Khutbah di Masjid Ta’mir Ismail Ibrahim: Tentang Iman dan Amanah Menjaga Lingkungan
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pesan kuat tentang hubungan iman dan kelestarian lingkungan disampaikan dalam Khutbah Jum'at di Masjid Tamir Muhammadiyah Wonomuyo (30/10) bertema "Jangan Lukai Bumi Yang Menjadi Saksi Sujudmu" oleh Ismail Ibrahim.
Khatib mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang sering disebut bencana alam, sejatinya banyak disebabkan oleh ulah manusia yang mengutamakan keuntungan pribadi di atas keselamatan sesama.
"Api mungkin dinyalakan oleh segelintir orang, tetapi asapnya dihirup oleh jutaan manusia. Keuntungan mungkin dinikmati sebagian pihak, tetapi penderitaannya ditanggung masyarakat luas," kutip isi khutbah.
Kerusakan adalah Panggilan untuk Kembali
Mengutip QS. Ar-Rum: 41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia... agar mereka kembali ke jalan yang benar.” Kerusakan bukanlah alasan berputus asa, melainkan panggilan untuk taubat dengan menghentikan perbuatan merusak dan memperbaikinya.
Jangan Rusak Bumi Setelah Diperbaiki
QS. Al-A'raf: 56 menegaskan “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.” Bumi adalah amanah, bukan milik mutlak untuk dirusak. Jangan sampai rajin bersujud tapi tindakan justru menyengsarakan makhluk Allah.
Menjaga Lingkungan adalah Bagian dari Syariat
Dalam maqashid syariah, menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan keturunan (hifzh an-nasl) adalah amanah utama. Asap kebakaran yang mengganggu pernapasan anak-anak dan rusaknya hutan mengancam generasi mendatang. Maka menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral dan keagamaan.
Menanam adalah Sedekah
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu burung, manusia, atau binatang memakan darinya, kecuali hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari-Muslim). Sebaliknya, pembakaran yang merusak adalah pengkhianatan amanah.
Kaidah Fikih: Kemudharatan Harus Dihilangkan
Kaidah Adh-dhararu yuzaal menegaskan bahwa bahaya terhadap masyarakat harus dicegah. Pembakaran lahan yang mencemari udara dan merusak lingkungan harus dihentikan karena kepentingan pribadi tidak boleh mengorbankan keselamatan orang banyak.
Khutbah ditutup dengan ajakan praktis: hemat air saat wudhu, kurangi sampah plastik, jangan bakar sampah sembarangan, tanam dan rawat pohon, serta didik anak mencintai lingkungan.
"Jangan bakar bumi yang menanggung sujudmu. Jangan rusak tanah tempat dahimu berserah kepada Allah."