menjadi sarjana yang kehilangan kejujuran. Jangan sampai menjadi orang pintar tetapi tidak amanah. Jangan sampai memiliki jabatan tetapi tidak memiliki integritas. Dan jangan sampai menguasai teknologi tetapi kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, Berkemajuan. Muhammadiyah sejak awal berdirinya adalah gerakan yang mendorong kemajuan umat. Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki mentalitas berkemajuan, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, kreatif, inovatif, produktif, adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap memiliki akar nilai keislaman yang kuat. Kemajuan bukan berarti meninggalkan agama. Sebaliknya agama harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan kemajuan. Karena itu saya berharap mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta teknologi. Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Jangan hanya bertanya, apa yang bisa saya dapatkan dari Muhammadiyah?. Tetapi mulai bertanya: Apa yang bisa saya berikan kepada Muhammadiyah?. Jangan hanya menjadi penonton perubahan zaman. Jadilah pelaku perubahan. Baitul Arqam adalah momentum untuk memperkuat tiga hal sekaligus. Ideologi yang kokoh, karakter yang mulia, dan pikiran yang berkemajuan. Kalau ketiganya bersatu, insya Allah akan lahir kader-kader Muhammadiyah yang luar biasa. Ideologi memberi arah. Karakter memberi integritas. Kemajuan memberi daya juang. Dalam kesempatan yang sama ketua PDM Polman berharap setelah mengikuti BAM ini, mahasiswa tidak hanya karena mengikuti persyaratan, tetapi membawa semangat baru, pemahaman baru, komitmen baru, dan gerakan baru. "Jadilah mahasiswa yang ketika hadir membawa manfaat. Ketika berbicara membawa kebaikan. Ketika memimpin membawa keadilan. Ketika di beri amanah menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Dan ketika telah menjadi alumni nanti, tetaplah menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah". Mari kita jadikan BAM ke-V ini sebagai ruang untuk menguatkan ukhuwah, memperdalam pemahaman islam, memahami Muhammadiyah secara sempurna, membangun karakter, dan menumbuhkan keberanian untuk menghadapi masa depan. Saya juga mengajak seluruh mahasiswa ITB Muhammadiyah Polewali Mandar untuk menjadi generasi yang memiliki prinsip, iman kuat, ilmu luas, akhlak mulia, karya nyata. Insya Allah dengan generasi seperti inilah kita akan membangun Muhammadiyah yang semakin maju, kampus yang semakin unggul, dan masyarakat Polewali Mandar yang semakin berkemajuan. Kata Abd. Azis Ghozal.
Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp