Pengajian Bulanan ITBM Polman: Jaga Iman Seperti Jaga BBM, Jangan Sampai Habis di Tengah Jalan
PWMSULBAR.ID – Polewali Mandar - Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menggelar Pengajian Bulanan pada Rabu, 16 September 2026 di kampus ITBM Polman. Materi disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, H. Ismail Ibrahim, M.Pd.I dengan tema "Pentingnya Mengawasi Iman Seperti Mengawasi BBM".
Dalam pendahuluannya, H. Ismail Ibrahim menyampaikan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika bepergian dengan kendaraan, hal pertama yang paling diperhatikan adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak ada yang berani menempuh perjalanan jauh jika tangki hampir kosong. Selalu diperiksa indikatornya, diisi penuh, dan waspada agar tidak kehabisan di tengah jalan.
Begitu pula dengan iman. Iman adalah bahan bakar kehidupan. Tanpa iman, hati mati, perjalanan menuju akhirat terhenti, dan tidak akan sampai pada tujuan yang diridhai Allah SWT.
Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan:
"Sesungguhnya iman itu akan menjadi usang di dalam dada salah seorang di antara kalian sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hatimu." (HR. Al-Hakim).
Materi pengajian memaparkan persamaan antara BBM Kendaraan dan Iman di Hati:
- - BBM menggerakkan kendaraan di dunia, Iman menggerakkan jiwa menuju ridha Allah.
- - BBM habis di tengah jalan maka kendaraan berhenti, Iman berkurang/habis maka hati mati dan terhenti di jalan akhirat.
- - Keduanya perlu diisi ulang secara berkala.
- - Kualitas BBM menentukan awet tidaknya mesin, kualitas iman menentukan selamat tidaknya di akhirat.
- - Keduanya memiliki indikator untuk dipantau.
Kajian ini juga mengangkat kisah teladan. Kisah Umar bin Khattab yang setiap malam sebelum tidur selalu bermuhasabah: "Hai Umar, untuk apa engkau hari ini? Dan apa yang telah engkau kerjakan untuk akhiratmu?" Beliau memeriksa imannya setiap hari seperti memeriksa indikator BBM.
Kisah Abdullah bin Amr bin Ash yang berkata: "Iman itu seperti kendaraan, jika engkau tidak memberi makan (mengisi) dengan ketaatan, pasti ia akan mati."
Untuk itu, ada dua cara menjaga dan mengisi iman seperti menjaga BBM:
1. Periksa Iman Setiap Hari (Cek Indikator)
Sesuai QS. At-Taubah: 105. Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana shalatku hari ini? Apakah hatiku ingat Allah? Apakah aku menjauhi yang haram? Jika terasa berat, berarti indikator sudah turun dan harus segera diisi ulang.
2. Isi Ulang dengan Ibadah (Isi Bahan Bakar)
Sesuai QS. Al-Baqarah: 43. Shalat, puasa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an adalah bahan bakar iman.
Acara ditutup dengan penegasan, "Kendaraan tanpa BBM berhenti di tengah jalan dan tidak sampai ke tujuan. Manusia tanpa iman berhenti di pintu surga dan tidak dapat masuk ke dalamnya. Maka jagalah iman kalian lebih teliti daripada menjaga BBM kendaraan kalian."
Pengajian diakhiri dengan doa: “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik - Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”