Logo PWM Sulbar

Momen Bersejarah di Mambi: Masjid Al-Furqon Kini Jadi Aset Persyarikatan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
Momen Bersejarah di Mambi: Masjid Al-Furqon Kini Jadi Aset Persyarikatan Muhammadiyah

PWMSULBAR.ID, Mambi – Masyarakat Salumaka Wakafkan Masjid Al-Furqon kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Momen bersejarah terjadi di Desa Salu Maka, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Masyarakat Desa Salu Maka secara resmi menyerahkan Wakaf Masjid Al-Furqon Desa Salumaka.

Imam Masjid Al-Furqon, Silahuddin, secara resmi menyerahkan masjid kepada Persyarikatan Muhammadiyah untuk dikelola. Penyerahan wakaf Masjid Al-Furqon Sendana ini berlangsung Ahad (21/9), disaksikan langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamasa, PCM Mambi, dan jamaah setempat.

Imam Masjid: Kami Ingin Merasakan Manfaat Muhammadiyah

Silahuddin Imam Masjid Al-Furqon menegaskan penyerahan ini adalah kesepakatan seluruh masyarakat.

"Kami ingin Program Muhammadiyah hadir di sini. Masyarakat sepakat untuk dikelola Muhammadiyah. Kami ingin merasakan manfaat dari Muhammadiyah," ujar Silahuddin.

Hasamuddin Jammah Masjid Al-Furqon mennyampaikan Kecintaannya pada persyarikatan begitu besar, ia bahkan berkata, " Biasanya saya kalau naik mobil pasti mabuk, tapi saat ke Mamuju saat urusan Muhammadiyah dari rumah ke Mamuju sampai kerumah lagi tidak pernah mabuk," Ucap Hasamuddin saat menceritakan pengalaman mengurus wakaf masjid Al-Furqon beberapa waktu lalu.

Ketua PWM Sulbar: Mambi Istimewa, Muhammadiyah Makin Dipercaya Hingga Non-Muslim

Ketua PWM Sulbar Dr. KH Wahyun Mawardi, M.Pd menyampaikan pesan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa Mambi adalah daerah istimewa.

"Saat bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor Jogjakarta saat memperkenalkan diri bahwa kami dari Sulawesi Barat, PP Muhammadiyah hanya mengingat dan menyebutkan kata Mambi, Bukan Mamuju, Polewali Mandar atau Majene, ini menandakan bahwa Mambi ini Istimewa di Pimpinan Pusat Muhammadiyah karena terus diingat”. Kata Wahyun. 

Dalam kesempatan ini Wahyun mencertikan bahwa hari ini Muhammadiyah makin di percaya oleh masyarakat bahkan non-Muslim pun percaya, “karena Muhammadiyah nyata. Aksi sosialnya ada, kesehatan & pendidiknya nyata," tegasnya.

Ia menegaskan Muhammadiyah siap membantu dan membawa program Muhammadiyah kepada Masyarakat Salumaka, baik dari segi Sumberdaya Manusia, dalam hal ini mengutus tenaga profesional maupun dari segi program pendidikan berupa sekolah dan juga beasiswa”. Kata Wahyun.

Selain ini itu Muhammadiyah siap memberikan bantuan tunai Rp 5 Juta agar masjid segera dapat dimanfaatkan. Serta menjadikan salumaka sebagai Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Mamuju, agar tenaga terampil dapat membantu masyarakat.

Pada kesempatan yang sama ketua PWM Sulbar Beasiswa Pendidikan: Anak-anak di Salumaka yang putus sekolah akan disekolahkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan beasiswa, serta program pemberdayaan di Desa ini insya Allah dikembangkan program Peternakan, Pendidikan Islam.

Dalam tausiyahnya, Ketua PWM mengingatkan, "Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah maka akan mendapatkan kemudahan. Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan istana di surga. Wakaf adalah amal jariyah, bersama ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh, pahalanya tidak pernah putus." Kata Wahyun

Ketua PDM Mamasa: Masjid Tetap Milik Masyarakat

H. Abdul Samad, S.H.,M.M Ketua PDM Mamasa meluruskan bahwa secara administratif masjid dikelola Muhammadiyah, namun jamaahnya tetap masyarakat setempat.

"Penyerahan masjid ini secara administratif bukan berarti masyarakat tidak punya masjid. Jamaah di sini tetap berada pada masyarakat ini.

Penyerahan ini menandai secara resmi bahwa pengelolaan Masjid Al-Furqon kini berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Dengan diwakafkannya Masjid Al-Furqon, diharapkan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi umat di Desa Salu Maka.

Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp