Logo PWM Sulbar

Ustadz Rudi Tarenre di Pengajian PCM Wonomulyo: Perbanyak Istighfar, Ketuk Pintu Langit di Tengah Kemarau

MUHAMMADIYAH
0 Dibaca
Ustadz Rudi Tarenre di Pengajian PCM Wonomulyo: Perbanyak Istighfar, Ketuk Pintu Langit di Tengah Kemarau

PWMSULBAR.ID, Wonomulyo - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonomulyo menggelar Pengajian Bulanan dengan tema "Langit yang Berjelaga, Hati yang Beristighfar: Mengetuk Pintu Langit Meminta Hujan", Kamis (15/10/2026) malam, di Masjid Al-Ikhwan Ranting Cerbon.

Pengajian menghadirkan narasumber Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Ustadz Drs. Rudi Tarenre, M.Pd.I., dengan pengantar Ketua PCM Wonomulyo, Ustadz Zainal Abidin, S.Pd., Gr.

Dalam tausiyahnya yang mengangkat QS. Ali Imran ayat 133, Ustadz Rudi mengajak jamaah untuk bersegera bertaubat dan memperbanyak istighfar.

Menurutnya kemarau panjang yang saat ini melanda merupakan kehendak Allah SWT, memperbanyak istigfar dan memohon ampuanan kepada Allah adalah cara agar Allah menurunkan keberkahan (hujan) kepada manusia.

"Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Karena itu Allah memerintahkan kita beristighfar. Apapun yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an adalah wajib, maka perintah untuk beristighfar wajib kita laksanakan dengan penghayatan tulus dari hati," ujarnya.

Ia menegaskan, taubat tidak hanya dengan lisan, tetapi harus diikuti komitmen untuk tidak mengisi kembali lembaran hidup dengan dosa-dosa baru.

Ustadz Rudi juga menjelaskan, orang yang senantiasa beristighfar dijanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yaitu bagi orang-orang bertakwa.

Ciri orang bertakwa itu di antaranya berinfak dengan hartanya di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Infak tidak hanya berupa uang, tetapi juga ilmu yang dibagikan kepada sesama.

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Memperbaiki hubungan dengan Allah harus seiring dengan memperbaiki hubungan dengan sesama," tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menahan amarah. Orang beriman adalah mereka yang mampu menahan emosi, karena emosi berasal dari setan yang dapat memutus rahmat Allah.

Ia pun berpesan agar jamaah senantiasa memaafkan kesalahan orang lain bahkan sebelum mereka meminta maaf, serta mendidik anak dengan kelembutan dan ucapan bismillah.

Pengajian ini diikuti jamaah Muhammadiyah se-Cabang Wonomulyo dengan penuh khidmat.
 

Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp