Mesya Putri Ramadhani Kader IPM Sulbar di Nobatkan jadi Duta HI Unsulbar Tahun 2026
PWMSULBAR.ID – Majene – Membanggakan, Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Barat Mesya Putri Ramadhani terpilih menjadi Duta Hubungan Internasional (HI) Putri Universitas Sulawesi Barat tahun 2026, Duta HI Unsulbar adalah ajang pemilihan representasi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Sulawesi Barat yang bertugas sebagai wajah dan perwakilan program studi (5/9/2026). Mesya menjelaskan dirinya tertarik mengikuti pemilihan Duta Hubungan Internasional karena ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus membawa pengetahuan yang dimiliki agar dapat memberikan dampak di lingkungan kampus. “Bagi saya, menjadi Duta HI bukan hanya tentang mengikuti sebuah kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang saya punya dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang lain”. Kata Mesya. Sebelum dinobatkan menjadi Duta HI, Mesya menceritakan pengalaman yang dilalui hingga akhirnya menjadi pemenang dan dalam ceritanya tak sedikit tantangan yang dihadapi. “Prosesnya cukup panjang. Saya banyak memperdalam pemahaman mengenai Hubungan Internasional, mulai dari konsep dasar hingga isu-isu internasional yang sedang berkembang. Saya juga berusaha meningkatkan kemampuan public speaking karena saya menyadari bahwa seorang Duta HI harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan percaya diri”. “Tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, yaitu melawan rasa tidak yakin terhadap kemampuan diri. Saya sempat berpikir apakah saya mampu menjadi The Winner, apalagi ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti pemilihan duta. Namun, saya mencoba untuk tetap menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin”. Ucap Mesya. Selain itu Mesya membagikan perasaannya ketika dinobatkan sebagai The Winner Duta HI Unsulbar, Mesya merasa terharu dan bangga.
“Ada rasa bahagia karena usaha yang saya lakukan selama proses pemilihan akhirnya membuahkan hasil. Tetapi lebih dari itu, saya juga teringat pada usaha keluarga, sahabat, dan teman-teman yang selama ini memberikan dukungan dan membantu saya. Rasanya semua perjuangan dan usaha mereka tidak sia-sia”.
Menurutnya, kemenangan ini menjadi sebuah tanda bagi saya bahwa saya mampu dan bahwa ada orang-orang yang memberikan kepercayaan kepada saya karena melihat potensi yang saya miliki.
Kemenangan ini bukan akhir, tetapi justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut dapat saya gunakan dengan baik.
Meysa melanjutkan bahwa menjadi Duta Hubungan Internasional bukan sekadar mendapatkan gelar atau menjadi representatif. Lebih dari itu, seorang duta harus mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan dampak.
Karena menurut saya, pengetahuan akan lebih berarti ketika tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan dan digunakan untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Visi dan Misi serta Isu Hubungan Internasional apa yang paling ingin disuarakan sebagai Duta HI
Saya ingin mendorong lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun relasi. Saya juga ingin meningkatkan kepedulian mahasiswa Hubungan Internasional terhadap berbagai isu global.
Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami isu internasional secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dan memberikan kontribusi nyata.
Salah satu isu yang paling ingin saya suarakan adalah isu Hak Asasi Manusia, khususnya Female Genital Mutilation atau sunat perempuan.
Saya tidak ingin melihat semakin banyak korban akibat praktik budaya dan tradisi yang terus dipertahankan tanpa mempertimbangkan hak, keselamatan, dan masa depan perempuan.
“Ketertarikan saya terhadap isu ini juga sejalan dengan pengalaman saya dalam VOICE, di mana saya terlibat dalam pembahasan dan edukasi mengenai FGM dan child marriage. Bagi saya, isu perempuan dan anak bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan hak asasi manusia dan isu global”.
Langkah yang ingin dilakukan setelah menjadi Duta HI “Saya ingin menghadirkan lebih banyak edukasi, kegiatan diskusi, serta kolaborasi yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengetahuan dan perspektif mengenai isu-isu global.
Saya juga ingin membangun lebih banyak relasi agar semakin banyak pihak yang dapat terlibat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sadar terhadap isu internasional”. Ungkap Mesya.
Profil Singkat Mesya Putri Ramadhani:
Mesya Putri Ramadhani merupakan mahasiswa Hubungan Internasional yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan advokasi.
Mesya aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta terlibat dalam VOICE (Voicing Our Identity Courage & Empowerment), sebuah inisiatif PP IPM bersama UNICEF yang bergerak dalam edukasi dan advokasi isu perempuan dan anak, termasuk female genital mutilation (FGM) dan child marriage.