Musypimda PDM Mamuju, Ketua PWM Sulbar Tekankan Empat Agenda Penting Kebangkitan Muhammadiyah
PWMSULBAR.ID, Mamuju – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) pada Ahad, 7 Jumadil Ula 1448 H / 18 Oktober 2026 M di Universitas Muhammadiyah Mamuju.
Mengusung tema “Konsolidasi Gerakan, Penguatan Amal Usaha, dan Transformasi Dakwah Untuk Muhammadiyah Yang Berkemajuan”, kegiatan ini dihadiri pimpinan daerah, cabang, ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah se-Mamuju.
Kegiatan Musypimda dihadiri oleh Ketua PWM Sulbar, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, unsur Pimpinan Cabang, Ortom, serta Amal Usaha Muhammadiyah se-Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan konsolidasi internal dan evaluasi gerakan persyarikatan.
Melalui Musypimda ini, PDM Mamuju menegaskan komitmen untuk memperkuat peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai pilar dakwah dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendorong transformasi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.
Forum Musypimda juga diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis untuk penguatan organisasi, perluasan dakwah, serta sinergi antara PDM dengan seluruh elemen Muhammadiyah di Mamuju dalam mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan.
Dr. KH. Wahyun Mawardi, M.Pd., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dalam sambutannya menegaskan empat poin penting sebagai agenda kebangkitan Muhammadiyah Mamuju ke depan.
Pertama, Konsolidasi Cabang dan Ranting. Ketua PWM menekankan bahwa Muhammadiyah Mamuju tidak boleh hanya hidup di Kota Mamuju. Muhammadiyah harus hadir di seluruh kecamatan.
"Hidupkan kembali Cabang dan Ranting yang mati. Salah satu caranya adalah dengan menghidupkan kembali pengajian yang menjadi roh Muhammadiyah," tegasnya.
Kedua, Kaderisasi Ideologi. Ia mengingatkan pentingnya penguatan ideologi di kalangan kader muda.
"Jangan sampai anak-anak IMM dan IPM kita hebat dalam organisasi, tapi rapuh dalam pemahaman dan pengamalan agama sesuai paham Muhammadiyah. Mari memperkuat kembali Baitul Arqam dan Darul Arqam secara berjenjang," ujarnya.
Ketiga, Semangat Tajdid sebagai Karakter Islam Berkemajuan. Muhammadiyah harus berani berinovasi dan menjawab tantangan zaman.
"Kita harus berani berinovasi. Jangan terhalang dengan aturan yang kita buat sendiri yang dapat menghambat inovasi sebagai pengurus Muhammadiyah. Muhammadiyah yang berkemajuan adalah Muhammadiyah yang menjawab tantangan zaman, bukan yang hanya bernostalgia," ungkapnya.
Keempat, Semangat Kebersamaan dan Ukhuwah. KH. Wahyun Mawardi mengajak seluruh pimpinan dan pengurus untuk mengedepankan musyawarah dan kekompakan.
"Jauhi sifat individual dan kedepankan musyawarah," pesannya.
Musypimda ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah yang lebih luas dan berkemajuan di Kabupaten Mamuju.