WCD 2026: Pantai Arteri Mamuju Bersih dalam Dua Jam, UNIMAJU Dorong Aturan Berkelanjutan
PWMSULBAR.ID, Mamuju– World Cleanup Day (WCD) yang digelar di Mamuju pada Jumat, 23 Oktober 2026 bukan sekadar gerakan memungut sampah, namun menjadi ujian kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Apel kegiatan dipusatkan di Taman Perpustakaan Mamuju dipimpin Asisten II Bupati Mamuju dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur.
Lebih dari 100 orang dari Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) turut ambil bagian menyusuri Pantai Arteri Mamuju. Dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mamuju yang mengerahkan pasukan kuning, truk pengangkut dan kantong sampah terpilah, dalam waktu dua jam kawasan sepanjang dua kilometer Jalan Arteri Mamuju kembali bersih dari dominasi sampah plastik dan residu.
Tim UNIMAJU berkonsentrasi di Kilometer 2 Arteri, tepat di depan Kantor Balai Besar Jalan dan Jembatan yang juga menjadi kawasan wisata renang warga setiap hari Ahad. Lokasi tersebut memiliki makna khusus bagi UNIMAJU, karena menjelang Milad 6 Juni 2026 lalu, kawasan itu telah dibersihkan dan ditanami sekitar 100 pohon kelapa. Rektor UNIMAJU Dr. H. Muh. Tahir, M.Si yang turut memimpin kegiatan juga melakukan pengecekan terhadap tanaman tersebut sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
Rektor UNIMAJU menekankan agar kebersihan Pantai Arteri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, perlu ada aturan yang jelas, pengawasan harian, dan penegakan sanksi tegas bagi pelanggar. Pelaku UMKM yang memanfaatkan ruang publik harus bertanggung jawab atas kebersihan di sekitar lapaknya, pengunjung wajib membuang sampah pada tempatnya, serta perusakan pohon dan fasilitas umum harus ditindak.
Rektor menegaskan, persoalan sampah bukan semata kurangnya petugas kebersihan, melainkan kegagalan membangun disiplin. Karena itu Pemkab Mamuju bersama DLHK didorong menjadikan Jalan Arteri sebagai kawasan percontohan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dengan penyediaan tempat sampah terpilah, pengangkutan teratur, pelibatan masyarakat dalam pemeliharaan tanaman, dan penindakan yang adil dan konsisten.
UNIMAJU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan di ruang kuliah, tetapi mewujudkannya dalam aksi nyata. Keberhasilan WCD, tegasnya, bukan diukur dari banyaknya sampah yang diangkut atau ramainya peserta apel, melainkan dari semakin sedikitnya sampah yang dibuang sembarangan dan konsistensi masyarakat menjaga pantai tanpa harus menunggu seremoni tahunan.