Logo PWM Sulbar

KNTI dan ITBM Polman Latih Perempuan Nelayan Laliko Jualan di Medsos

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
KNTI dan ITBM Polman Latih Perempuan Nelayan Laliko Jualan di Medsos

PWMSULBAR.ID, Polman – Produk lokal perempuan nelayan Desa Laliko, Polewali Mandar, didorong untuk masuk ke pasar digital melalui penguatan kapasitas pemasaran, pengemasan, dan pemanfaatan media sosial. Komitmen itu diwujudkan lewat pelatihan yang digelar Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut identifikasi peluang usaha perempuan nelayan terdampak pada Juli lalu.

Ketua KNTI Polewali Mandar, Muhsin, mengatakan produk lokal warga sebenarnya punya nilai jual tinggi jika dikelola dengan baik. Menurutnya, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan hingga produk olahan, semuanya bisa menjadi sumber penghasilan apabila didukung inovasi, kualitas yang terjaga, kemasan menarik, dan pembangunan merek yang sesuai dengan karakter potensi lokal.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan pemahaman tentang strategi pemasaran di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Selain kualitas produk, kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara itu, Dosen Komunikasi dan Bisnis ITBM Polewali Mandar, Iqbal Nur Aswad, S.I.Kom., M.I.Kom., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara optimal tanpa meninggalkan metode konvensional yang sudah dikenal masyarakat. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian usaha perempuan nelayan melalui penguasaan pemasaran daring, penentuan target pasar, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan transaksi digital.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapat materi pengemasan produk, tetapi juga pendampingan langsung membuat dan mengelola media sosial sebagai sarana promosi hasil olahan lokal. Dengan begitu, pelaku usaha diharapkan mampu memperkenalkan produk secara lebih luas dan membangun komunikasi yang efektif dengan konsumen.

Melalui pendampingan berkelanjutan, KNTI dan ITBM berharap produk lokal tidak hanya bertahan di pasar setempat, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Transformasi digital ini bukan sekadar memindahkan jual beli ke media sosial, melainkan upaya membangun kemandirian usaha, memperkuat identitas produk lokal, dan membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi perempuan nelayan dan keluarganya.

Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp